PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
PETUNJUK SANG IBUNDA RATU


__ADS_3

Didalam kamar yang terkunci, Natasha dan Elena melakukan meditasi untuk bertemu sang penguasa ghoib, ratu Mayang Kencana.


Mereka memanggil sang penguasa ghoib itu, agar dapat memberikan bantuan kepadanya.


Bagaimana caranya untuk bisa menemukan jejak Bram yang telah lari menghindar setelah menguras aset perusahaan Malik Muneer.


Tidak lama kemudian sang ratu pun muncul secara nyata tepat dihadapan mereka yang masih duduk meditasi.


"Bukalah mata kalian...!"


Elena dan Natasha lalu membuka mata, dan sosok wanita cantik sang penguasa bangsa ghoib ini sudah berada dihadapan mereka.


"Salam hormat ibunda ratu..!"


"Terimakasih Natasha, Elena... Ada apa yang membuat kalian memangil bunda untuk hadir kesini.?"


"Kami ingin meminta bantuan ibunda, untuk bisa mengaktifkan kemampuan kami secara maksimal lagi, kami berdua belum faham dan mengerti cara menyalurkan energi kekuatan yang kami miliki ini.!


"Baiklah, Elena. Coba kamu perhatikan baik - baik apa yang ada didepan kamu. Disana ada sebuah botol Parfum diatas meja rias kalian. Fokuskan mata kamu Elena dan konsentrasi penuh pada benda itu.!"


Elena menatap sebuah botol parfum yang ada diatas meja rias tersebut sesuai arahan dari sang ratu.


Tiba - tiba saja botol parfum tersebut terbang melayang dalam hitungan detik saat ditatap oleh Elena.


"Perintahkan benda itu untuk menghampiri kamu Elena, tetap konsentrasi...!"


Seketika parfum itu melayang dan datang ke hadapan Elena sesuai dengan perintahnya.


Natasha yang menyaksikan kejadian tersebut seketika tercengang dengan kemampuannya sang kakak.


"Wow.... Amazing.!!"


Seru Natasha dengan sorak kegirangan.


"Sumpah keren banget, Kak...!"


Lanjut Natasha tidak henti - hentinya merasa takjub dengan apa yang ia lihat saat itu.


"Kakakmu memiliki power telekinesis, sebuah kekuatan yang mampu menggerakkan benda apapun tanpa perlu menyentuhnya!"


Ujar sang ratu melirik kearah Natasha dengan mengulas senyum.


Kemudian sang ratu kembali mengarah pada Elena.


"Bukan hanya benda yang bisa kamu perintah, tetapi hewan buas atau bahkan manusia saja bisa kamu perintah dengan kekuatan tersebut karena telekinesis memiliki daya energi yang mampu menundukkan dan menghipnotis apapun yang ada didepannya. Kamu cukup niat dan fokuskan kepada obyek atau target yang kamu tuju, Elena. Kamu faham ...?!"


"Faham Ibunda ratu...!"


"Bagus..!"

__ADS_1


"Dan kamu Natasha, !"


"Iya, Bunda...!"


"Kamu juga memiliki kekuatan dari tanda lahir yang sudah ada sejak kamu lahir yaitu berada dipunggung sebelah kanan. Sebuah tanda berbentuk segitiga piramida mesir yang telah kamu kuasai mantranya. Dan bunda sudah memberikannya padamu, kamu cukup baca mantra itu sesuai kehendak hatimu dan niat sesuai keinginanmu.!"


"Caranya Bunda...?"


"Sekarang coba kamu baca mantranya dan kamu niatkan untuk menghilang atau tidak terlihat oleh pandangan mata siapapun. Lalu kamu keluar dengan menembus tembok kamarmu.!"


Natasha menuruti semua perintah sang ratu, sesuai arahannya seketika sosok Natasha tak terlihat setelah membaca mantra dan benar ternyata Natasha bisa menembus tembok kamarnya dan berjalan menuju ruangan lain.


Sungguh luar biasa, disana ada Carissa dan Zeno, Emma dan juga Malik mereka tidak bisa melihat wujud Natasha.


Natasha tertutup lapisan ghoib yang tidak bisa dilihat secara mata lahiriah. Kecuali sang kakak yang bisa melihatnya, karena kekuatan mata Elena mampu menembus alam ghoib dan makhluk yang tidak kasat mata.


"Mereka semua tidak bisa melihatku, ternyata kekuatanku bisa seperti ini.!"


Ucap Natasha seraya dia menuju kekamarnya kembali dan duduk disamping Elena.


