PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
PENYAMARAN TAK TERLIHAT


__ADS_3

Beberapa sosok ghoib dari golongan putih maupun dari golongan hitam, mereka semua masing-masing telah bersalin rupa berganti wujud menjelma menjadi bangsa manusia.


Dengan keahlian dan kesaktiannya, mereka menutupi penyamarannya hingga tidak dapat diketahui atau dideteksi oleh bangsa ghoib yang lainnya.


Seandainya mereka bertemu dan saling dekat tidak akan ada yang bisa melihat wujud asli mereka, melainkan wujud jelmaan manusia yang terlihat saat ini.


Seperti halnya Nyai Kala Geni dan Ratu Cakra Geni yang bersalin rupa berganti wujud dan juga telah berganti nama.


Ratu Cakra Geni sebagai Arumi dan Nyai Kala Geni sebagai Arini.


Mereka berdua seperti seorang gadis cantik pada umumnya serta berbaur di kota tersebut dengan memiliki rumah dan mobil serta gaya atau styles yang modern.


***


Malam itu Arumi dan Arini mengunjungi Cafe yang ternyata milik Angel disalah satu pusat kota Bali tersebut.


Mereka berdua menghabiskan malam dengan nongkrong dan ngobrol sambil menikmati beberapa menu khas Cafe tersebut.


"Dia si Angel, kan...???"


Ucap Arini alias Nyai Kala Geni yang tanpa disengaja dia melihat Angel yang baru datang dari pintu depan Cafe.


Seketika Arumi alias Ratu Cakra Geni yang di colek lengannya, menoleh kearah Arini lalu mengarahkan pandangannya ke sosok wanita yang menuju sofa paling pojok ditempat itu.


"Iya, benar itu si Angel,!"


Sahut Arumi dengan suara berbisik sambil memperhatikan kearah Angel yang sedang di hampiri salah satu gadis yang tak lain adalah Metta...


"Gadis itu juga ada disini,!"


Bisik Arumi sambil menunjuk kearah mereka berdua yang duduk di sofa.


"Iya, mereka tawanan kita semua. Koq mereka kumpul disini, berarti rumah mereka tak jauh dari kota ini.!"


Sahut Arini sambil terus memperhatikan dua wanita yang sedang duduk di sofa tersebut.


"Gimana Cafe,, rame...??"


Tanya Angel, setelah mereka duduk di sofa.


"Seperti yang kamu lihat, hari ini pelanggan banyak banget. Beberapa pekan ini omset kita terus naik...!"


Jawab Metta yang merasa puas dengan hasil kerjanya selama di Cafe milik Angel ini.


"Syukurlah, kalau begitu. Aku senang sekali, semoga bisnis kita kedepannya meningkat terus."


Ucap Angel yang sangat bersyukur sekali karena Cafe nya semakin ramai setiap hari.


"Oh, ya .. Besok aku mau ketemu sama Elena di kantornya."


Ujar Angel.

__ADS_1


"Ada acara apa...??"


Tanya Metta, menatap serius kearah Angel.


"Nggak, main aja sambil bincang bisnis...hee Kamu mau ikut,??"


"Boleh,, sudah lama kita nggak ketemu sama mereka, kangen juga. hehe"


Balas Metta penuh semangat.


"Oke, dech... Ya udah kalau gitu aku masuk keruangan dulu. Kamu lanjutkan urus para pelanggan, ya..."


Ucap Angel yang beranjak dari duduknya dan kemudian melangkah menuju ruangan kantor kerjanya disamping Cafe tersebut.


"Siap...Boss...!"


Jawab Metta sambil mengulas senyumnya.


Arumi dan Arini yang sedari tadi perhatikan gerak gerik Metta dan Angel dibuat penasaran karena mereka berdua belum tahu kalau Cafe yang mereka kunjungi adalah milik Angel.


"Pelan-pelan, nanti kita cari informasi tentang mereka. Kalau bisa kita dekati mereka untuk menjadi teman mereka."


Ucap Arumi yang di anggukan oleh Arini, tanda dia setuju atas ide dari Arumi.


"Iya sudah, kita pulang saja dulu. Sudah jam 23 :00, aku serasa lelah banget pengen rehat nich..."


Ujar Arini mengajak pulang.


