PENDEKAR BELENGGU NIRWANA

PENDEKAR BELENGGU NIRWANA
MENANGKAP MONSTER IBLIS


__ADS_3

“Hal mendesak? Menurutku, tidak ada satu pun hal mendesak. Paling mendesak bagi kalian, tapi tidak bagiku. Katakan! Ada perlu apa kau menerobos masuk kamarku?” timpal Wuxian.


“Kau harus ikut denganku sekarang juga,” pintanya berterus terang.


“Aku? Untuk apa aku ikut denganmu? Apa kau akan memberiku hadiah? Ah, lupakah saja. Aku hanya bercanda.” Wuxian dengan sengaja meringankan segalanya di saat seorang utusan klan iblis itu datang menemuinya. “Aku sedang tidak enak badan. Urus saja urusan kalian, aku tidak akan pergi,” tolak Wuxian.


“Iblis Yu, kau harus mulai memahami posisimu saat ini. Kau tidak bisa menutup mata di saat terjadi masalah dalam klan, karena kau bagian dari kami,” cetusnya.


“Berisik sekali. Hei, aku tidak perlu kau untuk menasihatiku. Katakan saja apa yang perlu kulakukan, aku tidak akan pergi jika tidak tahu alasannya,” balas Wuxian dengan malas.


“Aku akan menjelaskannya setelah kau ikut bersamaku,” kata utusan itu. Utusan itu tak lain hamba iblis yang bernama Lu Ming.


“Hei, aku … aissh sialan!” Wuxian reflek memegangi jantungnya ketika rasa nyeri berkontraksi. Kemudian, ia mendengar panggilan bahwa ia harus segera ikut dengan Lu Ming. “Sial! Ini pasti mantra Raja Iblis. Baik, kau akhirnya sudah mulai mengendalikanku,” gumam Wuxian sembari mengepalkan kedua telapak tangannya karena geram kala menyadari bahwa dirinya sudah mulai dikendalikan oleh mantra yang ditanamkan oleh Gu Xiang.


“Iblis Yu, sudah kubilang sebelumnya, kau harus mengikuti perintah. Tidak banyak waktu, kau harus segera ikut bersamaku,” cetus Lu Ming.

__ADS_1


“Sudahlah, aku ikut denganmu!” balas Wuxian dengan nada tegasnya bercampur perasaan murka karena ia berada dalam posisi tak berdaya. Wuxian pun bangkit dari posisinya, lalu mengambil Pedang Samsara yang tergeletak di atas meja.


“Baik, aku akan membawamu ke sana.” Lu Ming membawa Wuxian ke tempat yang ia tuju dalam sekejap mata.


Ketika mereka berdua telah sampai, Wuxian sempat terhenyak tatkala menyaksikan segala sesuatu yang harus dia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Lu Ming membawa Wuxian ke Tanah Derita, yang di sana terdapat banyak monster iblis yang ditahan di dalam sel-sel penjara.


Tidak heran jika Wuxian cukup terkejut melihat monster iblis yang berwujud mengerikan seperti itu karena ia baru kali ini menyaksikannya. Wuxian mengamati monster iblis yang pertama kali dilihatnya, hingga sekitar puluhan monster iblis diperhatikannya. Wujud-wujud dari mereka sangat beragam. Bentuk tubuh siluman roh itu sungguh memprihatinkan setelah bermutasi menjadi monster iblis. Salah satunya yang cukup membuat Wuxian tertegun adalah wujud monster iblis yang berwujud selestial harimau yang sudah tak berwujud harimau. Entah dikatakan apa setelah wujudnya berubah menjadi mengerikan karena terdapat tanduk lancip di kepalanya dan kulitnya yang melepuh seperti terbakar. Bahkan, ukurannya pun sangat besar, sekitar 20 kali tubuh lelaki dewasa.


“Apa semua ini?” tanya Wuxian kepada Lu Ming karena ia penasaran dengan penampakan yang dilihatnya.


“Mereka adalah siluman yang telah bermutasi menjadi monster iblis setelah menjalani tahap uji coba. Mereka adalah alat yang akan digunakan Raja Iblis untuk memulai peperangan di tiga dunia,” ungkap Lu Ming tanpa ragu.


