PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
BONDAN BERAKSI


__ADS_3

Setelah berjanji akan membebaskan Bram dari penjara, Bondan pun mempersiapkan diri untuk bisa mengerahkan kesaktiannya.


Dia mengadakan ritual khusus dengan ilmu yang dia miliki agar bisa mengeluarkan Bram dari balik terali besi itu dengan cara ghoib.


Namun si kembar Elena dan Natasha pun tak kalah pintarnya, mereka sudah mengetahui rencana Bondan yang akan menyelamatkan Bram dari penjara.


Mereka akan menghadang Bondan bila dukun itu berani membebaskan Bram.


Si kembar siap menghadapi lawannya apabila terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


"Si dukun itu akan berusaha membebaskan Bram, untuk itu kita harus siaga mengahalau dia jangan sampai kita kecolongan dan Bram bisa bebas dari penjara.!"


Ujar Elena, dia telah memantau dengan mata batinnya menembus secara jarak jauh hingga Bram yang jauh disana bisa terlihat olehnya.


"Iya, Kak... Benar. Ternyata dukun itu memiliki kesaktian yang cukup tinggi juga, bila sampai dia bisa mengeluarkan Bram dari sana.!"


"Dia memang sakti, apalagi menurut terawang batinku, dia itu memiliki pasukan ghoib juga. Dia akan mengerahkan bala tentara ghoib dari golongan jin untuk membawa Bram keluar.!"


"Apakah kita sanggup melawan dia...?"


Sahut Malee bertanya pada Elena.


"Semoga saja kita bisa mengalahkannya, dan bisa menjaga si Bram tetap didalam penjara.!"


Ujar Elena, dia akan berusaha untuk optimis dan semangat.


***


( PERASAAN CINTA )


Beberapa hari berlalu setelah mengurus Bram di persidangan hingga masuk penjara, Malik Muneer sibuk memperbaiki serta menata lagi kantor cabangnya yang akan segera dibuka.


Bahkan Roby dan Rico ikut serta dalam acara meeting yang digelar secara tertutup tersebut bersama Malik Muneer dan juga Zeno calon manager baru diperusahaan cabangnya.


Roby dan Rico adalah salah satu rekan bisnis yang baru bergabung bersama Malik Muneer saat mereka mengadakan rapat kerja bisnis di Singapore.


Mereka berdua adalah investor bonafit yang menanamkan sahamnya untuk bekerjasama dalam mengembangkan product perusahaan.


Dan secara tanpa disengaja, sebelum pria ini bertemu dengan Malik Muneer, Rico bertemu dengan si kembar Elena dan Natasha.


Mereka sudah saling mengenal lebih dulu, gara - gara kasus mobil mereka yang saling bertubrukan.


Namun sudah beberapa hari berada di Indo, Rico belum sekalipun bertemu dengan Elena ataupun Natasha.


Mereka sama - sama sibuk dan belum ada kesempatan bertemu dan bertatap wajah lagi.

__ADS_1


Pria ini sebenarnya kangen melihat wajahnya si kembar yang imut dan cantik.


Apalagi sejak awal pandangan pertama Rico sepertinya naksir sama Natasha.


Meskipun terlihat sedikit galak, tapi entah kenapa Rico sangat suka melihat karakternya Natasha.


Gaya serta cara bicaranya telah memikat hati si pria tampan ini.


Rico terkadang senyum - senyum sendiri bila dirinya mengingat kejadian tempo hari, serta bayangan wajahnya Natasha selalu membuat Rico rindu ingin bertemu.


Padahal waktu itu yang lebih memperhatikan Rico adalah Elena, dan yang membela dirinya agar Natasha tidak memperpanjang masalah mobilnya yang rusak.


"Mereka kembar, semuanya serba sama tapi Natasha sedikit berbeda , dan aahh entah apa yang membuat aku suka sama dia. Pokoknya dia sudah buat aku jatuh hati...!"


Ujar Rico saat membayangkan wajah cantik Natasha yang selalu saja terbayang - bayang di sela setiap aktifitasnya.


Ternyata Rico memilih Natasha, apakah gadis cantik ini sama menyukai Rico.?


Sepertinya Natasha sedikitpun tidak pernah memikirkannya.


Jangankan rindu atau kangen pada pria ini, mengingatnya saja tidak.


Justru Elena yang sering membayangkan pria tampan ini yang membuat dirinya tidak henti memandang diawal mereka saling berkenalan tempo hari.


