PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
TERJEBAK AKIBAT INGIN MENJEBAK


__ADS_3

Malee Lawana sudah siap melakukan tugas dari Elena dan Natasha.


Malam itu mereka berangkat menuju Pattaya, dan menyewa kamar disalah satu hotel kota tersebut.


Segalanya sudah dipersiapkan dengan baik, Malee akan berakting untuk mendekati Bram sesuai rencana Elena dan Natasha.


Semua data, termasuk fhoto Bram sudah di kantongi Malee untuk mempermudah dalam aksi penyamaran tersebut.


Malee berkeliling Pattaya dengan kendaraan mewahnya yang ia sewa dari salah satu rich man dikota tersebut.


Sebuah mobil mewah yang bernilai puluhan milliar itu menjadikan Malee nampak terlihat seperti gadis tajir atau putri sultan.


Malee mengunjungi beberapa night club dan juga cafe untuk memastikan bahwa Bram ada disana.


Sesuai petunjuk Elena, bahwa sosok lelaki itu gemar bersenang - senang dan berfoya - foya dan menghabiskan waktu untuk minum dan menikmati tubuh para wanita cantik.


Bram sangat suka berfantasi dengan gadis cantik yang baru, serta memiliki tubuh molek dan seksi.


Lelaki itu mudah goyah dengan kecantikan dan keindahan tubuh seorang wanita apalagi gadis yang masih belia.


Bram akan menjadikan mangsa setiap kali dia mendapat barang baru yang lebih cantik dan lebih hot untuk memuaskan nafsu birahinya.


***


Sudah 2 malam berlalu, Malee Lawana keluar dan menyisir hingga pinggiran kota Pattaya. Namun ia belum juga menemukan sosok pria yang bernama Bram itu.


Rupanya dia sedang asyik memuaskan hasrat birahinya dengan Jane Saeng Dao yang selalu memberi kepuasan diatas ranjang.


Tiada hari berlalu tanpa kenikmatan, itulah yang dilakukan Bram bersama Jane.


Tentu saja diluar pengetahuan Angel dan dia selalu memberikan obat tidur kepada Angel hingga wanita itu sering tertidur pulas berjam - jam, tentu saja saran ini atas perintah Jane supaya mereka bisa leluasa untuk melakukan making love.


Jane sepertinya sudah terjerat dan terpikat oleh pengaruh pelet cincin genderuwo yang dipakai Bram, sehingga gadis itu selalu saja ketagihan dan ingin dipuaskan oleh Bram.


Bahkan Jane sangat mencintai Bram dan tak ingin jauh dari sosok lelaki itu sedikitpun.


Namun perasaan hati seorang Bram tak sama dengan apa yang dirasakan Jane.


Bram hanya butuh kepuasaan saja dan bukan perasaan cinta.


Dia hanya memanfaatkan kenikmatan tubuh sang gadis itu demi memenuhi kebutuhan hasrat kelelakiannya saja.


Selama mengenal sosok lelaki bernama Bram ini, Jane Saeng Dao tidak pernah menerima lagi panggilan dari para pelanggannya.


Meskipun ditawari dengan bayaran dengan tarif yang cukup mahal dari biasanya.


Primadona tercantik di kota Pattaya ini sudah mengatakan kepada Bram untuk berhenti dari pekerjaannya yang ia jalani selama ini.


Dia berniat untuk tidak lagi menjual tubuhnya kepada lelaki hidung belang diluaran sana.


***


Dimalam ketiga, tanpa sengaja Malee Lawana bertemu dengan sosok Bram dijalan, ketika ia akan menuju arah pulang ke hotelnya.

__ADS_1


Tiba - tiba mobilnya mendadak mogok, ketika itu pula Bram melintas didepan mobilnya.


Bram kemudian menghampirinya, dan ketika itu Malee segera keluar dari mobilnya karena ia pun merasa beruntung sekali bisa bertemu dengan sosok pria yang ia cari.


"Kenapa dengan mobilnya, Nona..?"


Tanya Bram menatap wajah Malee Lawana.


Setelah memastikan secara seksama dan itu ternyata Bram, Malee merasa senang dengan kejadian yang tanpa disengaja tersebut.


"Ini pria yang bernama Bram.?"


Gumamnya dalam hati, Malee memperhatikan penampilan sosok pria yang kini ada didepan matanya.


"Em, Iya nggak tahu nich tiba - tiba aja mogok.


Bingung dech, padahal mesin baik - baik saja dan bensin juga masih full.!"


Balas Malee yang kebingungan dengan mobil sedan mewahnya tersebut.


Bram memperhatikan keadaan mobil itu, lalu dia meminta ijin untuk menyalakan mobilnya.


