PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
WANITA CANTIK MISTERIUS


__ADS_3

Elena begitu emosi melihat mush didepannya yang puas tertawa lebar.


Ratu itu telah menumbangkan Rangga Pati, Putri Ayu dan Nyai Dewi Rasti yang kini telah terkapar tidak berdaya.


Ketiga pengikut setia Elena ini tidak sadarkan diri karena beberapa kali dihantam oleh Nyai Ratu Cakra Geni.


Rasa ketakutan Elena yang berlebihan telah berbalik menjadi sebuah keberanian yang kini mendorong hati dan jiwanya untuk membalas perlakuan siluman ular tersebut.


Kini tinggal dirinya sendiri akan berhadapan dengan Ratu sakti itu, biar bagaimanapun dia tidak akan mundur satu langkah pun untuk tetap melawannya.


Elena pun mulai bangkit, dia langsung maju menyerang Ratu Cakra Geni dengan segala daya dan kekuatannya.


Namun karena Ratu Cakra Geni sangat sakti maka dengan mudahnya dia melumpuhkan gadis cantik ini.


Meski begitu, Elena tidak putus asa. Dia terus menerjang kearah Ratu Cakra Geni melawan sekuat tenaga walaupun beberapa kali dirinya tersungkur dan berlumuran darah.


Ternyata benar, Elena belum sanggup untuk menandingi kesaktian Ratu Cakra Geni meski dia beberapa kali mengerahkan kemampuan dirinya, tetap saja siluman ular itu sedikitpun tidak terluka.


Jangankan jatuh, bergeser dari tempatnya saja pun tidak. Ratu itu cukup berkelit lalu menyerang balik gadis itu dengan entengnya.


Semakin lama Elena kehabisan tenaga, tubuh gadis itu mulai sempoyongan tatkala sebuah pukulan menghantam wajah cantiknya.


Bug....!!!


Elena menjerit dan meringis kesakitan, darah segar kembali mengucur dari lubang hidung serta bibir mungilnya.


"Aku bisa saja membuat kau mampus saat ini juga, tapi itu tidak aku lakukan anak ingusan..! Aku akan membawamu hidup-hidup, Elena... Sebaiknya kau menyerah saja. Percuma kau melawanku, hanya membuat dirimu semakin menderita, hahaha....!!!"


"Tidak, aku tidak akan pernah mau menyerah apalagi tunduk padamu siluman keparat...!!!


"Berani sekali, kau... Dasar lancang...!!!"


Ratu Cakra Geni semakin geram, dia kembali menghajar Elena hingga bertubi - tubi hingga gadis itu terkulai lemas dan ambruk seketika.


Dengan sekali mengibaskan selendang sakti miliknya kearah Goa, seketika itu juga Goa itu hancur lebur dan Nyai Kala Geni yang masih terkurung didalam sel besi itu dengan mudah dikeluarkan oleh Ratu Cakra Geni dari dalam reruntuhan Goa tersebut.


Nyai Kala Geni saat itu masih belum tersadar saat Ratu Cakra Geni menolongnya.


Namun hanya dalam waktu singkat, siluman ular murid dari Ratu Cakra Geni ini langsung tersadar setelah di obati oleh sang Gurunya.


Bahkan luka tusukan konde itu hilang dalam sekejap ketika di usap oleh Ratu Cakra Geni.


"Terimakasih, Guru...!"


Ucap Nyai Kala Geni sambil berjongkok dan memberi penghormatan.


"Sekarang kau kembali ke Istana, biar disini aku yang mengurus semuanya.!"

__ADS_1


Perintah Ratu Cakra Geni.


"Baik, Guru...!"


Nyai Kala Geni langsung melesat dan pergi meninggalkan tempat itu menuju Istana.


Sementara Elena dan yang lainnya terkapar dalam keadaan semua tidak sadarkan diri.


"Aku buat mampus saja kalian semua, haha..!"


Sebelum meninggalkan pulau tersebut, Ratu Cakra Geni lalu menghancur leburkan tempat itu beserta isinya.Gempa dahsyat pun terjadi meluluh lantakkan yang ada disana.


Ratu Cakra Geni tertawa puas sambil melesat terbang ke udara, kemudian lenyap bagaikan ditelan alam...


Ratu Cakra Geni pasti berpikir kalau semua musuhnya telah binasa dan ikut hancur lebur.


Sebuah keajaiban terjadi saat gempa dahsyat yang dibuat oleh Ratu Cakra Geni itu, mereka rupanya mendapat pertolongan tanpa diduga dan tanpa sepengetahuan siluman ular itu.


