
Malee seketika terbangun saat merasakan hangatnya cahaya matahari mulai menyorot tubuhnya yang tanpa busana itu.
Ia sangat terkejut mendapati keadaan dirinya yang tertidur di lapangan rumput hijau.
Malee bangkit dan ia segera mengenakan pakaiannya yang berserakan tak jauh darinya.
Sungguh aneh tetapi nyata apa yang di alami oleh gadis cantik dan seksi itu, kenapa dirinya bisa terjebak dalam peristiwa diluar nalar.
Ia melirik kearah mobilnya yang terparkir tidak begitu jauh dari posisi ia berdiri ditempat itu.
"Apa yang terjadi, kenapa bisa jadi seperti ini. Oh my god...!"
Malee sangat terpukul atas apa yang telah ia alami, ada rasa penyesalan dalam kejadian itu karena dirinya masih mengingat dengan jelas yang menimpanya semalam tadi.
Kenapa aku bisa ada disini, Dan...Ohh kemana Bram, bukankah aku bersama dia semalam.?"
Malee masih bertanya - tanya didalam benak nya, ia tidak habis pikir dan kejadian itu masih menjadi misteri yang belum bisa dimengerti.
Gadis itu kemudian masuk kedalam mobilnya dan bergegas meninggalkan tempat tersebut.
***
Malee tiba dikamar penginapan Natasha dan Elena, dia menceritakan semua kejadian yang dialaminya tanpa terlewati.
"Bagaimana mungkin, ?"
Elena terkejut setelah mendengar penuturan cerita yang disampaikan oleh Malee Lawana.
"Itulah yang terjadi, aku juga tidak tahu.!"
Ujar Malee sambil tertunduk batinnya masih menyisakan trauma yang mendalam.
"Dia bukan, Bram...?"
Tiba - tiba ucapan Natasha mengejutkan Malee dan Elena...
"What's...??? Maksudnya...?"
Malee mengernyitkan alisnya dan tatapannya tertuju kearah Natasha.
"Iya, Aku lihat dengan mata batinku itu bukan Bram, tapi sosok makhluk yang menjelma jadi Bram.!"
Timpal Natasha melanjutkan ucapannya saat menembus dengan daya batinnya ia melihat bayangan sosok wujud makhluk hitam yang menyamar menjadi Bram.
"Itu sosok makhluk yang mendampingi Bram. Dia mendiami sebuah cincin yang sekarang dipakai oleh Bram.!"
"Ohh... ****...!!!"
__ADS_1
Ucap Elena dengan nada kecewa dan geram.
"Kita ingin menjebak Bram, tapi malah kita yang terjebak...!"
Keluh Natasha, sambil menarik nafas dalam.
"Kami sangat menyesal dengan kejadian yang menimpa kamu, Malee... Kami minta maaf.!"
Ucap Elena dengan lirih.
"Semua sudah terjadi, percuma juga kita untuk terus mengeluh, terpenting bagaimana caranya aku bisa membalaskan dendam pada makhluk itu. Aku muak dan ingin memberikan pelajaran padanya. Bukankah kalian memiliki kekuatan supranatural, tolong ajari saja aku agar bisa seperti kalian...!"
"Iya aku juga ingin mengajari kamu, tapi tidak tahu bagaimana caranya. Kekuatan kami ini alami dan tidak kami inginkan dan ooh ya... nanti aku cari tahu dulu bagaimana agar bisa memberikan kekuatan pada orang lain. Aku akan menanyakan pada Bunda Ratu, Nanti..!"
Ujar Natasha.
"Sekali lagi kami minta maaf ya, atas kejadian ini. Kami akan bayar kamu berapapun kamu minta, sebutkan saja. Dan jika tidak ingin lagi kontrak ini, aku tidak akan memaksakan kamu Malee... Kamu boleh berhenti.!"
Ucap Elena.
"Tidak apa - apa, ini bukan salah kalian. Aku terima ini sebuah musibah dan aku ambil hikmahnya saja. Aku juga salah dan terlalu ceroboh dengan tugas ini. Aku akan lanjutkan misi ini, aku siap bantu kalian sampai benar - benar bertemu dengan Bram yang asli.!"
Jawab Malee berlapang dada, ia menerima semua apa yang telah terjadi tanpa menuntut apapun kepada Elena dan Natasha.
"Tankyou, Malee...!"
"Yeah... Your welcome, Dan kalian tidak usah khawatir dengan misi ini. Kita akan lanjutkan dan sekaligus aku ingin tahu semuanya.!"
