
Elena, Putri Ayu, Nyai Dewi, dan Rangga Pati tiba - tiba tersambar petir dan tubuh mereka lenyap seketika setelah kilatan cahaya putih tersebut menghantam mereka.
Tanpa sadar mereka lalu diturunkan disebuah tempat yang sangat dekat dengan Istana Ratu Cakra Geni.
Kemudian setelah cahaya putih itu hilang dari tubuh mereka, dengan keajaibannya seketika mereka terlihat begitu sangat kuat serta tidak merasakan sakit apapun bahkan semua luka yang ada pada diri mereka kini hilang total.
Tubuh mereka seperti di aliri sebuah energi yang sangat luar biasa dan mereka semua merasakan semua itu.
Belum selesai mereka merasakan kekaguman dan rasa takjubnya atas apa yang terjadi pada dirinya, lalu tiba - tiba saja mereka mendengar suara wanita tanpa wujud.
"Pergilah dan masuklah ke Istana, selamatkan semua teman yang ada disana. Lumpuhkan Ratu Cakra Geni dan segera kembali setelah kalian berhasil. Aku telah memberikan kalian kekuatan, jangan takut untuk menyerang Ratu Siluman Ular itu... !"
Perintah dari suara sosok misterius ini telah membuat mereka terkejut sekaligus senang.
Elena, dan yang lainnya segera pergi menuju Istana setelah mereka mendapatkan petunjuk dari suara sosok misterius itu.
Semua pengawal yang berjaga di luar Istana, mereka babad habis dengan kesaktian yang diluar nalar dan dugaan mereka sendiri.
Elena, Putri Ayu, Nyai Dewi, Rangga Pati lalu merangsak masuk ke dalam Istana menyerbu semua pasukan didalam Istana hingga porak poranda dan menimbulkan kegaduhan.
"Tuan Putri Elena dan Putri Ayu, kalian berdua selamatkan para tawanan kita, biar semua ini aku yang hadapi bersama Nyai Dewi...!"
Teriak Rangga Pati, sambil sibuk menyerang para pasukan dan pengawal Istana.
"Ayo, Putri Ayu... !"
Ajak Elena yang segera menggandeng Putri Ayu untuk membebaskan tawanan.
Dengan gesit mereka melompat dan melesat cepat menghindari para pengawal yang coba menghadang mereka lalu menyerangnya dan hanya sekali gebrakan saja mereka semua di buat tak berkutik.
Elena dan Putri Ayu lalu membebaskan Syekh Barkah yang lebih dekat dengan pertarungan itu, dengan cepat mereka melepaskan semua rantai yang di pasang dengan kekuatan ghoib itu dengan mudahnya.
Belenggu pun terlepas dan Syekh Barkah pun bebas, dan langsung bergabung menyerang bersama Rangga Pati dan Nyai Dewi.
Sementara Elena dan Putri Ayu terus masuk ke setiap ruangan yang ada disana, mereka pun berhasil menemukan Natasha, Malee dan juga Ratu Mayang Kencana.
Hingga Angel, Metta dan Jane semuanya kini sudah berhasil terselamatkan oleh mereka berdua lalu mereka semua menuju kedepan Istana.
Disana mereka sudah melihat Syekh Barkah, Rangga Pati dan Nyai Dewi sedang melawan Ratu Cakra Geni.
Saat itu, Ratu Cakra Geni benar - benar telah dikepung dan merasa kewalahan menghadapi mereka semua yang terus menyerangnya.
__ADS_1
Semua pasukannya kini tidak ada lagi yang tersisa, semuanya telah terkapar.
Namun bukan Cakra Geni namanya, dia Ratu sakti yang masih mampu menghadapi lawan sebanyak itu, meskipun di kelilingi dan terus di hajar bertubi - tubi dia masih bisa menahan semua serangan dari lawannya ini.
"Hahaha... keluarkan semua kesaktian kalian, dasar pengecut... berani keroyokan hadapi ini senjata pamungkas ku....!!"
Seru Cakra Geni sambil tertawa lebar, dia lalu mengibaskan selendang saktinya yang saat itu juga muncul angin yang sangat dahsyat dan bergemuruh membentuk gulungan besar dan menghantam beberapa dari mereka...
Jane yang tidak sempat menghindar terkena hantaman angin itu, seketika tersungkur dan bersimbah darah.
"Kalian cepat keluar dari Istana, Metta, Angel ayo pergi... !"
Seru Malee yang menarik kedua wanita cantik itu untuk segera menjauh dari arena bahaya tersebut.
