PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
DATANG KEAJAIBAN


__ADS_3

Elena dan si kumbang masuk kedalam hutan untuk mencari buah yang sekiranya dapat menjadi makanan buat mereka.


Gadis cantik ini menyusuri setiap pepohonan dalam hutan itu bersama si kumbang.


Menjelajah entah sudah berapa jam berlalu, namun belum juga menemukan sesuatu yang bisa di jadikan pengisi perutnya.


Tiba - tiba saja Elena dikejutkan dengan suara petir yang menggelegar...


Sontak gadis cantik ini menghentikan langkah dan menoleh keatas langit yang sebagiannya terhalang oleh rimbunnya pepohonan.


Diatas sana nampak cuaca langi mendung disertai oleh kilatan cahaya petir menyambar yang mengeluarkan suara gelegar yang cukup keras.


"Kumbang, Tunggu...!"


Seru Natasha yang kelelahan kemudian dia duduk disalah satu akar pohon besar yang ada disitu.


Nafasnya sedikit memburu dengan jantung yang berdetak lebih cepat.


Si kumbang menghampiri Elena, kemudian macan hitam itu berdiri disampingnya.


"Sepertinya mau hujan, kumbang.. Apakah sebaiknya kita kembali saja.?!"


Ucap Elena seolah dia mengajak si kumbang bicara dan meminta pendapatnya.


Namun macan itu tidak bereaksi apapun, dia hanya menatap dengan sorot matanya yang tajam kearah Elena.


"Tenang kumbang, tidak perlu takut...!"


Ucap Elena sambil mengelus - elus lembut punggung si kumbang.


"Kita kembali ke air terjun... Kasihan Natasha dan Malee menunggu disana. Lagipula petir saling bersahutan dan cuacanya gelap sekali."


Sambung Elena seraya beranjak dari tempat duduknya.


Namun baru saja gadis itu hendak melangkah dan mengajak si kumbang, tiba - tiba datang angin kencang bergemuruh.


Angin kencang itu menggulung - gulung dan menyapu pepohonan yang ada disekitarnya hingga membuat ranting serta dedaunannya jatuh berterbangan.


Elena memeluk si kumbang dan dia berusaha kuat untuk berlindung dibalik pohon besar itu, berusaha menjaga diri mereka agar tidak ikut tersapu terjangan angin kencang tersebut.


Namun, pohon yang pakai tempat berlindung oleh Elena dan si kumbang hancur tersambar petir seketika saking kerasnya...


Elena tersontak kaget bukan kepalang dia pun dengan sigap melarikan diri dari tempatnya, dan berusaha bertahan oleh tiupan angin itu.


Tapi rupanya Elena malah terbang melayang terangkat oleh kilatan petir itu, hingga tubuh sang gadis cantik ini langsung tersengat oleh aliran listrik yang di timbulkan oleh kilatan dari cahaya petir tersebut...


Tubuh Elena terangkat dan melayang di udara dengan di topang oleh jaringan petir menyala dan membumbung tinggi.


Kemudian aliran listrik itu menyebar kedalam tubuh Elena bagaikan setrum tegangan tinggi hingga menimbulkan getaran dahsyat.


Dalam waktu bersamaan, mata Elena menyala biru memancarkan cahaya listrik lalu lenyap dibalik bola matanya.

__ADS_1


Gadis itu kemudian turun dengan sendirinya, dia berpijak dengan posisi sudah berdiri dan Elena merasakan kekuatan yang luar biasa.


Sepertinya Elena di berikan kekuatan kembali oleh sang maha pencipta.


Gadis itu sejak lahir telah memiliki karunia kekuatan alami melebihi manusia biasa.


Kini, dia diberikan penyempurnaan kekuatan agar bisa menyelamatkan dirinya dari pulau tersebut.


Keajaiban telah datang kepadanya, dan kini Elena mampu menyalurkan energi yang ada pada dirinya sendiri dengan sangat mudah.


Bahkan tanpa ada yang memberitahu pun, dia tiba - tiba bergerak mengikuti kehendak batin dan pikirannya saat itu.


Apa yang dia pikirkan dan ingin dia lakukan, terjadi seketika tanpa menunggu...


Itulah kekuatan Elena yang dia sendiri merasa kagum dengan kemampuan diluar logikanya.


"Aku merasa semakin lebih kuat dan terasa sangat ringan sekali tubuhku ini... Tidak ada sedikitpun perasaan takut, lelah, capek dan aku bisa menembus apapun yang ada disini. Terimakasih, Tuhan... Engkau telah membuat aku menjadi wanita kuat... !!"