Petir menggelegar di langit dengan sangat keras seiring cahaya putih menyambar bumi satu persatu tubuh mereka lenyap sebelum pulau kecil tersebut benar - benar tenggelam ke dasar laut...


Sebuah kekuatan mengangkat tubuh Elena, Putri Ayu, Rangga Pati dan juga Nyai Dewi...


Entah siapa yang menyelamatkan mereka hingga sampai mereka berada dalam sebuah Istana megah dan indah...


***


Dia bergegas melangkahkan kakinya dengan penuh semangat dan perasaan bahagia.


David berhasil menguasai ajian pelet sakti itu setelah menjalani ritual tapa selama 41 hari.


Namun ketika dia tiba ditempat sang gurunya, betapa terkejut dirinya mendapati keadaan yang sudah porak poranda.


Semuanya telah hancur termasuk rumah dan tempat lainnya milik sang dukun sakti itu.


"Apa yang sudah terjadi disini, dan kemana Pak Sasmita...??"


Dengan pakaian lusuh dan tubuh yang lelah dan terasa lemah, David duduk termenung dia bingung apa yang harus dilakukannya melihat keadaan seperti itu.


Namun tiba - tiba dia dikagetkan oleh suara merdu yang muncul dari arah belakangnya.


"Mas....!"


David seketika membalikan tubuhnya lalu dia menoleh kearah suara tersebut.


Kembali dia terkejut sekaligus terkesiap saat melihat sosok wanita cantik berkebaya putih sudah berdiri didepannya dan wanita itu lalu menyunggingkan senyum kepadanya.


"Ka...Ka.. kamu, Si..Si...Sia...pa... ???"

__ADS_1


Tanya David dengan ucapan terbata - bata, dia nampak gemetaran saking terpesonanya saat menatap wanita dihadapannya begitu cantik luar biasa dengan lekuk tubuh yang nampak indah dibalik pakaian kebaya tersebut.


Kulitnya sangat halus, putih dan mulus serta memancarkan aura yang sangat kuat.


"Namaku Dewi Cakra Ayu,"


Jawab wanita cantik itu sambil tersenyum, dia lalu mendekati David yang sedari tadi menatapnya tanpa berkedip.


Lelaki yang baru saja keluar dari semedinya ini seperti mendapatkan durian runtuh.


Betapa tidak, baru saja dia keluar dari tapanya tiba - tiba ada seorang wanita bagaikan ratu kayangan menghampirinya.


Tentu saja naluri lelakinya mulai meronta dan jantungnya semakin dag dig dug tak karuan.


"Mas, siapa namanya...??"


Tanya wanita cantik bernama Dewi Cakra Ayu ini, dengan suara terdengar manja dan merdu.


"Hem, Oh... Iya..Namaku David."


Jawab David sambil mengulurkan tangannya yang gemetaran, yang kemudian disambut hangat oleh sang wanita cantik itu.


Ser....!!!


Tubuhnya berdesir hebat, aliran darahnya kini seperti bergejolak saat bersentuhan tangan dengan wanita yang bernama Dewi Cakra Ayu ini...


"Mas David, ikut aku ya...?!"


Ajak wanita cantik itu sambil menatap tajam kearah mata David yang seakan menembus ke relung batin lelaki dihadapannya itu.


David langsung mengangguk tanpa bertanya lagi akan di ajak kemana, dia mengikuti sang wanita cantik yang baru dikenalnya itu.


Dewi Cakra Ayu menggandeng tangan David menuju kesebuah tempat yang tiba - tiba saja masuk kedalam sebuah taman yang indah.


Disana terdapat sebuah bangunan semacam istana tetapi tidak terlalu besar, cukup megah dan nampak sangat indah dipandang mata.


Wanita cantik itu mengajaknya masuk menuju istana tersebut, dan David disuruhnya mandi dalam kolam air terjun yang dihiasi beraneka warna bunga disekelilingnya.


David terlihat sangat bersih dan juga tampan setelah mengenakan pakaian yang diberikan oleh wanita cantik tersebut.


Kemudian David diajaknya kedalam sebuah kamar yang indah yang bertabur bunga diatas kasur empuk tilam putih itu.


Disanalah David mendapatkan sesuatu yang membuat dirinya merasakan suatu pelayanan yang baru dia rasakan seumur hidupnya...


*****


( BERSAMBUNG )

__ADS_1


__ADS_2