
Didalam mimpi itu, sang ratu hadir membantu Elena yang sedang ketakutan.
Ketika pengaruh pelet mimpi berusaha masuk ke alam bawah sadar Elena, disaat itu pula ia mendapat suatu kekuatan energi yang cukup dahsyat.
Elena bisa terbebas dan langsung terbangun dari mimpi buruk tersebut.
Elena berkeringat basah dengan jantung yang berdegup kencang.
Dia merasa ketakutan mengingat mimpi yang baru saja di alaminya.
Hampir saja Elena di jamah secara beringas oleh sosok asing yang memiliki wajah samar.
Elena tidak tahu dan dia tidak bisa melihat dengan jelas kalau pemilik wajah itu adalah Bram, manager di perusahaan tempatnya ia bekerja.
Elena juga teringat sosok wanita berpakaian ratu yang sangat cantik.
Dialah yang telah menolong dan membantu menjaga dari tangan jahil sosok lelaki asing tersebut, hingga akhirnya ia terbangun...
***
Beberapa hari terakhir ini, Elena sering sekali mendapat teror ghoib yang membuatnya jadi merasa tidak nyaman.
Baik itu sekelebat bayangan yang selalu saja mengganggu aktifitasnya, ataupun sebuah mimpi yang beberapa kali hampir membuat dirinya disetubuhi oleh sosok lelaki.
Elena merasa bingung dan juga tidak habis pikir, apa sebenarnya yang kini sedang terjadi pada dirinya.
Tanpa disadari oleh Elena, Malik Muneer yang memperhatikan gadis cantik itu didepan pintu ruang kerjanya menghampiri Elena yang asyik melamun tanpa memperdulikan siapapun.
" Eh'em...!"
Malik berdehem saat mendekat gadis cantik yang tersentak saat melihat dirinya saat itu.
"Eh, Tuan Malik... Maaf, Tuan..!"
Sapa Elena sedikit gugup, karena ia baru sadar kalau diruang kerjanya ternyata sudah ada Malik Muneer.
"Kenapa koq melamun, apakah kamu sedang ada masalah.?"
Tanya Malik menatap wajah Elena.
"Tidak, Tuan Malik... I'm Fine..!"
"Sepertinya ada sesuatu yang menggangu pikiran kamu, saya lihat nampaknya kamu lelah. Sebaiknya kamu istirahat saja, Elena.."
"Oh, Tidak. Tidak apa - apa. Tuan, Maafkan saya kalau pekerjaan saya belum selesai."
"Okay, No Problem..."
Jawab Malik Muneer dengan santai.
"Kamu ikut keruangan saya.!"
Ajak Malik Muneer seraya berlalu dan menuju ruangannya.
__ADS_1
"Baik, Tuan."
Elena mengikuti langkah Boss nya dari arah belakang.
Setelah diruangan kerjanya, Malik Muneer lalu mempersilahkan Elena duduk di sofa.
"Apakah ada sesuatu hal yang ingin Tuan sampaikan kepada saya.?"
Tanya Elena dengan serius.
"Iya... Elena. Saya memanggil keruangan kerja saya karena ada sesuatu hal yang saya ingin tanyakan sama kamu."
"Maaf, tentang apa, Tuan.? Mungkin saya bisa membantu Tuan.!"
Ujar Elena antusias penuh rasa penasaran.
"Ini bukan masalah pekerjaan, Elena. Tapi...
Ini menyangkut Privasi. Sebab itulah saya ajak kamu keruangan saya, dan saya tidak ingin karyawan lain mendengar dan tahu apa yang kita bicarakan."
Elena faham apa yang ingin di bicarakan Boss perusahaan tersebut, namun ia belum tahu apa yang akan disampaikan Boss nya itu.
Mungkin suatu rahasia yang mungkin perlu disampaikan dan mempercayakan kepada dirinya sebagai teman curhatnya, begitulah pikiran yang ada dibenak Elena.
"Elena, maaf saya mau tanya sama kamu. Apa kamu punya saudara kembar.?"
Tanya Malik yang seketika membuat Elena sedikit terhenyak dengan pertanyaan Boss nya yang diluar dugaannya tersebut.
Untuk apa Tuan Malik Muneer dengan secara tiba - tiba saja bertanya seperti itu, ? Sungguh membuat hati Elena semakin bingung serta timbul rasa penasaran.
Sahut Elena balik bertanya, ia tidak langsung menjawab pertanyaan sang pengusaha itu.
"Tidak apa - apa, hanya ingin tahu saja benar atau tidak kalau kamu ini memiliki saudara kembar dan tolong jawab dengan jujur.!"
Ujar Malik Muneer dengan serius menunggu jawaban dari sang gadis cantik yang begitu mirip dengan anak asuhnya tersebut.
