
Rangga Pati resmi menjadi nama pengganti untuk Gondo sang makhluk Jin yang memiliki ras dari bangsa genderuwo ini.
Dia menjadi makhluk baik dan patuh atas apa yang diperintahkan oleh majikannya, dan dia benar - benar mengabdi kepada Elena sesuai dengan sumpahnya yang telah dia ikrarkan di depan sang gadis cantik itu.
Setelah mendapat mandat dari sang majikan, Rangga Pati pergi bersama beberapa dayang dari golongan siluman cantik ini.
Dia di tugaskan untuk menyelundup kedalam Istana dsn memantau keadaan disana.
Dengan membawa mantan para pengawalnya sang ratu siluman ular itu, tentu saja menjadi sebuah pekerjaan yang ringan untuk mereka bisa masuk ke Istana ghoib Ratu Cakra Geni.
"Jangan lewat sana..!"
Seru salah seorang dayang cantik yang saat itu ikut serta bersama Rangga Pati.
"Kita memasuki jalan belakang...!"
Timpal yang lainnya.
"Kalian tetap waspada, aku akan masuk pintu itu.!"
Ujar Rangga Pati saat dia sudah mendekati jalan pintas dari Istana Ratu Cakra Geni.
Dia menunjuk kearah pintu belakang Istana yang terdapat beberapa penjaga disana.
Beberapa dayang pengawal Rangga Pati lalu masuk dan berinteraksi dengan para penjaga tersebut setelah sebelumnya mereka berubah penampilan menjadi sosok dayang pengawal Ratu Cakra Geni, sehingga penjaga itu tidak satupun curiga kepada mereka.
"Pengawal, kemari.. Tolong bantu teman kami, dia sedang terluka.!"
Seketika para penjaga Istana itu menghampiri kearah para dayang yang memanggilnya.
Disaat itulah Rangga Pati menyelinap masuk dengan sangat hati - hati melalui pintu Istana tersebut.
Pemimpin dayang bernama Nyai Dewi Rasti ini adalah pimpinan dayang kepercayaan dari Ratu Cakra Geni yang telah di taklukkan oleh Elena, sehingga mudah baginya untuk masuk dan mengelabui para pengawal di Istana itu.
Saat empat penjaga itu menghampirinya, lalu para dayang ini kemudian melumpuhkannya.
Dalam sekejap tanpa suara mereka seketika sudah terkapar, Nyai Dewi lalu mengajak para dayang yang dipimpinnya untuk masuk dalam Istana setelah lebih dulu Rangga Pati masuk kesana.
Mereka pun akan berpura - pura kalau mereka masih menjadi dayang pengawal Ratu Cakra Geni, agar mereka bisa leluasa untuk beraksi.
Rencana ini sudah di buat oleh Rangga Pati sebelum mereka memasuki Istana Kerajaan Ratu Cakra Geni...
Nyai Dewi Rasti dan yang lainnya kemudian masuk kedalam Istana dan menyusul Rangga Pati untuk segera menyusup keruang rahasia tanpa sepengetahuan para penjaga disana.
"Bagaimana, Aman...??"
Tanya Rangga setengah berbisik pada Nyai Dewi Rasti yang sudah menyusul dirinya dari arah belakang.
"Aman... Kita harus menuju keruangan itu.!"
__ADS_1
Ujar Nyai Dewi Rasti sambil menunjuk kearah tempat rahasia dalam Istana tersebut.
Mereka berjalan dengan senyap dalam mode kewaspadaan penuh agar tidak diketahui.
Tidak lama kemudian mereka tiba di pintu ruang rahasia, dan tentu saja sangat mudah bagi Nyai Dewi Rasti untuk masuk kesana.
Mereka berkumpul dalam satu ruang itu guna sebagai tempat persembunyian.
Rangga Pati membawa para dayang sekitar 6 orang termasuk Nyai Dewi Rasti yang menjadi pemimpin mereka, para dayang itu di perintah untuk memantau keadaan sekitar dan akan berbaur kembali dengan dayang yang berada didalam Istana.
"Kalian cari informasi keadaan dalam Istana dan kau Nyai Dewi cari tahu dimana tawanan ketiga gadis beserta Tuan Syekh Barkah, Tuan Putri Elena memerintahkan kita untuk segera mengetahui keadaan mereka. Ingat jangan sampai penyamaran kalian di curigai, untuk sementara waktu aku akan tinggal diruangan ini, segala kejadian dan informasi apapun kau segera lapor kepadaku.!"
Ucap Rangga Pati yang memberikan perintah sebagaimana Elena memerintahkan padanya.
"Baik Rangga Pati, aku akan melaksanakan tugas ini bersama teman-temanku. Dan kalau bisa aku akan menarik pasukan sebagiannya untuk jadi pengikut kita lagi, agar tugas kita menjadi ringan.!"
Jawab Nyai Dewi Rasti.
"Ide bagus, laksanakan...!"