“Jangan salah paham. Aku membawamu ke Tanah Derita bukan hanya untuk ini. Salah satu monster iblis telah melarikan diri dari Tanah Derita. Tanah Derita berbatasan dengan Alam Manusia. Kau harus bergegas membantu Master Guili untuk menangkapnya. Jangan sampai keberadaannya diketahui oleh sekte abadi,” ujar Lu Ming.


“Ah, jadi begitu. Jika tugasku menangkap monster yang lari, seharusnya kau bilang dari tadi. Aku tidak perlu menghabiskan … tunggu … .” Pandangan mata Wuxian reflek tertuju pada kerangka jari manusia yang tergeletak di kandang monster iblis. Kerangka itu terlihat masih segar dan berdaging, sepertinya kerangka itu adalah bangkai baru. “Manusia? Apa kalian juga menggunakan manusia?!” sentak Wuxian karena dia sangat geram menghadapi kenyataan yang dilihatnya saat ini. Dengan sigap dia mencengkram kerah baju Lu Ming hingga tubuh Lu Ming terangkat.

__ADS_1


Sementara Lu Ming hanya menyeringai tatkala melihat reaksi murka yang ditampakkan oleh Wuxian. Kemudian, ia pun angkat bicara, “Kenapa? Apa kau marah? Sedih? Atau kasihan? Dengar, manusia-manusia itu tidak ada hubungannya denganmu. Jangan lupa, kau yang sekarang ini adalah bagian dari klan iblis. Manusia hanyalah makhluk lemah yang tidak berguna. Salahkan mereka yang tidak berdaya,” kata Lu Ming tanpa rasa bersalah sedikit pun.


“Kau! Kalian memang iblis! Bukan hanya menyiksa para makhluk, kau juga memanfaatkan mereka yang tidak bersalah. Apa kesalahan mereka hingga harus menjadi bagian dari rencana kotor kalian?!” sentak Wuxian.


“Kenapa kau bertanya padaku? Salah mereka? Lemah adalah kesalahan mereka. Kenapa kau tidak menanyakannya secara langsung kepada Raja Iblis? Aku juga sama sepertimu, hanya menjalankan perintahnya. Jika kau ingin protes, hadapi Raja Iblis secara langsung,” ujar Lu Ming.


“Kau pikir aku tidak berani?!” Wuxian semakin tak bisa mengontrol emosinya. Entah mengapa semenjak ia mendapatkan tubu baru, ia seperti kehilangan kesabarannya seperti saat ia menjadi seorang manusia.


“Aku percaya kau berani, tapi jika kau tidak ingin melihat lebih banyak korban lagi, sudah seharusnya kau pergi menangkap salah satu monster iblis yang kabur. Jangan lupa, monster iblis itu melarikan diri ke Alam Manusia. Ketika dia pergi ke sana, dia pasti akan menyantap lebih banyak manusia untuk memenuhi nafsu makannya.” Ucapan Lu Ming membuat Wuxian tersadar seketika.


Tatkala dia sadar tentang hal terpenting yang harus dia lakukan, ia pun akhirnya melepaskan cengkraman yang mencekik Lu Ming dan menghempaskan Lu Ming hingga tubuhnya membentur sel jeruji besi salah satu penjara monster iblis.


“Dengar, jangan sampai aku mendengar kalian mengorbankan manusia lagi. Jika sampai aku tahu kalau kalian memberi makan para monster jelek itu dengan manusia, aku tidak akan mengampuni kalian, termasuk Raja iblis sekali pun!” ancam Wuxian, tanpa rasa takut sedikit pun.


Wuxian yang saat ini berbanding jauh dengan Wuxian dulu. Karakteristiknya telah berubah drastis, mulai dari tubuh, sikap, hingga emosinya. Satu-satunya yang tak berubah darinya yaitu ia tidak senang jika seseorang yang lebih kuat menindas mereka yang lebih lemah.

__ADS_1


Dia tidak akan pernah lupa jika sebelumnya dia adalah orang lemah yang selalu ditindas oleh mereka yang lebih kuat. Dia sangat memahaminya, terlebih tidak ingin hal itu terjadi kepada orang lain, apalagi klan manusia.


“Aku pasti akan menangkap monster itu dan membawanya kembali. Sebelum itu, sampaikan pesanku kepada Raja Iblis. Jika dia masih ingin memanfaatkanku, aku harap dia tidak melukai orang lain,” cetus Wuxian.


__ADS_2