PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
DI HADANG NYAI KALA GENI


__ADS_3

Nyai Kala Geni bersama Sasmita lalu kembali ketempat rumah gubuk itu, mereka berbicara pada Bondan dan akan mengajaknya untuk menuju pulau misterius.


Dan Bondan di ijinkan untuk mengajak Doni, sementara tawanan para wanita cantik itu di serahkan kepada Jhony orang kepercayaan Doni dan ketua dari para anak buahnya...


"Kita pergi sekarang, kalian segera bersiap untuk mengikuti arahan ku, kita menuju pulau dengan kekuatan ghoib ku.!"


Perintah Nyai Kala Geni ketika itu, mereka pun lalu duduk bersila membuat formasi lingkaran dan tangan mereka saling berpegang.


Sasmita, Bondan, Doni dalam sekejap hilang bersama Nyai Kala Geni yang membawa para pengawal atau pasukan ghoibnya.


Mereka kembali ke pulau itu untuk menyerang Mayang Kencana bersama putri-putrinya dan merebut kembali istana gua air terjun itu.


Jhony sangat senang mendapat tugas santai itu, bahkan dirinya diberikan kesempatan oleh Doni yang mendapat ijin dari Bondan untuk ikut merasakan kenikmatan ketiga tawanan para wanita cantik itu.


Mereka boleh menikmati sepuasnya, asalkan mereka mampu menjaganya dan jangan ada satu dari mereka pun melarikan diri.


Tentu saja kesempatan baik ini di manfaatkan Jhony dan kawan - kawannya yang bertugas menjaga rumah tersebut.


Mereka terdiri enam orang dibawah komando Jhony sebagai orang kepercayaan yang telah lama mengabdi pada Doni.


Sebelum mereka bisa menikmati kemolekan tubuh cantik tawanannya. Jhony mengajak kawan - kawannya untuk minum bersama.


Mereka berpesta merayakan kebahagian dan kesenangan mereka karena sebentar lagi rasa haus dan dahaga kelelakiannya akan tersalur.


Jhony masuk kekamar dan membawa Jane keluar, dia memisahkan Jane dari Angel dan Metta kekamar sebelah.


Jhony yang sudah merasa hasrat lelakinya menjalar ke ubun - ubun, langsung memaksa Jane untuk melayani syahwatnya.


Lelaki berkumis tebal dan berbadan kekar itu merebahkan tubuh Jane dan akhirnya lelaki itu mendayung kenikmatan hingga mencapai puncak kepuasan nya...


Sementara Metta dan Angel dinikmati oleh para anak buah lainnya, sampai mereka lelah karena dieksekusi secara bergantian.


Permainan yang brutal dan liar dari para lelaki hidung belang ini membuat jiwa mereka jadi semakin down lagi, harapan dari Jane yang mengajaknya untuk kabur dan bisa keluar dari rumah itu sirna sudah.


Angel dan Metta sudah tidak berharap untuk pergi, tapi mereka akan merencanakan bunuh diri saja dari pada harus menderita seperti itu.


Mereka akan mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu karena mereka terpaksa dari pada hidup menjadi boneka pemuas nafsu.


Namun bagi Jane, pemikiran itu tidak ada, dia justru bersikukuh untuk bisa melarikan diri apapun caranya, apapun yang akan terjadi pada mereka.


Dia akan berjuang walaupun nyawa menjadi taruhan, setidaknya mereka telah berusaha. Jika jalan yang mereka tempuh tidak berhasil dia pun rela mati...

__ADS_1


***


Mayang Kencana bersama ketiga putri angkat Elena, Natasha dan Malee mencoba meditasi untuk mendapatkan isyarat atau petunjuk.


Mereka akan mengembalikan kekuatannya atas saran dari Mayang Kencana yang saat itu sangat dibutuhkan sekali agar mereka lebih mudah melawan serangan dari Nyai Kala Geni dan pasukannya.


Mayang Kencana menyadari semua itu, tidak mudah baginya untuk mengalahkan Nyai Kala Geni.


Ratu siluman ular itu cukup sakti dan sangat susah dikalahkan, tapi bagaimanapun mereka harus bisa mengalahkannya.


Setelah beberapa lama mereka meditasi dan Mayang Kencana mengerahkan kekuatannya, namun upaya mereka tetap gagal.


Natasha dan Malee yang saat itu sudah pulih tidak bisa menerima aliran energi dari sang ratu penguasa laut itu.


