PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
MISTERIUS.....???


__ADS_3

Siapa sebenarnya Dewi Cakra Ayu, mengapa dia tiba - tiba muncul dihadapan David dalam seketika itu lalu membawanya ke Istana.???


David ibarat kerbau yang di cocok hidungnya. Dia begitu nurut, manut, seakan David hilang kesadaran saat dia berada didekat wanita cantik bernama Dewi Cakra Ayu ini.


David telah mendapatkan kenikmatan, hingga ingin lagi dan lagi untuk mengulang kembali permainan yang memabukkan jiwa lelakinya tersebut...


Gairah Dewi Cakra Ayu begitu besar membuat David kewalahan melayani wanita cantik itu.


Namun setelah beberapa kali melakukan aksi pergumulan terlarang itu, ada sesuatu yang terasa berbeda dalam dirinya.


David seolah mendapatkan kekuatan dan dia merasakan sesuatu dari dalam dirinya seperti ada aliran energi yang kian menjalar kedalam tubuhnya setelah pelepasan syahwatnya.


"Kau sangat hebat dan perkasa Mas...!"


Puji Dewi Cakra Ayu dengan tersenyum manis menatap mata David.


"Kau juga Dewi, aku sangat suka permainan ranjangmu. Kau pandai membuat aku mabuk dalam kenikmatan.!"


Balas David yang seakan tidak mau lepas dan jauh dari Dewi Cakra Ayu pada saat itu.


"Oh,ya... ?"


Dewi Cakra Ayu menyunggingkan senyum.


"Benar, Dewi..."


Ucap David.


"Kau bisa melakukannya kapanpun kau mau dan setiap kau ingin bersamaku, panggil aku dan aku pasti datang untukmu David.!"


"Benarkah, ???"


David terkejut senang mendengar penuturan dari wanita cantik itu.


"Pakailah cincin ini, sebagai ikatan hubungan kita.!"


"Terimakasih, Dewi..."


Ucap David sambil menerima cincin indah itu dari tangan Dewi Cakra Ayu.


Cincin kristal bermata biru berkilauan, begitu memikat siapapun yang melihatnya.


Dewi Cakra Ayu lalu mengecup bibir David dengan lembut sekali.


Bruk... !!!


Tiba - tiba saja David terjatuh dari sandaran batang kayu pohon tempat duduknya yang ketika itu tanpa terasa dia telah tertidur cukup lama ditempat tersebut.


Dia tersentak kaget lalu bangkit dari posisinya sambil mengucek matanya.


David celingukan memperhatikan keadaan disekitarnya.

__ADS_1


"Apakah aku bermimpi, tidak, tidak mungkin.!


Aku merasakannya begitu nyata..Oh, apa yang terjadi padaku.?"


Bisik David yang masih tertegun, dia merasa bingung dengan kejadian aneh yang baru saja dia alami.


Namun ingatannya baru tersadar saat terakhir dia mendapatkan sebuah cincin sebelum dia terbangun.


Sungguh aneh, David kembali terkejut setelah dia melihat jari manisnya menempel sebuah cincin kristal bermata biru persis dengan apa yang dia dapatkan dari mimpinya tersebut.


"Dewi Cakra Ayu....???!"


Gumamnya dalam hati sambil menatap cincin yang berkilau indah itu...


***


Nyai Ratu Kala Geni sudah kembali ke Istana, dia menuju ruangan dimana sang dukun ilmu hitam Sasmita dan Bondan ini berada.


Murid sekaligus pengikut setia dirinya selama ini, mereka mengabdi kepada siluman ular itu dan menjadi manusia budak kepercayaannya.


"Salam hormat, Nyai...!"


Ucap Sasmita dan Bondan menyapa dengan penuh penghormatan, setelah mereka melihat kemunculan Nyai Kala Geni diruang tersebut.


Nyai Kala Geni duduk dengan penuh wibawa didepan Sasmita dan Bondan, kemudian dia bertanya tentang keadaan didalam Istana.


"Bagaimana keadaan istana dan semua para tawanan.??"


"Aman, Nyai... Semua baik - baik saja.!"


"Bagus...!"


"Maaf, Nyai... Aku hendak meminta tolong kepadamu, muridku sepertinya telah berhasil dalam ritual semedinya dan dia sudah keluar dari tempat itu, tetapi saat dia sudah selesai dalam ritual itu, aku tidak bisa menemuinya dan membimbingnya untuk mengarahkan dia yang sendirian di tempatku itu. Mohon ijinkan aku Nyai..., Untuk membawa David, muridku itu..."


