PENDEKAR BELENGGU NIRWANA

PENDEKAR BELENGGU NIRWANA
KABUR


__ADS_3

“Dasar bodoh! Siapa yang bilang kau akan mati? Kau tidak akan mati. Aku percaya kau akan berhasil melalui ujian kecil seperti itu,” cetus Liu Wei. “Wuxian, dengar baik-baik! Kau tidak akan mati. Tunjukkan kepada orangtua kolot itu kalau kau tidak bersalah,”sambungnya. Dia berusaha menguatkan Wuxian dengan perkataannya. Namun, perkataan bagaimana pun sudah tak berpengaruh bagi Wuxian.


Gerbang kematian telah terbuka lebar. Dia hanya perlu berjalan selangkah demi selangkah, tak perlu waktu lama, gerbang kematian pasti akan menyambutnya.


“Baiklah… Liu Wei, kau tidak perlu menghiburku. Aku tidak akan menunda waktu lebih lama lagi, aku harus segera masuk,” kata Wuxian.


Liu Wei adalah orang yang mengantar Wuxian sampai ke depan pintu gua yang di dalamnya adalah tempat ujian Kolam Es Abadi. Gua yang dingin itu bertempat di lereng Tebing Dewa. Sementara Kolam Es Abadi berada di dalam gua yang juga sebagai penjara penyucian bagi murid-murid sekte Qing Long yang berbuat dosa dan menjalani hukumannya. Akan tetapi, Wuxian tak melakukan kesalahan atau dosa apa pun. Namun, mau tidak mau dia harus menjalani hukuman yang tak berlandaskan kesalahan yang dia perbuat.


Bagi orang yang berdiri di sisi Wuxian seperti Liu Wei, hukuman itu dianggap tidak adil. Sayangnya, tak banyak orang yang berdiri di sisi Wuxian. Oleh sebab itu, Wuxian tak memiliki kekuatan untuk membela dirinya dan mendapatkan pembelaan dari orang lain. Ia hanya bisa menerima takdir yang akan menjemputnya. Takdir memang telah ditetapkan dan tidak bisa ditebak.


Wuxian pun tak mengira jika riwayat hidupnya akan berakhir di umur yang masih sangat muda. Di usianya yang baru menginjak 17 tahun, ia tak memiliki kesempatan untuk menikmati masa mudanya seperti anak lain, karena ajal sebentar lagi akan menjemputnya.


Wuxian menatap Liu Wei sembari menampilkan senyum kecilnya, selang kemudian menatap kedua senior yang bertugas mengantar dan mengawasinya memasuki penjara Kolam Es Abadi. Selangkah demi selangkah dia berjalan memasuki gua, dia membayangkan malaikat penjaga gerbang maut yang menunggunya untuk menyambut kepergiannya. Akan tetapi, tiba-tiba …


Yang datang bukanlah malaikat maut, melainkan Raja Iblis Gu Xiang. Entah datang dari mana, Raja Iblis Gu Xiang tiba-tiba muncul dan membawa Wuxian pergi dengan cara berteleportasi.


“Gawat! Dia melarikan diri. Mereka menghilang begitu saja. Apakah yang menyelamatkannya barusan adalah sekutunya?”

__ADS_1


“Dari auranya, sudah jelas dia bukan orang baik. Mungkinkah … dia berasal dari sekte iblis Ternyata benar. Anak itu memang mata-mata sekte iblis!”


“Jika benar begitu, kita harus segera melaporkannya!”


Kedua murid senior yang mengantar sekaligus mengawasi Wuxian mulai berspekulasi tatkala melihat dengan mata kepalanya sendiri saat Raja Iblis Gu Xiang membawa Wuxian melarikan diri. Sekilas saja mereka yakin dengan penilaian mereka bahwa Wuxian memang benar-benar seorang mata-mata yang ditempatkan di sekte Qing Long, sesuai dengan rumor yang beredar.


“Dia bukan mata-mata sekte iblis!” sahut Liu Wei. Dia yang juga berada di tempat itu pun membela Wuxian tanpa sayarat. Dia percaya kepada Wuxian. Wuxian sudah pasti bukanlah mata-mata sekte iblis. Seseorang pasti menjebaknya tanpa sepengetahuannya.


