
Natasha dan Elena sudah sampai, bersama Rico yang kemudian dipersilahkan masuk dan duduk di sofa ruang tamu.
Emma yang pertama kali keruang tamu dan melihat Rico tengah duduk disana kemudian ia bertanya pada Natasha.
"Sayang, siapa dia.?"
"Oh, ya Mom.. Kenalkan ini Rico."
"Sore, Tante. perkenalkan saya Rico, Tante."
Rico berdiri dan mengulurkan tangannya yang langsung disambut dengan baik oleh Emma.
"Silahkan... duduk.!"
Ucap Emma mempersilahkan tamunya.
Pria tampan ini kemudian kembali duduk dan ditemani oleh Emma.
"Sebentar, Mom Natasha sama Elena mau ganti baju dulu.!"
"Iya, sayang. Sekalian panggil Bi Ratna untuk membuatkan secangkir teh buat Rico, ya.?"
"Okay, Mom.!"
Natasha kemudian bergegas kebelakang dan menyuruh Bi Ratna membuatkan teh hangat untuk sang tamu.
Setelah itu Natasha dan Elena menuju kamar yang berada dilantai atas rumah tersebut.
"Maaf mengganggu Tante. Sebenarnya saya datang kemari mau mengurus mobil putri Tante yang tanpa sengaja saya menubruknya.
Sebelumnya saya minta maaf, dan saya siap mengganti semua kerugian yang disebabkan oleh kecelakaan tersebut."
Rico membuka pembicaraannya maksud ia datang bersama Natasha dan Elena serta menjelaskan semua kejadian yang baru saja mereka alami, namun Rico tidak mengetahui secara pasti kenapa mobil Natasha tiba - tiba berhenti mendadak.
Karena sewaktu kejadian Rico belum sempat menanyakan hal itu pada Natasha.
"Ooh, begitu. Kirain Tante kamu itu temen nya Natasha,, Tapi kalian baik - baik aja kan.?"
"Kami tidak kenapa - kenapa Tante. Cuma mobil kami saja yang sedikit rusak. !"
"Syukurlah, yang penting kalian selamat dan tidak ada yang terluka.!"
"Iya, Tante..."
Rico sangat sopan dan juga terlihat rapi saat berhadapan dengan Emma, membuat wanita ini kagum akan sikap dan cara bicara dari pria muda yang ada didepannya ini.
Tidak lama kemudian Bi Ratna membawa nampan berisi secangkir teh yang kemudian disuguhkan diatas meja.
"Silahkan, Den..."
"Terimakasih...!"
__ADS_1
"Silahkan diminum teh nya..."
"Iya, Tante. Terimakasih.!"
Rico meraih cangkir teh yang disuguhkan itu, kemudian ia menyeruputnya dan menaruhnya kembali diatas meja.
Beberapa menit kemudian, Natasha kembali menuju ruang tamu bersama Elena lalu duduk didekat Emma.
"Sayang, gimana ceritanya koq bisa sampai mobil kamu berbenturan dengan mobilnya Rico.?"
Emma penasaran ingin mengetahui kronologi kejadian sebenarnya pada Natasha.
"Begini, Mom... Saat aku asyik mengemudi arah pulang tadi, ditengah perjalanan aku lihat seekor anjing menyebrang dan berdiri tepat didepan mobilku. Karena aku kaget seketika aku injak rem. Diwaktu bersamaan aku tiba - tiba dikejutkan dengan benturan mobil dari arah belakang, tidak tahunya mobil dia yang menubruk mobil aku. Ya kan Kak...?"
Ujar Natasha menjelaskan dengan alasannya untuk membela diri, dan melempar dukungan kearah Elena sang kakaknya.
"Iya, benar Tante. Tapi menurut Elena bukan kesalahan Rico juga, ini mutlak musibah atau kecelakaan tanpa sengaja.!"
Sahut Elena menimpali dan sedikit membela pria tampan yang masih terdiam menyimak penjelasan kedua gadis cantik kembar itu.
"Iya, Kak... Tapi dia tetap saja harus ganti rugi mobil aku. Orang dia yang nabrak, salah dia juga kenapa gak buru- buru ngerem mobilnya. Kalau dia cepat respont, kan nggak bakalan kejadian kaya gini."
Ucap Natasha tetap membela diri berusaha keras untuk tetap pada pendiriannya.
"Kalau analisis Mommy, sebenarnya kalian itu memang nggak sengaja karena sesuatu yang membuat kalian harus kejadian seperti ini.
Udah nggak usah diperpanjang, yang penting kalian kan nggak kenapa - kenapa.!"
