PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
Istana Ratu Cakra Geni


__ADS_3

Ratu Mayang Kencana bersama putri-putrinya berlanjut dalam pencariannya.


Namun mereka tak sadar kalau saat itu ada beberapa pasang mata mengintai mereka.


Ketika melewati portal ghoib mereka berhenti, kemudian Elena membuka kekuatan tembus pandangnya.


Kekuatan mata Elena membuka hijab ghoib yang tertutup dan akhirnya dia pun mampu melihat sebuah kerajaan megah disana.


Namun ketika itu, beberapa dayang pengawal sang Ratu Cakra Geni yang sedari tadi telah mengikuti dan mengintai mereka tidak lama kemudian keluar lalu menghadang mereka.


"Berhenti...!"


Seru salah seorang dayang itu.


Mereka menoleh kearah suara tersebut, dan dalam sekejap saja mereka sudah terkepung oleh pasukan ratu Cakra Geni.


"Tangkap mereka...!!"


Perintah pemimpin dari mereka.


"Bersiap... Dan hati - hati.!"


Ucap Mayang Kencana, yang langsung ambil posisi waspada untuk menyerang.


Pertempuran pun terjadi seketika tanpa bisa di elakkan lagi.


Elena melesat dan melompat sambil meraih cincinnya dan memanggil Gondo, si makhluk genderuwo yang sudah menjadi pengikutnya tersebut untuk membantu mereka.


Gondo seketika keluar ikut bertempur saling menghantam dan menerjang.


Para dayang itu cukup sulit ditaklukkan juga rupanya, setelah beberapa lama kemudian mereka saling bertahan dan menyerang tanpa diduga sang Ratu Cakra Geni datang dengan menghembuskan asap.


Dengan sekali lemparan jala sakti milik Ratu Cakra Geni, mereka seketika masuk kedalam perangkap jala sakti tersebut.


Hanya Putri Ayu Kencana beserta Elena yang dapat lolos saat itu, karena ditarik oleh Gondo dan melesat jauh dari tempat tersebut.


"Kejar mereka, jangan sampai lolos...!!"


Perintah Ratu Cakra Geni.


"Baik, Nyai Ratu..."


Mereka kabur sejauh mungkin menghindari pengejaran para pasukan dayang yang terdiri dari jelmaan wanita - wanita cantik itu.


Namun rupanya Cakra Geni tidak mau mereka lolos begitu saja sehingga dia mengerahkan pasukannya semakin banyak untuk mengejar mereka berdua yang melarikan diri bersama Gondo...


Tiba di suatu tempat mereka pun lalu berhenti dan ternyata Elana dan Putri Ayu kembali lagi ke pulau kecil mereka.

__ADS_1


Namun para dayang itu pun menyusul kesana dan telah mengepung mereka bertiga.


Namun disini, kekuatan serta keajaiban Elena terbuka seketika saat gadis cantik ini dengan cepat memberi perintah dan menatap kearah mereka.


"Tunduk kalian semua kepadaku...!!!"


Seketika 20 dayang wanita ini langsung diam dan memberi hormat kepada Elena.


Dalam sekejap mereka terhipnotis kekuatan mata Elena yang menatap tajam.


Tanpa sadar dayang itu menjadi manut nurut sesuai perintah Elena.


Elena tersenyum puas karena dia berhasil menundukkan para dayang tersebut yang nantinya akan dijadikan pengikutnya sebagai pasukan yang akan menyerang kerajaan sang Ratu Cakra Geni.


Putri Ayu tertawa melihat para dayang itu kini terdiam semua, mereka serempak jongkok dalam penghormatan kepada Elena dan siap menunggu perintah sang gadis cantik itu.


"Kalian harus membantuku, dan ikuti segala perintahku. Mengerti...??!"


Ucap Elena.


"Siap, Mengerti tuan putri.!"


Jawab para dayang itu serempak.


"Bagus. Sekarang kalian menyebar dan jaga pulau ini.!"


Perintah Elena.


Mereka pun lalu menyebar setelah memberi hormat dengan melangkah mundur, kemudian


mereka berjaga mengelilingi seluruh area di pulau tersebut sesuai perintah dari Elena.


Sementara Elena dan Putri Ayu Kencana lalu masuk kedalam Goa tempat dimana mereka selalu beristirahat disana.


Sedangkan Gondo mengawasi dan menjaga di luar Goa memantau para dayang- dayang yang berbaris di beberapa titik area pulau itu.


***


"Bagaimana keadaan ibunda ratu, Natasha dan juga Malee ya...??"