“Kau lihat sendiri, bukan? Dia diselamatkan oleh orang asing. Tidak masalah jika kau tidak bisa membedakan aura baik dan jahat karena kau tidak memiliki kultivasi, tapi tebakan kami sudah pasti tidak salah. Aura jahat terpancar dari orang yang menculiknya. Sudah pasti dia adalah anggota sekte iblis!” Ia merendahkan Liu Wei yang tak dapat membedakan aura karena tak memiliki kultivasi.


“Benar, bukti tak terbantahkan! Dia pasti komplotan yang datang menyelamatkannya!”


“Kami. Kami adalah bukti yang terkuat. Kami adalah saksi yang melihatnya dengan mata kepala sendiri. Iblis tadi membantu anak itu melarikan diri. Kau bahkan melihatnya!”


“Saudara, kita tidak perlu berdebat dengannya. Aku rasa, kita harus segera melaporkannya,” himbaunya.


Selanjutnya, kedua murid itu bergegas beranjak dari tempatnya untuk melaporkan kejadian yang dilihat oleh mereka kepada sekte. Mereka pergi begitu cepatnya, meninggalkan Liu Wei di depan pintu gua seorang diri.

__ADS_1


“Hei, jangan asal bicara! Dia bukanlah mata-mata sekte iblis. Wuxian sudah pasti dijebak!” teriak Liu Wei dengan lantang tatkala kedua murid itu berlalu pergi untuk meaporkan kejadian yang mereka saksikan. “Tidak baik. Setelah mereka melaporkannya, Wuxian pasti tidak bisa kembali. Mereka keterlaluan! Asal menyimpulkan begitu saja!” protes Liu Wei. Dia berbicara seorang diri karena sangat mengkhawatirkan kondisi Wuxian. Namun, dibandingkan khawatir jika kedua murid itu melapor, ia lebih khawatir saat Raja Iblis Gu Xiang menculik Wuxian. “Apa yang harus kulakukan? Ke mana aku harus mencari anak bodoh itu? Apa mata orang lain itu katarak, apa? Dia jelas-jelas hanyalah anak lemah yang penyakitan. Bisa-bisanya mereka memperlakukannya seperti itu. Ditambah lagi, kenapa juga iblis itu harus menculik Wuxian yang hampir mati? Sudahlah! Memikirkannya membuat kepalaku hampir pecah. Aku hanya berharap anak itu baik-baik saja.”


***


Tap… Tap… Tap ... langkah tegas yang berirama senada, berjalan menuju ruangan yang tak lain adalah Biro Keamanan. Mereka adalah kedua murid yang bertugas mengantar dan mengawasi Wuxian untuk menjalani ujian.


“Ketua Pengawas!” Mereka berdua memberi hormat serentak.


“Kalian sudah kembali ternyata. Bagaimana? Apa semuanya berjalan lancar? Apa anak itu sudah menjalani ujiannya? Kasihan sekali. Dia hanyalah anak lemah …,” kata Ketua Pengawas sembari mencecar kedua murid itu dengan beberapa pertanyaan.


“Ketua Pengawas, ada sesuatu yang perlu kami laporkan. Anak itu … dia melarikan diri,” ungkapnya.


Ketua Pengawas reflek bangkit dari tempat duduknya dan berkata, “Apa? Melarikan diri? Bagaimana bisa? Bukankah kalian mengawasinya? Hanya bertugas mengawasi anak penyakitan itu, apa kalian tidak bisa melakukannya dengan baik? Jika dia melarikan diri, kalian juga bisa mengejarnya. Dengan kondisinya itu, sekali pun ia melarikan diri, ia tak bisa lari jauh. Kenapa kalian tidak mengejarnya? Apa kalian sengaja melepaskannya?” cecarnya dengan emosi yang memuncak tatkala mendengar pernyataan yang dia anggap sangat tidak logis.


Sementara kedua murid itu pun segera berlutut di hadapan Ketua Pengawas dan menjawabnya, “Maaf, Ketua Pengawas karena kami telah lalai menjalankan tugas kecil itu. Namun, ada satu hal yang perlu Anda ketahui. Anak itu tidak melarikan diri seorang diri saja, melainkan ada orang lain yang membantunya. Dia … .” Ia sengaja menggantung perkataannya karena ragu untuk mengungkapkan keadaan sebenarnya.


“Apa itu? Cepat katakan!” perintahnya dengan nada tegasnya.

__ADS_1


“Kami juga tidak yakin. Tapi dari auranya, orang itu … sudah pasti dia adalah anggota sekte iblis!” ungkapnya.


__ADS_2