"Iya, Tuan. Saya punya seorang adik, dan kami saudara kembar. Tapi, saat usia kami 7 tahun kami terpisah karena suatu musibah. Natasha terseret gulungan ombak dan menghilang. Sampai detik ini jasad Natasha tidak pernah ditemukan. Tapi kami berusaha untuk bisa mengikhlaskan kepergian Natasha selama - lamanya, meski terasa berat bagi kami untuk bisa melupakan kejadian itu. 15 tahun silam kejadian ini telah kami kubur kenangan kami sekeluarga, namun Natasha selalu berada di dalam hati kami."
Tutur Elena dengan meneteskan air mata nya,
Ia tertunduk lesu dan perasaannya kembali terkenang bayangan saat mereka bersama di pantai bercanda ria penuh kebahagiaan.
"Maafkan saya, Elena. Saya tidak bermaksud untuk membuat dirimu sedih dan menangis atas pertanyaan saya."
Ucap Malik Muneer sambil mengangkat wajah Elena yang ketika itu sedikit tertunduk.
"Tidak apa - apa Tuan,!"
Balas Elena sambil menyeka air matanya.
Ternyata benar dugaannya bahwa anak asuh nya memiliki saudara kembar dan masih utuh memiliki keluarga.
Sebenarnya Malik sedikit tersentak saat dia mendengar penuturan dari Elena, Namun dia berusaha tenang dan tidak ingin memperlihat kan raut wajahnya yang terlihat seperti kaget.
__ADS_1
Malik Muneer sangat yakin sekali dan tidak salah ia bertanya tentang keluarga Natasha.
Bahwa apa yang selama ini dialami Natasha, sebuah musibah dan ujian berat bagi putrinya yang ia rawat selama ini.
Sekian lama mereka jauh dan terpisah dari keluarganya.
"Maaf Tuan, Sebenarnya ada apa hingga Tuan Malik bertanya seperti itu.?"
Tanya Elena mengulang pertanyaannya yang belum sempat ia fahami maksud dari sultan pengusaha tersebut menanyakan hal dirinya dan keluarganya.
"Saya ingin membuka suatu rahasia kepada kamu Elena, tapi kamu harus tenang dulu ya.
Jika semua ini benar, saya akan ikhlas untuk menerima kenyataan ini."
Ucap Malik Muneer sambil menarik nafasnya dan berusaha untuk tenang dalam membahas masalah ini.
"Maksud Tuan, saya masih belum mengerti.?"
Elena semakin penasaran menunggu semua penjelasan dari Malik.
"Natasha masih hidup...!"
Ucap Malik Muneer dengan tegas, seketika Elena tercengang rasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari mulut sang pemilik perusahaan itu.
"Hahhhh....!!!"
"Tuan jangan bercanda, Please..."
"Saya sedang tidak bercanda, semua ini benar dan Natasha masih hidup.!"
"Ya Tuhan... ! Benarkah itu,? Dimana Natasha Tuan, Apakah Tuan tahu keberadaan Natasha. Tolong beritahu saya Tuan,"
"Sabar Elena, dia baik - baik saja. Saya berjanji akan mempertemukan Natasha pada kalian."
"Tidak pernah kami sangka sebelumnya, dan kami akan sangat berterimakasih pada Tuan Malik yang telah baik hati kepada kami."
"Iya, ceritanya sangat panjang, saya juga ingin bertemu dan akan menceritakan semuanya pada orang tua kalian. Biar mereka tahu dan tidak salah faham tentang semua ini. Oh,ya... Apa Natasha memiliki tanda lahir dipunggung bergambar segitiga mirip piramida.?"
"Iya, Benar Tuan. Natasha memiliki ciri tanda lahir dipunggung nya.!"
Sahut Elena bersemangat dan hatinya penuh rasa haru dan kebahagiaan yang sangat tidak terhingga meskipun saat itu Elena belum bisa melihat wajah Natasha.
Kini semakin kuat keyakinan Malik Muneer, apalagi setelah Elena menunjukan beberapa fhoto mereka berdua saat mereka kecil.
Mata Malik Muneer tidak berkedip saat dia melihat fhoto wajah Elena dan Natasha.
Tidak lama kemudian, Elena yang dibuat jadi tercengang oleh Malik Muneer saat membuka galeri smartphone nya dan menunjukan fhoto gadis cantik yang memiliki wajah yang sama dengan dirinya...
"Natasha....!!!"
Seru Elena dengan penuh riang gembira, dia tersenyum melirik kearah Malik Muneer.
Sang pengusaha sukses itu mengangguk dan membalas senyum Elena dan mengisyaratkan raut wajah yang ikut merasakan kebahagiaan.
__ADS_1
*****