"Kau tidak perlu khawatir, Sasmita. Aku akan membantumu, kita akan berangkat bersama menjemput muridmu. Tapi, kita tunggu dulu setelah Nyai Ratu Cakra kembali.!"


"Terimakasih, Nyai...!"


Tidak lama kemudian, Nyai Ratu Cakra Geni kembali ke Istana.


Dia telah berhasil menumpas habis pasukan dan musuhnya hingga menenggelamkan pulau kecil yang dia buat hancur luluh lantak.


Setelah kepulangannya Sang Ratu Cakra Geni, Nyai Kala Geni meminta ijin kepada penguasa ghoib itu untuk pergi bersama muridnya yaitu Sasmita dan Bondan yang akan menjemput David ditempat sang dukun tersebut.


Mereka bertiga berangkat menembus batas ruang dan waktu dengan kekuatan ghoibnya, menuju tempat dimana David berada setelah mereka di ijinkan pergi oleh Sang Ratu.


Sementara keadaan tawanan dalam Istana itu masih belum mendapatkan pertolongan dan mereka masih terkurung di tempat berbeda.


Syekh Barkah, dalam belenggu dan yang lain Nyai Mustika Kencana, Natasha dan Malee berada di sel penjara Istana tersebut.


Disana juga ada Angel, Metta dan Jane yang lebih dulu tertangkap dan dibawa ke Istana dan mereka menempati kamar disana.

__ADS_1


Masih belum jelas apa yang akan dilakukan oleh Ratu penguasa siluman ular sakti itu.


Namun tentu saja tidak tanpa alasan mereka semua dibiarkan sementara waktu menjadi tawanan, pasti akan ada suatu rencana dan aksi dari Nyai Ratu Cakra Geni ini terhadap mereka semua.


Yang jelas antara hidup dan mati, jika sampai mereka tidak mendapatkan pertolongan dan sosok penyelamat buat mereka yang berada dalam cengkraman Sang Ratu Siluman itu...


***


Mereka terkejut saat terbangun dari sadarnya, Elena, Putri Ayu, Nyai Dewi dan Rangga Pati telah siuman dari pingsannya.


Dan mereka menyangka sudah mati karena berada disuatu tempat asing bagi mereka.


"Kita....???"


Ucap Elena yang terperanjat seketika setelah dia sadar dan segera bangkit meskipun saat itu badanya terasa sakit semua yang seakan remuk akibat pertarungan melawan siluman ular di pulau kecil itu.


"Kita masih hidup, Tuan Putri... !"


Sahut Rangga Pati menyela ucapan Elena.


"Tapi kita berada dimana.??"


Ujar Nyai Dewi penuh tanda tanya.


"Entahlah, yang jelas kita sudah diselamatkan dari kejahatan Si Ratu Cakra Geni.!"


Ujar Putri Ayu yang ikut menimpali.


Mereka masih bingung dan penasaran siapa sosok yang telah menolong mereka.


Dan, dimanakah mereka saat ini tak ada yang mengetahui satupun dari mereka, bahkan tak terdeteksi oleh siapapun meskipun oleh Ratu Cakra Geni sekalipun.


Tempat itu bukanlah seperti Goa atau hutan atau apapun, tidak ada kehidupan disana dan seperti ruang hampa yang tidak ada sesuatu apapun yang dapat dilihat.


Mereka seperti duduk diatas hamparan awan putih dan hanya ruangan kosong, jauh diatas sana hanya menatap langit membentang biru dengan keindahan warnanya...


Semuanya hanya berdiam diri, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya dan menunggu sosok yang telah menyelamatkan mereka dari kematian, hingga mereka berada disana.


Disaat termenung memikirkan keadaan yang membuat mereka masih bertanya - tanya, lalu tiba - tiba mereka di kejutkan dengan suara petir yang menggelegar dan berkilat - kilat.


Anehnya petir itu tidak membuat bahaya bagi mereka, meskipun dengan suara dan kilatan yang begitu mengerikan diatas sana.


Selain petir yang saling berkelebatan, tempat itu pun didatangi angin kencang yang sangat bergemuruh.


Tiba - tiba langit biru itu menjadi gelap hitam dan mencekam, yang terus diiringi oleh suara gelegar petir bersahutan...


Elena, Putri Ayu, Nyai Dewi dan Rangga Pati saling bergandengan tangan dalam perasaan yang dibaluti rasa penasaran didalam benak mereka.


"Ada apakah ini, apa yang akan terjadi...???"


Belum sempat mereka mendapatkan jawaban dalam hatinya masing - masing, seketika itu tiba - tiba mereka lenyap ditelan alam setelah kilatan petir menyambar tubuh mereka...

__ADS_1


*****


( BERSAMBUNG )


__ADS_2