
Wuxian menoleh ke samping, menatap wajah Huang Chao. “Kenapa tidak?” tantangnya.
Kemudian, Wuxian dan Huang Chao pun melanjutkan langkah perjalanan mereka. Sepanjang perjalanan, Huang Chao menceritakan tentang sejarah sekte Qing Long yang pernah ia dengar dari guru belajarnya dulu. Ya, selain elajar tentang etika dan masalah politik, Huang Chao juga pernah belajar tentang dunia Jianghu yang tersebar di berbagai penjuru.
Tentang dunia jianghu yang akan diceritakan oleh Huang Chao kepada Wuxian kali ini adalah salah satu sekte yang bernama Qing Long yang bertempat di daerah Utara kutub bersalju.
Sekte Qing Long adalah sekte yang telah berdiri sekitar 3000 tahun lamanya. Pimpinannya termasuk orang yang dihormati dan juga berpengaruh di dunia pemerintahan. Akan tetapi, identitas pemimpin ini benar-benar dirahasiakan. Tidak ada yang mengetahui siapa identitasnya yang sebenarnya, termasuk orang-orang dari sektenya sendiri. Karena banyak yang penasaran dengan sosok pemimpin sekte Qing Long, maka muncullah rumor-rumor yang beredar dan simpang siang.
Salah satu opini publik yang paling kuat menyatakan bahwa pimpinan sekte Qing Long adalah seorang abadi yang telah mengasingkan dirinya dari segala hal yang besifat duniawi. Walaupun ia telah memutuskan segala hal yang bersangkutan dengan urusan duniawi, ia tetap tidak lepas tanggung jawabnya sebagai pemimpin sekte Qing Long.
Pemimpin besar sekte Qing Long memiliki banyak pelayan yang siap untuk membantunya mengurus masalah sekte Qing Long dan menyetabilkan budidaya murid-muridnya. Ya, mereka adalah para guru yang ada di sekte Qing Long.
Salah satu guru yang melayani Pemimpin sekte Qing Long bernama Run Yu. Run Yu pun termasuk ke dalam deretan orang hebat yang terkenal di dunia Jianghu. Namun untuk pemimpin sekte Qing Long, dia sangat menghormatinya karena ia pun tak lain murid pemimpin sekte Qing Long secara langsung.
Seperti rumor yang beredar, pemimpin sekte Qing Long yang telah mendirikan sekte yang telah berumur 3000 tahun, dapat dipastikan bahwa umur beliau lebih daripada umur sekte Qing Long. Benar, karena memiliki umur yang melebihi umur-umur rata-rata manusia, ia dianggap telah menyelesaikan kultivasinya dan menjadi abadi yang melepas segala urusan duniawi.
Run Yu sering menemui pemimpin sekte Qing Long. Akan tetapi, ia tak pernah melihat sosok pemimpin sekte Qing Long. Ketika Run Yu menemui pemimpin sekte Qing Long, pemimpin sekte Qing Long hanya berbicara kepada Run Yu di tempat pengasingannya, tanpa memperlihatkan sosoknya. Begitulah cara mereka berkomunikasi antar guru dan murid.
Sedangkan tentang pertanyaan yang ditanyakan oleh Wuxian tentang cara agar bisa sampai ke puncak es yang berada di atas tebing, Huang Chao pun akhirnya mulai menjawabnya.
__ADS_1
“Aku sudah menjelaskan tentang sejarah sekte Qing Long secara singkat. Sekarang, aku akan menjawab pertanyaan yang kau ajukan tadi. Wuxian, tadi kau bertanya bagaimana agar kita bisa sampai ke puncak, bukan?” Pertanyaan Huang Chao sengaja untuk meyakinkan pertanyaan dari Wuxian.
“Benar, aku tadi bertanya seperti itu. Bagaimana cara kita agar bisa sampai ke puncak yang menjulang tinggi ke langit itu? Tidak mungkin kita datang ke atas sana dengan cara memanjat. Tentu saja tidak mungkin. Kita hanyalah manusia biasa yang tak memiliki kultivasi apa pun. Jika kita terpeleset ketika memanjat tebing, kita pasti akan jatuh ke bawah dan tubuh kita akan hancur berkeping-keping. Itulah mengapa aku penasaran. Kak Chao, tidak mungkin bukan, kita sampai ke atas sana dengan cara memanjat?” tutur Wuxian.
