
Rico putar arah kembali menuju rumah yang sebenarnya baru saja ia singgahi barusan.
Namun dia tidak tahu kalau alamat yang dia tuju itu adalah rumah Tuan Malik Muneer.
Dia sedikit kaget setelah sampai dilokasi itu, pasalnya ia barusan saja dari sana.
Rico memasuki kawasan rumah elite sesuai alamat yang diberikan.
Dia terkejut saat mobilnya sudah berada tepat di gerbang pagar besi tinggi itu.
"Ini kan rumah si cewek tadi.???"
Rico tertegun sebelum menyalakan klakson mobilnya.
"Berarti dia adalah putrinya tuan Malik...???"
Gumam hatinya, kemudian ia menyalakan klaksonnya dan pintu pagar besi tersebut tak lama dibukakan oleh salah seorang security.
Setelah memarkir mobilnya, Rico kemudian menuju pintu rumah utama yang sudah dari tadi disambut oleh sang Ayah.
"Aku tadi habis dari sini, makanya aku telat.!"
Bisik Rico dengan suara yang sangat pelan.
"Benarkah...??"
"Nanti saja Rico ceritain."
Mereka kemudian masuk dan duduk diruang tamu dan disana ada Malik Muneer.
"Perkenalkan ini putra saya, namanya Rico.!"
"Rico Damara... "
"Senang bisa kenal sama kamu. Oke silahkan duduk.!"
Ucap Malik Muneer yang menyambut uluran tangan Rico dan berjabat.
Kemudian Malik pun mempersilahkan kepada tamunya untuk duduk.
Natasha turun dari tangga kamarnya dan dia tanpa sengaja mendengar perbincangan sang papah dengan tamunya.
Begitu sudah turun ia mengintip dekat ruang tamu, saat melihat Rico ada disana Natasha sedikit kaget.
"Rico.! Kenapa dia ada disini lagi.? Lalu siapa pria di sampingnya.? Apakah dia papahnya? Kenapa aku jadi kepo sich...?!"
Bisiknya dalam hati sambil memperhatikan kearah lelaki tampan itu.
"Bagaimana, sepakat...?"
Tanya Malik Muneer setelah menjelaskan visi dan misi tentang perusahaannya.
"Saya sepakat, Tuan.!"
Jawab Rico dan Ayahnya, mereka menyetujui lalu menandatangani surat perjanjian kerja sama dengan perusahaan Malik Muneer.
"Terimakasih.!"
Ucap Malik Muneer dengan tersenyum.
"Hai, ngapain kamu.!"
Tiba - tiba Natasha dikejutkan oleh Elana dari belakang sampai ia tersentak kaget.
"Kakak, ngagetin aja. pelan - pelan takut nanti terdengar mereka, malu."
__ADS_1
Ujar Natasha sambil mengisyaratkan telunjuk di bibirnya agar sang kakak jangan berisik.
"Itu Rico ada disini...?"
"Iya makanya tadi aku penasaran, Kak.. !"
"Ngapain dia kemari lagi.?"
Ujar Elena merasa penasaran sambil menatap kearah Rico yang sedang serius membahas kerjasamanya.
"Sepertinya dia ada kerjasama, Kak.. Dengan Daddy membahas soal bisnis.!"
Sahut Natasha dengan suara berbisik melirik kearah sang kakak.
"Oohh... "
"Udah yukk kita ke belakang, nggak enak disini nanti ketahuan kalau kita ngintip.!"
"Iya, Kak...!"
Kemudian mereka pun berlalu meninggalkan tempat itu, dan menuju keruangan dapur...
"Kalau begitu saya pamit, Tuan. Terimakasih dan semoga kerjasama kita berjalan dengan baik."
Robby Damara dan Rico kemudian berdiri dari sofa nya, setelah berjabat tangan mereka lalu diantar oleh Malik sampai ke depan pintu.
"Permisi, Tuan. Terimakasih.!"
Ucap Rico yang di balas senyum mengulas dari bibir sang pengusaha itu.
"Oke, sama - sama. Hati - hati Pak Robby.!"
Seru Malik sambil melambaikan tangannya menatap kearah mobil yang dikemudikan oleh Rico yang berlalu meninggalkan rumahnya...
***
David akan pergi bersama Sasmita dan akan tinggal beberapa waktu disana untuk ritual menguasai ilmu pelet.
"Oke, Pak Sasmita .Besok pagi saya jemput didepan hotel.!"
"Siap Bung David, saya tunggu ya, Jam 8.!"
"Siap, Pak.!"
