PENDEKAR BELENGGU NIRWANA

PENDEKAR BELENGGU NIRWANA
SEGEL RUSAK


__ADS_3

“Tidak ada yang berubah meskipun aku mengkhianati siapa pun berkali-kali, termasuk raja iblis sekali pun. Suku iblis memang egois, aku juga begitu… jika mereka tidak memberiku apa pun, tidak mungkin aku melakukannya dengan sia-sia,” sambung Meng Xie.


“Hahaha. Jangan sombong dulu. Sekali pun kau datang untuk merebutku, tapi kau tidak akan bisa mengendalikanku. Kau hanya akan menjadi salah satu persembahanku.”


Meng Xie tersenyum licik tatkala mendengar perkataan dari Pedang Samsara. Kemudian, ia pun angkat bicara kembali, “Kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. Kau hanyalah pedang jelek yang kehilangan tuannya. Aku tidak sebodoh itu. Jangan pikir aku datang tanpa persiapan,” ujarnya.


Pedang Samsara sangat setia terhadap tuannya yang tak lain adalah raja klan Asura. Selain kepada tuannya, tak ada seorang pun yang dapat menggunakan kekuatan besar yang dimiliki Pedang Samsara. Akan tetapi, semua itu hanya terlihat dari satu sudut pandang. Di sisi lain, Pedang Samsara telah memilih tuan lain untuk sementara. Tuan itu adalah Yu Wuxian.


Sementara Meng Xi tidak mungkin tak mengetahui detail terpenting ini. Seperti yang telah dia katakan sebelumnya, ia tidak datang dengan tangan kosong, melainkan telah mempersiapkannya dengan matang-matang.


Tanpa sepengetahuan siapa pun, termasuk Wuxian sendiri, ia diam-diam mencuri darah Wuxian. Karena Wuxian adalah tuan sementara dari Pedang Samsara, maka darahnya dan darah raja klan Asura memiliki kegunaan yang sama terhadap Pedang Samsara. Hanya darah tuan Pedang Samsara yang dapat mengendalikan dan menggunakan kekuatan Pedang Samsara.


Darah Wuxian dapat merusak segel yang dipasang oleh sekte Qing Long, sementara Meng Xie dapat menggunakan Pedang Samsara dengan melumurkan darah milik Wuxian. Begitulah rencana yang akan dilakukan oleh Meng Xie. Akan tetapi, dia baru merencanakannya, tetapi belum benar-benar mempraktikkannya. Jika rencana berhasil, maka ia dapat memiliki kekuatan besar Pedang Samsara. Dengan demikian, tak ada seorang pun yang berani mengancam keberadaannya.


Meng Xie tak ingin menunda rencananya lebih lama lagi tatkala jantungnya berdebar kencang, memburu karena ia merasa sangat bahagia memikirkan ending yang akan terjadi di saat rencananya berjalan dengan lancar. Tak menunda waktu, dia mengeluarkan botol yang berisi darah milik Wuxian. Kemudian, ia menumpahkannya ke telapak tangannya. Kini, tangannya telah berlumuran dengan darah.

__ADS_1


Setelah itu, ia memercikkan darah itu ke mata formasi yang menyegel Pedang Samsara. Seketika formasi yang menyegel Pedang Samsara pun menghilang dan melemah tatkala darah Wuxian berekasi dengan energi yang dipancarkan oleh Pedang Samsara.


“Dengar, meskipun kau berhasil membebaskanku, tapi kau hanya memanfaatkan darah milik anak itu. Jika kau kehabisan darah miliknya, maka jiwamu akan terserap oleh kekuatanku,” ujarnya.


“Hekh … .” Meng Xie menyeringai kecil. “Tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Bukankah hanya darah? Aku bisa mencuri darah anak itu, lagi dan lagi, bahkan sampai ke tetes terakhirnya. Tidak, aku bisa membuat tubuhnya menghasilkan banyak darah selagi aku memanfaatkan kekuatanmu,” cetus Meng Xie tanpa ragu sedikit pun.


