
Dengan adanya musibah atas kejadian yang tidak terduga oleh sang pengusaha tersebut terpaksa kantor cabang itu harus tutup untuk sementara waktu.
Sang manager bernama Bram, salah seorang anak buah kepercayaannya ternyata berbuat licik dan mengkhianatinya.
Malik Muneer telah mengalami kerugian yang cukup besar atas musibah tersebut.
Namun disisi lain, dia juga memikirkan nasib karyawan lainnya bila kantor itu ditutup pasti semua karyawannya akan jadi pengangguran.
Dengan sebab itulah hatinya tergugah untuk tetap membayar dan memberikan pesangon serta gaji bulanan kepada mereka meskipun diberhentikan dari pekerjaannya.
Bukan hanya itu saja yang harus dia hadapi, semua rekan bisnis dan juga beberapa orang investor yang bekerjasama dengannya sudah mengetahui kabar tentang kekacauan ini.
Dan terpaksa Malik harus mengadakan rapat tertutup dengan seluruh investor tersebut.
Dari hasil keputusan meeting itu banyak dari para investor yang mengundurkan diri, serta meminta Malik Muneer untuk mengembalikan dana investasi mereka terhadap perusahaan.
Mereka menjadi ragu dan tidak ingin investasi mereka bermasalah apalagi mengalami rugi.
Alhasil sang pengusaha sultan yang berasal dari Singapore ini harus mengembalikan uang
investasi semua para investor.
Pengusaha yang telah bergabung dengannya, meminta untuk membatalkan perjanjian serta kesepakatan kerjasama mereka.
Malik Muneer sepakat dan menerima semua permintaan itu, dia masih sanggup untuk hal yang bersangkutan dengan dana investasi dan mengembalikan penuh dana tersebut.
Satu persatu masalah pun teratasi, sekarang Malik akan fokus pada pencarian Bram.
Dia sudah mengerahkan beberapa anak buah dan orang - orang terbaiknya untuk melacak keberadaan Bram.
Namun sayang sekali dalam beberapa hari ini tidak ada satupun laporan dari para pengawal Malik Muneer memberikan kabar baik tentang jejak keberadaan Bram.
Bahkan investigasi dari pihak kepolisian pun seolah belum membuahkan hasil signifikan...
***
Bram berkeliaran bebas diluaran sana, malah ia bersenang - senang dengan kehidupannya.
Dengan semua harta kekayaannya ia sanggup melakukan segalanya, termasuk memberikan biaya proses ritual kepada gurunya.
Bondan diberi tugas khusus oleh Bram untuk menutup kasusnya melalui jalur ghoib.
Pengeluaran biaya yang diberikan pada dukun itu tidak main - main, Bram memberikan uang dengan nominal yang cukup fantastis yakni 100 juta rupiah.
Terpenting bagi Bram, dirinya bisa aman dari kasus tersebut.
Jangan anak buah Malik, team reserse tidak sanggup menemukan jejak keberadaannya.
Pihak kepolisian masih menyelidiki kasusnya, tapi tidak ada satupun bukti kuat untuk bisa mencari pelaku bernama Bram ini.
Kehebatan dan kesaktian sang dukun hitam bernama Bondan ini patut di acungin jempol.
Dia benar - benar mampu mengatasi kasus selevel Bram yang melarikan aset perusahaan besar dengan uang bernilai ratusan miliar.
Apalagi sekarang dia dibekali sebuah media berupa cincin sakti yang memiliki tuah ampuh dari penjaga sosok makhluk ghoib.
Cincin itu ditempati oleh Jin Genderuwo yang cukup sakti dan ia mampu membantu pemilik dari cincin tersebut.
Menurut keterangan dari beberapa sumber bahwa jin level rendah ini adalah genderuwo yang paling gemar mendekati para wanita.
Dia mampu menyerupai sosok suami atau lelaki tampan yang dikehendakinya.
__ADS_1
Jin setingkat genderuwo ini dianggap paling rendah diantara golongan Jin lainnya dan dia Jin yang paling mudah berinteraksi dengan bangsa manusia.
Makhluk level golongan rendah saja sudah sakti dan memiliki kekuatan ilmu seperti itu, bagaimana dengan jin level atas...???!
Hati - hati dengan jin berjenis genderuwo ini, karena mereka adalah sosok makhluk yang haus **** dan sering berbuat cabul.
Jin itu akan datang dan menggauli seorang wanita dengan menampakan wujud sebagai suaminya atau kekasihnya.
Bahkan sosok genderuwo ini mampu masuk dan memanipulasi kedalam mimpi seseorang khususnya kaum wanita.
Seperti malam itu sosok penunggu dari cincin Bram ini muncul saat dirinya sedang berada dikamar mandi. Ketika itu Bram merasakan tubuhnya panas kegerahan dan memutuskan untuk berendam di bathtub...
Tiba - tiba makhluk berwujud hitam dan tinggi besar itu mendatangi Bram.
Namun Bram sudah tidak kaget dan takut lagi karena tadi siang dia sudah melihat wujudnya dan dia menyambut sosok makhluk tersebut.
"Bram, aku datang dan akan memberitahukan dirimu agar malam ini kau memberikan aku wanita yang memberikan kenikmatan padaku.
Dan aku akan merubah keadaan wujudku saat mendatanginya. Aku akan menjadi dirimu dan menggaulinya sampai aku puas...!"