Sahut Arumi sambil beranjak dari duduknya, lalu mereka berdua meninggalkan Cafe Angel dengan penuh rencana baru...


***


Pancaran dari kebahagian wajah Rico pun nampak, setelah sekian lama lelaki itu tidak melihat wajah cantik Natasha yang dikagumi olehnya sejak pandangan pertama.


Rico benar - benar menyukai Natasha, namun sayang gadis bernama Natasha ini terlihat biasa saja saat bertemu dirinya.


Justru Elena lah yang sejak awal mengagumi sosok lelaki ini, Elena jelas nampak suka dan bertabur benih cinta dihatinya.


Wajah cantik penuh kebahagiaan dari Elena selalu terpancar, apalagi mereka bekerja satu kantor mengurus perusahaan Malik Muneer yang dipercayakan untuk memangku jabatan sebagai executive manager.


Rupanya akan menjadi cinta segitiga diantara mereka, Rico mengejar hati Natasha sedang Elena mengejar cinta Rico.


Namun saat ini masih tersimpan dalam hati mereka, apalagi melihat sikap Natasha lelaki ini seakan belum siap untuk berbicara serius tentang perasaannya.


Disamping itu juga, waktu dan kondisi untuk bisa berduaan sangat sulit bagi mereka.


Natasha menganggap Rico hanya sebatas teman saja, tidak lebih.


Makanya gadis cantik ini nampak acuh tidak acuh dimata Rico.


Saking fokusnya tenggelam dalam perasaan suka terhadap Natasha, Rico tidak pernah tau atau peduli dengan perhatian Elena kepada dirinya.

__ADS_1


Sebaliknya Rico menganggap Elena adalah teman dan Kakak dari Natasha.


"Kamu koq tumben sudah beberapa hari ini tidak main kerumah.?"


Ujar Elena yang bertanya saat Rico keruangan kerjanya untuk mengambil file.


"Iya, Sorry beberapa hari ini, kamu tahu sendiri pekerjaan ku banyak. Pengen sich main tapi belum sempat, nanti kalau ada waktu luang aku pasti main koq...!"


Balas Rico sambil menerima file dokumen yang disodorkan oleh Elena yang menatap wajahnya dengan lembut dan terlihat dari mata Elena yang memancarkan binar cinta.


Namun Rico tidak peka akan tatapan itu, atau memang dia tidak ingin membalas tatapan itu karena dia berpikir bahwa tatapan itu bukan tatapan Natasha yang dia inginkan.


Meskipun mereka kembar, dan tentu saja Rico bisa merasakan perbedaan dari karakter serta gaya mereka berdua.


Dan, Rico lebih memilih Natasha karena dia suka dengan gaya manja dan galaknya dari sosok Natasha yang menurutnya bikin gemes dan gregetan.


"Bener ya, nanti kalau ada waktu... !"


Ucap Elena yang berharap kalau lelaki ini bisa datang kerumahnya dan ngobrol santai agar dia bisa dekat dengan sang lelaki idamannya.


***


Ratu Cakra Ayu dan David setelah tiba di kota Bali, mereka lalu mencari penginapan untuk sementara waktu sebelum mereka memiliki tempat tinggal tetap.


Dan, Ratu Cakra Ayu, yang sama halnya telah bersalin rupa dan berganti wujud gadis cantik ini memiliki nama yang dia panggil di ujung namanya, Ayu... Nama yang cantik, secantik wajahnya...


Mereka berdua seperti sepasang kekasih dan nampak sangat terlihat mesra sekali.


Namun diantara mereka tidak ada hubungan apa - apa, kecuali hubungan terlarang yang terjalin demi kepuasan saja.


Apalagi diantara mereka tentu saja berbeda golongan dan alam.


"David, aku ingin jalan - jalan nanti malam, dan keliling kota ini. Aku suka sekali dengan suasana disini.!"


Ucap Ayu dengan manja.


"Iya, boleh ... nanti kita jalan - jalan dan aku sudah punya tempat yang sangat indah dan romantis buat kita.!"


Sahut David yang menatap wajah Ayu yang lembut dan memancarkan aura kecantikan.


"Serius....???"


Ayu balas menatap David, dia nampak terlihat senang sekali.


"Iya, donk...!"


Jawab David sambil merangkul tubuh seksi Ayu...


*****


( BERSAMBUNG )

__ADS_1


__ADS_2