PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
TERDAMPAR DI PULAU MISTERIUS


__ADS_3

Setelah mereka diterpa gulungan asap hitam berkabut, kini Elena, Natasha dan Malee tidak tahu keberadaannya sekarang dimana.


Mereka telah terdampar begitu jauh disebuah pulau asing yang belum sama sekali dijamah oleh manusia.


Pulau tersebut sangat kecil tapi cukup seram dan angker. Area sekitarnya hanya hutan yang ditumbuhi oleh pepohonan besar dan lembah jurang yang curam.


Pulau ini tentu saja tidak berpenghuni, kecuali beberapa satwa liar yang sebagiannya adalah hewan buas dan hewan melata lainnya.


Mereka bertiga terdampar disana namun jauh ditempat yang berbeda saling terpisah satu sama lainnya.


Elena tersadar dan bangun dari pingsannya, dan dia sangat terkejut dalam keadaan dirinya berada ditempat asing tersebut.


Begitu juga Natasha dan Malee yang berada pada tempatnya masing - masing merasa hal yang sama, mereka terkejut mendapati dirinya telah terdampar dipulau yang mereka sendiri tidak tahu keadaannya seperti apa.


Para gadis cantik itu berjalan menyusuri rawa kecil dan mereka sangat kesulitan karena ada beberapa lumpur hidup yang jika saja sampai terinjak oleh mereka akan tersedot kedalam lubang lumpur tersebut.


Mereka pun belum tahu apakah mereka sama - sama berada disana atau tidak, yang jelas mereka saat ini berjalan untuk menemukan pesisir pantai pulau tersebut.


"Apakah Natasha dan Malee juga terdampar di pulau ini, dimana mereka.?"


Gumam Elena dalam hatinya yang terus jalan melangkah menyusuri hutan dipulau itu.


Elena merasa yakin kalau adiknya dan Malee juga sama berada disana.


Dia harus segera mendapatkan jalan keluar dari pulau itu dan berusaha mencari Natasha dan juga Malee...


Begitu juga firasat Natasha dan Malee yakin kalau dirinya terdampar ditempat yang sama.


***


Sementara keadaan di Villa seketika menjadi geger karena Elena, Natasha dan Malee telah hilang dan mereka tidak tahu kemana ketiga gadis sahabatnya itu pergi.


Angel, Metta dan Jane tentu sangat khawatir sekali dengan kejadian itu, pasalnya mereka tidak mendapatkan kabar apa - apa tentang hilangnya ketiga sahabatnya.


Mereka sudah mencari ke beberapa tempat sekitaran Villa dan juga menyisir pantai yang dijadikan tempat mereka berenang disana.


Namun tetap saja tidak ditemukan, mereka berpikir bahwa Elena, Natasha dan Malee hanya keluar untuk sekedar menghirup udara segar pagi hari.


Namun setelah mereka mengetahui tidak ada satu orangpun dari mereka yang membawa ponselnya, barulah mereka pun curiga pasti ada sesuatu hal terjadi.


Apalagi ada tetesan darah segar dikamar Villa tempat Elena dan Natasha disana.

__ADS_1


"Kita tidur begitu lelap hingga kita tidak tahu apa yang terjadi sama mereka, kemana kita harus mencarinya. Dan, bagaimana kita harus mengabarkan kepada orang tuanya.?!"


Ujar Angel yang kebingungan saat berada di dalam kamar tersebut, dia melihat beberapa bercak darah di lantai kamar.


"Mereka pasti dalam keadaan bahaya, darah ini.. Oohh, tidak... Kita harus segera pergi dan melaporkan kejadian ini secepatnya.!"


Lanjut Angel yang begitu panik melihat ada bercak darah disana.


"Jangan - jangan mereka di culik.!"


Sahut Jane yang ikut panik dengan situasi itu.


"Sebaiknya kita segera menemui orang tuanya Elena dan Natasha. Dan, memberitahukannya tentang kejadian yang sebenarnya.!"


Timpal Metta yang segera bergegas keluar dari kamar tersebut yang diikuti oleh Angel dan Jane keluar.


Setelah selesai mandi dan berdandan mereka siap meluncur untuk pergi meninggalkan Villa dan akan segera menemui Malik Muneer yang sudah mereka hubungi sebelumnya via sambungan telepon.


Namun sebelum mereka sempat berjalan menuju mobilnya, beberapa orang yang tidak dikenal menyergap mereka.


