PENDEKAR BELENGGU NIRWANA

PENDEKAR BELENGGU NIRWANA
TUDINGAN DAN ANCAMAN


__ADS_3

“Menyingkir! Aku akan membunuhnya!!!”


“Hei, apa yang kau lakukan? Bisakah kau tenang sedikit? Kita bisa membicarakannya baik-baik!”


“Tidak ada yang perlu dibicarakan. Dia adalah iblis! Walaupun aku harus mati, hari ini aku akan membunuhnya! Jangan menahanku! Enyah kalian semua!!!”


“Hei, bagaimana ini? Sejak bangun dia langsung ingin membunuh anak itu.”


“Apa kau gila?! Sadarlah! Sudah cukup kau melukai kami, tapi sekarang kau ingin membunuh temanku? Jangan harap!"


“Kau! Aku tidak akan berurusan denganmu lagi. Yang jelas, aku harus membunuhnya! Iblis itu harus mati!!!”


Ketika Huo Yi pertama kali sadarkan diri, ia langsung begitu saja menarik pedangnya sembari menghampiri Wuxian yang tengah terbaring di ranjangnya. Mereka beristirahat di ruangan yang sama, sedang yang pertama kali tersadar adalah Huo Yi.


Tanpa mengatakan apa pun, Huo Yi mengacungkan pedangnya ke arah Wuxian yang tengah terbaring belum sadarkan diri. Untungnya sebelum semua itu terjadi, Jiang Ruyi tiba tepat waktu dan langsung menahan Huo Yi yang ingin melukai Wuxian. Di saat bersamaan, 2 orang murid dari kediaman yang sama dengan Huo Yi, yakni murid Mahaguru Tianji pun lekas menahan tindakan ceroboh Huo Yi.


Mereka mencoba segala cara untuk menahan Huo Yi yang bersikeras ingin membunuh Wuxian. Keributan itu membuat Liu Wei pun turut sadarkan diri dan melindungi Wuxian dengan menghalanginya. Selang beberapa waktu kemudian, Wuxian pun akhirnya terbangun. Pertama kali terbangun, ia tercengang dengan pemandangan yang ia lihat pertama kali ia membuka mata.


Dia melihat tatapan kebencian dalam sorot mata Huo Yi. Di mata Huo Yi, Wuxian sudah tidak ia anggap sebagai manusia, melainkan iblis yang harus dilenyapkan. Akan tetapi, tindakannya harus tercegah karena saudara seperguruannya sekuat tenaga menahan Huo Yi.

__ADS_1


Huo Yi sudah tak terkendali. Kedua saudara seperguruannya tak sengaja melepaskan Huo Yi. Pada saat ia terlepas dari kekangan, ia segera mengarahkan pedangnya ke arah Wuxian. Sedangkan Wuxian dengan cepat mendorong Liu Wei yang tengah melindunginya.


"Wuxian, hati-hati!" Liu Wei memberi peringatan kepada Wuxian agar segera menghindar dari serang Huo Yi.


Wuxian dengan sigap menghindari serangan dari Huo Yi. Akan tetapi, serangan pertama yang gagal tak membuat Huo Yi menyerah untuk menyerang Wuxian. Berkali-kali Huo Yi menyerang ke arah Wuxian, dan berkali-kali pula Wuxian berhasil menghindari serangan. Akibat serangan Huo Yi yang tak beraturan, ruangan Biro Kesehatan itu menjadi berantakan dan banyak barang yang rusak berhatuhan.


Untung saja, saat ini tubuh Huo Yi belum pulih sepenuhnya. Oleh sebab itu, ia hanya bisa mengangkat pedang dengan tenaganya saja, sedang ia menyimpan tenaga dalamnya.


“Aku pasti akan membunuhmu! Dasar iblis!!!” cetus Huo Yi.


Mata Wuxian terbelalak tatkala pedang Huo Yi yang teracung itu menantang untuk membelah kepalanya. Serangan tiba-tiba dari Huo Yi, membuat sekujur tubuh Wuxian seakan kaku untuk digerakkan. Ia hanya bisa mengerjapkan matanya dan menyerahkan takdir yang akan menimpanya.


Serangan terakhir Huo Yi hampir saja tepat sasaran mengenai Wuxian, andai saja seseorang sedikit saja terlambat menahannya. Dengan kekuatan magisnya, orang itu menahan pedang Huo Yi yang teracung ke arah Wuxian, hingga membuat kedua lengan Huo Yi melemah dan membuat pedang yang digenggam Huo Yi terjatuh ke lantai dengan sendirinya.


Pada saat Huo Yi berhasil dihentikan, kedua saudara seperguruannya pun menghampiri Huo Yi dan menahan tubuhnya kembali.


“Kami tidak tahu apa yang terjadi. Dia bersikeras ingin membunuh anak itu. Dia terus meracau dan berkata bahwa anak itu adalah iblis,” jelas salah seorang murid saudara seperguruan Huo Yi yang tetap berusaha keras menahan Huo Yi.