"Kalian bisa melakukan apapun, ingat kalian rahasiakan kelebihan diri kalian ini dari siapa saja, kecuali keluarga kalian. Bantulah orang yang benar - benar membutuhkan bantuan kalian. Ingat masih ada ilmu yang lebih tinggi diluaran sana, jangan sombong dan takabur dengan kemampuan yang kalian miliki saat ini. Ibunda akan selalu menjaga kalian dan akan mendampingi kalian sewaktu - waktu.!"


"Iya Bunda, Terimakasih.!"


Ucap mereka berdua dengan penuh hormat dan mereka sangat senang atas apa yang mereka dapat, ternyata kemampuan mereka luar biasa dan bisa di aplikasikan sesuai apa yang mereka perintahkan dengan hanya niat atau mengucap dengan lisan.


Kalian mengerti...?!"


"Baik, Bunda. Kami mengerti... !"


"Baiklah. Sebelum bunda pamit, ada satu hal yang ingin bunda sampaikan kepada kalian, bahwa sosok orang yang kalian cari sekarang berada di negara Thailand, Berangkatlah kalian berdua kesana dan kalian lakukanlah penyamaran untuk membuntuti manusia yang bernama Bram itu. Ingat...! jangan libatkan orang tua kalian, bagaimanapun caranya.!"


"Baik, Bunda... Terimakasih atas petunjuknya."


Setelah itu kemudian sang penguasa ghoib itupun seketika lenyap dan menghilang dalam sekejap.


Elena dan Natasha saling menatap satu sama lain, lalu mereka saling mengulas senyum. Sebuah rencana baru akan menjadi planning mereka berdua untuk bisa menuju ke negara Thailand, sesuai perintah sang ibunda ratu.


***


Elena dan Natasha terus melatih kemampuan mereka dengan berbagai cara, supaya mereka lebih faham dan mengerti dengan kekuatan yang ada pada diri mereka.


Beberapa hari kemudian, mereka pun sudah menguasai banyak teknik dan cara mengolah kemampuan yang sangat luar biasa tersebut.


Bahkan dengan terawangan mata batinnya, mereka memastikan keberadaan Bram yang jauh diseberang sana.


Dan benar adanya bahwa apa yang dikatakan sang ratu penguasa ghoib itu bahwa ternyata Bram memang berada di negara Thailand.


"Kita harus merencanakan sesuatu Kak, agar secepatnya kita bisa menangkap si Bram itu. Bagaimana caranya kita bisa pergi kesana...?"

__ADS_1


Ujar Natasha yang masih sedikit bingung.


"Iya, Natasha. Kita akan cari cara agar orang tua kita bisa memberikan ijin. Secara mereka tidak akan mungkin mengijinkan kita berdua pergi kesana...!"


"Iya, Kak...!"


"Apa kita jujur saja pada mereka, bahwa kita kesana untuk mengintai dan menangkap si Bram itu.?!"


Ujar Elena sambil terus berpikir bagiamana caranya mereka bisa pergi secepatnya.


"Sepertinya nggak mungkin dech, Kak... Pasti Daddy akan memerintahkan bodyguard serta anak buahnya untuk mengejar si Bram.!"


" Iya juga sich...!"


"Udah kita tenang aja dulu, biar kita dapat ide dahulu Kak. Kalau kita berpetualang kesana pasti seru dan itu yang aku mau, biar kita bisa sambil liburan.. Sekaligus menangkap Bram.!"


"Iya dech, Kakak ikut idemu saja.!"


Tiba - tiba saja lemari pakaian Elena terbuka, dan sebuah handuk melayang ke hadapannya dan tidak lama kemudian lemari itu tertutup lagi dengan sendirinya.


"Pamer nich.... ??"


Ucap Natasha mencibir.


"Hehehe... Lagi males jalan, biarin aja handuk nya yang jalan nyamperin Kakak..!"


"Hahaha... Ada - ada aja.!"


Ujar Natasha sambil tertawa.


"Udah ach, Kakak mau mandi dulu.!"


"Nggak sekalian aja kamar mandinya disuruh terbang kesini, hahaha... !"


Sahut Natasha tertawa lepas seraya menatap langkah sang Kakak yang masuk ke kamar mandi...


Baru saja membuka pintu kamar mandi, Elena terkejut seketika karena Natasha sudah ada dikamar mandi sebelum dirinya masuk.


"Iichh... Bikin kaget aja kamu.!"


"Hehee,, Kalah cepat ya.. Berarti aku dulu yang mandi, karena aku yang lebih dulu masuk.!"


Ujar Natasha sambil cengengesan.


Itulah kekuatan mereka yang sering mereka aplikasikan atau praktekkan hingga kepada bentuk hal sekecil apapun...


*****


( BERSAMBUNG )

__ADS_1


__ADS_2