
Ratu Cakra Geni melesat pergi segera untuk menyusul Nyai Kala Geni dan pasukannya.
Sang Ratu penguasa ini memiliki kesaktian yang cukup ditakuti dan disegani oleh para makhluk ghoib lainnya.
Untuk mencari dimana keberadaan mereka itu hal mudah bagi Ratu Cakra Geni, terbukti dia sudah tiba dalam sekejap di pulau kecil itu.
Namun betapa terkejutnya Ratu Cakra Geni, ketika dirinya dihadang oleh para pasukannya sendiri termasuk para pengawalnya.
Mereka langsung menyerang Ratu Cakra Geni sontak saja Ratu penguasa itu naik pitam dan terjadilah pertempuran.
"Berhenti...!!! Ada apa dengan kalian.? Aku ini adalah Ratu kalian.!"
Seru Cakra Geni seraya melompat mundur, dia berusaha menahan serangan dari anak buahnya yang kini sudah patuh kepada Elena.
Namun pasukan ini tidak mengindahkan apa yang ucapkan Cakra Geni, mereka berusaha terus menyerang tanpa rasa takut dan mereka tidak sadar kalau yang mereka hadapi adalah Sang Ratu nya sendiri yang memiliki kekuatan serta kesaktian jauh di bandingkan mereka.
Karena kesal, satu persatu pasukannya dibuat tumbang dan terkapar olehnya.
Ratu Cakra Geni sudah tidak bisa memberi ampun lagi pada mereka yang menyerangnya.
"Sepertinya terjadi keributan diluar...!"
Ujar Putri Ayu sambil mendekat ke mulut Goa, dia terkejut melihat Ratu Cakra Geni sedang membabi buta membabat habis pasukannya.
Dia segera menghambur menghampiri Elena dan yang lainnya.
"Ratu Cakra Geni.....!"
Seru Putri Ayu gemetaran, nafasnya terlihat naik turun dengan wajah pucat ketakutan.
Seketika semuanya panik mendengar bahwa Ratu Cakra Geni sudah berada di pulau yang sedang menghadapi para penjaganya.
"Bagaimana ini, apa yang harus kita lakukan. Apa kita mampu untuk menghadapinya jika melawan Ratu Cakra Geni..?"
Ujar Nyai Dewi Rasti yang sudah ketakutan, karena dia tahu bagaimana kehebatan sang Ratu Cakra Geni dalam menghancurkan para musuh - musuhnya.
Ratu itu juga dikenal sangat kejam, apalagi bila dia tahu kalau para pasukan serta dayang yang berkhianat padanya maka akan binasa.
"Sebaiknya Tuan Putri pergi darisini, biarkan saya yang menghadapi siluman ular itu.!"
Ucap Rangga kepada Elena, agar majikannya itu segera pergi menghindar dahulu karena Rangga Pati khawatir majikannya belum siap menghadapi Ratu Siluman itu.
"Iya, biar kami yang menghadapinya, Elena. Keselamatanmu lebih penting, bukan kami tidak percaya akan kemampuanmu, tetapi dia Ratu yang sangat sakti juga sangat kejam.!"
Ujar Putri Ayu menimpali.
"Aku juga siap membantu kalian Rangga Pati, dan Tuan Putri Ayu...!"
Sahut Nyai Dewi Rasti.
"Tidak, aku tidak bisa meninggalkan kalian begitu saja. Apalagi saat genting seperti ini. Aku tidak mau kalian juga menjadi korbannya si Ratu keparat itu.!"
Elena tidak kuasa bila harus meninggalkan sahabatnya serta pengikut setianya.
"Aku memilih bersama dengan kalian dan kita hadapi Siluman itu sama-sama. Apapun yang akan terjadi..."
__ADS_1
Ucap Elana dengan tegas.
"Tidak, Tuan Putri harus tetap pergi.!"
Rangga Pati menyuruh Elena untuk pergi dari tempatnya, karena khawatir terjadi sesuatu pada sang Tuannya.
"Iya, Putri Elena... Sebaiknya cepat tinggalkan tempat ini, Kala Geni pasti akan tersadar dan bangkit kembali, bila berhasil diselamatkan oleh Ratu Cakra Geni.!"
Ucap Nyai Dewi Rasti menimpali.
Belum sempat kesepakatan mereka dijawab oleh Elena, tiba - tiba terdengar suara teriakan Ratu Cakra Geni yang ditujukan pada mereka.
"Hei...Makhluk - makhluk bodoh, keluar kalian. Aku tahu kalian sembunyi didalam Goa ini.!"
Suara yang dikeluarkan oleh Cakra Geni ini mengandung kekuatan tenaga dalam, hingga menggetarkan jantung mereka.
Tidak lama kemudian Goa itu bergetar hebat dan batu - batu berjatuhan karena goncangan yang sangat dahsyat.
Elena, Putri Ayu, Rangga Pati dan Nyai Dewi segera berhamburan keluar.
Sesampainya diluar mereka pun dibuat kaget karena tidak satupun dari para penjaga yang tersisa, semuanya sudah terkapar.
Sosok Ratu Cakra Geni berdiri dengan gagah dihadapan mereka sambil tertawa lebar.
Lalu sang Ratu itu menatap tajam kearah Nyai Dewi Rasti, dayang kepercayaan di Istananya.
