
Sewaktu menuju Villa, memang Bondan tidak mampu untuk menembus kekuatan Elena dan Natasha yang di bantu Malee.
Bondan tidak mampu untuk mendekati Angel lalu dia kembali menuju ke lokasi Bram.
Disana Bondan mengontak sang guru yaitu Sasmita untuk meminta bantuannya.
Dengan kekuatan merekalah hingga akhirnya ketiga gadis ini terhempas oleh kabut hitam yang dibuat oleh Sasmita.
Mereka tidak dapat melihat satu sama lainnya karena kabut itu sangat tebal dan begitu gelap menyelimuti mereka bertiga.
Keadaan itu membuat ketiga gadis ini tidak mampu menghindarinya dan mereka hilang entah kemana.
Sementara raga mereka terkapar didalam kamar Villa tersebut dengan darah segar yang meleleh di celah sudut bibirnya.
Dan yang sangat mencengangkan, tiba - tiba raga mereka ikut menghilang seketika entah kemana raga itu seolah ada yang membawa mereka bertiga dalam keadaan pingsan...
***
"Tugasku sudah selesai membantumu, cepat kau bebaskan Bram sekarang.!"
Sasmita muncul secara tiba - tiba dihadapan Bondan, setelah dia mengerahkan kekuatan aji gelap buminya untuk mengalahkan para gadis cantik yang sekarang entah ada dimana keberadaannya.
"Baik, guru. Terimakasih atas bantuannya.!"
"Setelah kau menyelematkan Bram, bawa dia ke tempatku. Besok juga kau harus pergi dan temui aku.!"
"Siap, guruku.!"
Setelah itu, sosok Sasmita hilang dan lenyap seketika tanpa jejak.
Bondan tertawa puas dan dia sangat senang sekali dengan misinya itu karena sudah tidak ada lagi yang mengganggu dirinya untuk bisa membebaskan Bram dari penjara.
"Hai kalian para budakku, para bangsa ghoib yang tunduk pada perintahku. Hadir kalian... !"
Bub...!!!
Seketika muncul beberapa asap didepan sang dukun sakti itu, asap itu kemudian menjelma menjadi sosok makhluk yang siap diperintah oleh Bondan.
"Kalian keluarkan Bram dari tempat ini, cepat.!
Dan bawa dia pergi sebelum fajar datang.!"
Beberapa makhluk itu hanya mengangguk, dengan sigap kemudian mereka pergi untuk membawa Bram sesuai perintah dari Bondan sang dukun sakti tersebut.
Bram berhasil keluar dari penjara dan dibawa oleh beberapa makhluk ghoib yang diperintah oleh Bondan.
__ADS_1
Pria ini kemudian diantarkan menuju rumah Bondan dan seketika langsung berada dalam ruangan kamar praktek sang gurunya.
Setelah itu makhluk yang diperintahkan oleh Bondan lenyap dan meninggalkan Bram.
Sementara sukma Bondan kembali menuju ke raganya dan terbangun dari meditasinya.
"Menjelang pagi kita harus berangkat ke jawa, itu yang dipesankan oleh guruku."
"Baik, Ki...!"
Jawab Bram yang saat itu ditemui Bondan diruang kamar prakteknya.
"Sekarang kau istirahat dulu, nanti jam 6 pagi kita bergegas pergi.!"
Bram mengangguk, lalu mereka keluar dari ruangan itu dan menuju kekamarnya masing - masing untuk beristirahat menunggu waktu pagi dalam rebah tidurnya.
***
Menjelang pagi, Bondan dan Bram sudah siap untuk pergi menuju ke jawa sesuai apa yang telah diperintahkan sang gurunya, Sasmita.
Mereka berangkat dengan membawa mobil yang akan masuk ke kapal laut ferry untuk menyebrang pulau tujuan mereka.
Setelah melewati waktu beberapa jam berlalu, akhirnya mobil mereka sampai di pulau jawa tersebut dan siap meluncur menuju ketempat Sasmita.
Mereka tidak menuju kerumahnya Sasmita yang ada di kota tersebut, melainkan mereka menuju ke desa terpencil di kaki gunung.
Sebuah tempat khusus milik sang spiritual ini yang biasa di jadikan tempat praktek dan juga menggembleng para murid dan pasiennya.
