PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
PERTARUNGAN GHOIB


__ADS_3

Ketika pintu kamar mandi terbuka, seketika Elena dan Malee dibuat terkejut.


Natasha sudah tergeletak dilantai dalam keadaan tak sadarkan diri.


"Natasha, pingsan.!"


Ujar Malee saat memeriksa keadaan Natasha.


Mereka segera mengangkat tubuh Natasha, lalu merebahkannya diatas tempat tidur.


Elena kembali memeriksa keadaan Natasha karena sudah beberapa kali memberikan obat kayu putih belum juga siuman.


Saat mereka berdua menggunakan kekuatan yang mereka miliki, baru mereka tahu ternyata sukma Natasha tidak ada dalam raganya.


"Ini pasti perbuatan si makhluk jelek itu.!"


Ujar Elena merasa geram.


"Iya, benar. Kita harus secepatnya menolong sukma Natasha, jangan sampai jadi tawanan oleh makhluk itu.!"


"Kita berangkat sekarang, tapi... bagaimana kalau kita melepas sukma semua. Tentu raga kita tidak ada yang menjaga.?"


Elena kebingungan, kalau mereka melepas sukma sudah barang tentu jasad atau raga mereka tidak ada yang menjaganya.


Sangat berbahaya bila melepas sukma dan meninggalkan raga tanpa ada yang menjaga ataupun mengawasi keadaannya, karena akan dengan mudah di ganggu jin atau setan yang akan merasuk ke tubuh tersebut.


"Biar aku yang pergi, kamu jaga adikmu.!"


"Kamu yakin , Malee...??"


"Aku akan membawa sukma Natasha kembali


secepatnya, jangan khawatirkan keadaanku. Aku yakin dengan kekuatan cincin ini, mampu melawan makhluk itu.!"


"Baiklah, kamu hati - hati Malee...!"


"Okay... Aku pergi.!"


Seketika dengan sekejap tubuh Malee hilang dari pandangan Elena.


Gadis itu akan menembus dimensi lain untuk mencari tahu keberadaan sukma Natasha.


Malee yang sudah menguasai kekuatan dan bisa mengaplikasikan cincin dari sang bunda ratu Mayang Kencana tersebut, tentu dengan mudah ia bisa menyalurkan energi dari media cincin saktinya hingga ia menjadikan dirinya membelah raga menjadi 5 bagian.


Tanpa perlu melepas sukma, Malee pun pergi dengan jasad tubuhnya menembus alam lain.


Kelima sosok Malee bergerak melesat kesana kemari menembus alam astral menyusuri tiap tempat yang ia singgahi di alam tersebut.


Sementara keadaan dikamar hotel, Elena pun dengan sabar dan setia menunggu tubuhnya Natasha yang masih tak bergeming itu.


Dia begitu sangat mengkhawatirkan adiknya, namun ia berusaha untuk tetap tenang.


"Tempat ini sudah tidak aman, mereka sudah tahu keberadaan ku disini.!"


Gumam Elena, sambil dalam hati ia berpikir untuk segera pindah dari hotel tersebut.


***


"Hahahaha.....!!!"


Mbah Gondo tertawa puas, karena dia merasa telah berhasil menarik sukma dari raga gadis kembar bernama Natasha itu.

__ADS_1


Dia membawa sukmanya kesebuah tempat di alam astral atau alam bangsa lelembut.


Makhluk bangsa genderuwo itu mengikatkan sukma Natasha disebuah pohon dan dijaga ketat oleh bangsa lelembut dari ras nya.


"Kau tidak akan bisa lepas dari tanganku hai bangsa manusia.! Hahaha...."


Sukma Natasha meronta dan berontak, tetapi apa daya dia tidak mampu melepaskan ikatan yang membelit tubuh sukmanya.


Tali ikatan itu tentu saja mengandung energi yang sangat kuat hingga sukma Natasha pun merasakan hawa panas.


"Kau sangat cantik dan menarik, tapi sayang aku belum bisa membawa dengan ragamu.!"


"Apa mau kamu, makhluk jelek.!"


Bentak Natasha dengan geram.


"Aku menginginkan dirimu dan tubuhmu.!"


Balas Mbah Gondo yang saat itu ia berwujud dengan sosok aslinya yang berbadan hitam.


Perwujudannya tinggi besar dan berbulu lebat di seluruh tubuhnya.


"Makhluk laknat...! Lepaskan aku... Dasar kau makhluk jelek, pengecut..!"


Teriak Natasha meluapkan kemarahannya.


" Hahahaha...!!!"


Makhluk hitam itu hanya tertawa mendengar umpatan dari mulut Natasha.


"Sekarang kau tidak suka, tapi nanti kau akan menyukaiku gadis manis.!"


Ucap Gondo dengan senyum menyeringai.


"Sekarang memang aku baru bisa membawa sukmamu, tapi sebentar lagi ragamu akan menyusul. Hahaha...!"


