
Pasukan ghoib suruhan sang ratu ular masih mengejar untuk mencari dan menangkap Elena, mereka menemukan tempat dimana gadis itu berada.
Namun kini Elena tidak sendirian, dia di kawal oleh Mayang Kencana juga si kumbang dan makhluk genderuwo yang siap patuh dengan segala perintahnya.
Hari itu terjadi pertarungan yang cukup luar biasa antara makhluk ghoib para pengawal Nyai Kala Geni yang akan menangkap Elena.
Mereka bertarung hingga dipukul mundur dan tunggang langgang.
Sebagian mereka kabur dan lenyap setelah terkena serangan mematikan dari sang ratu Mayang Kencana juga Elena yang dibantu oleh Gondo.
Mendengar hal ini, Nyai Kala Geni pun sangat marah dan geram.
Dia sendiri yang akan turun langsung untuk menghadapi Mayang Kencana.
Dia beserta pasukannya mengejar tempat dimana Mayang Kencana dan Elena berada.
Ratu siluman itu akan menantang ilmu serta adu kesaktian dengan sang penguasa ghoib samudera island tersebut.
Mayang Kencana sudah mengetahui bahwa musuhnya akan datang ketempat itu, dia akan menghadapinya dan melawannya.
Sementara Elena dan si kumbang, disuruh pergi menuju air terjun dan masuk ke dalam gua istana siluman ular untuk segera dapat menyelamatkan Natasha dan Malee.
"Elena, kamu pergi bersama si kumbang ya, biar bunda yang menghadapi siluman ular itu cepat pergi dan cari jalan hutan dan gunakan cincin itu untuk membantu membawamu tiba di tempat air terjun. Gondo akan membantu dan melindungi mu...!"
Perintah Mayang Kencana, dia menyuruhnya sebelum siluman ular itu tiba disana.
"Baik, Bunda...!"
"Jika kamu berhasil menyelamatkan adik dan temanmu, tunggu bunda di pesisir pantai ya...
Cepatlah pergi, Hati - hati, sayang...!"
"Iya, bunda... Elena pamit.!"
Mayang Kencana mengangguk, kemudian Elena pun bergegas pergi dengan si kumbang untuk menuju gua angker.
***
Elena tiba di depan air terjun dengan ditemani si kumbang dan sosok Gondo yang kini telah menjadi pengikutnya.
Dia bisa memastikan bahwa sang ratu ular itu sudah pergi meninggalkan gua tersebut.
Elena pun bersiap untuk memasuki gua yang hanya di jaga beberapa makhluk lelembut itu.
"Gondo, kamu hadapi para begundal makhluk pengikut siluman ular itu. Aku fokus untuk menyelamatkan adik dan temanku, kecoh mereka semua setelah kita masuk kesana.!"
"Baiklah... Serahkan semuanya pada saya.!"
Jawab Gondo.
"Ayok kita masuk...!"
Tidak menunggu lama, mereka pun langsung melesat menembus gua dibalik air terjun itu, sementara si kumbang disuruh untuk tetap menunggu didepan air terjun tersebut.
__ADS_1
Terjadilah pertempuran di gua angker itu, para pengawal siluman ular pun dibuat tumbang.
Gondo membabi buta, dia menghabisi semua makhluk yang berusaha melawannya.
Sementara Elena merangsak kedalam gua yang berwujud istana tersebut, dia mencari Natasha dan Malee.
Setelah Elena menemukan adik serta Malee temannya yang saat itu dalam keadaan terikat segera dia melepaskan mereka berdua lalu membawanya keluar dari gua tersebut.
Mendengar kegaduhan di tengah altar istana gua angker itu, Bram keluar dari kamarnya.
Namun dia terkejut melihat Gondo tengah sibuk melawan para begundal sosok makhluk lelembut itu dengan menghabisinya satu - persatu.
Bram berusaha melerai dan dia memanggil Gondo, dia pikir Gondo akan mengingatnya sebagai tuannya ketika memiliki cincin.
Namun ternyata pikiran Bram salah, makhluk hitam tinggi besar berbulu itu justru malah menyerangnya.
Sehingga Bram tersungkur dengan bersimbah darah dengan luka robekan di perutnya akibat dari cakaran tajam kuku Gondo, si makhluk genderuwo yang kini mengabdi pada Elena.
Bram tewas seketika, tubuhnya ambruk tak berkutik lagi.
Sementara para pengawal siluman ular yang sebagian melarikan diri, mereka ketakutan kabur tunggang langgang karena melihat aksi Gondo yang sangat kuat.
Dalam waktu singkat seluruh pengawal istana gua angker itu dapat di taklukkan dan istana itu telah dikuasai Gondo.
Kehebatan makhluk berwujud genderuwo ini patut di acungi jempol, kesaktiannya tak bisa dianggap remeh karena terbukti dia mampu menghadapi seluruh musuhnya dari bangsa jin siluman dan lelembut pengikut sang ratu siluman ular tersebut.
