
Nyai Dewi Rasti segera menemui Rangga Pati setelah mendapat tugas dari Ratu Cakra Geni yang akan menyerang ke pulau bersama Nyai Ratu Kala Geni beserta para pasukannya.
"Besok kita harus berangkat, karena aku akan mengantar mereka menuju sebuah pulau, tapi aku akan membawa mereka bukan ke pulau Island Of Beauty tetapi pulau kecil itu, disana kita jebak mereka dan kita lumpuhkan mereka semua disana.!"
"Tapi bagaimana dengan para tawanan yang akan kita selamatkan.?"
Tanya Rangga Pati.
"Sebaiknya tunda dulu untuk membebaskan mereka dari sini, sepertinya waktunya belum tepat. Lebih baik kita melaporkan dulu kepada tuan putri Elena.!"
Jawab Nyai Dewi Rasti.
"Baiklah kalau begitu aku kembali secepatnya, kita bertemu besok di pulau. Jangan lupa kau jaga dayang yang ikut bersama kita dan bawa mereka besok.!"
"Kau mau pulang sendiri kesana,?"
Tanya Nyai Dewi Rasti sedikit cemas.
"Iya, aku akan segera melapor pada tuan putri Elena.!"
Jawab Rangga Pati.
"Antar aku keluar dari Istana ini."
Lanjut Rangga yang segera beranjak untuk pergi meninggalkan Istana itu.
"Baiklah, ayo cepat... !"
Nyai Dewi lalu mengajak Rangga untuk keluar, mereka pergi menuju perbatasan wilayah dari kerajaan Ratu Cakra Geni.
"Hati - hati, ya... Sampaikan salam hormatku pada tuan putri.!"
Ucap Nyai Dewi Rasti menatap wajah Rangga Pati sambil memegang bahunya.
"Iya, Terimakasih.!"
Rangga Pati tersenyum kearah Nyai Dewi, lalu dia melesat ke udara kemudian menghilang dari pandangan dayang cantik itu.
***
Setelah sampai di Island Of Beauty, Rangga pun segera melaporkan apa yang telah Nyai Dewi Rasti sampaikan padanya.
"Jadi besok mereka akan menyerang ke pulau kecil kita itu,?"
Tanya Elena.
"Benar... Kita harus bisa menangkap si Ratu Kala Geni, dan tundukkan dia agar menjadi pengikut kita beserta para pasukannya.!"
"Sepertinya hal yang tidak mungkin, secara Kala Geni memiliki kesaktian yang mumpuni pastinya sulit untuk bisa menundukkan dia. Aku masih ragu melawan dia, huff..!"
"Jangan berputus asa dahulu, kita pasti bisa untuk mengalahkan dia.!"
Sahut Putri Ayu memberi semangat.
"Iya, Tuan Putri. Kita harus siap menghadapi mereka dan kesempatan kita untuk membuat jebakan dengan siasat yang bagus kita pasti bisa mengalahkan mereka.!"
__ADS_1
Ujar Rangga Pati nampak sangat optimis.
"Iya, kalian bersiap. Besok kita menuju pulau untuk menunggu kedatangan mereka.!"
"Baik... Kita sambut mereka besok. Dan tentu Nyai Dewi Rasti juga sudah merencanakan sesuatu untuk membantu kita melumpuhkan mereka.!"
Ucap Rangga Pati.
"Iya, kita harus menarik pasukannya agar bisa menjadi pengikut kita.!"
Sahut Putri Ayu ikut menimpali.
"Okay, Sekarang kita istirahat dulu.!"
Sahut Elena yang terlihat mulai mengantuk karena hari sudah menuju larut malam.
Lalu mereka pun kembali ke tempatnya masing - masing...
***
Rombongan Nyai Kala Geni yang dikawal oleh para pasukannya sedang menuju ke pulau kecil tempat dimana mereka berkumpul saat bersama Syekh Barkah.
Tempat itu dijadikan target rencana dari Nyai Dewi Rasti yang mengatakan bahwa Elana dan Putri Ayu Kencana bersembunyi.
Pemimpin para dayang itu akan mengecoh mereka semua supaya tidak mengganggu pulau Island Of Beauty yang sekarang sudah banyak wisatawan dan termasuk disana ada keluarga dari tuan majikannya.
Elena, Putri Ayu dan Rangga Pati sudah stay menunggu, menyambut mereka yang segera tiba di pulau tersebut.
" Dimana mereka...???"
"Di Goa sana...!!"
