
Elena melarikan diri kedalam hutan setelah dia merasa kewalahan oleh pasukan ghoib sang ratu siluman ular.
Gadis itu bersembunyi disuatu tempat yang sekiranya aman menurutnya.
Namun baru saja dia menarik nafas dan coba menenangkan diri, mata terawangannya telah melihat segerombolan pasukan lelembut itu kembali mengejar dan mencarinya.
Elena mencoba membuat lapisan ghoib agar dia tidak terlihat oleh para makhluk tersebut.
Dengan energi halimun ghoib, dia menutup tempat persembunyiannya seketika itu agar para makhluk itu tidak mampu mendeteksi dan kehilangan jejak dalam pengejarannya.
Ternyata usahanya berhasil, para makhluk itu tidak mampu mengetahui keberadaan Elena meskipun mereka bangsa lelembut.
Kekuatan yang dikerahkan dengan daya batin tinggi itu menutup akses para makhluk ghoib tersebut kehilangan jejak mangsanya.
Elena pun sedikit merasa lega setelah dirinya aman dari pengejaran musuhnya.
Dia merebahkan tubuhnya untuk beristirahat sejenak melepas lelah setelah pertarungan yang cukup menguras tenaga dalamnya itu.
Sebuah tempat di pesisir laut yang terdapat bukit batu karang itulah Elena berhenti, lalu ia bersembunyi dibalik lubang besar tersebut.
Elena mengalami syok berat dengan kejadian itu, dia sangat mengkhawatirkan keselamatan Natasha dan Malee.
Saat ini, dia pun tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk bisa menyelamatkan Natasha dan Malee, karena dia tidak yakin untuk bisa menyerang gua siluman ular itu sendirian.
"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan untuk bisa menyelamatkan adik dan temanku.!"
Gumam batin Elena dalam kesedihan hatinya, dia memanjatkan do'a agar dirinya mendapat kekuatan serta pertolongan.
Elena kemudian duduk diatas batu karang, dia menghadapkan dirinya ke laut lepas didepan sana, dengan ombak yang sesekali menerpa batu karang tersebut.
Elena mencoba untuk membuka telepati agar pesan ghoibnya tersambung pada ibunda ratu Mayang Kencana...
Sang bunda ratu menangkap sinyal ghoib dari dari Elena, pesan suara itu terdengar seketika oleh Mayang Kencana.
"Putri- putriku sedang dalam bahaya, bunda tahu sejak kalian masuk ke pulau itu. Bunda minta maaf tidak segera datang karena harus mempersiapkan diri untuk melawan ratu ular itu, tunggu sayang bunda akan segera datang untuk menolong kalian.!"
Ucap Mayang Kencana membalas pesan dari Elena melalui sinyal ghoib telepati nya...
Penguasa ghoib dari samudera island itu lalu pergi meninggalkan istananya, dia berangkat sendiri tanpa pengawalan satupun.
Mayang Kencana segera menuju ke pulau misteri daerah kekuasaan ratu siluman ular, musuh bebuyutannya di masa silam.
__ADS_1
Beberapa hari yang lalu, Mayang Kencana melakukan tirakat puasa guna mendapatkan petunjuk untuk melawan ratu ular itu dan dia meminta kekuatan pada sang maha pencipta agar bisa menandingi kesaktiannya Nyai Kala Geni yang sangat kejam dan bengis itu.
"Semoga aku dapat menyelamatkan putri - putriku, dan mampu mengalahkan siluman ular itu... !"
Ucap Mayang Kencana dalam perjalanannya menuju pulau misterius.
***
Sang ibunda ratu tiba diperbatasan wilayah kekuasaan ratu siluman ular, Nyai Kala Geni.
Dia segera menembus jalan bawah laut dan menghancurkan lapisan benteng ghoib yang ada diperbatasan tersebut.
Mayang Kencana berhasil untuk menembus daratan pulau dan melihat Elena yang masih duduk mediasi diatas batu karang...
"Putriku, Elena... Bangunlah. Bunda datang untuk membantu kalian...!"
Gadis itu membuka matanya lalu menoleh kearah wanita cantik dari bangsa ghoib ini yang sudah berdiri disampingnya.
"Bunda... Ratu ..!!!"
Elena senang sekali dia langsung bangkit dari duduknya, setengah melompat dia memeluk sang ratu penguasa samudera itu.