"Iya, Tante... Nggak apa - apa. Biar nanti saya urus semuanya. Maaf ini kartu nama saya, oh ya.. Sekali lagi saya mohon maaf tidak bisa lama, karena harus menjemput ayah saya yang baru saja tiba dari Brunei. Kasian beliau mungkin sudah lama menunggu."
Emma pun mengijinkan tamunya untuk pamit, dan Rico kemudian bangkit dari duduknya.
Setelah bersalaman ia bergegas keluar yang diantar sampai depan pintu oleh Emma.
"Permisi, Tante. Sekali lagi Terimakasih.!"
"Iya, Sama - sama.!"
Rico kemudian menuju mobilnya, tidak lama kemudian mobilnya melaju meninggalkan rumah megah seperti istana itu yang dikawal beberapa bodyguard dan security.
"Ayo masuk, sayang...!"
Ajak Emma pada Natasha, kemudian mereka masuk dan kembali keruang tamu.
"Kenapa kamu harus minta ganti rugi segala, sayang. Kamu tinggal bilang Daddy aja ganti mobil baru dan pilih yang kamu suka sudah beres.!"
"Tapi itu mobil kesayangan aku, Mom... Biarin aja biar dia gantiin semua biaya perbaikannya pengen tahu aja dia sanggup apa nggak.!"
"Sst... Anak Mommy nggak boleh kaya gitu. Jangan sombong dan riya.!"
"Iya, Mom.. I'm sorry nggak maksud kesana pemikiran Natasha."
__ADS_1
Sedikit terbersit keraguan dihatinya, Natasha ingin tahu Rico sanggup atau tidak mengurus dan mengganti biaya kerusakan mobilnya.
Maklum saja mobil Natasha harganya sangat fantastis, yaitu 25 miliar. Mobil satu - satunya kesayangan Natasha hadiah kado dari ulang tahunnya setahun lalu dari Malik dan Emma.
"Sayang, Mommy tinggal kekamar dulu ya,"
"Okay, Mom...!"
"Elena sayang, Tante tinggal dulu ya."
"Iya Tante, silahkan.!"
Emma mengecup kening Elena dan Natasha, istri sultan sang pengusaha ini begitu sangat menyukai dan menyayangi mereka berdua...
***
Rico Damara, ternyata dia adalah putra dari seorang pengusaha sukses juga, ia dilahirkan di kota Jakarta dan lalu sang Ayah hijrah ke Brunei Darussalam dan mengembangkan bisnisnya disana.
Dia menempati salah satu apartement milik ayahnya di Singapore sebulan yang lalu.
Rico berencana untuk menjalankan bisnisnya bersama sang ayah di negara maju tersebut.
Robby Damara, sang ayah kini menjalin bisnis dengan Malik Muneer.
Seorang pengusaha sukses terkaya di negara ini, Rico tidak tahu kalau yang baru saja dia singgahi adalah rumah Malik Muneer rekan bisnis barunya sang Ayah.
Jangankan rumahnya, sosok seorang Malik Muneer pun dia belum mengenalnya.
Rico memang belum pernah bertemu secara langsung dengan sang pengusaha tersebut.
Bahkan sang ayah baru kali pertama untuk menjalankan bisnis dan bergabung bersama Malik Muneer.
Inilah alasan Rico menjemput sang ayah yang baru saja tiba di Singapore, tidak lain karena mendapat undangan dari Malik untuk meeting dan mengajak bergabung di perusahaannya.
Namun sepertinya dia terlambat menjemput sang ayah di bandara, gara - gara masalah mobilnya tadi hingga sampai ia harus mampir dahulu kerumah sang gadis kembar cantik kakak beradik itu.
"Rico, kamu kemana saja disuruh jemput koq malah nggak ada.?"
"Maaf, tadi Rico ada sedikit masalah. Ayah sekarang ada dimana?"
Tanya Rico saat ditelpon oleh ayahnya.
"Ayah sudah dijemput sama Tuan Malik, Rico. Dan sekarang sudah berada dirumahnya. Tadi itu kebetulan Tuan Malik menelpon Ayah. Lalu Tuan Malik mengirim driver nya, dia langsung membawa ayah kerumahnya Tuan Malik."
"Kamu susul Ayah kesini, ya.. Alamatnya Ayah share lock, ya... "
"Oke... Rico pasti kesana secepatnya.!"
Tidak lama kemudian setelah menutup telpon ia mendapat pesan masuk share lock alamat tersebut.
Rico lalu memutar balik mobilnya, dan segera ia tancap gas untuk segera menuju ke alamat rumah yang diberikan sang Ayah...
__ADS_1
*****
( BERSAMBUNG )