“Dia memang iblis! Dia pasti seorang mata-mata yang diutus sekte iblis. Kita harus segera melenyapkannya. Dia pengkhianat!” cetus Huo Yi. “Hei, lepaskan aku! Apa kalian tidak mendengarku? Dia adalah iblis!” Huo Yi masih saja bersikeras mengatakan bahwa Wuxian adalah mata-mata yang diutus oleh sekte iblis.

__ADS_1


“Tidak benar! Aku bukanlah iblis. Kak Chao, percayalah padaku! Kau yang paling mengenal siapa identitasku. Sudah pasti aku bukan mata-mata sekte iblis.” Wuxian yang mencoba membela dirinya dari tudingan sepihak dan tak berdasar dari Huo Yi.


“Wuxian, aku percaya padamu. Aku mengenalmu. Kau sudah jelas-jelas bukan mata-mata sekte iblis,” ujar Huang Chao. Huang Chao mempercayai Wuxian tanpa syarat karena ia sangat mengenal karakter Wuxian dan juga identitasnya. “Huo Yi, berhentilah! Jangan gegabah! Sekali pun dia memang mata-mata sekte iblis, kau tidak berhak menghukumnya dengan tanganmu sendiri,” cetus Huang Chao.


“Lalu, apa kau yang akan membunuhnya, menggantikanku? Kau pikir, aku tidak tahu jika kalian adalah teman dekat. Setelah melihat semua yang kulakukan pada temanmu itu, aku yakin orang yang ingin kau bunuh adalah aku, bukan dia!” balas Huo Yi dengan suara lantangnya.


“Saudara, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau bertindak tanpa intruksi dan penjelasan? Kami benar-benar tidak mengerti. Apa anak itu benar-benar iblis yang diutus oleh sekte iblis untuk memata-matai sekte kami?” tanya salah seorang saudara seperguruan Huo Yi.


“Benar! Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Dia dapat merapalkan mantra sihir iblis. Benar juga, sepertinya pedang yang menyerangku adalah miliknya. Tidak perlu diragukan lagi!!!” Huo Yi tak henti-henti menuding Wuxian dengan tuduhan-tuduhan yang tidak dipahami Wuxian secara pribadi.


“Bukan aku! Aku tidak tahu apa yang terjadi. Tapi … .” Wuxian sengaja menggantung perkataannya karena takut jika sedikit saja ia salah berbicara, bukti akan semakin terarah kepadanya. ‘Tidak, aku tidak bisa mengatakannya. Jika aku mengatakan segalanya, semuanya akan terlihat sangat jelas. Mereka pasti tidak akan melepaskanku, sekeras apa pun aku menjelaskan kejadian yang sebenarnya,’ batin Wuxian.


“Wuxian, ada apa? Kenapa kau berhenti bicara?” tanya Huang Chao karena penasaran tentang alasan Wuxian tak melanjutkan perkataannya.


Wuxian menatap Huang Chao dengan harapan agar Huang Chao mempercayai semua perkataannya. Kemudian, ia pun angkat bicara kembali, “Kak Chao, aku benar-benar bukan iblis, apalagi mata-mata sekte iblis. Kak Chao, percayalah padaku,” ucap Wuxian.


“Baik, aku percaya padamu. Wuxian, aku sangat mempercayaimu. Kau sudah pasti bukan iblis, apalagi mata-mata sekte iblis. Tapi sebelum itu, kau harus memberi kami penjelasan agar aku juga bisa membantumu,” ujar Huang Chao.


Wuxian hanya terhening tanpa bisa berkata-kata. Ia bingung harus menjelaskan dari mana dan memilih kata-kata apa agar semua orang mempercayai ucapannya. Ia memang sempat bermimpi dihasut oleh iblis dalam mimpinya. Namun setelah ia terbangun, ia benar-benar tak ingin mendengarkan hasutan tersebut. Terlebih lagi, hukuman untuk para pengkhianat sekte adalah eksekusi, yakni hukuman pelepasan tulang.

__ADS_1


Hukuman pelepasan tulang adalah hukuman terkejam yang ada di sekte Qing Long. Sebelum menjalani hukuman, budidaya orang itu akan dihancurkan, lalu menjadi manusia biasa. Orang yang menerima hukuman itu harus menahan betap sakitnya setiap nadi dalam tubuhnya yang dipotong hingga ke tulangnya. Dari pergelangan tangan, kaki, baru leher. Ketiga bagian tubuh itu harus terlepas dari tubuh utuhnya. Kemudian, jasad orang yang menerima hukuman itu akan dibuang begitu saja ke alam liar agar dimakan oleh binatang buas.


“Lihat! Dia tidak bisa menjelaskannya. Sudah kubilang, aku tidak berbohong. Dia memang iblis yang diutus sekte iblis untuk memata-matai sekte kita!” cetus Huo Yi.


__ADS_2