PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
DUKUNGAN DARI ANGEL


__ADS_3

Setibanya dirumah Metta, Jane mengenalkan Angel dan ternyata mereka cepat akrab dalam bergaul hingga sudah tidak terlihat canggung lagi.


Metta juga membicarakan tentang misi yang dia emban bersama Jane dan jujur bahwa dia juga sangat membutuhkan uang sampai dia mau menerima tawaran dari Elena.


Ternyata Jane juga mau dan sepakat untuk menerima pekerjaan itu, akhirnya mereka pun menyatakan sanggup untuk menjalankan misi tersebut.


Angel pun kini lebih memihak pada temannya sendiri dan mendukung misi itu, dia juga siap membantu jika memang dibutuhkan.


Hari itu mereka bertiga berencana untuk pergi kerumah Malee untuk bertemu Natasha dan Elena sekaligus memperkenalkan Angel pada mereka.


Menjelang sore hari, Jane, Angel dan Metta, pergi menuju rumah Malee Lawana.


Setibanya disana mereka disambut oleh sang tuan rumah dan duduk diruang tamu.


Mereka memperkenalkan Angel pada kedua gadis kembar itu yang nampak begitu sangat ramah menyambut kedatangan mereka.


Jane menceritakan tentang Angle sedikitnya dia memberikan penjelasan siapa Angel ini.


Bahkan, Angel kemudian menyambung cerita tentang dirinya.


"Berarti kita satu kota donk, deket ya... nggak nyangka lho bisa ketemu disini. Semoga kita bisa berteman baik selamanya."


Ujar Elena setelah mendengarkan Angel yang bercerita tentang riwayat dirinya saat itu.


"Aku senang sekali bisa kenal dengan kalian semua. Kita bisa nambah teman dan saling support tentunya..."


Sahut Natasha menimpali.


"Aamiin....!"


Ucap mereka serentak.


"Makasih juga buat kalian sudah nerima aku disini. Senang bisa kumpul bareng seperti ini dan kayanya nggak bakal kesepian... banyak teman... "


Ucap Angel.


"Oh, ya maaf boleh aku tanya sesuatu? Maaf kalau aku lancang dan ingin tahu tentang masalah kalian yang berencana menangkap Bram dan merampas cincinnya. Aku sudah dengar dari Jane, hanya ingin memastikan kebenarannya saja. Dan aku juga janji akan membantu kalian, jangan takut meskipun aku sudah pernah dekat dengan Bram. Aku pasti mendukung misi kalian...!"


Angel memberanikan dirinya untuk meminta penjelasan pada Elena dan Natasha perihal misi tersebut.


Dengan senang hati Elena dan Natasha lalu menceritakan semuanya dan Angel pun dapat menyimak dengan baik serta memahami apa yang disampaikan si gadis kembar cantik ini.

__ADS_1


"Oohh, begitu. Iya aku faham dan aku sangat prihatin atas semua yang menimpa keluarga kalian. Semoga cepat bisa terselesaikan dan sekarang aku semakin yakin dengan semua yang kalian lakukan untuk Bram memang memiliki alasan kuat."


Ujar Angel setelah menyimak semua cerita yang disampaikan kepadanya.


Meskipun Angel pernah berurusan dengan dukun namun dia sebenarnya tidak memliki sifat jahat.


Dengan bantuan dukun bernama Bonda, dia ingin agar usahanya sukses dan berkembang pesat. Tapi dia malah terjebak dengan syarat yang ternyata merugikan dirinya sendiri.


Disanalah Angel terjerumus bahkan sampai ia mengenal Bram, murid Ki Bondan.


Ingin ia menceritakan semua itu kepada gadis kembar didepannya, namun ia masih sedikit ragu dan canggung untuk membuka semua masalah dirinya termasuk privasi dirinya.


Angel memiliki harapan agar dirinya terbantu oleh Elena dan Natasha, agar dia bisa keluar dari lingkaran masalah hidupnya.


Wanita ini merasa yakin setelah mendengar pernyataan dari Jane bahwa si kembar cantik ini memiliki kekuatan supranatural.


Secara, Elena memperhatikan Angel memang sangatlah beralasan karena wanita ini telah terbaca pikirannya dan begitu banyak beban yang sedang dirasakan oleh wanita bernama Angel ini.