Ujar Elena yang memikirkan keadaan Mayang Kencana dan temannya yang saat ini dalam tawanan Ratu Cakra Geni.


"Semoga baik-baik saja, aku yakin ibunda tak akan kenapa-kenapa. Dan tentunya disana ada Tuan Syekh... yang lebih dulu tertangkap oleh Ratu ular itu.!"


Sahut Putri Ayu yang duduk disamping Elena.


"Kita tidak usah tergesa-gesa untuk melawan mereka dan menyerbu istana nya, kita harus lawan mereka dengan cara yang lebih pintar lagi agar kita bisa mengalahkan mereka. Dan manfaatkan kekuatan telekinesis kamu untuk menaklukkan para pasukannya."

__ADS_1


Sambung Putri Ayu yang sedang menyusun rencana serta siasat yang lebih bagus lagi.


Mereka berdua harus bisa menyelamatkan Syekh Barkah, Ibunda Ratu dan Malee disana dengan cara mereka yang lebih cerdik lagi.


"Iya benar Putri, aku setuju. Kita akan susun rencana sebaik mungkin agar misi ini berjalan lancar dan kita mampu melawan mereka, tapi bagaimana dengan kesaktian Ratu Cakra Geni dia sangat hebat sekali, muridnya saja Nyai Kala Geni sangat sakti. Apakah kita sanggup melawan dia...??"


"Kita jangan menyerah, terpenting kita selalu waspada dan hati-hati. Apapun yang terjadi kita harus menghancurkan mereka dan juga harus bisa membebaskan Ibunda, Tuan Syekh Natasha dan Malee...!"


"Iya, Putri. Kita serang pasukannya dan cari kelemahan mereka semua. Setelah itu kita hadapi Ratu ular itu setelah membebaskan Ibunda dan yang lainnya..."


"Iya, aku setuju. Sekarang kita sudah memiliki pasukan, hehehe... Kita akan menambah lagi pasukan dari bangsa mereka, biar tahu rasa siluman ular keparat itu.!"


"Hahaha...Benar Putri.!"


Elena kemudian memanggil Gondo, makhluk itu akan diperintahkan untuk memantau dan melihat keadaan pulau milik Nyai Kala Geni.


"Gondo siap menerima perintah...!"


Ucap Gondo setelah dia masuk kedalam dan menghadap Elena.


"Coba kamu pantau dan lihat ke pulau misteri milik si ratu ular itu, aku ingin menguasainya. Kita jadikan markas kita disana, aku baru saja kepikiran untuk merebut pulau itu, karena ini adalah kesempatan kita karena si Kala Geni bersama si dukun keparat tidak ada disana.!"


"Cerdik sekali, kau Elena...!"


Sahut Putri Ayu sambil tersenyum pada gadis kembar cantik sahabatnya itu.


Elena membalas senyuman simpulnya, lalu kembali menatap kearah Gondo.


"Sekarang kamu pergi dan jika ada sesuatu segera lapor padaku.!"


"Baik, laksanakan. Gondo mohon pamit dan akan segera pergi kesana.!"


Dalam sekejap makhluk tinggi besar itu pun hilang dalam sekejap dari pandangan Elena dan Putri Ayu.


Gondo segera menuju pulau misterius yang kini sudah berubah keadaan menjadi pulau cantik nan indah yang sudah sebagian dari tempat itu telah berpenghuni dari beberapa pendatang yang menikmati keindahan pulau tersebut.


Disana juga masih ada Doni yang menunggu sang gurunya beserta Nyai Kala Geni hingga sampai saat ini belum juga kembali.


Dia tidak tahu apa yang sudah terjadi dengan Sasmita, Bondan dan juga para anak buahnya, yang dia tahu hanyalah menunggu dan dalam keadaan bersenang - senang sendiri dengan penuh suka cita.


Apalagi disana ada beberapa wanita cantik yang menyewa villa nya, ini pun menjadikan dirinya memiliki kesempatan untuk mendekati dan bermain dengan para wanita cantik itu.


Padahal, bila dia mengetahui kejadian yang sebenarnya mungkin dia akan terkejut dan pasti akan kebingungan yang ditemani oleh rasa ketakutan...


Biarlah dia merasakan kepuasan dulu sendiri, karena kesenangannya tidak akan lama lagi akan lenyap...


Gondo kini sudah sampai dan menginjakkan kakinya di pulau itu, dan dia siap menjalankan aksinya sesuai perintah Elena...

__ADS_1


*****


( BERSAMBUNG )


__ADS_2