Hanya Elena yang sudah terbangkitkan sejak dia menerima kekuatan dari kejadian ketika badai petir datang menghampirinya.


"Kekuatan kalian sepertinya tidak bisa dibantu oleh aliran energiku selama kita di pulau ini.


Efek apapun tidak berfungsi kecuali kalian mendapatkan keajaiban dari Tuhan seperti yang pernah terjadi pada Elena...!"


Tutur Mayang Kencana setelah berkali - kali dia berusaha menyalurkan energinya tersebut namun tidak ada hasil sama sekali.


Ujar Elena yang coba memberikan saran agar mereka pergi saja dari sana.


"Iya bunda sebaiknya kita pulang saja, gimana kalau kita meninggalkan pulau ini apakah ada jalan keluar...?"


Timpal Natasha mendukung saran kakaknya.


"Baiklah kalau itu keputusan kalian, kita akan coba pergi darisini, tapi kita harus menuju ke pesisir dulu untuk menuju dasar bawah laut.


Bunda akan membawa kalian jalan sana...!"


"Terimakasih, bunda... Sebaiknya kita bersiap dan secepatnya kita tinggalkan tempat ini.!"


Ucap Natasha dengan semangat, dia merasa sangat senang dan ingin segera terbebas dari segala masalah yang terjadi ditempat itu.


Mayang Kencana berpikir ada benarnya juga dengan saran dari Elena ini, dia tidak perlu diam disana terlalu lama dan tidak perlu lagi menunggu Nyai Kala Geni untuk menyerang kembali.


"Lebih baik aku menghindar dulu, biarlah aku mengalah yang terpenting mereka selamat dan terbebas dari segala masalah. Aku akan menuntut balas dikemudian hari dan jangan sampai mengorbankan mereka."


Gumam Mayang Kencana, dan saat itu juga dia segera mengajak putri-putrinya keluar dari gua tersebut untuk menuju ke pesisir pantai.

__ADS_1


Namun belum juga mereka jauh dari tempat air terjun itu, rombongan Nyai Kala Geni telah tiba disana dan menghadang mereka.


"Hai, mau kemana kalian Hah ...??? Apa sudah bosan kalian tinggal disini...???"


Bentak Nyai Kala Geni sambil tertawa lebar.


"Hai, siluman ular keparat... Aku akan layani kesaktianmu hari ini. Aku akan membalaskan dendam atas kematian si kumbang.!"


Balas Elena dengan menggertak.


"Hahaha,,, dasar manusia bodoh besar juga nyalimu anak ingusan... ! Bunda ratu mu saja tidak sanggup menghadapi aku, apalagi kau hanya gadis kemarin sore... !"


Ujar Nyai Kala Geni sambil menunjuk kearah Elena yang nampak terlihat sangat emosi.


"Sabar sayang, hati-hati dia sangat berbahaya. Bunda tidak mau terjadi sesuatu sama kalian.


Biar bunda yang hadapi siluman ular itu, dan Gondo akan mengatasi manusia - manusia bejad itu. Cepat panggil Gondo untuk segera keluar, biar si dukun itu terkejut, kalau Gondo ternyata sudah jadi pengikut kita."


Ucap Mayang Kencana yang berbisik kepada Elena yang berdiri disampingnya.


"Baik, bunda..."


Elena lalu mengeluarkan kotak kecilnya dan seketika cincin itu berkilau indah memancar sinar kemerahan lalu tak lama kemudian asap hitam keluar dan wujud genderuwo itu sudah maujud dihadapan mereka.


Gondo tertawa sangat keras, lalu dia memberi hormat pada Elena dengan menundukkan kepalanya.


"Gondo, kenapa dia menjadi patuh pada gadis itu..??"


Bisik Bondan pada Sasmita, dia tercengang karena Gondo adalah sosok makhluk yang dia jadikan sebagai budaknya.


"Makhluk seperti dia akan patuh kepada siapa saja yang menguasai cincinnya, itulah salah satu kelemahan bangsa jin... Mereka akan terus mengabdi selama mereka tahu siapa yang memegang mustika nya, maka dialah tuannya.!"


Ujar Sasmita membalas rasa penasaran dari muridnya itu.


Ternyata Bondan masih bodoh juga setelah bertahun - tahun menjadi dukun.


Atau karena dia sudah kena mental duluan..?! karena salah satu pusaka yang diberikannya kepada Bram kini sudah berada ditangannya Elena...


*****


( BERSAMBUNG )

__ADS_1


__ADS_2