Rangga memberi acungan jempol pada Nyai Dewi Rasti yang dibalas oleh senyuman dan segera beranjak dari ruangan tersebut.
***
Rangga Pati pun menempati ruangan rahasia seorang diri, setelah pasukannya pergi untuk mengintai kedalam Istana.
Dia ingin beristirahat sejenak tuk merebahkan tubuhnya ditempat itu, sambil tetap waspada dengan radar ghoibnya yang dia pasang agar mendapatkan sinyal bahaya sewaktu - waktu dalam keadaan darurat.
Beruntung dia kini di kuasai oleh Elena hingga dia menjadi sosok makhluk yang baik.
Sementara keadaan didalam Istana, nampak terlihat baik - baik saja.
Tidak ada satupun dari mereka para pengikut atau pengawal Ratu Cakra Geni mencurigai Nyai Dewi Rasti, sosok makhluk berwujud wanita cantik yang menjadi pemimpin para dayang semua yang berada di Istana.
Nyai Dewi Rasti menuju ruangan singgasana Ratu Cakra Geni, dia berencana akan melapor dengan siasat pura- pura nya.
"Sembah hormat Nyai Ratu...!"
Ucap Nyai Dewi Rasti setelah dia tiba didepan Singgasana, lalu sang pemimpin para dayang itu berjongkok untuk memberi hormat kepada penguasa siluman ular itu.
"Dari mana saja kau Dewi...??"
Tanya Sang Ratu Cakra Geni penuh selidik.
"Ampun Nyai Ratu... Hamba sudah terjebak, namun hamba melarikan diri bersama para pengikut yang hanya beberapa dayang saja yang selamat.!"
Ucap Nyai Dewi Rasti dengan tertunduk.
"Dasar payah, mengejar dan melawan 2 sosok makhluk saja kau tidak mampu, percuma aku memberikan kepercayaan kepadamu Dewi... Kau pemimpin dayang disini, kesaktianmu itu cukup mumpuni kenapa kau kalah...???!"
__ADS_1
Bentak Ratu Cakra Geni geram mendengar laporan dari Nyai Dewi Rasti ini.
"Ampun, Nyai... Mereka sangat sakti dan juga mempunyai salah satu pengawal dari bangsa Jin, kami semua dilumpuhkan dan dibawanya tapi hamba dan juga sebagian dari kami bisa melarikan diri.!"
Jawab Nyai Dewi Rasti yang sedikit ketakutan dia tidak berani menatap wajah Ratu nya.
"Baiklah, kau aku ampuni. Tapi, kau harus bisa membawa mereka ke hadapanku. Aku akan mengutus muridku, Kala Geni... Kau bersama dia pergi ketempat manusia itu berada. Untuk kali ini kau jangan sampai gagal lagi, kalau tidak aku akan menghukum mu. Mengerti...?!
"Terimakasih, Nyai Ratu. Baiklah, hamba akan segera laksanakan segala titah Nyai Ratu..."
Ucap Nyai Dewi Rasti, dia tersenyum puas.
"Rencanaku akan berhasil dengan menjebak mereka satu -persatu. Aku akan menyerahkan Kala Geni kepada Tuan Putri Elena.!"
Bisik dalam hati Nyai Dewi Rasti, yang telah menyusun siasat itu sebelumnya.
"Kala Geni...!"
Seru Ratu Cakra Geni, memanggil muridnya yang akan dia andalkan untuk mendampingi Nyai Dewi Rasti.
"Saya, Nyai Ratu...!"
Ucap Nyai Ratu Kala Geni, dia datang dengan penuh hormat dihadapan sang gurunya.
"Persiapkan dirimu, besok kau berangkat dan bawa pasukanmu bersama dia.!"
Titah Ratu Cakra Geni yang menunjuk kearah Nyai Dewi Rasti.
"Baik, Nyai Ratu. Laksanakan.. Segala titah mu akan kami jalankan dengan baik.!"
Ucap Nyai Ratu Kala Geni, kemudian melirik kearah Nyai Dewi Rasti dan bertanya.
"Dimana mereka bersembunyi.?"
"Mereka berada di sebuah pulau kecil, Nyai..."
Jawab Nyai Dewi Rasti.
"Bagus, kumpulkan anak buahmu dan bawa para pengawal pasukan Istana untuk segera menyerang pulau itu.!"
Ucap Nyai Kala Geni memberi perintah.
"Baik, Nyai... Segera laksanakan.!"
Jawab Nyai Dewi Rasti sembari pamit undur diri dari hadapan Sang Ratu Cakra Geni juga Nyai Ratu Kala Geni.
Dia kemudian pergi menuju tempatnya, ketika melewati sebuah altar dia melirik kearah yang tidak lain adalah Syekh Barkah yang sedang ditawan dengan belenggu rantai yang sangat kuat dan di jaga ketat.
Nyai Dewi Rasti akan segera melapor kepada Rangga Pati yang sedang menunggu dirinya diruang rahasia Istana tersebut...
__ADS_1
*****
( BERSAMBUNG )