
“Hihihihi! Wuxian, menyerahlah… menyatulah dengan kami. Jika tidak, kau pasti akan mati. Jika bukan sekarang, suatu saat nanti kau pasti akan menjadi salah satu dari kami. Hahahaha!”
“Pergi! Aku tidak akan pernah menjadi iblis!” cetus Wuxian dengan suara lantangnya.
“Wuxian, ada apa denganmu?” tanya Liu Wei khawatir.
“Arrrgghhh!!!” Wuxian mengerang kesakitan, lalu tiba-tiba saja tubuhnya mengeluarkan asap hitam tebal yang membuat Liu Wei dan Chang Sheng terhempas menghantam tembok kayu ruangan itu.
Liu Wei pun bergegas bangkit, lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Chang Sheng berdiri.
“Apa kau terluka?” tanya Liu Wei kepada Chang Sheng.
Chang Sheng hanya membalas pertanyaan Liu Wei dengan gelengan kepala. Kemudian, ia berkata, “Tidak bisa begini terus. Ada yang tidak beres dengannya. Kita harus melaporkannya agar orang lain bisa membantunya,” himbau Chang Sheng seraya beranjak dari tempatnya. Namun sebelum hal itu terjadi, Liu Wei dengan sigap mencekal pergelangan tangan Chang Sheng untuk menghentikan tindakan yang akan dilakukan oleh Chang Sheng.
“Tunggu! Jangan lakukan hal itu,” pinta Liu Wei.
Chang Sheng mengernyitkan kedua alisnya seraya berkata, “Kenapa? Jika kita tidak meminta bantuan orang lain, dia akan berada dalam bahaya,” ujar Chang Sheng.
“Tapi jika kita melaporkannya, aku yakin Wuxian akan mengalami bahaya yang lebih besar. Kita tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi kepadanya, tetapi aku hanya ingin tidak ada hal lain yang mengancam keselamatannya,” bala Liu Wei.
Ketika melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Wuxian dapat mengeluarkan asap hitam dari dalam tubuhnya, maka semua tuduhan yang diarahkan kepada Wuxian akan terbukti tatkala orang lain pun menyaksikannya. Jika hal itu terjadi, maka keselamatan Wuxian akan terancam. Mereka pasti akan beranggapan bahwa Wuxian adalah iblis yang dikirmkan oleh sekte iblis sebagai mata-mata.
__ADS_1
Setelah semua itu, Liu Wei tetap percaya bahwa Wuxian sama sekali tak berhubungan dengan sekte iblis, meskipun ia melihat dengan mata kepalanya sendiri tentang bukti yang jelas-jelas terpampang di hadapannya. Akan tetapi, semua itu tak membuat Liu Wei meragukan Wuxian sedikit pun. Selama ini, Liu Wei sangat mengenal keperibadian Wuxian. Tidak mungkin dia adalah pengkhianat sekte, setelah ia melihat segala hal yang diderita oleh Wuxian selama ini.
Ketika tubuh Wuxian pertama kali mengeluarkan asap hitam, Liu Wei tak menyaksikan kejadian itu karena ia tak sadarkan diri. Namun kali ini, ia melihatnya dengan mata kepalanya sendiri. Pada awalnya, ia pikir bahwa Huo Yi sengaja memfitnah Wuxian agar Wuxian tak bisa lari dari hukuman. Sayangnya, semua yang dikatakan oleh Huo Yi benar adanya.
Tubuh Wuxian mengeluarkan asap hitam seperti perapal sihir iblis, berbanding jauh dengan kekuatan magis sekte aliran lurus. Entah apa yang menimpa Wuxian kali ini, Liu Wei hanya ingin memastikan keamanan Wuxian.
“Apa kau bisa membantunya?” tanya Liu Wei penuh harap kepada Chang Sheng.
Permintaan Liu Wei yang terdengar begitu tulus, membuat Chang Sheng harus mengalah. Melihat kondisi Wuxian yang memprihatinkan, sebagai seorang tabib, hal pertama yang harus ia lakukan adalah menyelamatkannya terlepas dari resiko apa pun yang akan ia hadapi.
Chang Sheng melepaskan cekalan tangan Liu Wei, lalu ia beranjak dari tempatnya. Dia berjalan menuju rak obat-obatan herbal, lalu memilah-milah bahan yang akan dia gunakan. Begitu dia menemukannya, ia langsung menghaluskannya karena tak sempat untuk memasaknya, ia terpaksa harus meminumkan sup herbal itu kepada Wuxian, tanpa memasaknya terlebih dahulu.