"Okay, Malee... Kita harus lebih berhati - hati setelah kejadian ini. Jadikan pelajaran dan juga pengalaman jangan sampai kita kembali terjebak oleh makhluk itu. Dan kamu Malee usahakan temukan Bram asli, Tapi hati - hati dia memakai cincin mustika yang di huni oleh sosok yang telah merenggut kehormatanmu."
"Yeah... Aku faham sekarang, tapi tolong ya berikan aku kekuatan setelah kalian bisa dan dapat caranya. Aku ingin melawan mereka...!"
"Iya, Malee... Pasti.!"
Jawab Elena dan Natasha.
Mereka kemudian berencana untuk kembali memanggil ibunda dari alam ghoibnya untuk bisa bertemu dan meminta petunjuknya.
Menjelang malam mereka mempersiapkan diri untuk melakukan mediasi dan langsung disaksikan oleh Malee Lawana sendiri.
Mereka mengheningkan cipta, rasa dan juga karsanya, menembus daya batin yang paling dalam untuk menyatukan suatu kekuatan hingga mampu terhubung dengan dimensi lain yaitu sebuah alam ghoib yang menuju kepada sang penguasa ghoib laut selat sunda island tersebut...
Yaitu, Ratu Mayang Kencana...
***
Sementara malam itu, Bram sudah tertidur pulas karena kelelahan setelah memuaskan Jane diatas ranjang.
__ADS_1
Bram seketika terbangun karena mendengar sosok ghoib Mbah Gondo memanggil dirinya.
"Ada apa, Mbah... ??"
Tanya Bram, sambil bangkit dari tidurnya dia kemudian duduk ditepi ranjang tepat didepan Mbah Gondo, sosok makhluk bangsa Jin ini.
"Ada seorang gadis yang ingin menjebak mu, Bram. Tapi, aku telah mengetahuinya lebih dulu rencana mereka. Gadis itu dibantu oleh dua gadis kembar yang memiliki kekuatan.
Aku sudah buat gadis itu terkapar dan sudah ku nikmati keperawanannya. Hahaha....!!"
Tutur Gondo dengan tertawa puas.
"Menjebak bagaimana maksudnya,?"
Tanya Bram masih belum mengerti dan dia penasaran dengan apa yang dikatakan oleh makhluk yang membantunya itu.
"Mereka ingin menjebak dan menangkap mu, Bram. Lalu kamu akan di giring ke indonesia kembali oleh gadis yang pura - pura jatuh cinta sama kamu, hingga kamu akan terjebak nanti disana oleh rencana mereka. !"
"Hem... Gadis kembar.???"
Gumam Bram sambil berpikir dan mengingat apakah dia mengenalnya atau tidak.
"Apakah aku mengenal gadis itu, Mbah tolong bantu aku.?"
"Kau sangat mengenalnya, Bram. Salah satu dari gadis kembar itu adalah pernah menjadi teman sekantor mu di perusahaan.!"
"Elena..., Berarti mereka kembar.! Hahaha ada dua gadis cantik, akan seru ini. ???!"
Bram merasa tertantang dan dia kembali akan membuat rencana serta siasat liciknya.
Dia akan dibantu oleh Gondo, Makhluk sakti dari bangsa jin ini telah banyak mengetahui semua tentang mereka yang berusaha untuk menjebak Bram.
Bahkan semenjak kedatangan Elena dan juga Natasha menginjakkan kakinya di bangkok.
Makhluk ini sudah mencium energi mereka, Gondo memang sangat cerdas, dia kemudian mengintai dan membuntuti mereka sampai pada rencana menyewa seorang gadis cantik bernama Malee Lawana.
Gondo kemudian menjebak Malee, dengan merubah wujud menjadi Bram.
Sekaligus dia telah berhasil mendapatkan kenikmatan tubuh Malee Lawana.
Kekuatannya memang tidak bisa dianggap sepele, bahkan setelah menyerap darah dari gadis perawan, maka Gondo akan menjadi semakin kuat dan bertambah kesaktiannya...
Elena dan Natasha memang lengah, mereka tidak menyadari bahwa selama mereka tiba di negara itu semuanya sudah diketahui oleh sosok makhluk jin ini.
Namun biar bagaimanapun kedua gadis ini akan berusaha untuk bisa melawan dan juga menangkap Bram dengan meminta bantuan Nyai Ratu Mayang Kencana, bahkan Malee begitu antusias dan semangat setelah dirinya terjebak oleh kekuatan makhluk ghoib yang telah menggaulinya tersebut...
*****
__ADS_1
( BERSAMBUNG )