PENDEKAR BELENGGU NIRWANA

PENDEKAR BELENGGU NIRWANA
KEKHAWATIRAN


__ADS_3

“Yang datang pasti akan datang. Kita harus mulai berhati-hati dan mempersiapkan diri,” ujar Yuan Lu.


Qi Feng tak mengerti dengan maksud di balik perkataan gurunya. “Guru, apa maksud di balik semua itu?” tanyanya antusias.


“Jika benar seperti yang kau katakan, dan jika memang mereka adalah orang-orang sekte iblis, hal yang ditakutkan selama ini, akan menjadi kenyataan. Sekte iblis mulai menunjukkan taringnya. Mereka mulai berksi untuk memporak-porandakan dunia,” ungkap Yuan Lu.


Qi Feng tercengang kala mendengar penjelasan dari gurunya. “Guru, ada satu hal yang tidak kumengerti selama ini. Kenapa sekte iblis senang selalu memulai perselisihan dan membuat kekecauan di dunia? Kenapa mereka harus mengacaukan segala sesuatu?” tanyanya, seolah-olah tak mengerti dengan maksud dan tujuan sekte iblis sebenarnya.


“Qi Feng, apa pun yang kita lakukan, pasti ada sebab-akibatnya. Begitupula dengan sekte iblis. Mereka tidak mungkin hanya iseng membuat kekacauan di mana-mana. Mereka pasti memiliki tujuan lain yang dalam otak mereka. Dan tujuan itu… apa kau bisa menebaknya?” Yuan Lu sengaja menguji Qi Feng, muridnya, agar Qi Feng berpikir keras.


Qi Feng terdiam sembari mencerna pertanyaan dari gurunya. Selang beberapa detik kemudian, ia pun akhirnya mengerti dengan apa yang dimaksud oleh gurunya.


“Guru, apa mungkin… tujuan yang mereka dambakan itu adalah … Dunia?!” Meski sedikit ragu, Qi Feng mengungkapkan isi dalam pikirannya.


“Benar. Kita semua tahu jika sekte iblis selama ini memiliki ambisi yang jauh lebih besar. Semakin hari, sedikit demi sedikit, mereka melebarkan kekuasaan mereka, membentuk aliansi dengan sekte iblis lainnya. Di dunia Jianghu, selain sekte kebenaran, sekte iblis termasuk sekte paling besar. Dan jika mereka bersatu, maka, mereka akan semakin kuat. Tidak mustahil bagi mereka untuk melenyapkan sekte kebenaran. Dan jika semua itu terjadi, kita sendiri tahu bagaimana akibatnya. Sikap semena-mena mereka, pasti akan membuat rakyat lebih menderita,” jelas Yuan Lu panjang kali lebar.


“Guru, lalu … apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Bagaimana jika rencana mereka berhasil?” tanyanya ragu-ragu.


“Sebagai orang dari sekte kebenaran, kita tidak boleh takut dengan segala macam hal yang akan terjadi. Kita tidak boleh membiarkan rencana mereka berhasil. Kita harus mencari cara dan mencegah mereka semakin menjadi, dan lebih kuat dari sekarang. Kita harus memotong ekornya terlebih dahulu,” cetusnya.


“Guru, Qi Feng mengerti. Sebagai murid sekte kebenaran, Qi Feng akan menegakkan keadilan dan memberantas sekte iblis. Qi Feng akan berjuang, meski harus berkorban nyawa.”


Qi Feng yang geram dengan semua yang dilakukan oleh sekte iblis selama ini, akhirnya ia bisa melampiaskan kekesalannya terhadap sekte iblis. Ya, sudah lama dia menantikan perintah semacam ini. Ia sangat ingin memberantas sekte iblis agar mereka berhenti membuat kekecauan di dunia, yang membuat rakyat tak bersalah menderita karenanya.

__ADS_1


“Guru, kami juga rela berjuang bersama dan mempertaruhkan nyawa!!!”


Tiba-tiba, terdengar suara lantang secara serentak. Mereka adalah murid-murid sekte Qing Long yang berada di bawah naungan Guru Yuan Lu.


Meski kesannya tidak sopan, karena mereka semua menguping pembicaraan pribadi antara Qi Feng dan Guru Yuan Lu.


“Kau… Wu Lei? Hei, usiamu sudah berapa? Tidak, kalian semua. Apa sejak tadi kalian menguping pembicaraan kami?” sindir Qi Feng, sengaja mencari kesalahan saudara seperguruannya.