Ternyata makhluk hitam bernama Gondo ini tidak bisa menculik Natasha secara langsung artinya dia tidak sanggup membawa Natasha dalam keadaan sadar.


Ternyata dalam beberapa hari itu, Gondo telah mengintai dan mengintip segala gerak gerik Elena, Natasha dan juga Malee.


Ia mendatangi hotel tempat dimana mereka berada dan terus memantaunya.


Hingga dalam satu kesempatan, ia baru bisa membawa Natasha ke tempatnya meskipun hanya sukmanya saja.


Natasha dibuat pingsan ketika dia berada dikamar mandi. Setelah itu dengan kekuatan dan kesaktiannya, Gondo mengeluarkan dan menarik sukma Natasha dari raganya.


Dia mengunci sukma itu hingga sampai pada tempatnya sekarang ini.


Natasha terikat di sebuah pohon dan dijaga ketat oleh para anak buahnya dari golongan bangsa lelembut...


***


"Lepaskan dia, makhluk jahanam...!"


Tiba-tiba suara lantang dari arah belakangnya terdengar sangat keras.


Gondo seketika menoleh kearah suara wanita yang tidak lain adalah Malee Lawana.


"Hahahaha.... !"


Gondo langsung tertawa melihat sosok Malee Lawana, gadis yang pernah dia setubuhi itu.

__ADS_1


"Rupanya kau punya kesaktian juga sekarang, hingga bisa menyusul ku ketempat ini.!"


"Tentu saja, makhluk laknat.!"


"Ternyata kamu hebat juga mampu menjadi 5 kembaran diri, tapi aku tidak takut padamu.!"


Malee Lawana berdiri tegak bersama wujud kembaran raganya yang mengikuti dirinya.


Kemudian Malee asli memerintahkan sosok kembaran tersebut untuk menyerang Gondo dan anak buah dari bangsa lelembut itu yang sedang siaga menjaga sukma Natasha.


"Serang mereka... Lumpuhkan makhluk itu.!"


Sahut Malee memerintahkan kembarannya, seketika itu pula ke 4 kembaran Malee maju dan melesat menyerang kearah Gondo dan anak buahnya.


Pertarungan versi alam ghoib itu pun tercipta


dengan sengitnya, mereka bertarung dengan kekuatan dan kesaktiannya masing - masing.


Tidak berapa lama pasukan Gondo dipukul mundur oleh kekuatan Malee dan berhasil melepaskan sukma Natasha.


Namun Gondo terus menghantam membabi buta menyerang ke 4 kembaran Malee.


Ketika Gondo menghantam kearah kembaran Malee, sosok kembaran itu hancur kemudian menjadi wujud lagi begitu terus berulang kali Gondo menyerang dan menghantamnya dia tidak bisa menghancurkannya.


Malee Lawana yang asli hanya diam berdiri menyaksikan pertempuran kembarannya itu.


Dia tersenyum puas melihat keadaan tersebut dan dalam sekejap ia kemudian menjemput sukmanya Natasha.


"Terimakasih, Kamu sudah menyelematkan aku... Malee."


Ucap Natasha merasa senang.


"Iya, Natasha. Secepatnya sukmamu harus kembali. Pergilah... Aku akan mengurus dulu makhluk yang satu ini...!"


Sahut Malee menyuruh sukma Natasha untuk pergi meninggalkan tempat itu.


"Tapi, Malee... "


"Sudah pergi, biar aku yang melawan makhluk laknat itu. Cepat... Natasha.!"


"Kenapa kita tidak pergi bersama saja. Aku khawatir keselamatan dirimu.!"


"Pergi, Natasha... Sukmamu harus kembali secepatnya. Aku akan menyusul mu setelah mengalahkan makhluk itu.!"


"Okay, Malee.. Kamu hati - hati dan semoga kamu berhasil. Aku akan segera kembali dan melaporkan kejadian ini pada Kak Elena."


Lalu sukma Natasha pun melesat dan lenyap di angkasa.


Sementara ke 4 kembaran Malee masih sibuk menyerang Gondo dengan tiada henti untuk dapat melumpuhkan makhluk hitam itu...


Dan Malee asli yang berdiri menyaksikan itu, ia segera mengangkat tangannya keatas lalu seketika itu percikan cahaya mengkilat - kilat diatas angkasa menyambar sosok makhluk hitam tersebut.


Namun, ternyata Gondo tidak semudah itu dapat dilumpuhkan.


Makhluk itu masih bertahan dan kini dia balik menyerang Malee asli dengan kesaktiannya.


Sebuah sinar merah dari mata Gondo melesat mengarah kepada Malee, kemudian kilatan itu menghantam tubuh gadis itu hingga terpental dan Malee menjerit kesakitan...


"Akh......!!!!"


Malee terpekik kemudian ambruk tersungkur.

__ADS_1


*****


( BERSAMBUNG )


__ADS_2