"Siapa yang kau inginkan,? Aku akan menuruti permintaanmu, wahai mahkluk ghoib.!"
"Aku menginginkan wanita yang selama ini dekat denganmu dan datang bersama - sama kesini.!"
"Maksudmu, Angel...???"
"Hahahaha... Benar sekali.!"
Jawab sosok makhluk itu dengan tertawa.
Kemudian dalam hitungan detik sosok itu merubah wujud menjadi Bram.
"Bagaimana dengan wujudku...?? Hahaha...!"
"Tap...Tapi... Kenapa harus Angel,?"
"Tidak usah banyak protes kamu Bram. Aku menginginkan dirinya dan jangan membantah permintaanku.!"
"Ba... Baiklah, terserah kamu saja... Tapi, aku harus bagaimana kalau kita berdua terlihat sama seperti ini...??"
"Itu urusanku, Bram. Aku akan mengajak Angel pulang ke hotel tempat kalian menginap dan seolah itu adalah kau Bram. Angel tidak akan tahu kalau dia sebenarnya pergi denganku. Dan kamu bisa menginap disini dan bercinta dengan teman wanita mu yang bernama Jane, benarkan.? Dan kau juga tetap bisa menikmatinya dan melampiaskan hasrat birahimu.!"
Memang benar juga apa yang dikatakan oleh sosok makhluk yang kini sudah menjadi Bram ini, tapi entah kenapa perasaan hatinya berat untuk melepaskan Angel bersama sosok jin cabul ini.
Seolah dia tidak rela kalau tubuh mulus Angel dijamah oleh sosok makhluk ghoib seperti itu, namun apa daya Bram harus bisa menerima konsekuensi atas balasan jasa sang makhluk penunggu cincin tersebut.
"Oke, saya setuju... Kau bisa bawa Angel dan menggauli dia sepuasnya.!"
"Mulai sekarang kau panggil namaku Gondo atau Mbah Gondo. Kau bisa memanggil aku kapan saja kau butuhkan. Selama cincin itu bersamamu, aku akan menjadi budakmu dan siap menjaga serta membantumu.!"
"Baiklah kalau begitu, dan aku berterimakasih padamu sudah membantu dan menjagaku."
Sosok itu mengangguk, kemudian dia keluar dan melenggang menuju kamar Angel.
Disana nampak Angel dan Jane sedang asyik bercanda ria penuh tawa diatas kasur.
"Eh, Bram... Sudah selesai mandinya.?"
"Seperti yang kamu lihat, aku sudah rapi kan. Oh ya, kita pergi sekarang... Ayo kamu ganti baju cepetan.!"
"Pergi...??? Kemana, Bram.?"
__ADS_1
"Iya ke penginapan kita donk,!"
Jawab Bram dengan mengedipkan sebelah matanya dengan isyarat bahwa hanya mereka saja yang tahu.
Angel faham apa yang dimaksud Bram, ia pun segera bangkit dari tempat tidurnya dengan bergegas untuk ganti baju.
"Aku tunggu didepan, ya... ?"
"Okay, Bram...!"
Jane penasaran kenapa mendadak pergi dan di sedikit kecewa karena Bram.akan pergi.
"Kalian mau kemana, sich...??"
"Nggak tau tuh, Bram...?! Don't worry aku pasti balik lagi kesini, koq.!"
Jawab Angel sambil mengenakan pakaiannya dan bersiap - siap.
Jane segera menyusul Bram yang sedang menunggu didepan.
"Bram, kenapa koq pulang ke hotel.?"
Tanya Jane seperti tidak ikhlas ditinggalkan oleh Bram.
"Aku mau mengambil sesuatu di koperku, aku lupa kemarin nggak kebawa kesini dan juga membawa beberapa pakaian salin, sebentar juga aku balik lagi ya ..!"
Jawab Bram sambil membisikan suaranya di daun telinga Jane.
"Aku sudah siap, nich...! Yuukk, Bram..."
"Okay,, Aku pamit dulu ya."
Ucap Bram ijin pamit untuk pergi pada Jane.
"Okay, Bram...!"
Balas Jane yang menatap kepergian mereka.
Kemudian Jane menutup pintu dan kembali kekamarnya.
Jane merebahkan tubuhnya, tanpa terasa dia langsung tertidur pulas.
Sementara Bram yang asli baru selesai mandi dan keluar dengan handuk yang melilit tubuh setengah telanjangnya.
Dia memperhatikan dan mengecek ruangan hingga kamar dan ternyata Angel tidak ada.
Dia yakin kalau makhluk itu sudah pergi dan membawa Angel.
Bram melihat Jane tertidur pulas, matanya memandang kearah paha mulus Jane yang memakai celana pendek.
Benda miliknya tiba - tiba bergerak dibalik lilitan handuk yang tanpa memakai ****** ***** itu.
"Jane koq bisa tertidur begini, pasti ini ulah si Mbah Gondo agar aku bebas melakukan apa saja terhadap wanita ini.!"
Bisik Bram sambil mendekati Jane yang tidur nampak pulas tersebut...
"Jane... Jane.... !!!"
Bram menggoyang - goyang tubuh Jane, tapi wanita itu tidak bergeming. Ia seperti terkena oleh pengaruh obat tidur, Jane nampak lelap tanpa terbangun sedikitpun...
*****
__ADS_1
( BERSAMBUNG )