Sementara Natasha menolong Jane dan dia membawanya keluar Istana bersama Malee.
Namun sayang nyawa Jane tak tertolong, dia tewas saat dibopong keluar.
"Jane...!!"
Angel dan Metta menjerit histeris mendapati sahabatnya menjadi korban keganasan dari senjata Ratu Cakra Geni itu.
Malee geram dia kembali masuk, segera maju untuk menyerang Ratu Cakra Geni dan tanpa sempat yang lainnya mencegah, Malee sudah menerjang Ratu Siluman itu.
Detik itu juga Malee memuntahkan darah dan tak berkutik lagi, gadis itu terkapar kemudian menghembuskan nafasnya.
"Malee... Oh no....Malee....!"
Natasha sangat menyesal dengan apa yang terjadi, begitu pun yang lainnya.
Mereka telah kehilangan Jane dan Malee oleh serangan senjata sakti dari siluman ular itu.
"Kita bawa keluar, ayo Natasha..."
Elena dan Natasha lalu membopong Malee keluar dan mereka merebahkan tubuh Malee disamping Jane yang sudah tak bernyawa.
"Kalian jaga ya, tunggu disini... !"
Ucap Elena kepada Angel dan Metta.
"Natasha, sebaiknya kamu jaga mereka dan tunggu disini...!"
__ADS_1
Lanjut Elena memerintahkan adiknya untuk menjaga semua temannya diluar.
"Tapi, Kak... Kakak juga disini. Jangan masuk, aku khawatir Kakak kenapa - napa..."
"Tidak, Natasha...Kakak harus bantu mereka. Percayalah Kakak akan baik - baik saja. Okay."
Elena kemudian kembali masuk, bergabung melawan Ratu Cakra Geni yang di gempur habis - habisan oleh Syekh Barkah dan Ratu Mayang Kencana juga yang lainnya.
Ratu ini begitu kuat dan kembali menyerang dengan senjata andalannya dan semua yang menyerangnya terpental tatkala dia keluarkan Ajian Mustika Geni yang sangat berbahaya.
Mustika itu adalah Mustika Raja Ular yang sangat ditakuti oleh golongan bangsa ghoib dan makhluk lainnya.
Bila tersengat Mustika ini, maka tubuh akan seperti terkena gigitan ular berbisa yang paling beracun dan dipastikan siapapun tidak akan mampu bertahan lama.
"Hati - hati, dia mengeluarkan mustika sakti andalannya...Elena, Putri Ayu menyingkir...!"
Seru Ratu Mayang Kencana yang saat itu dia mendekati kedua putrinya ini, untuk menjaga dari serangan mustika berbahaya itu...
Ratu Cakra Geni mengumpulkan kekuatannya, dia menarik energi dari mustika yang berada ditangannya dan seketika cahaya merah pun berkilat didepan mereka yang saling waspada dari segala kemungkinan bahaya yang terjadi.
Rangga Pati dan Syekh Barkah menyerangnya saat Ratu Cakra Geni hendak melepas energi mustika nya, namun dengan cepat Nyai Dewi melesat kehadapan mereka untuk melindungi Rangga Pati dan Syekh Barkah.
Seketika itu juga Nyai Dewi Rasti tersengat oleh aliran energi mustika itu, dan tubuhnya bergetar hebat.
Ratu Mayang menolongnya dengan menarik tangan Nyai Dewi Rasti, namun dia kemudian ikut tersengat oleh kekuatan mustika itu.
Seperti aliran setrum listrik dengan voltase besar yang sangat kuat, mereka berdua tidak bisa lepas dari sengatan itu.
Ratu Mayang dan Nyai Dewi bergetar hebat, dan menjerit kesakitan menyayat hati...
"Bunda...!!! Nyai Dewi....!!!"
Teriak Elena yang hampir saja lepas kontrol karena saking emosinya, gadis itu hendak memegang tangan Ratu Mayang Kencana.
Namun, Rangga Pati dengan gesit mencegah Elena dan mendorongnya agar menjauh dari aliran kekuatan jahat mustika itu...
"Jangan, Tuan Putri... Bahaya, awas jangan mendekat...!"
Elena menangis sejadinya saat melihat Bunda Ratu Mayang Kencana dan Nyai Dewi Rasti yang langsung terkapar tidak berkutik setelah tersengat aliran energi Mustika Raja Ular yang sangat beracun itu...
*****
__ADS_1
( BERSAMBUNG )