PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
MENDAPAT PERTOLONGAN


__ADS_3

Syekh Barkah Alabama, Rangga Pati dan juga Elena bertempur habis - habisan.


Mereka bertiga tengah berusaha agar bisa melumpuhkan Ratu Cakra Geni.


Namun siluman ular itu masih mampu untuk melawan musuhnya meskipun dia dikepung, bahkan Ratu Mayang Kencana dan Nyai Dewi terkapar saat terkena sengatan aliran mustika milik Ratu Cakra Geni.


Saat Rangga Pati tengah menghadang sang penguasa ghoib siluman ular itu, lalu Syekh Barkah segera memerintahkan Elena untuk keluar dan membawa Ratu Mayang Kencana bersama Nyai Dewi yang sudah terkapar.


Bahkan Syekh Barkah mengingatkan kalau Elena lebih baik menjaga diluar dan jangan kembali ikut bertempur.


Biarlah dirinya saja dan Rangga Pati yang akan menghadapi siluman ular itu.


Dengan berat hati, Elena terpaksa mengikuti saran nasehat dari Syekh Barkah, meskipun dirinya merasa geram ingin membalaskan dendam sakit hatinya terhadap siluman itu.


Namun bila melihat mustika pamungkas Ratu Cakra Geni itu, memang ada rasa khawatir dihatinya Elena takut kalau mereka tidak kuat menandingi senjata sakti itu.


Tapi Syekh Barkah meyakinkan kalau dia akan baik - baik saja dan berusaha untuk waspada dan berhati - hati menghadapi serangan dari Ratu Cakra Geni yang mengeluarkan mustika sakti guna untuk melumpuhkan musuhnya.


"Hati - hati Rangga Pati, kerahkan kekuatanmu dan satukan energi yang ada pada dirimu dan aku akan mengecohnya agar beralih padaku, setelah kau kumpulkan energimu aku akan menyatukannya dengan Tasbih ini, bersiaplah Rangga...!!"


Seru Syekh Barkah yang mulai maju kembali menyerang Ratu Cakra Geni.


"Baiklah, Tuan Syekh...!"


Rangga Pati segera menyatukan semua daya energi yang dimilikinya, lalu membuat suatu formasi dari cahaya yang dia buat untuk bisa disatukan dengan senjata Syekh Barkah dan hasilnya memang sangat mengagumkan.


Sinar itu kemudian berputar dan menggulung menjadi satu dengan kekuatan dari Tasbihnya Syekh Barkah dan siap menyerang Ratu Cakra Geni...


Wus....!!!


Sinar itu melesat secepat kilat dan mengarah ke Ratu Cakra Geni yang seketika tubuh sang Ratu siluman ular itu terpental dan kemudian jatuh dengan sangat keras.


Bug....!!!


Ratu Cakra Geni terpekik, dia berusaha untuk segera bangkit sambil meringis kesakitan.


Namun, Syekh Barkah tidak memberikan Ratu Cakra Geni kesempatan, dengan cepat Syekh Barkah langsung memberikan serangan yang bertubi - tubi.


Disusul oleh Rangga Pati yang membantunya untuk merampas mustika itu, namun dia tidak berhasil karena mustika ditangan Ratu Cakra Geni begitu kuat dalam genggamannya.

__ADS_1


Didalam kesempatan baiknya, Syekh Barkah lalu menghajar Ratu Cakra Geni dengan Ajian Tapak Langitnya tepat mengenai dadanya.


Ratu Cakra Geni menjerit dan dia berusaha berontak dari tangan Rangga Pati yang saat itu memegang kedua tangannya dengan kuat.


"Akh.....!!!!"


Jeritan Ratu Cakra Geni semakin keras ketika Syekh Barkah menghantam kedua kalinya dan tapak lima jari ini jelas membekas di dadanya Ratu Cakra Geni yang mengepulkan asap.


Tapak Langit Syekh Barkah nampak menyala seperti bara api yang membakar, begitu panas dirasakan oleh siluman ular itu.


Namun kembali saat Rangga Pati memaksa untuk mengambil mustika sakti tersebut, Ratu Cakra Geni segera menelannya ketika kedua tangannya terlepas dari cengkraman tangan Rangga Pati, dan sosok lelaki jelmaan ini lalu tersentak karena mendapat tendangan keras.


Rangga Pati membungkuk sambil meringis, karena bagian pusatnya terasa sakit.


Disanalah Ratu itu memiliki kesempatan bisa melompat mundur kebelakang dan jaga jarak dari hadapan Syekh Barkah yang menyerang kembali dirinya, namun serangannya ketika itu berhasil lolos...