Sekawanan yang berpakaian jas lengkap dan berkacamata hitam mirip setelan mafia ini kemudian membekap mulut Jane , Angel dan Metta dengan menggunakan sapu tangan yang sudah mengandung obat bius.


Dengan gerak cepat rombongan para penculik ketiga gadis itu lalu pergi meninggalkan Villa tersebut.


Salah satu dari mereka adalah anak buahnya Bondan yang ditugaskan untuk menculik para gadis cantik yang berada di Villa tersebut.


Dia adalah Doni yang memimpin aksi tersebut atas perintah Bondan sebelum sang dukun itu pergi untuk bertemu gurunya.


***


( FLASHBACK ON )


"Aku ada tugas untukmu, siapkan anak buah kamu dan jalankan perintah ku dengan baik dan rapi jangan sampai kamu gagal untuk mendapatkan ketiga gadis itu.!"


Perintah suara dibalik ponsel yang saat itu di angkat oleh Doni yang kebetulan dia beserta anak buahnya yang sedang berpesta minum malam itu.


Perintah dari sang Bos sekaligus ketua dari kelompok aliran sesat yang tidak lain adalah Bondan, langsung diterima oleh Doni dengan kesepakatan upah bayaran tinggi.


"Baik, Bos...!"


Doni menutup teleponnya setelah mendapat perintah dan keterangan jelas tentang data beserta share lokasi yang akan mereka tuju.

__ADS_1


Sebelum memberikan perintah kepada Doni, sebelumnya Bondan sudah cek terlebih dulu keadaan Villa tersebut bahwa disana Angel, Metta dan Jane sedang tertidur lelap ketika ditembus dengan trawangan mata batinnya.


Bondan tentu sangat cerdik juga, dia tidak mau sampai ketiga gadis ini lolos begitu saja.


Dan rencana ini juga atas dasar perintah dari sang guru bahwa dirinya harus menculik sisa para gadis yang tertidur di Villa.


"Sekarang cepat kau pulang, Bram sudah ada ditempat kamu dalam keadaan aman. Tetapi ada satu tugas lagi yang perlu kau jalankan, kau harus menculik ketiga gadis teman dari si gadis kembar itu, kerahkan anak buahmu dan sekap mereka ditempat yang aman dari pihak manapun. Kamu tidak usah mengurusi ketiga gadis itu, menjelang pagi kau berangkat saja bersama Bram dan temui aku di tempat ritual biasa.!"


"Baik, guru ..!"


Bondan pun pamit pada Sasmita, lalu dengan sekejap dia menghilang.


Kemudian dia menjalankan tugasnya yang di titahkan kepadanya.


Dengan bantuan Doni beserta anak buahnya, Bondan berhasil menjalankan aksi penculikan tersebut, kini ketiga gadis cantik itu berada di tangan Doni.


Mereka menyandera Angel, Metta dan Jane disebuah rumah rahasia yang jauh dari kota.


***


Villa besar dan mewah itu kini kosong karena penghuninya tidak ada, para gadis itu sudah berpindah tempat dalam aksi penculikan dan pertarungan ghoib yang terjadi di hari itu.


Elena, Natasha dan Malee berada di suatu tempat, pulau misterius yang sangat asing.


Belum diketahui bagaimana keadaan serta nasib mereka yang telah terpisah diantara ketiganya itu dan masih saling mencari.


Sementara Angel, Metta dan juga Jane berada disebuah rumah yang sangat jauh keramaian dari kota dan warga, mereka dalam keadaan di sandera oleh Doni dan anak buahnya...


Apa yang akan dilakukan oleh Mbah Sasmita, Ki Bondan dan Bram selanjutnya setelah mereka berhasil dalam rencana awalnya itu..?


Apakah sang ratu penguasa ghoib samudera island itu mengetahui keadaan mereka yang kini sedang dalam bahaya...???


Ratu Mayang Kencana akankah segera keluar untuk menolong Elena dan Natasha beserta teman - temannya...?


Atau sang ratu itu akan menemui kendala dan akan kembali berhadapan dengan Sasmita.??


Dukun ilmu hitam yang ilmunya kini semakin mumpuni dan memiliki kesaktian memerintah bangsa Lelembut, Siluman serta bangsa Jin.


*****


( BERSAMBUNG )

__ADS_1


__ADS_2