Sasmita adalah dukun yang memiliki aliran ilmu hitam yang sangat terkenal sakti bahkan dia bisa menghilang sesuai kehendaknya.
Dia juga memiliki khodam pasukan ghoib dari golongan bangsa jin dan makhluk halus.
Dukun modern ini memiliki beberapa rumah mewah dan 2 istri cantik di kota tersebut.
Kekayaannya juga melimpah hasil dari dirinya membuka praktek jasa perdukunan.
Sasmita memiliki satu murid yang sangat dia andalkan dalam segi bidang apapun.
Dia adalah Bondan, si dukun sakti kaya raya di pulau dewata, Bali.
Dan kini dia mendapatkan murid baru yang nampak terlihat serius dan gigih untuk bisa menguasai ilmunya, dia adalah David yang masih melakukan tapa meditasi ditempatnya.
Di tengah perjalanan itu, wajah Bram nampak sumringah karena dia merasa sangat senang dan bahagia bisa bebas dari penjara dengan bantuan gurunya.
"Saya sangat berterimakasih sekali sama Ki Bondan yang telah menolong saya terbebas dari penjara, saya tidak akan melupakan jasa Ki Bondan sebagai guru saya yang sangat setia selalu ada dalam keadaan saya susah sekalipun."
__ADS_1
Ucap Bram menuturkan rasa terimakasih dan senangnya pada Bondan yang tengah duduk disamping kemudinya.
Bram menyetir dan membawa laju mobilnya dengan kecepatan sedang menuju jalanan aspal yang akan mengarah ke suatu kampung di desa tersebut.
"Itu sudah menjadi tugas sang guru untuk membantu muridnya, Bram. Lagi pula aku pun tidak akan membiarkanmu terus mendekam di penjara. Kita masih banyak urusan yang harus kita selesaikan. Kamu sekarang tidak usah khawatir lagi dengan semua ini, apalagi sekarang kau akan aku kenalkan dengan guru dia adalah Mbah Sasmita, guru dan sekaligus penasehat spiritual ku yang memiliki berbagai kesaktian yang mumpuni.!"
Bram memang belum pernah sama sekali bertemu dengan Sasmita, dia berguru kepada Bondan dan baru saat ini dia diajak ketempat Sasmita sang guru dari gurunya tersebut.
Mereka akhirnya sampai ditempat tujuan, dan benar saja Sasmita sudah menunggu mereka disana.
Bondan dan Bram disambut hangat oleh sang dukun spiritual sakti itu di gubuk tuanya yang cukup luas dan besar.
Rumah gubuk yang terbuat dari papan kayu dan bambu itu dikelilingi oleh pagar yang juga terbuat dari bambu dan beberapa tanaman hias disekitarnya.
Bram kemudian diperkenalkan oleh Bondan kepada gurunya dan mereka saling berjabat dan Bram pun memberi hormat sungkem nya kepada Sasmita sebagai kakek guru dalam bidang keilmuan.
"Terimakasih, Bram.!"
Ucap Sasmita saat dia menerima rasa hormat dari muridnya Bondan itu.
"Aku sengaja memanggil kalian secepatnya untuk datang ke tempatku, karena ini sudah menyangkut kasus yang sangat besar agar kalian aman dan untuk sementara ini kalian tinggal disini dulu. Aku akan membantu untuk urusan kalian dan memberikan beberapa ilmu sebagai pegangan untuk kamu Bram.!"
"Terimakasih, Mbah.!"
Ucap Bram dengan sangat senang ketika dia mendengar penuturan dari Sasmita yang akan memberikan bimbingan ilmu kepadanya.
Bondan melirik sambil menepuk bahu Bram dan tersenyum kearahnya.
"Bersiap kamu Bram.!"
Bram menoleh kearah gurunya, dia tersenyum puas sambil membalas tatapan Bondan.
"Siap, Ki... "
Malam itu mereka bertiga berkumpul sambil menikmati kopi hitamnya dan beberapa menu makanan khas daerah yang dibawa Bondan dan Bram saat mereka mampir di beberapa tempat makanan oleh - oleh khas daerah itu.
Lalu bagaimana keadaan dan nasib dari para gadis cantik yang terhempas oleh gulungan asap tebal dari kabut hitam yang menerpa mereka sehingga terhempas tak tentu arah.
Elena, Natasha, dan juga Malee...
Dimanakah mereka...???
*****
( BERSAMBUNG )
__ADS_1