
Huang Chao langsung membungkan mulutnya rapat-rapat. Kali ini, ia tak memiliki pilihan selain menuruti perkataan gurunya karena tampaknya, Jin Xun terlihat sangat marah. Hal itu tergambar jelas dari raut wajahnya.
“Benar juga. Aku dengar, Kolam Es Abadi milik sekte Qing Long dapat melenyapkan aura-aura negatif yang ada di tubuh seseorang. Kita bisa mencobanya kepada anak itu. Jika aura jahat yang bersemayam dalam tubuhnya bukanlah aura jahat bawaan dan jika hati anak itu memang bersih, maka tidak akan ada masalah. Aura jahat dalam tubuhnya akan segera lenyap, maka dia tidak perlu berlama-lama menjalani ujian Kolam Es Abadi,” ujar salah satu dari mereka.
“Hmmm … sepertinya kita bisa mencobanya. Kalau begitu, masalah ini tuntas. Anak itu hanya perlu menjalani ujian Kolam Es Abadi. Tentang bagaimana dia berhasil menjalankannya, tergantung kepada dirinya sendiri.”
Karena semua telah sepakat untuk mengirim Wuxian untuk menjalani ujian Kolam Es Abadi, maka tidak ada seorang pun yang berani menentang wewenang yang telah ditetapkan. Sementara tentang masalah pedang misterius yang muncul itu, mereka masih memikirkan cara bagaimana mengatasinya. Untuk sementara, pedang misterius yang tak lain adalah Pedang Samsara milik klan Asura itu tetap tersegel di aula leluhur milik sekte Qing Long. Hanya saja, mereka belum yakin mengenai identitas asli pedang itu dan hanya menganggapnya sebagai pedang misterius milik sekte iblis.
***
“Saudara, sudah waktunya bergantian,” ujar seorang murid sekte Qing Long yang datang menggantikan tugas saudara seperguruannya yang ditugaskan menjaga keamanan aula leluhur.
“Baik,” balasnya seraya beranjak dari tempatnya dan mempersilakannya untuk bergantian.
Setiap hari setiap malam, anggota murid dari Biro Keamanan ditugaskan untuk menjaga aula leluhur. Biro Keamanan semakin memperketat penjagaan di sekitar aula leluhur agar siapa pun tak ada lagi yang mendekati aula leluhur, di mana Pedang Samsara tersegel di dalamnya.
“Saudara, apa kau mencium bau sesuatu?” tanyanya kepada teman yang berdiri di sampingnya.
“Aku tidak mencium apa pun,” jawabnya.
__ADS_1
“Benar, aku mencium aroma aneh, seperti aroma dupa gaharu. Apa kalian menciumnya?” tanyanya kepada saudara seperguruan lainnya yang bertugas menjaga aula leluhur.
BRUUKK!
Selang beberapa menit kemudian, satu persatu murid yang bertugas menjaga keamanan jatuh terlelap. Hingga pada akhirnya, hanya tersisa dua murid yang masih terjaga.
Salah seorang murid yang masih sadar dan melihat kejadian itu pun reflek tercengang. “Gawat! Ini obat bius! Aku harus segera … .” Ia pun belum sempat melakukan sesuatu, tetapi sayangnya sudah terlambat. Aroma dupa itu sangat pekat dan membuat siapa pun yang menghirupnya terlelap tak sadarkan diri.
Aroma dupa yang khas, siapa lagi jika bukan Iblis Aroma dari klan iblis. Semua murid yang berjaga telah terlelap tak sadarkan diri dalam waktu yang sangat singkat, sementara hanya tersisa satu murid yang masih terjaga dengan mata terbuka lebar. Siapa lagi identitas murid itu selaian sang Iblis Aroma.
Iblis Aroma adalah gelarnya, sementara nama aslinya adalah Meng Xie. Dia adalah hamba iblis berbakat yang dikenal dapat membuat musuh tertidur karena aroma dari obat yang diraciknya. Dahulu, namanya sangat terkenal di dunia Jianghu karena asalnya, dia berasal dari sekte aliran lurus.