Kemudian David mengakhiri sambungan dari panggilan ponsel tersebut.
Dia akan mempersiapkan diri dengan bekal sisa tabungannya yang ada.
"Tabunganku semakin menipis, cukup nggak ya kira - kira selama aku berada disana.?"
Gumamnya sambil mengecek saldo tabungan via aplikasi M-Banking nya.
"Ah gampang kalau tidak cukup, aku jual saja mobilku, dan aku belikan mobil second yang harganya murah. Kalau aku sudah berhasil dan mendapatkan Angel kembali, aku bisa beli lagi mobil baru yang mewah.!"
Gumamnya dalam hati, David tidak mau ambil pusing. Terpenting sekarang dia fokus pada tujuannya agar bisa tercapai dengan hasil yang maksimal dan benar - benar dia mampu membuktikan kalau dia bisa berhasil.
"Besok, kan aku sudah berangkat. Dan disana aku fokus untuk menguasai ilmu pelet dari Pak Sasmita tentunya aku tidak bisa untuk bersenang - senang. Sebaiknya sekarang aku nikmatin dulu malamku dengan ditemani cewek cantik agar otakku fresh dan tubuhku bisa rileks."
David tidak ingin melewati malam itu dengan menganggur begitu saja. ia memanfaatkan waktu dan kesempatan sebelum ia berangkat besok pagi.
Dia membooking wanita cantik melalui kontak yang ia hubungi untuk menemani dirinya tidur dikamar hotel tersebut.
Menjelang malam, tepat jam 9 pintu kamar itu diketuk oleh seorang wanita cantik dan seksi.
David segera membukakan pintu kemudian mempersilahkan wanita itu masuk.
__ADS_1
"Silahkan duduk.!"
Terimakasih, Mas...!"
Ucap Dea, yang pernah dibooking oleh David beberapa hari lalu.
Pantas saja wanita itu tidak terlihat canggung karena rupanya Dea sudah mengenal David.
"Full Service and Full Time ya... Aku bayar 2x lipat malam ini, yang penting kamu melayani aku sampai puas dan nanti kamu pulang pagi. Kamu tidur disini nemenin aku..."
"Oke, Deal... 20 juta. ya...?"
Ucap Dea sambil tersenyum nakal.
"Oke, Deal.! Uang nya aku TF saja sekarang."
Hanya hitungan detik, 20 juta sudah masuk ke rekening Dea. Wanita itu nampak tersenyum puas saat mengecek saldo M-banking nya.
"Sudah masuk sayang, Makasih..."
"Seperti biasa, tanpa pengaman ya..?"
Ucap David sambil mendekati bibir Dea lalu menciumnya dengan penuh nafsu.
"Hem, sudah kebelet ya..? Hehee.. Sabar dulu ah, kita minum dulu yukk...?"
Ucap Dea melepaskan ciumannya.
"Boleh... Yukk.!"
Balas David, lalu ia meraih sebotol minuman luar negri itu kemudian menuangkan ke gelas yang sedari tadi sudah ia siapkan.
Mereka pun minum sambil diselingi dengan sentuhan - sentuhan ringan yang membuat tubuh mereka berdesir halus.
Dea memang wanita panggilan kelas atas, tarifnya diatas 5 juta untuk short time atau sekali main.
Harga itu memang sesuai dengan pelayanan serta kecantikan yang dia miliki.
Tubuhnya mulus serta memiliki lekuk tubuh yang indah dan seksi.
Wanita berkulit putih ini juga memiliki buah dada yang ideal. Bentuknya bulat juga padat dan terlihat menantang hasrat.
Rambutnya pirang, ikal bergelombang serasi dengan wajahnya yang cantik dan imut.
Tidak heran kalau Dea dalam sehari saja bisa mendapat job dengan omset puluhan juta.
Disamping tarif kelas atas, juga Dea sering di booking oleh para lelaki hidung belang. Seperti David yang selalu menyalurkan hasrat birahinya untuk mendapat kenikmatan serta kepuasaan.
"Buka donk sekarang, aku ingin melihat tubuh seksimu sayang..."
Ucap David yang sudah semakin bergairah.
"Iya, sayang..."
Dea berdiri tepat didepan David yang masih duduk di sofa nya.
Satu demi satu, secara perlahan pakaian Dea pun mulai terlepas dari tubuhnya.
David menatap dengan mata liarnya, sungguh pemandangan yang sangat indah ketika itu.
Apalagi tubuh Dea yang begitu memikat dan mempesona...
Beberapa kali, David pun menelan saliva...
*****
__ADS_1
( BERSAMBUNG )