"Bagaimana keadaanmu,?"
"Aku baik, Bunda ... Tapi...."
Jawab Elena.
"Bunda sudah mengetahui semua, Natasha dan Malee disandera oleh siluman ular itu, kan...?"
Ucap Mayang Kencana yang memotong kalimat Elena yang menampakkan raut wajah sedihnya.
"Benar, Bunda..."
"Ya, sudah. Sekarang kamu jangan sedih ada Bunda disini yang akan menemani kamu dan membantu untuk menyelamatkan Natasha juga Malee..."
"Terimakasih, Bunda..."
Ucap Elena sambil menyeka air matanya yang menitik di sudut netranya.
Kemudian mereka berjalan mencari tempat untuk beristirahat.
__ADS_1
***
"Bedebah... berani sekali dia memasuki pulau kekuasaanku tanpa ijin.!"
Ucap Nyai Kala Geni sangat geram setelah dia tahu bahwa musuhnya, Mayang Kencana sudah berada diwilayahnya.
Dia dapat melihat dari jarak jauh melalui cermin kaca ajaibnya...
Ratu siluman ular juga mengetahui dan dapat dengan jelas melihat tempat dimana Mayang Kencana dan Elena berada.
"Dia datang pasti untuk menyelamatkan gadis - gadis itu... Baiklah, aku siap melayani mu Mayang. Aku akan buat kau bertekuk lutut di kakiku... Hahahaa...!!!"
Nyai Kala Geni tertawa lebar dengan sikap jumawa nya, dia merasa yakin kalau sang ratu dari penguasa ghoib dasar laut itu tidak akan mampu menandingi kesaktiannya.
"Sebaiknya aku biarkan saja dia dan gadis itu untuk mencari jalan dan menembus istanaku dan akan aku mudahkan mereka menuju
ketempat ini..."
Nyai Kala Geni menyeringai, dengan penuh rencana siasat liciknya dia akan menjebak Mayang Kencana dan Elena.
Dengan kesaktiannya dalam sekejap semua hutan dan rawa dia sulap menjadi sebuah pemandangan yang begitu indah dengan hamparan rumput hijau serta bukit - bukit yang di hiasi taman bunga warna - warni.
Dia menciptakan jalan menuju area air terjun dan diberikan kemudahan bagi Mayang dan Elena menemukan jalan menuju ke istana kerajaannya yang kini terlihat secara nyata.
Sebuah istana yang sangat megah terbuat dari emas permata serta batu berlian yang berkilauan nampak begitu indah sekali.
Sang ratu siluman ular itu akan menyambut kedatangan tamu tak diundangnya, dia adalah musuh bebuyutannya yang sengaja diberikan jalan untuk sampai ke istananya.
Sebelum dia menyambut kedatangan Mayang Kencana dan berhadapan dengan ratu ghoib penguasa samudera itu, Nyai Kala Geni mulai melakukan ritual khusus dan pemujaan untuk membangkitkan kekuatan gelapnya hingga diakhiri dengan ritual diatas ranjang.
Bram manusia yang menjadi pelampiasan nafsu birahinya dalam ritual itu malah merasa senang dan menikmati pergumulan terlarang itu dengan memberikan kepuasan pada sang ratu siluman ular yang kini menjelma sebagai wanita cantik dan seksi.
Bram begitu semangat menggumuli tubuh mulus yang sangat menggairahkan itu, Nyai Kala Geni dibuatnya menggelinjang nikmat oleh sentuhan - demi sentuhan dari Bram untuk memancing hasratnya yang semakin membakar birahinya.
Pergumulan dua makhluk beda alam ini telah menciptakan ruang kamar istana milik sang ratu siluman ular itu gaduh oleh teriakan dan erangan nikmat yang terus keluar dari mulut Nyai Kala Geni, yang semakin tenggelam oleh gairah yang akan menuju puncak kenikmatan diantara mereka berdua.
"Ayo Bram, lakukan sesukamu... Kau sangat hebat sekali, kau benar - benar manusia yang perkasa.!"
Nyai Kala Geni merasa puas oleh perlakuan Bram yang memanjakan syahwat birahinya diatas ranjang tersebut.
Sang ratu itu tersenyum penuh kebahagiaan, hingga dia jatuh terkulai dalam pelukan sosok manusia bernama Bram ini...
__ADS_1
*****
( BERSAMBUNG )