“Hei, Qi Feng. Sepertinya, kali ini pengecualian. Bisa dibilang, kami menguping demi kebaikan. Bagaimana menurutmu?” Wu Lei sengaja mengungkapkan candaannya. Ya, karena Wu Lei memang murid yang selalu bercanda, dan jarang sekali serius dalam berbicara.


“Hei Wu Lei. Menguping ya, menguping. Menguping itu tidak sopan. Mana ada menguping tentang kebaikan. Siapa yang mengajarkan kalian jadi mata-mata?” celoteh Qi Feng.


“Kakak seperguruan pertama, tujuan kami menguping bukan hanya karena kami penasaran dan iseng-iseng saja. Kami seperti itu karena … pokoknya kami semua bersedia menanggung beban dan kesulitan bersama. Jika Kakak seperguruan pertama harus melawan komplotan iblis itu, bawa kami bersamamu. Kami pasti akan membantu dengan senang hati,” cetus Tang Li, salah satu junior Qi Feng.


“Kakak seperguruan pertama, bawa kami bersamamu.”


“Kakak seperguruan pertama, aku juga ikut.”


“Aku juga.”


“Aku juga.”


“Aku juga.”

__ADS_1


“Qi Feng, lihat! Mereka bahkan rela membantumu. Apa kau yakin akan menolak bantuan mereka?” goda Wu Lei.


Qi Feng melirik nyalang wajah Wu Lei, lalau menyikut perut Wu Lei tanpa tenaga dalamnya.


“Ouch… .” Meskipun Qi Feng sengaja tidak mengeluarkan tenaga dalamnya ketika menyikut Wu Lei, Wu Lei dengan sengaja merintih kesakitan. Yah… meskipun dirinya sendiri tahu bahwa serangan itu tidak ada apa-apanya baginya.


“Hei, Wu Lei! Berhenti berpura-pura. Kau sama sekali tidak kesakitan. Aku hanya memberi serangan kecil saja. Apa kau memang selemah itu?” celetuk Qi Feng.


Wu Lei pun akhirnya berhenti merintih, ketika melihat ekspresi wajah datar Qi Feng mulai berubah menjadi lebih serius.


“Sangat menakutkan… Qi Feng, tidak bisakah kau menatap orang lain dengan cara biasa? Tatapanmu itu, seperti ingin menjadikanku santapanmu,” oceh Wu Lei.


“Wajah dan tatapanku memang seperti ini. Apalagi untuk orang yang tidak pernah serius sepertimu. Tidak perlu ada keramahan,” cetus Qi Feng.


“Hei, Wu Lei! Kau sangat kejam dengan saudara seperguruanmu sendiri!” protes Wu Lei.


Qi Feng memalingkan netranya. Dia sengaja menganggap remeh perkataan Wu Lei yang tak ada gunanya, dan hanya berkesan basa-basi semata.


“Sudahlah! Berhenti membahas sesuatu yang tidak perlu dipermasalahkan. Untuk kalian, kalian tidak perlu repot-repot membantuku. Bukan karena aku meremehkan kemampuan kalian, tetapi kali ini, cukup aku saja yang melakukannya. Jika banyak orang, semakin besar pergerakan, semakin terlihat mencurigakan. Kali ini, aku tidak melakukan perlawanan apa pun terhadap sekte iblis. Aku hanya akan mengawasi pergerakan mereka, dan menyamar sebagai mata-mata di sekitar mereka. Begini saja… jika aku membutuhkan kalian, kalian baru bisa datang untuk membantuku. Aku akan memberikan suatu kode, jika aku berada dalam bahay,” tutur Qi Feng.


“Tapi Kakak pertama, jika kau sendirian menjadi mata-mata di sekitar mereka, kau pasti akan berada dalam bahaya. Kakak seperguruan pertama, setidaknya, bawa salah satu dari kami bersamamu,” ucap salah seorang murid yang bernama Song Lan.


“Qing Feng benar. Dia harus menjalankan misi ini seorang diri. Jika kalian ikut bersamanya, kalian bukan hanya tidak membantu, tapi akan menjadi bebannya selama menjalankan misi,” potong Yuan Lu, Guru mereka semua.

__ADS_1


Seketika seluruh murid terdiam, ketika Yuan Lu guru mereka yang seadari tadi hanya terhening, kini mulai angkat bicara.


__ADS_2