Aneh sekali, seketika itu mobil Malee kembali menyala setelah di starter oleh Bram.


"Terimakasih, Tuan.!"


Ucap Malee dengan perasaan senang.


"My name is Malee Lawana, from bangkok.!"


Balasnya sambil menjabat uluran tangan pria yang baru dikenalnya itu.


"Nama yang cantik, secantik orangnya.!"


Ujar Bram dengan penuh pujian, matanya tak berkedip memandang wajah dan tubuh gadis cantik dihadapannya.


Apalagi Malee nampak terlihat seksi dengan kaos ketat yang memperlihatkan bentuk buah dadanya yang bulat padat dengan bawahan memakai rok mini sebatas paha.


Bentuk tubuhnya sangat ideal, terlihat sangat sempurna dimata Bram.


Malee seorang gadis yang masih muda dan tentu saja sangat menggairahkan bagi lawan jenis yang memandangnya.


"Anda terlalu berlebihan memuji saya.!"


"Tidak, Kamu sungguh luar biasa. Muda dan sangat cantik. Perfect...!!!"


Lagi - lagi Bram memuji gadis itu.


"Oh, Tankyou...!"


Ucap Malee sambil tertawa kecil, sedikitnya hati Malee juga tersanjung sebagai seorang wanita saat mendapatkan pujian dari seorang lelaki.


Meskipun terlihat sudah berumur, Malee akui kalau Bram pria yang tampan dan gagah.

__ADS_1


Apalagi penampilannya yang begitu maskulin dengan gaya rambutnya seperti anak muda nampak terlihat seperti usia 30an...


"By the way, kamu mau kemana Malee...?"


Tanya Bram basa - basi.


"Aku mau pulang, tadi habis dari rumah teman dan tiba - tiba saja mobilku mogok, ehh nggak tahunya aku beruntung malah ketemu dengan pria tampan dijalan."


Jawab Malee sedikit memancing Bram.


"Kebetulan aku lewat sini, dan penginapanku tidak jauh dari sini, Koq. Bagaimana kalau kita mampir dulu dan kita minum wine bersama, untuk merayakan perkenalan kita.?"


"Oh, Boleh. Dengan senang hati.!"


Malee menyambut tawaran Bram, karena dia pikir ini adalah kesempatan dirinya untuk bisa dekat dengan pria itu. Dan sesuai rencananya, dia akan berpura - pura jatuh cinta pada Bram.


Mereka kemudian meluncur menuju sebuah hotel dengan mobil yang dikemudikan Malee.


Setelah memarkirkan mobilnya, Mereka lalu masuk kekamar hotel tersebut.


Mereka bersulang dan minum wine bersama, mereka merayakannya sebagai pesta kecil.


Bram tentu sudah merencanakan semuanya, sebelum dirinya mengajak Malee ketempat itu. Disanalah Malee terjebak oleh nafsu sang pria yang baru saja dikenalnya.


Dengan keadaan sedikit mabuk, Bram mulai mendekati dan menyentuh Malee Lawana.


Awalnya tentu saja gadis itu menolaknya dan sedikit berontak tatkala Bram menyentuh area ***********.


Namun tiba - tiba saja Malee menjadi terdiam dan membiarkan tangan Bram bergerilya saat dia ditatap dengan sorot matanya yang tajam seolah menembus kedalam jantungnya yang kian berdetak kencang.


Gadis itu semakin pasrah, seperti merelakan kalau tubuhnya di jamah sedemikian rupa.


Ada suatu energi yang mempengaruhi Malee malam itu, hingga dirinya jatuh dalam pelukan hangat Bram.


Malee sudah lupa dan seakan dia tidak sadar atas apa yang akan terjadi pada dirinya saat itu, dia larut dalam kenikmatan diatas ranjang yang membakar gairah.


Seketika tubuhnya terangsang hebat tatkala ia merasakan sesuatu bergerak di area intimnya dan suara rintihan pun mulai terdengar.


Malee kemudian menjerit seakan ia menahan sakit dengan menggigit bibir bawahnya ketika mahkota keperawanannya robek dan dibagian intimnya mengeluarkan darah.


Ternyata Malee benar - benar seorang gadis yang masih perawan.


Terbukti malam itu selaput dara Malee pecah dan dia menangis setelah dirinya menyadari kalau malam itu ia telah disetubuhi oleh pria yang baru saja dikenalnya.


Namun dia tidak bisa berbuat apa - apa ketika Bram kembali dengan beringas menggarap tubuh mulusnya.


Malee seolah terhipnotis dan menikmati apa yang dilakukan Bram malam itu.


Malee akhirnya tidak sadarkan diri, setelah ia disetubuhi beberapa kali oleh Bram.


*****


( BERSAMBUNG )

__ADS_1


__ADS_2