“Semua yang kau katakan memang masuk akal. Itulah mengapa, aku harus menjawabnya dengan cara masuk akal pula. Tapi, mungkin bagi kita yang tidak tahu apa pun tentang dunia Jianghu, akan menganggap semua yang kita lihat nanti, lebih tidak masuk akal,” ujar Huang Chao.
Wuxian mengernyitkan kedua alisnya. Semua perkataan yang diucapkan oleh Huang Chao terkesan asing baginya, dan semua istilah beserta maksudnya masih belum bisa ditangkap oleh Wuxian, hingga dapat dicerna oleh otaknya.
“Kak Chao, bisakah kau menjelaskan semuanya dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dimengerti? Sejak tadi, aku benar-benar kesulitan memahami apa yang kau katakan dan semua yang kau jelaskan. Aku bahkan harus mencerna dan menyaringnya bekali-kali, dengan otak bodohku ini,” celetuk Wuxian.
“Ah… ha, ha, ha.” Huang Chao tertawa kecil tatkala mendengar pernyataan dari Wuxian. “Benar juga. Pasti sangat memusingkan bagimu. Kalau begitu, aku akan menjelaskan dengan cara yang lebih pusing dari sebelumnya,” ujarnya.
“Tidak, tentu saja tidak. Aku hanya ingin menyaksikan otakmu memanas hingga darahnya mendidih dan mengeluarkan asap dari ubun-ubun kepalamu,” balas Huang Chao.
“Aihhh… sama saja. Apa bedanya? Kau bukan ingin menjawab pertanyaanku, tapi hanya ingin membuatku pusing,” celetuknya.
“Sudah, sudah… daripada penasaran, lebih baik kau dengarkan saja penjelasanku. Tapi, aku ingin beristirahat sejenak. Kita istirahat di sana terlebih dulu,” tunjuk Huang Chao ke sebuah batu besar yang mereka lihat di ujung jalan.
Terlihat cukup dekat, tetapi ternyata sangat jauh menempuh jarak hingga sampai puncak es yang mereka lihat smaar-samar di balik kabut es. Mungkin karena puncak itu sangat tinggi. Oleh sebab itu, tetap bisa dilihat jelas dari jauh, meski samar-samar karena tertutup oleh kabut es.
__ADS_1
Wuxian dan Huang Chao pun akhirnya bisa melemaskan sendi-sendi kakinya yang kaku karena perjalanan yang cukup jauh. Sedikit lagi, hanya perlu dihitung langkah lagi mereka akan sampai ke tempat tujuan mereka.
“Wuxian, apa kau mau minum?” tawarnya kepada Wuxian.
"Apa di sekitar sini ada mata air? aku rasa, semua yang ada di wilayah ini hanyalah bongkahan-bongkahan salju," kata Wuxian.
Huang Chao memperhatikan sekelilingnya selama beberapa saat, hingga kemudian ia pun menjawab Wuxian, "Jika di sini tidak ada air untuk diminum, maka kita bisa meminum kepingan salju," ujar Huang Chao.
***
“Guru, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?” tanya Qi Feng, salah seorang murid sekte Qing Long kepada gurunya yang bernama Yuan Lu.
“Apa kalian telah mengawasi pergerakan mereka?” balas Yuan Lu.
“Guru, maaf mengecewakan. Kami kehilangan jejak mereka. Mereka sangat cekatan, dan gerakannya sangat asing. Sepertinya, mereka bukanlah orang-orang sekte bagian Utara. Atau mungkin… mereka berasal dari sekte iblis,” tuturnya.
Yuan Lu terhening seraya memikirkan rencana apa yang harus dia lakukan selanjutnya, tatkala mendengar penjelasan dari salah seorang muridnya.
“Jika benar begitu, takutnya… semua perkiraan akan menjadi kenyataan,” ujar Yuan Lu.
__ADS_1