Tapi Elena tidak ingin menyinggung perasaan wanita didepannya. Biarlah Angel yang akan mengatakannya disaat waktu yang tepat.


Elena memiliki kemampuan menembus rasa batin dan pikiran seseorang dengan kekuatan matanya yang mampu menembus perasaan yang sedang dipikirkan oleh orang tersebut.


Orang yang berhadapan dengan Elena tidak akan bisa berbohong, dia akan tahu meskipun orang tersebut berkata iya atau tidak.


***


Ujar Jane menjelaskan dengan memberikan kesaksian pada Angel yang sekarang sedang bersamanya, dan Angel pun membenarkan perkataan sahabatnya itu.


"Kemana dia,? Seakan dia tahu apa yang akan kita lakukan padanya.?"


Sahut Malee sedikit curiga dan dia khawatir kalau rencana mereka ketahuan oleh pria itu.


"Terlepas dari semua itu, terpenting kita harus selalu waspada dan hati - hati. Karena yang kita hadapi bukan hanya manusia bernama Bram saja tapi ada sosok ghoib mendampingi dirinya...!"


Ujar Natasha menimpali.


"Iya benar...!"


Sahut Jane yang disepakati oleh mereka yang berkumpul disana, memang benar sekali apa yang dikatakan Natasha.


Mereka harus selalu hati - hati dan waspada jangan sampai salah satu dari mereka bisa terjebak oleh kelicikan rencana atau siasat dari Bram beserta sosok jin pembantunya...

__ADS_1


Elena dan Natasha menyarankan pada semua yang hadir disitu agar jangan ada yang pulang dahulu, karena mereka akan membahas ulang tentang misi itu hingga Elena dan Natasha bisa memastikan posisi Bram melalui jalur kekuatan ghoibnya.


Semua akan dipantau dengan kekuatan yang mampu menjaga mereka dari tindakan Bram maupun sosok ghoib yang menyertai pria itu.


"Malam ini kita kumpul semua, dan kita akan melakukan pelacakan terhadap Bram. Setelah memastikan dia masih berada disekitar kita, kalian boleh bergerak sesuai arahan dan misi yang sudah kita rencanakan.!"


Mereka semua mengangguk tanda mengerti apa yang disampaikan oleh Elena.


Si gadis kembar akan melakukan teropong daya batin dan kekuatannya untuk melacak keberadaan Bram diluaran sana.


Sekaligus memastikan bahwa pria itu tidak mengetahui rencana mereka dan semoga saja pria bernama Bram ini tidak mengetahui apa - apa tentang rencana mereka yang akan merampas cincin saktinya.


***


Bram pulang sekitar jam 02 : 00 dini hari, dia tidak mengetahui kalau Angel dan Jane tidak ada dirumah.


Rumah Jane nampak gelap sepi dan terkunci, Bram memperhatikan dari depan setelah dia sampai didepan rumah Jane.


Bram menyalakan ponselnya yang memang sejak dari keberangkatannya keluar rumah, ponselnya dia matikan agar urusan dia tidak terganggu.


Dia memiliki urusan pribadi yang tidak boleh diketahui oleh Angel maupun Jane.


Sebab itulah dia pergi tidak pamit kepada Angel dan sengaja mematikan ponselnya.


Bram hari itu harus mendapatkan seorang gadis perawan untuk ditidurinya dan dijadikan mangsa ritual ilmunya.


Dia masih memiliki tugas ritual mencari gadis perawan hingga mencapai 41 perawan, agar dia bisa menguasai kesaktian sesuai amanah sang guru, Ki Bondan.


Seharian itu, Bram bersusah payah mencari gadis perawan dan membeli dengan bayaran sangat mahal.


Setelah mendapatkannya, Bram lalu pulang setelah menikmati ritual perawan tersebut.


Namun sayang saat dia pulang, dirumah tidak ada siapapun.


Dia menghubungi Jane namun tidak aktif, dan dia mencoba menghubungi Angel ponselnya sama tidak aktif.


"Kemana mereka, kenapa tidak ada dirumah. Apa mereka pergi ke cafe...???"


Bisik Bram merasa kebingungan sendiri.


*****

__ADS_1


( BERSAMBUNG )


__ADS_2