
Liu Wei mengerutkan pelipisnya sembari menatap wajah Fa Hai dengan tatapan nanarnya.
"Apa kau meremehkanku? aku bahkan bisa membuatnya berlutut meminta maaf kepada kita semua!" cetus Liu Wei dengan lantangnya, karena terlalu emosi hingga mengesampingkan konsekuensi dari ucapannya.
"Liu Wei!"
"Berhenti mementaskan drama. Jadi, aku datang ke tempat ini hanya ingin mencari anak bernama Wuxian? di mana dia? jika kalian tidak memberitahuku, maju dan bertarung denganku. Bukankah kalian ingin memberiku pelajaran? Ah ... benar juga. Kau ingin membuatku berlutut meminta maaf." Huo Yi menunjukkan jari telunjuknya kepada Liu Wei dengan senyuman meremehkan. "Mimpi saja! kalian semua yang ada di sini hanyalah sampah!" Tidak puas merendahkan, Huo Yi terang-terang memcerca mereka yang berada di ruangan itu dengan hinaan.
"Hei, jaga mulutmu! aku pikir, mulutmu itu yang sampah!!!" balas Liu Wei karena tak tahan lagi dengan hinaan yang ia terima.
Mendengar balasan dari Liu Wei, emosi Huo Yi pun mendidih dengan cepat. Secepat kilat dia berjalan ke hadapan Liu Wei, lalu mencengkram kerah baju Liu Wei hingga tubuh Liu Wei tergantung.
Sudah seperti itu, Liu Wei sama sekali tak menunjukkan rasa takutnya sedikit pun terhadap perlakuan yang ia dapatkan dari seorang Huo Yi.
"Kenapa? apa hanya ini yang bisa kaulakukan? jika berani, pukul aku! sini! cepat!!!" mata Liu Wei dengan tatapan setajam pisau terhunus.
Perkataan yang terlontar dari mulut Liu Wei semakin membuat Huo Yi mengeratkan cengkramannya, hingga membuat Liu Wei tercekik dan kesulitan bernafas. Huo Yi merasa sangat girang tatkala melihat ekspresi wajah Liu Wei yang membuat wajahnya perlahan memerah padam, panas karen kehabisan nafas.
"Murid lemah sepertimu berani sekali menantangku. Kau tahu, melihat ketidakberdayaan seperti ini sangatlah menyenangkan bagiku. Begini saja, aku akan mengampunimu jika kau berlutut di hadapanku dan menjilat kakiku. Setelah itu, aku akan melepaskanmu dan tidak akan memperhitungkannya." Dengan sombongnya, Huo Yi mencoba mempermainkan Liu Wei dengan ancaman yang dapat menjatuhkan harga dirinya.
__ADS_1
Sayangnya, meskipun tak memiliki keterampilan sihir dan beladiri yang hebat, Liu Wei adalah orang yang sangat kepala dan gigih. Apalagi jika menyangkut harga diri, sudah pasti dia tidak akan mempermainkannya kepada orang-orang yang hina bagi dirinya.
"Puihh!!!" Liu Wei meludahi wajah Huo Yi dengan sangat berani. "Berengsek rendahan sepertimu tidak berhak dihormati!!!" cetus Liu Wei.
Mendapati wajahnya yang terkontaminasi oleh air liur yang diludahkan oleh Liu Wei, Huo Yi mengeratkan rahangnya kuat-kuat karena kemarahannya.
"Aiisssh ... sialan!" cerca Huo Yi. Karena kekerasannya, Huo Yi menghempaskan tubuh Liu Wei ke sekumpulan murid yang berada di ruangan itu.
Punggung Liu Wei terbentur keras di atas lantai karena hempasan kasar yang dilakukan oleh Huo Yi. Meskipun demikian, Liu Wei merasa lebih lega karena ia akhirnya bisa bernafas setelah lehernya tercekik oleh kerah bajunya.
"Liu Wei, apa kau baik-baik saja?" tanya Fa Hai.
Sebagai teman dekat Liu Wei, Fa Hai dengan sigap menghampiri Liu Wei seraya menanyakan keadaannya.
Di sisi lain, Huo Yi tengah mengelap air liur Liu Wei yang diludahkan di wajahnya dengan kesal.
