PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
MAYANG KENCANA VS NYAI KALA GENI


__ADS_3

Elena dibuat terkejut sekaligus takjub oleh pemandangan yang begitu indah didepan matanya.


Bagaimana tidak, selama dia berada di pulau itu, kali pertama dia melihat tempat sebagus dan seindah yang dia lihat ini.


Namun sang bunda ratu berpesan janganlah sampai terkecoh oleh tipu daya semua yang ada di tempat itu.


Mayang Kencana sudah mengetahui semua ini adalah kamuflase yang sengaja dibuat oleh siluman ular tersebut.


"Benar juga Bunda, selama aku disini tempat ini hanyalah hutan belantara dan rawa yang sangat menakutkan.!"


"Kita harus hati - hati dan waspada. Sebaiknya kita menjauh dulu dari tempat ini Elena, sosok ratu ular itu ingin menjebak kita...!"


"Iya, Bunda...!"


Mayang Kencana tidak mau melewati jalan taman yang di ciptakan oleh Nyai Kala Geni.


Mereka putar balik arah dan menjauh dari lokasi tersebut.


Entah apa yang akan dilakukan sang ratu ular itu dengan rencana yang telah dibuatnya.


Yang jelas Mayang Kencana mengurungkan niatnya untuk melewati tempat tersebut.


Dia mengajak Elena untuk mencari sebuah tempat yang aman untuk melakukan meditasi bersamanya.


"Ditempat itu, sudah banyak sekali pengawal ghoib si ratu ular, kita sebaiknya menghindar dulu dari kepungan mereka yang nanti akan memicu timbulnya pertempuran.!"


"Baik, Bunda...!"


Elena pun hanya mengikuti perintah Mayang Kencana tanpa banyak bertanya.


Setelah tiba disuatu tempat, mereka berdiam disana untuk melakukan meditasi.


Mayang Kencana memastikan dahulu semua yang ada ditempat itu dengan perhitungannya yang sangat jeli dan bijak dalam memutuskan segala tindakannya, agar bagaimana caranya dia mampu untuk melawan sang ratu siluman ular itu dan berhasil menyelamatkan Natasha dan Malee yang disandera di istana ghoib itu.


***


Mayang Kencana mengerahkan kekuatannya untuk mengembalikan keadaan sebenarnya di pulau itu, dalam sekejap sang ratu itu mampu merubah tempat itu kembali menjadi hutan dan rawa dengan kekuatannya.


"Dalam keadaan seperti ini kita lebih mudah menguasai tempat ini, dibanding tempat yang menampakkan keindahan namun membuat kita sulit untuk bersembunyi.!"


Ujar Mayang Kencana yang menatap lembut kearah Elena yang duduk terdiam saat itu.


Elena juga memikirkan nasib si kumbang, dia sangat sedih dan menyesal telah pergi untuk meninggalkannya dalam keadaan saat itu tak berdaya karena ambruk oleh hantaman sosok makhluk tinggi besar ketika itu.


Mayang Kencana mengetahui apa yang kini dipikirkan Elena, dia tersenyum melihat putri angkatnya sambil berkata.


"Elena sayang, bunda tahu isi hati serta apa yang sedang kamu pikirkan. Kamu tak perlu khawatir, sahabat hewan mu itu masih hidup dan sedang mencari mu..."


"Benarkah...??? Maksud bunda, si kumbang masih hidup.?"


Seketika wajah Elena terangkat dengan wajah bahagia yang terpancar karena begitu senang mendengar pernyataan dari sang bunda ratu ibu angkat ghoibnya tersebut.

__ADS_1


"Benar, dia masih hidup. Sebab itulah bunda kembalikan keadaan semula tempat di pulau ini menjadi hutan kembali, agar sahabatmu si kumbang bisa menemukanmu nanti.!"


"Terimakasih, Bunda... "


Ucap Elena dengan sumringah, hatinya lega setelah mendengar kalau si kumbang dalam keadaan masih hidup.


"Kekuatanku sedang mengarah kepadanya, agar si kumbang sahabatmu itu segera bisa menemukan kita disini.!"


"Baiklah Bunda, aku sangat rindu kepadanya. Dia hewan yang sangat baik dan setia.!"


Benar saja apa yang dikatakan bunda angkat Elena ini, tiba - tiba si kumbang muncul dari tempat mereka berada tengah menghampiri Elena dengan setengah berlari.


"Kumbang....!!!"


Seru Elena penuh kegirangan seraya bangkit dari duduknya menyambut si kumbang.


"Grrrrr..... !!!!"