Ucap Elena dengan senyum penuh bahagia.


"Kumbang, kemari...!"


Seru Elena melambaikan tangannya kearah si kumbang yang sedari tadi melarikan diri, lalu bersembunyi dibalik semak - semak.


Hewan buas itu ketakutan ketika terjadi badai angin dan petir yang sangat dahsyat tersebut.


***


Hanya dengan tatapan matanya, buah apel itu berjatuhan, begitupun dengan buah kelapa yang sangat tinggi berjatuhan seketika saat di tatap oleh Elena.


Setelah dirasa cukup, Elena bergegas pergi dan segera kembali ketempat air terjun.


Dengan langkah yang secepat kilat itu, Elena sudah tiba dihadapan Natasha dan Malee membawa buah kelapa dan apel yang sangat banyak.


Tentu saja Natasha dan Male sangat girang, wajahnya nampak sumringah melihat Elena membawa makanan begitu banyak, Natasha dan Malee seketika memburunya dan makan buah apel tersebut dengan sangat lahap.


Kemudian mereka pun meminum air kelapa hijau yang sangat menyegarkan membuat perut mereka kenyang dan tubuhnya kembali segar...


"Ah...Nikmat sekali. Aku sudah kenyang...!"


Ucap Natasha sangat puas karena perutnya yang berhari - hari keroncongan menahan karena lapar kini sudah terisi makanan.


"Iya benar, aku juga sangat senang akhirnya kita bisa makan buah apel ini yang rasanya sangat lezat...!"


Timpal Malee dengan wajah sumringah.


"Terimakasih, ya... kak.!"


Ucap Natasha memeluk sang kakak tercinta.


Elena tersenyum bahagia menyambut peluk hangat adik tersayangnya.

__ADS_1


"Kakak juga sangat senang, melihat kalian senang..."


Balas Elena sambil tersenyum.


"Oh, ya darimana kamu bisa mendapatkan buah ini dan begitu banyak. ?"


"Aku menemukan tempat sama si kumbang, disana banyak pohon kelapa dan buah apel langsung saja aku ambil... !"


"Apa kakak manjat pohon setinggi itu.. pohon kelapa kan tinggi.?"


Tanya Natasha menatap sang kakak.


"Tidak, masa iya kakak manjat. Tentu pakai kekuatan mata kakak donk... !"


Jawab Elena santai.


"Oh,ya...Tapi tadi kan terjadi sesuatu sampai aku dan Natasha sangat khawatir sama kamu disini ada badai angin cukup besar, kita saja sampai berlindung di balik air terjun itu...!"


Ujar Malee yang mengingat kejadian itu.


Elena hanya tersenyum karena kejadian itulah yang membuatnya sekarang menjadi wanita yang semakin hebat.


"Disana juga ada gua, kak...tapi sangat gelap sekali. Aku dan Malee tidak berani masuk hanya berdiri dibibir lawang gua saja.!"


Timpal Natasha.


"Benarkah...?? Kamu yakin itu gua.?"


Ujar Elena yang memastikan ucapan adiknya.


"Yakin, kak... Tanya saja sama Malee, Tetapi aku merinding kak saat mataku mengarah ke gua itu, serem banget...!"


Jawab Natasha sambil bergidik yang seketika langsung meremang tubuhnya.


Elena tertegun sambil memperhatikan tempat di balik air terjun yang ditunjuk Natasha dan Malee...


"Oh,ya... Tadi aku mengalami hal aneh yang justru dengan adanya badai angin tadi telah membuatku kembali merasakan kekuatanku telah kembali bahkan lebih hebat dari yang aku duga sebelumnya...!"


Elena tiba - tiba mengalihkan pembicaraan saat dia menatap kebalik air terjun tersebut.


Dia justru bercerita pengalaman dirinya tadi, sewaktu menjelajah ke dalam hutan bersama si kumbang untuk mencari makanan.


Elena menjelaskan semuanya yang sangat antusias didengarkan oleh Natasha dan juga Malee saat itu...


Namun dibalik itu, jantungnya berdebar-debar karena dia sudah mengetahui ada apakah gerangan didalam gua yang disebutkan oleh Natasha dan Malee...


Elena mampu menembus tempat yang gelap sekalipun dengan kekuatan matanya, apalagi setelah menerima kekuatan baru yang telah dia dapatkan sekarang ini...


Ada sesuatu didalam gua itu yang membuat mereka merinding...


*****

__ADS_1


( BERSAMBUNG )


__ADS_2