"Kau rupanya biang keladi semua ini, keparat kau telah berani mengkhianati aku Dewi... Aku akan menghukum mu. Rasakan ini...!!!"
Ratu Cakra Geni mengeluarkan senjata Jarum Maut yang dengan cepat melesat kearah Nyai Dewi Rasti, Beruntung Elena dengan sigapnya menarik tangan Nyai Dewi Rasti.
Mereka mundur dan saling berpegang tangan satu sama lain, lalu menggabungkan energi mereka secara bersamaan untuk menyerang Ratu Cakra Geni.
"Kalian benar - benar cari mampus...!!!"
Bentak Ratu Cakra Geni sambil terbahak.
Energi dari keempat sosok ini, membentuk sebuah gulungan cahaya seperti bola dunia yang menyala dan berwarna silau putih.
Elena, Rangga, Putri Ayu, dan Nyai Dewi siap menghantamkan energi tersebut dan seketika mereka langsung mendorongkan tangannya kearah Ratu Cakra Geni.
Namun apa yang terjadi, hanya dengan satu kibasan selendangnya Ratu Cakra Geni saja, kekuatan mereka yang membentuk bulatan bola dunia itu dapat hancur seketika.
Mereka tercengang, dengan mudahnya sang Ratu Siluman itu dapat meleburkan kekuatan mereka berempat.
Kembali Ratu Cakra Geni tertawa melihat dari reaksi lawannya yang mulai ketakutan.
"Kalian bukan tandinganku, hahaha....!!!"
Elena tidak perduli dengan segala ejekan dari Siluman itu, dia kembali mengerahkan power yang ada dalam dirinya membangkitkan dan menyalurkan ke bola matanya lalu menatap kearah Ratu Cakra Geni, sang gadis cantik itu mencoba kekuatan hipnotisnya.
Namun, lagi - lagi Elena dibuatnya tercengang karena tidak ada pengaruhnya sama sekali terhadap Ratu Cakra Geni.
"Iblis Keparat...!!"
Gumam hati Elena menggerutu, merasa kesal dan geram.
__ADS_1
Tanpa diduga dengan secepat kilat, Rangga, Putri Ayu dan Nyai Dewi melompat kedepan lalu menerjang Ratu Cakra Geni.
Namun, mereka tiba - tiba terpental dan jatuh.
Bruk...!!!
Mereka langsung tersungkur ketanah sambil meringis kesakitan, disudut bibirnya meleleh darah segar.
Sebelum bisa bangkit, ketiganya langsung di tendang oleh Ratu Cakra Geni hingga mereka membentur pepohonan dan kembali ambruk dengan mengucurkan darah segar di bagian hidung dan mulutnya.
"Tuan Putri, cepat pergi... tinggalkan tempat ini, lari... Tuan Putri... !!!"
Rangga Pati berteriak sambil berusaha untuk bangkit menghampiri Elena yang berdiri kaku mematung.
Gadis itu terkesima menyaksikan dari ketiga sahabat pengikutnya ini dibuat terluka oleh Ratu Cakra Geni dengan mudahnya.
"Tuan Putri, sadarlah... cepat pergi dari sana.!"
Kembali Rangga Pati berteriak, dia berusaha untuk menghampiri Elena.
Tetapi Jin lelaki ini kembali tidak diberikan kesempatan oleh Ratu Cakra Geni, dia ambruk kembali setelah dihantam oleh pukulan jarak jauh yang sangat keras itu.
"Akh....!"
Rangga Pati terpekik, Elena seketika menoleh kearah Rangga Pati dia mulai tersadar dengan keadaannya itu.
Rupanya Elena tadi sempat terkena pengaruh ilmu Ratu Cakra Geni yang sengaja membuat gadis itu terdiam dalam beberapa detik itu.
"Rangga Pati.... Putri Ayu.... Nyai Dewi....!!!"
Elana berlari menghambur kearah sahabatnya dan pengikutnya itu.
Wus...!!!"
Puluhan senjata Jarum Maut melesat dari tangan Ratu Cakra Geni mengarah punggung Elena, Rangga Pati yang dalam posisi ambruk beruntung melihatnya, dengan tenaga tersisa sekuatnya dia bangkit dan menubruk Elena hingga mereka berdua tersungkur.
Kembali Jarum Maut tidak mengenai sasaran dan itu membuat Ratu Cakra Geni semakin geram untuk segera membinasakan mereka.
"Tuan Putri....?"
Ucap Rangga dengan suaranya yang semakin parau dan nampak sangat melemah karena terkena pukulan dari Ratu Cakra Geni tadi.
"Rangga Pati...!!!"
Elena menjerit histeris, tatkala Rangga Pati seketika menutup matanya dan tak bergerak lagi.
Begitu juga dengan Putri Ayu dan Nyai Dewi Rasti yang sudah terkapar tidak jauh darinya.
Tinggal Elena sendiri dalam ketegangan dan rasa ketakutan yang bercampur amarah besar yang teramat sangat kepada penguasa ghoib sakti itu.
"Cakra Geni, keparat... !!!"
Elena berteriak dengan keras, dan tubuhnya bergetar hebat menahan emosi...
*****
__ADS_1
( BERSAMBUNG )