Dia mengkhianati sektenya sendiri, lalu pergi ke sekte iblis dengan membawa persembahan buku catatan rahasia catatan tentang racun terganas kepada sekte iblis. Semenjak mengkhianati sekte dan bergabung dengan sekte iblis, nama Meng Xie tak pernah terdengar lagi. Seiring waktu berlalu, namanya pun akhirnya terlupakan. Akan tetapi, kemunculannya lagi saat ini bukan lagi membawa misi dari sekte iblis, melainkan dari Raja Iblis Gu Xiang.
Meng Xie menjadi hamba iblis yang telah menjadi bagian dari klan iblis.
“Dasar orang-orang bodoh!” cerca Meng Xie sembari melirik satu persatu para murid yang tergeletak tak sadarkan diri.
Meng Xie merubah penampilannya menjadi identitas aslinya. Kemudian, ia berjalan menuju aula leluhur untuk menjalankan misinya.
__ADS_1
“Penjagaan di sini terlalu berlebihan,” gumamnya tatkala menyadari penghalang yang terpasang mengelilingi aula leluhur. Perlahan-lahan, Meng Xie menghancurkan penghalang agar tak ada seorang pun yang menyadarinya.
BRAAK! Meng Xie membuka pintu aula leluhur setelah ia berhasil menghancurkan formasi yang melindungi aula leluhur.
“Tidak disangka, ternyata penghalang di sini terlalu lemah,” gumamnya.
Selangkah demi selangkah dia memasuki aula leluhur dengan tatapan lurus menatap sosok Pedang Samsara yang tersegel di dalamnya. Pedang Samsara menunjukkan reaksi tatkala menyambut kedatangan Meng Xie.
Pedang Samsara yang tersegel itu beberapa kali mengedipkan cahaya berwana merah dan biru. Fenomena lainnya yang disaksikan oleh Meng Xie sendiri adalah bisikan dari Pedang Samsara.
“Cepat! Bebaskan aku dari sini! Genggam aku dan kau akan menggenggam dunia.” Bisikan yang terdengar dari Pedang Samsara.
Berbeda dengan Wuxian yang ketakutan dan menggila, sementara Meng Xie hanya menarik senyuman tipis yang terkesan licik.
“Ternyata benar, sesuai dengan dugaanku. Pedang Samsara memang hebat dalam menghasut orang lain. Hei, dasar Pedang jelek! Kau pikir aku sama dengan anak yang memilki kultivasi rendah itu, apa? Hasutanmu tidak berpengaruh padaku. Jangan pikir aku tidak tahu jika aku menggenggammu kau pasti akan menyerap jiwaku. Kau telah memilih anak itu sebagai tuanmu sementara. Jika aku menggenggammu, kau hanya akan memanfaatkanku untuk melepas segel yang menahanmu,” celetuk Meng Xie.
“Hahahaha! Kau memang hamba iblis yang setia. Ah, benar juga, awalnya kau hanyalah manusia biasa yang mengkhianati gurumu dan sektemu sendiri. Jangan lupa, klan iblis bukanlah apa-apa dibandingkan tuanku yang sesungguhnya. Seisi klan iblis hanyalah makhluk hina yang selalu berkhianat. Dan kau … adalah salah satunya. Kalian tidak tahu apa itu kesetiaan, karena kalian adalah makhluk egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Jika kau setia kepada tuanmu, maka pengkhianatan pasti menantimu. Jika kau tidak mengkhianati mereka, pada akhirnya pasti kau yang akan dikhianati. Tidak tahu apa yang dijanjikan raja iblis terhadapmu, tapi sudah pasti … akhir baik tidak akan berpihak padamu.” Perkataan menggema yang terdengar oleh Meng Xie dari Pedang Samsara.
“Tenang saja, aku tidak perlu pedang jelek sepertimu untuk menasihatiku. Dari awal aku memang pengkhianat, tidak ada bedanya menjadi pengkhaiat sejati yang mengkhianati berkali-kali.”
__ADS_1