PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
KEKACAUAN DI ISLAND OF BEAUTY


__ADS_3

Badai angin menerpa Island Of Beauty yang seketika itu menghancurkan sebagian tempat wisatawan dan beberapa Villa.


Awan hitam menutupi langit biru yang semula cerah berbintang di malam itu.


Kekacauan pun terjadi setelah hadirnya Raja Ular beserta Ratu Cakra Geni dan juga Nyai Kala Geni dan para pasukannya.


Mereka memporak porandakan semua yang ada disana, termasuk telah membuat tewas beberapa pengawal dan Bodyguard si kembar yang dititipkan oleh Malik Muneer...


Si kembar dibuat sibuk bersama yang lainnya untuk menyelamatkan para wisatawan juga termasuk para pengawal dan bodyguard yang masih tersisa untuk segera bersembunyi.


Letusan senjata api dari para bodyguard ini tentu saja tidak berarti apa - apa bagi pasukan yang dipimpin oleh sang Raja Ular ini, karena mereka dari sosok bangsa ghoib.


Kerusakan terjadi dimana - mana, banyak dari mereka tergeletak menjadi korban keganasan amukan para bangsa ghoib ini.


Bagi mereka semua penghuni dan wisatawan yang selamat berkumpul disuatu tempat yang dipimpin dan dilindungi oleh si kembar Elena dan Natasha beserta para pengikutnya.


Setelah mengamankan semuanya, kemudian mereka bergerak menuju arena dimana para pasukan ghoib berada dan kini mereka telah berhadapan langsung dengan sang Raja Ular beserta yang lainnya.


Si kembar dan pasukannya merangsak maju untuk menyerang dan membabat habis para pasukan dari Raja Ular ini, sementara Ibunda Ratu Mayang Kencana, Syekh Barkah, Putri Ayu menghadapi Raja Ular, Ratu Cakra Geni dan Nyai Kala Geni.


Serangan demi serangan saling menghantam diantara mereka yang terus melancarkan ilmu kesaktiannya.


Mereka mengadu kekuatan, bertempur secara bangsa ghoib yang mengakibatkan timbulnya kerusakan dan kehancuran secara nyata.


Dalam beberapa waktu mereka masih saling bertahan dan sama - sama kuat, Raja Ular yang menghadapi Syekh Barkah masih tetap mampu mengimbangi kekuatan sosok ghoib Raja Jin yang sudah kembali daya kekuatan serta kesaktiannya.


Begitu pula dengan Ratu Mayang Kencana, yang menghadapi Ratu Cakra Geni mereka saling unjuk kesaktian termasuk Nyai Kala Geni dan Putri Ayu yang bertempur dengan dahsyatnya di ketika itu.


Setelah beberapa lama kemudian, akhirnya si kembar dan Nyai Dewi Rasti berhasil dalam melumpuhkan para pasukan Raja Ular yang di bantu oleh para dayang yang tersisa saat itu.


Semua pasukan yang dikerahkan oleh Raja Ular tumbang semua dan binasa, kini mereka bersiap untuk membantu menyerang sosok para pimpinan siluman ular tersebut.


Sepertinya, Putri Ayu tengah kewalahan saat menandingi kesaktian Nyai Kala Geni hingga dia tersungkur dan ambruk sebelum sempat Elana dan yang lainnya menolong dirinya.

__ADS_1


Putri Ayu terkena pecutan cambuk api dari Nyai Kala Geni, hingga terkapar saat itu juga.


"Putri Ayu... !"


Teriak Ratu Mayang Kencana, seketika Ibunda dari Putri Ayu ini terkejut saat melihat putri kesayangannya jatuh terkapar.


Kesempatan ini tentu saja tidak di sia - siakan oleh Ratu Cakra Geni yang seketika langsung menghantam punggung Ratu Mayang hingga jatuh tersungkur.


"Bunda....!"


Elena dan Natasha segera menghampirinya dan segera melindungi Ratu Mayang Kencana yang saat itu hampir mendapatkan serangan susulan dari Ratu Cakra Geni.


Nyai Dewi Rasti dan Rangga Pati berusaha melindungi si kembar yang sedang menuntun Ratu Mayang Kencana.


Mereka berdua menghadang Ratu Cakra Geni dan Nyai Kala Geni yang terus menyerangnya bertubi - tubi.