***


Dalam keadaan terdesak dan terluka parah, tanpa diduga dan terjadi dengan begitu cepat tiba - tiba saja angin kencang menghembus seiring datangnya suatu senjata yang meliuk dan berkilat - kilat menyambar tepat dari arah belakang Rangga Pati dan ....


Plak....!


"Akh....!!!"


Rangga Pati menjerit kemudian terkapar saat itu juga dengan menggelepar - gelepar karena saking merasakan panas yang luar biasa.


Cambuk Api itu kembali berputar diatas dan meliuk - liuk dengan deru angin yang dahsyat.


Tidak lama kemudian sosok Nyai Kala Geni sudah berada disamping Ratu Cakra Geni dan segera dia melindungi sang gurunya itu...


"Nyai Ratu... Kau tidak apa - apa.?"


Tanya Nyai Kala Geni sambil memeganginya, karena tubuh Ratu Cakra Geni sempoyongan dan hendak terjatuh.


"Aku terluka, kita harus segera pergi darisini. Kita tinggalkan istana ini secepatnya, dan aku harus segera mengobati lukaku...!"


Ujar Ratu Cakra Geni dengan suara lirihnya, dia menahan sakit akibat pukulan dari Syekh Barkah yang semakin menghitam menjalar ke tubuhnya.


"Tunggu Nyai Ratu, biar aku hadapi dia yang telah melukaimu. Aku masih mampu untuk menghadapinya dengan Cambuk ku ini...!"

__ADS_1


Cegah Nyai Kala Geni, yang penasaran untuk menyerang Syekh Barkah yang ketika itu sang Syekh mendekati dan memeriksa Rangga Pati yang terkapar tidak bergerak lagi.


"Jahanam....!!!"


Gumam Syekh Barkah yang geram melihat keadaan tubuh Rangga Pati dalam kondisi seperti itu.


Melihat lawannya lengah, disaat itu Nyai Kala Geni segera mengibaskan pecutan Cambuk Apinya dan mengarahkannya ke tubuh Syekh Barkah yang sedang membungkuk.


Hampir saja ujung Cambuk Api itu mengenai punggung Syekh Barkah, namun beruntung dia selamat dari pecutan itu karena Cambuk Api kembali naik keatas dan berputar - putar.


Seperti ada kekuatan yang menghalanginya, Cambuk itu kembali ke tangan pemiliknya.


Dan, dalam waktu yang bersamaan tiba - tiba terdengar suara petir menggelegar diatas dan saat itu juga menyambar kedalam Istana.


Kilatan cahaya petir itu melindungi tubuhnya Syekh Barkah yang kemudian mereka lenyap terangkat oleh cahaya yang menyilaukan itu.


Dalam sekejap tubuh Rangga Pati dan Syekh Barkah hilang dari pandangan, tentu saja Nyai Kala Geni dan Ratu Cakra Geni sangat terkejut menyaksikan kejadian yang begitu cepat itu.


Begitu juga halnya diluar Istana, semuanya lenyap tanpa jejak bagaikan di telan alam.


Elena dan yang lainnya telah menghilang dan entah kemana.???


Yang jelas sambaran petir itu adalah kekuatan yang telah menyelamatkan mereka semua.


Setelah semuanya tenang dan kembali dalam kondisi normal, petir itu pun sudah tidak lagi nampak dan tinggal Ratu Cakra Geni dan juga Nyai Kala Geni yang masih berdiri terkesiap.


"Siapa yang telah menyelamatkan mereka.? ? Kekuatan itu sangat besar sekali, hingga aku tidak mampu menahannya. Bahkan jantungku saja sampai tidak berhenti berdebar kencang mendengar suara gelegar petir itu...??!"


Ujar Ratu Cakra Geni merasa penasaran.


"Iya, Nyai Ratu... Aku juga tidak mengetahui. Tapi, sudahlah... Terpenting kita selamat dan sebaiknya kita obati lukamu dulu Nyai... !"


Sahut Kala Geni yang segera mengajak sang gurunya pergi dari Istana itu.


"Kita ke Goa Raja Ular untuk bersembunyi dan mengobati luka ini, ayo Kala Geni aku sudah tidak kuat lagi....??!"


Ujar Ratu Cakra Geni yang semakin melemah kondisinya dan mereka lalu segera melesat cepat dengan kesaktiannya, Nyai Kala Geni membopong gurunya yang sudah hampir tak berdaya itu untuk menuju ke Goa Raja Ular...


*****

__ADS_1


( BERSAMBUNG )


__ADS_2