Jawab Nyai Dewi sambil menunjuk ketempat yang tidak jauh dari mereka.
Disana ada sebuah Goa yang biasa dijadikan tempat berkumpul Elena dan yang lainnya.
"Ayo cepat, kita tangkap mereka.!"
Ujar Nyai Kala Geni yang sudah tidak sabar ingin segera menyelesaikan tugasnya untuk menangkap Elena dan Putri Ayu yang akan diserahkan kepada Gurunya, Ratu Cakra Geni.
"Nyai, biar kau dan aku saja yang masuk Goa itu, biarkan semua pasukan kita untuk berjaga disini...!"
Ujar Nyai Dewi Rasti.
"Baik, Ayo...Dewi.!"
Nyai Kala Geni mau mengikuti saran dari Nyai Dewi, lalu mereka berdua menuju Goa.
"Kita berdua sudah cukup untuk menghadapi mereka, Nyai..."
Ujar Nyai Dewi Rasti yang berjalan mengikuti langkah Nyai Kala Geni dari belakang.
Sesuai rencana dari Nyai Dewi Rasti, mereka di suruh bersembunyi didalam Goa tersebut untuk mengepung Nyai Kala Geni nantinya.
Dan hal itu telah disampaikan kepada Rangga sebelum mereka berpisah dan Rangga pulang untuk melapor pada Elena.
__ADS_1
"Hei... Pengecut, keluar kalian...!!!"
Teriak Kala Geni ketika mereka telah masuk kedalam Goa.
Nyai Dewi Rasti mengedarkan pandangannya sambil memperhatikan keadaan sekitar.
"Kita kesana, Nyai..."
Nyai Dewi Rasti menunjuk kearah salah satu jalan lobang besar didepannya.
Disana ada salah satu ruangan cukup luas yang sengaja menjadi tempat untuk mereka menangkap Nyai Kala Geni yang cukup jauh dari mulut Goa dan para pengawalnya.
"Hei, Siluman jelek .. Aku disini.!"
Teriak Elena yang keluar dari balik batu besar beserta Putri Ayu dan Rangga Pati.
Seketika Nyai Kala Geni pun menoleh kearah suara tersebut.
"Hahahaha... Rupanya kalian bersembunyi ditempat ini, Aku datang untuk menangkap kalian...!"
Ujar Nyai Kala Geni sambil tertawa.
Namun tiba - tiba Nyai Dewi Rasti melangkah mundur sambil mencabut tusuk kondenya, lalu dia menusukkan nya ke punggung Nyai Kala Geni yang sedang tertawa itu.
Suara gelak tawa Nyai Kala Geni seketika itu berubah menjadi jeritan keras.
Dia membalikkan badannya kebelakang, lalu sambil menahan sakit yang luar biasa Nyai Kala Geni langsung menyerang kearah Nyai Dewi Rasti.
Dengan gesit, dayang cantik itu lalu lompat jauh dan ikut bergabung bersama Elena dan yang lainnya.
"Pengkhianat...!!!"
Bentak Nyai Kala Geni menunjuk kearah Nyai Dewi Rasti dengan sangat geram.
Tanpa basa - basi lagi, Putri Ayu segera maju menerjang Nyai Kala Geni dengan ajiannya.
Dengan keadaan dan posisi belum siap, ratu siluman ular itu seketika ambruk oleh pukulan Putri Ayu.
Tanpa memberinya kesempatan, kembali Nyai Dewi Rasti dan Rangga maju dan memegang tubuh Nyai Kala Geni, kini giliran Elena yang melompat dengan tendangan tenaga dalam nya menerjang siluman ular itu sampai sang ratu itu terpental dan mengenai batu besar.
Mereka berempat mengepung Nyai Kala Geni dan terus memberikan pukulan yang disertai kekuatan tenaga dalam itu.
Namun meskipun sempoyongan, Nyai Kala Geni masih mampu bertahan dan berdiri.
Sayangnya dia tidak bisa mengeluarkan ajian dan ilmunya dalam keadaan dirinya terdesak.
Mereka tak memberi kesempatan dan terus membuat dia terpojok oleh serangan mereka berempat.
Disamping itu, luka tusukan konde milik Nyai Dewi Rasti membuat tubuhnya kini semakin lemas, karena tusuk konde itu adalah senjata andalan Nyai Dewi Rasti dan sangat beracun.
Nyai Kala Geni tidak lama kemudian ambruk kembali setelah terkena kekuatan mata Elena.
****
( BERSAMBUNG )
__ADS_1