"Dasar sampah!" Huo Yi berjalan menghampiri Liu Wei dan berencana memberinya pukulan mematikan sebagai perhitungannya karena telah meludahi wajahnya.
Ketika hampir selangkah saja mendekati Liu Wei, Fa Hai menghadang Huo Yi dengan gentar. Melihat pemandangan itu, Huo Yi terpaksa menghentikan langkahnya.
__ADS_1
Huo Yi memgernyitkan alisnya dan berkata, "Menyingkir dari jalanku! urusanku dengannya belum usai. Kau melindunginya ... apa ingin menggantikan posisinya? ingin menerima pukulan dariku?!!" sentak Huo Yi.
"Senior. Aku menghormatimu dengan memanggilmu Senior. Siapa pun tahu tentang kehebatanmu. Karena itu, kami mohon agar kau bisa tenang. Kami hanyalah murid lemah yang kurang terdidik. Maaf jika rekanku kurang sopan terhadapmu. Aku mewakilimu meminta maaf atas namanya." Ucapan yang dilontarkan oleh Fa Hai sengaja untuk membuat Huo Yi sedikit lebih tenang.
"Fa Hai!" sentak Liu Wei karena di pribadi tidak terima jika Fa Hai merendahkan martabatnya di hadapan Huo Yi.
"Liu Wei, diamlah!" balas Fa Hai.
"Ouh, ternyata di kumpulan sampah ada juga sampah yang tidak terlalu bau. Baiklah, karena temanmu itu hanyalah sampah tidak berguna, aku tidak akan mempermasalahkannya. Benar juga, tidak ada gunanya perhitungan terhadap sampah-sampah seperti kalian. Palingan hanya mengotori tanganku saja," kata Huo Yi dengan angkuhnya.
"Kau adalah salah satu senior terhebat di sekte Qing Long. Kehebatanmu sudah terkenal di dunia Jianghu. Tentu saja murid seperti kami tidak berhak berbuat tidak sopan kepada Senior. Berurusan dengan kami hanya akan membuat Senior terkena masalah. Kami tidak pantas," ujar Fa Hai dengan sengaja melontarkan kata-kata manis untuk meredamkan emosi Fa Hai.
Huo Yi semakin merasa tinggi hati ketika mendapatkan pujian dari Fa Hai. Hingga akhirnya, emosinnya pun benar-benar telah meredam.
"Aku tahu hal itu. Baiklah, karena ucapanmu itu, aku tidak akan memperhitungkan kesalahan temanmu. Ingat, kau ... kau berhutang padanya." Huo Yi menunjuk ke arah Liu We, setelah itu kepada Fa Hai. "Namun, aku harus memperbaiki perkataanmu tadi. Aku bukan salah satu yang terkuat di sekte Qing Long, tapi akulah yang terkuat di antara mereka. Kau harus ingat ini, akulah yang terkuat," kata Huo Yi dengan percaya dirinya.
"Baik! aku pasti akan mengingatnya. Senior, kau adalah murid terkuat di sekte Qing Long. Suatu saat nanti, kau pasti akan menjadi pendekar terhebat yang menguasai dunia Jianghu." Fa Hai semakin menyanjung Huo Yi dengan perkataan manisnya.
"Tentu saja. Tidak perlu ditanya lagi. Aku pasti akan membuat semua pendekar Jianghu tunduk di bawah perintahku," cetus Huo Yi. "Eh, apa kau tahu seorang murid tidak berguna bernama Wuxian?" tanya Huo Yi sepontan tanpa berbasa-basi.
__ADS_1
"Wuxian? sejujurnya, aku tidak terlalu mengenal nama-nama semua yang ada di sini," kata Fa Hai. Sejenak ia berpikir, kemudian mulai angkat bicara kembali, "Namun, nama itu terdengar asing. Apa dia anggota baru di tempat ini?" tanya Fa Hai untuk memastikan.
"Benar, dia memang anak yang baru saja datang ke sekte. Hanya karena takdirnya dia sampai ke tempat ini. Konyolnya karena aturan sekte yang mewajibkan siapa pun yang ditakdirkan untuk diterima, dia hanya beruntung mendapatkan gelar murid sekte Qing Long seperti kalian semua. Dia terlalu tidak berguna. Jadi, apa kau tahu di mana anak itu?" tanya Huo Yi.