Ketika Wuxian meminum obat yang diracik oleh Chang Sheng, perlahan-lahan ia mulai tenang dan tertidur. Wuxian tak sadarkan diri setelah meminum sup obat yang diberikan oleh Chang Sheng.
“Tenang saja, aku adalah seorang tabib. Aku tidak akan melakukan hal yang membahayakan pasienku. Aku hanya memberinya semacam obat bius agar ia bisa tertidur tanpa rasa sakit,” jelas Chang Sheng secara singkat.
“Terima Kasih,” ucap Liu Wei.
“Tidak perlu berterimakasih kepadaku. Aku hanya melakukan apa yang seharusnya kulakukan,” balas Chang Sheng dengan nada bicara dinginnya.
“Masalah tadi … .”
__ADS_1
“Tenang saja, aku tidak akan memberitahunya kepada siapa pun,” sahut Chang Sheng tanpa membiarkan Liu Wei menuntaskan perkataannya.
“Terima Kasih, aku berhutang banyak padamu,” ucap Liu Wei karena merasa tidak nyaman.
“Tidak perlu,” balas Chang Sheng seraya bangkit dan berlalu pergi meninggalkan tempatnya.
Setelah memberikan obat bius kepada Wuxian dan memastikan bahwa Wuxian akan tertidur tanpa rasa sakit, Chang Sheng pun beranjak pergi meninggalkan ruangan itu. Sementara Liu Wei hanya bisa menatap Wuxian yang terbaring di atas ranjang dengan rasa simpati dan kasihan. Liu Wei membiarkan Wuxian menggunakan satu-satunya ranjang yang ada di ruangan itu, meskipun pada awalnya, ranjang itu adalah miliknya.
Sebelum segala sesuatu terjadi kepada Wuxian, Liu Wei adalah orang yang mengalami luka luar dan dalam yang lebih parah. Namun setelah melihat kondisi Wuxian kali ini, sepertinya posisinya tersingkirkan.
Di sisi lain, Chang Sheng yang telah membantu menenangkan Wuxian pun kembali memilah-milah obat yang tersimpan di laci. Chang Sheng memutuskan untuk tak memberitahu siapa pun tentang perihal yang dilihatnya dengan mata kepalanya sendiri. Di samping itu, tidak ada untungnya bagi dirinya menjadi seorang pengadu yang akan meletuskan berbagai macam masalah.
Tinggal di ruangan sederhana dan menjadi seorang tabib yang menolong orang-orang yang membutuhkan sudah cukup baginya. Dalam kehidupan ini, dia hanya ingin mengabdikan seluruh hidupnya untuk berbakti kepada gurunya dan menabur kebaikan tanpa pamrih. Semua itu adalah cita-cita gurunya yang akan diteruskan olehnya.
“Aku bisa merasakan energi jahat yang keluar dari tubuhnya. Aku sangat mengenal sumber energi itu. Setelah 5.000 tahun beralu, apa ada rahasia yang sengaja disembunyikan? Sebenarnya … siapa identitasnya sesungguhnya?” gumam Chang Sheng seraya keluar dari dapur.
Tugas yang harus dilakukan Chang Sheng selanjutnya adalah memeriksa keadan Ho Yi yang tengah memulihkan diri di kediaman yang terpisah. Walau tidak terlalu jauh dari ruang penyimpanan obat-obatan, tetapi tetap saja membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk sampai ke ruang pemulihan Biro Kesehetan.
Sebelumnya, gurunya memerintahkan Chang Sheng untuk mengirimkan beberapa bahan obat herbal. Namun karena ada satu bahan yang perlu dicari, Jiang Ruyi pun meminta Chang Sheng menggantikannya untuk merawat Huo Yi yang sedang dalam tahap pemulihan sembari menunggu Jiang Ruyi pulang membawa satu bahan obat yang dibutuhkan. Sepertinya, Jiang Ruyi kesulitan menemukan satu bahan obat yang cukup langka. Itulah mengapa, malam hari telah tiba, tetapi Jiang Ruyi tak kunjung pulang.
Kreeekk … suara pintu kayu yang dibuka oleh Chang Sheng. Ketika pertama kali membuka pintu, ia melihat sosok Huo Yi yang tengah terbaring dengan bertelanjang dada. Kedatangan Chang Sheng membuat Huo Yi reflek menatap sosok Chang Sheng yang muncul dari balik daun pintu.
__ADS_1
“Yoo … siapa yang datang kali ini? Apa ini murid Guru Jiang yang sering dibicarakan? Sesuai dengan rumor yang beredar, kau memang sangat mempesona,” puji Huo Yi dengan nada bicara nakalnya.