
( Gagal Fokus )
Zeno Feodora menghampiri ruang kerja Elena untuk menyelesaikan file data yang akan dia tanda tangan siang itu.
Namun begitu sampai didepan pintu ruangan, Zeno memperhatikan putrinya nampak asyik melamun, bahkan kehadirannya diruangan itu tidak lantas membuyarkan lamunan Elena.
"Ehhemm... Ehhemm."
Zeno mendehem, sontak membuat Elena jadi kaget dan menoleh kearahnya.
"Papah... Ngagetin aja.!"
"Asyik sekali rupanya, lamunin siapa...?"
Ujar Zeno sambil mengusap kepala Elena.
"Iicchh.. Siapa yang lagi melamun. Tadi itu aku lagi fokus ini lho... !"
Sahut Elena dengan nada manjanya menunjuk ke laptop didepan meja kerjanya.
"You must be lying, honey...?"
"I'm not lying, Papah... Serius Elena gak bo'ong Pah... !"
Ucap Elena membantah tuduhan papahnya.
Padahal memang ia sedang melamun, bahkan ia tidak fokus sejak tadi pagi dalam mereview data- data yang harus diselesaikan siang itu.
Elena tidak ingin sang papahnya tahu tentang kejadian mimpinya semalam.
Disamping privasi, juga tidak ingin membuat papahnya jadi terbebani masalah mimpi aneh tersebut...
"Iya sudah, kamu selesaikan data kemarin ya, soalnya harus segera papah tanda tangani...!"
"Okay, Pah..!"
"Let's have lunch outside, honey...?"
"Mau lunc dimana, Pah...?" Tanya Elena.
"Bali’s First Aquarium Restaurant, sambil lihat ikan...Heee. !"
Sahut Zeno yang dibalas dengan acungan jempol Elena, di iringi ulasan senyum manis...
***
( Ketahuan Selingkuh )
Siang itu Zeno dan Elena makan siang disalah satu restaurant berbintang yang ada di Bali.
Sebuah restaurant dibawah air, yang memadu konsep masakan asia.
Menikmati makan siang dengan nuansa indah panorama air laut dengan jutaan ikan dibalik kaca dinding, menciptakan kenyamanan serta kepuasan tersendiri para pengunjung disana.
Beberapa daftar menu popular menjadi menu andalan restaurant tersebut, diantaranya...
Seafood symphony, salmon confit, thai lobster
lamb duo dan beberapa menu lain yang tidak kalah lezat dan menjadi makanan favorite.
Zeno dan Elena terlihat nampak menikmati santap siangnya, namun tiba - tiba saja mata Elena tertuju kepada sosok seorang pria yang sangat ia kenal.
__ADS_1
"David...???!"
Bisik Elena sambil mengernyitkan alisnya, dia tidak lepas menatap fokus kearah Pria yang diyakini bernama David tersebut.
"Ada apa, sayang...?"
Tanya Zeno yang heran melihat putrinya.
"Itu, Pah... Bukannya dia David. Kenapa berada disini dan nggak kasih kabar aku...?!"
Jawab Elena sambil menunjuk kearah seorang pria yang duduk dengan seorang gadis bule disalah satu barisan table didepannya.
Zeno kemudian menoleh kearah belakangnya. Hanya terhalang oleh 2 table darinya, nampak terlihat sangat jelas kalau sosok pria itu ialah David, kekasih sekaligus tunangannya Elena.
"Iya, sayang... Itu David. Apa yang sedang ia lakukan disini, lalu siapa gadis yang sedang bersamanya...?"
Sahut Zeno yang merasa heran melihat calon menantunya berada di Indonesia tanpa ada kabar apapun.
Elena bangkit dari kursinya lalu menghambur kearah David yang sedang asyik menikmati makan siangnya dengan gadis bule cantik.
"What are you doing here, david... And who is she, the girl with you?"
Tanya Elena dengan emosi penuh cemburu.
Pria bernama David itu sontak kaget dengan kemunculan Elena secara tiba - tiba.
"Elena... Sedang apa kamu disini.?"
David balik bertanya dengan sedikit gugup.
"Aku bertanya sama kamu, kenapa bertanya balik... David. Siapa dia...?"
"Relax... you calm down okay... Sabar, jangan kamu marah dulu sayang..."
"Tenang, sayang... Ada apa ini.?"