Sepertinya akan ada cinta yang rumit diantara mereka. Elena menyukai Rico, namun pria ini telah jatuh hati kepada Natasha.


***


Selama kembali ke pulau dewata itu, Angel belum berani pulang kerumahnya.


Dia beserta yang lainnya menginap dikamar apartement milik Elena dan berkumpul disana untuk menenangkan diri serta menghindari dari jangkauan si dukun bernama Bondan ini.


Angel takut kalau sewaktu - waktu dukun itu mencarinya, karena sang dukun sudah tahu rumah dan bahkan cafenya.


Tapi setelah sekian lama, Bondan tak pernah menghubungi dirinya, baik melalui chat pesan maupun telepon.


Sedangkan Angel telah menyepakati sebuah perjanjian syarat ritual yang dilakukan pada setiap malam jum'at dia harus melayani sang dukun itu untuk memuaskan hasrat birahinya.


Ada sedikit rasa khawatir dan perasaan was - was dalam benak Angel, karena malam ini dia merasakan begitu sangat gelisah.


Malam jum'at yang seharusnya dia melayani Bondan diatas ranjang, tetapi kini pelayanan itu belum kembali di minta oleh Bondan.


Berulangkali Angel melirik ponselnya, dengan jantung berdebar - debar. Dia takut kalau sang dukun itu menghubungi dirinya.


Angel sangat yakin kalau Bondan pasti sudah mengetahui tentang kepulangannya.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan kalau Ki Bondan menagih jatahnya, aku sudah tidak ingin lagi melakukannya. Bagaimana aku bisa terlepas dari perjanjianku sama dukun itu.!"


Gumam Angel disela kegelisahan yang terus bergelayut menghantui perasaannya.


"Secepatnya aku harus meminta pertolongan kepada Elena dan Natasha. Besok aku akan mengatakan semuanya sama mereka.!"


Angel pun sudah memantapkan hatinya untuk bisa melepaskan semuanya, dia ingin kembali menjalankan segalanya dengan normal serta dia ingin bertaubat ke jalan yang benar.


Malam semakin berlalu, rasanya sudah tidak sabar lagi bagi Angel untuk menunggu waktu hari esok untuk segera menceritakan semua masalahnya kepada Elena dan Natasha.


Namun ketika waktu terus bergulir dan jam dinding menunjukan waktu pukul 23 : 00, dia merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya.


Angel berusaha untuk memejamkan matanya dan ingin rasanya segera terlelap tidur.


Tetapi semakin dia paksa kelopak matanya untuk di pejamkan, semakin sulit pula bagi Angel untuk bisa tertidur.


Hatinya malah semakin gelisah tidak karuan, jantungnya berdebar tanpa alasan.


Apa yang dirasakan Angel saat itu bukanlah sesuatu yang dia inginkan sebelumnya.


Ada sesuatu yang aneh terjadi pada tubuhnya yang secara tiba - tiba saja Angel merasakan desiran halus di beberapa bagian sensitifnya.


Seperti ada yang hadir dikamarnya ketika itu, dan sangat terasa sekali ada sentuhan tangan yang meraba lembut area miliknya.


Angel terkejut dan segera bangkit dari tempat tidurnya sambil mengedarkan pandangannya disekitar kamar, namun dia tidak melihat ada siapapun disana.


"Apakah ini hanya halusinasiku saja...???"


Gumam Angel, sambil tetap memperhatikan keadaan disekitar kamarnya.


Angel pun kembali merebahkan tubuhnya, beberapa saat tidak ada sesuatu yang terjadi.


Namun saat Angel hendak memejamkan matanya kembali, sentuhan lembut itu datang lagi dan mulai berani meremas area sensitif miliknya.


Angel mencoba meyakinkan perasaannya dan dia hanya diam saja ketika rabaan tangan itu terus menjalar ke setiap bagian inci tubuhnya.


Angel mencoba merasakan dan memastikan kebenaran apa yang sedang dirasakannya itu, tetapi dia malah larut dan terlena oleh tangan tanpa wujud tersebut.


Angel semakin pasrah serta membiarkan itu semua terjadi dan menikmati sentuhan yang merangsang hasrat kewanitaannya.


Libido Angel memuncak karena terbawa oleh suasana dimalam itu...


*****


( BERSAMBUNG )

__ADS_1


__ADS_2