Si kumbang langsung dipeluk oleh Elena yang begitu merindukan sosoknya.


"Syukurlah kamu selamat kumbang, maafkan aku telah meninggalkanmu...!"


Ucap Elena sambil mengelusnya dengan rasa kasih sayang dia mendekap erat si kumbang.


"Ini bunda ratu Mayang Kencana, salam dan hormat pada beliau.!"


Ucap Elena setelah melepaskan pelukannya.


"Terimakasih, Kumbang... Kau sahabat putriku ikuti dia dan jaga dia kemanapun dia pergi, aku sangat menyukaimu...!"


Ucap Mayang Kencana yang menatap kearah si kumbang yang menatap sang ratu, seakan hewan buas ini memahami bahasanya.


"Ada satu lagi yang akan membantu kita.?!"


Ujar Mayang Kencana sambil menoleh kearah Elena dengan tersenyum.


"Siapa, bunda...??"


Elena langsung bertanya dengan penasaran, siapa lagi yang akan membantu mereka.


Gadis itu pun menatap lekat wajah bunda ratu penguasa ghoib itu menunggu jawaban yang mengusik benaknya tersebut.


"Cincin yang kau rampas dari orang bernama Bram. Cincin itu dihuni oleh sosok jin fasiq berwujud genderuwo, tetapi dia akan patuh pada siapapun yang memegang cincinnya. Kenapa kau tidak memanfaatkan kekuatannya sayang..?"


"Ya ampun.... Aku benar - benar lupa akan hal itu, bunda...!"


Seru Elena yang menepuk keningnya sendiri, dia baru sadar kalau cincin itu ada di kantong saku celananya dan selama pulang dari kota Pattaya, Thailand hingga sampai berlibur ke Villa, cincin itu selalu dibawanya dalam kotak kecil dan dikantongi di saku celana jeans nya.


Di langsung merogoh saku celana depannya, dan mengeluarkan sebuah kotak kecil yang terdapat cincin didalamnya.


"Ini Bunda..."

__ADS_1


Elena lalu menyerahkan kotak kecil itu kepada bunda angkatnya.


Mayang Kencana menerima kotak itu lalu dia membukanya.


Seketika itu juga sosok mahkluk tinggi besar dan hitam berbulu itu muncul dihadapan sang ratu, setelah wanita cantik dari alam ghoib ini memanggilnya.


Hahahaha....!!!!


Suara gema tawa makhluk itu menggetarkan tempat disekitarnya.


Gondo keluar lagi setelah sekian lama dirinya terkurung didalam cincinnya tersebut.


Namun kali ini dia tunduk hormat dihadapan sang ratu penguasa ghoib itu.


"Salam hormatku ratu penguasa ghoib.!"


Ucap Gondo dengan merunduk.


"Terimakasih, atas penghormatan mu.!"


Balas Mayang Kencana mengangguk.


"Dia adalah putri angkat ku, berikan hormat kepadanya dan patuhi segala perintahnya.!"


Lanjut Mayang Kencana memerintahkan sang makhluk tinggi besar itu agar hormat kepada Elena dan mematuhinya.


"Salam hormat hamba, tuan putri, "


Ucap Gondo dengan merunduk penuh rasa hormat.


Dia seolah menjadi lupa bahwa dia pernah berkolaborasi dengan sang majikannya yang dahulu, Bondan dan Bram.


Tidak sedikitpun sosok makhluk itu ingat kalau dirinya pernah mengincar Elena dan berusaha menangkapnya atas perintah Bram.


"Kenapa dia tidak mengenaliku,?"


Gumam Elena dalam hatinya yang merasa aneh dan bingung saat sosok menyeramkan itu memberikan hormat padanya.


Namun diluar itu, dia merasa bangga karena dia mampu memerintahkan makhluk tinggi itu sekehendak hatinya, dan tidak akan merasa ketakutan lagi dengan sosok bernama Gondo ini. Dibawah perintahnya makhluk itu akan membantu dirinya untuk melawan kekuatan pasukan ratu siluman ular.


"Baiklah, sekarang kau boleh masuk kembali kedalam cincin ini. Jika aku memerlukan mu maka kau hadirlah dan bantu putriku. Cincin ini akan aku serahkan kepada tuan putri mu, Elena. Ingat, patuhi apapun perintahnya...!"


"Baiklah...Saya permisi.!"


Wus....!!!


Dalam hitungan detik, sosok genderuwo itu lenyap dan masuk kembali kedalam wujud media cincin sakti yang kini sudah di pegang oleh Elena...


*****


( BERSAMBUNG )

__ADS_1


__ADS_2