"Ini lho... Pah. Aku bertanya sama dia malah balik tanya. Aku curiga sama dia Pah, David pasti selingkuh sama ini perempuan.!"
Jawab Elena menahan emosinya.
"Sabar, sayang... Kita bicara baik - baik, okay.."
"Apa kabar, Pah...?"
David mengulurkan tangannya kearah Zeno.
Namun papah dari Elena ini tidak menyambut uluran tangan David.
"Duduk... ! Sekarang kamu jelaskan ke papah, siapa perempuan ini dan kenapa kamu berada di pulau ini. Bukannya, kamu bilang kemarin mau berangkat ke Holland, tapi kenapa ada disini..?"
Tanya Zeno dengan tegas dan menatap tajam pada wajah tunangan Elena ini.
"Ehm, Ehh... Be ..Begini Pah... Saya Ehm..."
Pllaaakkkh.....!!!!!
Sebuah tamparan keras dari Elena mendarat tepat di pipi kanan David.
"Lihat Papah, dia jawab saja nampak gugup. Bukti kalau dia itu memang salah.!"
Zeno mengisyaratkan agar Elena diam.
__ADS_1
"What's your name..?"
Tanya Zeno pada sang gadis bule yang sejak tadi diam ketakutan.
"Clara... Saya sudah mengenal David sebulan lalu. Maafkan saya, karena saya tidak tahu..!" Jawab gadis bernama Clara itu, ia tertunduk takut tidak mau menatap Zeno apalagi Elena.
"Maafkan saya, Pah... Saya tidak... Bermaksud untuk...."
Namun ucapannya dipotong oleh Elena yang seketika membentak David.
"Diam, Kamu...! Dasar bajingan kamu. Mulai hari ini kita putus dan ini, ambil cincinmu kita tidak ada lagi ikatan, faham...!"
Elena melepaskan cincin tunangannya dan melemparkannya ke wajah David.
"Sebaiknya kamu cepat pergi darisini. Papah tidak akan lagi mengurus hubungan kalian, karena kamu sudah berbohong sama papah.
Dan papah copot jabatan kamu di perusahaan papah, sebagai Manager... !"
Ucap Zeno yang kecewa atas sikap David.
"Tapi, Pah... "
"Cepat Pergi, sebelum Papah marah dan habis kesabaran.!"
David pun bangkit dari duduknya mengajak Clara pergi dari tempat itu tanpa mengucap sepatah kata, mereka kemudian berlalu dari hadapan Zeno dan Elena.
"Kenapa menangis, sayang... Tenang ya, ada papah disini. Pria seperti David tidak pantas kamu tangisi, okay... Masih banyak pria diluar sana yang lebih baik dari dia.!"
Zeno menyeka lelehan air mata di pipi Elena, kemudian memeluk erat sang putri tercinta...
"Kita pulang, okay..."
Ajak Zeno seraya melepaskan pelukannya.
Elena mengangguk pelan, lalu menggandeng papahnya meninggalkan restaurant tersebut.
***
( Riwayat David Roberto )
David Roberto berkebangsaan Indo - Belanda, dan dia dibesarkan di Jakarta, Indonesia.
Saat bertemu dengan Elena, ketika itu David sedang pergi berlibur ke kota Moscow.
Disanalah mereka bertemu, kemudian mereka menjalin cinta dan bertunangan setahun lalu. David juga menjadi salah satu karyawan Zeno di perusahaan dan menjabat sebagai Manager. Dia telah ikut peran membuat perusahaan itu hingga berkembang dengan pesat sekarang...
Namun pada akhirnya, David kini harus rela kehilangan dua sumber kehidupannya.
Pekerjaan dan juga calon istri yang cantik.
Tapi memang sudah sepantasnya untuk David menerima semua itu, karena kesalahan yang dibuat sengaja oleh perlakuannya sendiri.
Bahkan tanpa sepengetahuan Zeno dan juga Elena, ia telah beberapa kali mengambil data dan korupsi uang perusahaan...
Meskipun begitu, David sepertinya tak terima atas perlakuan Elena tersebut.
Dia merasa telah dipermalukan didepan Clara bahkan didepan umum.
David juga merasa kecewa atas keputusannya Zeno Feodora yang telah memecatnya dengan secara tidak hormat itu.
Kini hilanglah sudah kesempatan David untuk bisa menguasai perusahaan dan juga warisan harta keluarga Elena Feodora...
__ADS_1
*****
( Bersambung ..... )