Gondo tertawa puas, setelah tidak ada lagi yang tersisa semua musuhnya telah tumbang dan lari karena tidak mampu menghadapinya.
Sementara diluaran sana, Elena hanya diam menunggu, setelah menyelamatkan Natasha dan Malee yang ditemani oleh si kumbang.
Ucap Malee dengan penuh rasa syukur.
"Iya, aku senang sekali. Terimakasih Kakakku tercinta is the best pokonya...!"
Timpal Natasha yang sedari tadi memeluk sang kakak tercintanya dengan senyum lebar penuh kebahagiaan.
"Oh, ya aku dari tadi penasaran, kenapa sosok makhluk genderuwo itu membantu kita.?"
Tanya Malee menatap kearah Elena.
"Nanti saja aku ceritakan..."
Jawab Elena dengan tersenyum manis.
Tidak lama kemudian Gondo keluar dengan penuh kebanggaan dia tertawa puas.
"Semuanya sudah saya babad habis yang lain melarikan diri. Gua ini sudah aman dan dalam kekuasan kita, tuan putri.!"
"Bagus, Gondo. Terimakasih...!"
"Iya tuan putri, dengan segala jiwa raga aku siap mengabdi padamu. Aku adalah makhluk yang telah tunduk dan takluk kepadamu. Maka aku akan selalu setia serta patuh dalam menjalankan perintahmu...!"
Natasha dan Malee tercengang mendengar pengakuan dari makhluk menyeramkan itu, mereka tidak menyangka kalau makhluk yang pernah menjadi musuh dan mengincarnya kini telah tunduk dibawah kaki Elena.
__ADS_1
"Amazing... Sungguh kejutan yang sangat luar biasa... Kakak hebat.!"
Seru Natasha takjub, begitu juga dengan Malee...
Elena hanya tersenyum mendengar pujian dari sang adik dan temannya itu.
"Sebaiknya kita cepat pergi dari sini, kita akan menuju pesisir pantai dan ini pesan dari sang bunda ratu Mayang Kencana.!"
"Bunda ada disini,? dimana bunda ratu...?"
Tanya Natasha dengan perasaan senang dan gembira mendengar ratu penguasa itu sudah berada di pulau itu.
"Bunda sedang menghadapi ratu siluman ular makanya kakak berani menyerang gua ini. Ayo kita pergi dan kita akan menunggu disana.!"
"Okay, kak...!"
Mereka segera beranjak dari tempat itu dan bergegas menuju pesisir sebagaimana yang telah disarankan oleh Mayang Kencana.
***
Di lain tempat, dimana Mayang Kencana kini sedang menghadapi siluman ular yang baru muncul dan menantang duel adu kesaktian.
Mereka akan bertarung habis - habisan untuk saling melampiaskan rasa dendam di masa silam nya.
Sang siluman ular menatap penuh kebencian dari sorot matanya yang menyala merah, dia sudah tidak sabar lagi untuk segera dapat menghabisi musuhnya yang selama ini telah mengganggu dan berani ikut campur dalam segala urusannya.
"Kau telah berani sekali menginjakkan kakimu di pulau ini, hai Mayang Kencana.!"
"Makhluk seperti kamu harus di binasakan.. dasar iblis... Kau telah banyak menyesatkan bangsa manusia..!"
"Berani sekali kau, lihat saja siapa yang akan binasa, aku atau kau...!"
"Tidak perlu banyak bicara, makhluk jelek... Buktikan saja kalau kau memang sanggup mengalahkan aku...!!"
"Hahaha....!!!"
"Dulu saja kau lari tidak mampu melawanku.!"
"Buktikan saja, sekarang aku tidak akan lagi mundur untuk menghadapi mu...Kala Geni.!"
Kala Geni mulai geram, seketika siluman ular itu mulai mengeluarkan aji kesaktiannya.
Sekelebat sinar merah melesat mengarah ke tubuh Mayang Kencana...
Namun dengan gesit, Mayang Kencana dapat menghindari serangan dari Kala Geni dengan mudah serta membalas balik menyerangnya.
Namun Kala Geni juga berkelit dengan cepat, hingga serangan cahaya biru dari Mayang Kencana pun dapat lolos dan menghantam sebuah pohon hingga hancur lebur...
" Hahaha... Keluarkan semua kesaktianmu, Mayang... Rasakan ini....!!!"
Seru Kala Geni sambil mengangkat tangan kanannya dan memercikkan api dari wujud cambuk ghoib nya.
Siluman ular itu mengeluarkan aji cambuk api ghoib yang anginnya saja mampu mengibas apa saja yang ada disekitarnya seketika langsung hangus terbakar.
__ADS_1
*****
( BERSAMBUNG )