Kedua Ratu Siluman Ular itu semakin ganas dan kejam dalam menyerang musuhnya dan sepertinya sudah tidak memberikan ruang kesempatan kepada mereka semua untuk segera di binasakan...


Nyai Dewi Rasti tumbang setelah terkena oleh serangan-serangan dari ajian sakti Ratu Cakra Geni yang begitu kuat, Dayang ini belum bisa menandingi kesaktian Ratu Siluman Ular itu.


Setelah mengamankan Ratu Mayang Kencana dan Putri Ayu, Elena dan Natasha kembali dan membantu Rangga Pati dalam melawan sang Ratu Siluman Ular yang keduanya begitu sakti dan sulit untuk dikalahkan.


Sementara Syekh Barkah, semakin terdesak oleh serangan Raja Ular alias Raja Aji Rogo.


Beberapa kali Syekh Barkah terkena pukulan tenaga dal dari Raja Ular ini yang membuat Syekh Barkah sempoyongan dan hampir saja terjatuh, beruntung Rangga Pati gesit segera beralih posisi untuk menjaga syekh Barkah dan membantu untuk menangkis serangan Raja Ular...


"Tuan Syekh tidak apa - apa.?"


Rangga Pati sedikit khawatir melihat kondisi Raja Jin muslim yang sepertinya kehabisan tenaga.


"Hahaha....,,, Kalian tidak akan mampu untuk menghadapi kami, kalian bersiap untuk kami binasakan sekarang juga.!"


Seru Raja Ular yang tergelak tawa begitu puas melihat lawannya tumbang satu persatu.

__ADS_1


Rangga Pati segera menuntun Syekh Barkah yang terluka agar menjauh dari Raja Ular.


"Sebaiknya Tuan Syekh istirahat dulu, tenaga dalam Syekh harus fokus dibangkitkan dulu untuk mengobati luka dalam ini, biarkan saya yang menghadapi si Raja Ular itu. Setelah pulih kita serang bersama - sama lagi..."


Syekh Barkah mengangguk, kemudian duduk meditasi untuk membangkitkan tenaga dalam dan kesaktiannya guna mengobati lukanya.


Kini Rangga Pati kembali untuk menyerang Raja Ular, mereka bertempur habis - habisan saling mengeluarkan kesaktiannya.


Namun, Rangga Pati bukanlah tandingannya si Raja Ular.


Syekh Barkah saja dibuat terluka, apalagi dia yang ilmunya di bawah Syekh Barkah dengan beberapa serangan saja Rangga Pati dibuat ambruk.


Namun meskipun begitu, Rangga Pati tidak pernah menyerah, dia bangkit lalu menyerang dan jatuh kembali hingga tubuhnya dibanting dan terpental beberapa kali hingga kepalanya terkena benturan pohon hingga pohon itupun ikut tumbang dan hancur.


Hanya dengan tiupan angin mulut Raja Ular, Rangga Pati dibuat terhempas seperti kapas yang melayang hingga kembali membentur pohon yang kemudian tersungkur ditanah.


Kejadian itu beberapa kali terjadi padanya dan tanpa menyerah juga, Rangga Pati berusaha untuk bangkit dan melawan kembali.


Jangankan melindungi si kembar, dirinya saja tidak mampu menghadapi si Raja Ular.


Dia khawatir dengan keadaan Elena, Natasha yang kewalahan melawan si Ratu Cakra Geni dan Nyai Kala Geni.


Dalam kesempatannya, Rangga Pati segera merubah wujud kembali ke wujud sosoknya yang asli berbadan tinggi besar dan berbulu hitam dengan matanya yang menyala merah.


Sosok Genderuwo itu secepat kilat melesat merebut Cambuk Api Nyai Kala Geni yang pada saat itu hampir saja mengenai Elena.


Rangga Pati mengaung keras sangat emosi dan seketika menarik Cambuk Api tersebut hingga terlepas dari tangan Nyai Kala Geni.


Setelah mendapatkan Cambuk Api itu, sosok Rangga Pati segera menarik Elena dan juga Natasha dengan cepat mundur ke belakang untuk segera menjauh dari musuhnya.


Demi keselamatan mereka berdua, Rangga Pati dalam wujud Genderuwo ini langsung berdiri didepan si kembar melindungi Elena dan Natasha...


*****

__ADS_1


( BERSAMBUNG )


__ADS_2