“Memang iblis terhina. Tidak heran bagiku, manusia sepertimu telah menjadi salah satu dari mereka. Kau akan memanfaatkan anak itu untuk memuaskan ambisimu,” ucapnya.


“Bukankah kita berdua sama? Kau juga memanfaatkannya dengan memilihnya menjadi tuanmu sementara, semua itu kau lakukan dengan tujuan membebaskan tuanmu yang sesungguhnya. Sebenarnya, aku hanya tidak habis pikir. Seorang anak lemah sepertinya … kenapa kau memanfaatkannya? Jika dipikir, banyak orang lain yang gagah perkasa dan lebih menjanjikan daripada anak lemah dan penyakitan sepertinya. Sayangnya, aku tidak ingin banyak berpikir. Semua itu bukanlah urusanku, karena yang terpenting bagiku adalah memiliki kekuatanmu,” tutur Meng Xie.


“Aku dan kau berbeda. Aku tidak memilih siapa pun menjadi tuanku secara acak. Baik, sementara ini kau bisa memanfaatkanku untuk membalaskan dendamku terhadap dunia yang kotor ini. Tapi dengan satu syarat, jangan sampai kau membunuh tuanku. Saat waktunya telah tiba, kau harus menanggung konsekuensi atas semua yang kau lakukan. Ingatlah, semua yang kau lakukan ada sebab-akibatnya. Kau tidak akan pernah terlepas dari belenggu takdir hingga mencapai nirwana kelak.”


CRINGG! KRIITTTKK! Suara segel yang retak melepaskan Pedang Samsara. Kemudian, pedang itu jatuh ke tangan …


“Raja iblis?” Meng Xie reflek tercengang tatkala menyadari kemunculan raja iblis Gu Xiang secara tiba-tiba.

__ADS_1


Usaha Meng Xie untuk merebut Pedang Samsara telah digagalkan oleh Gu Xiang, karena Gu Xiang sendirilah yang pada akhirnya merebut Pedang Samsara dari tangan Meng Xie.


Dengan cara yang sama, Gu Xiang menggenggam Pedang Samsara dengan telapak tangan yang berlumuran darah. Tidak perlu diragukan lagi, darah yang terdapat di telapak tangan Gu Xiang sudah pasti darah milik Wuxian. Entah bagaimana cara mereka mendapatkannya, tetapi tak ada yang bisa memastikan kondisi Wuxian saat ini.


“Kenapa? Apa aku mengejutkanmu? Hmm … kelihatannya kau tidak senang melihat kedatanganku,” sindir Gu Xiang terhadap Meng Xie.


Meng Xie hanya menatap Gu Xiang dengan tatapan tidak senang sembari mengernyitkan kedua alisnya. Kemudian, ia pun angkat bicara, “Raja iblis? Sejak kapan kau … .” Meng Xie menghentikan perkataannya tatkala menatap telapak tangan Gu Xiang yang berlumuran dengan darah. “Raja iblis, apa kau membunuhnya?” tanya Meng Xie dengan ekspresi wajah yang terpasang serius.


“Membunuhnya?” tanya Gu Xiang balik.


“Anak itu … apa kau membunuhnya?” ulang Meng Xie.


“Dia? Dia hanyalah anak lemah dan penyakitan. Bagaimana menurutmu? Apakah aku membuhnya … atau tidak?” Gu Xiang sengaja membalikkan pertanyaaan agar membuat Meng Xie berasumsi dengan pikirannya sendiri.


“Kau memanfaatkanku. Kau merebut pedang itu dengan cara yang sama. Jika aku menebak dengan benar, kau tidak akan membunuh anak itu, tapi menjadikannya sandera, karena itulah yang ingin kulakukan. Tidak kusangka, ternyata aku terlambat selangkah. Hekh!” Meng Xie memalingkan bola matanya seraya menampilkan seringaian tipisnya.

__ADS_1


“Jangan pikir aku memberikanmu sebuah misi, itu artinya aku memercayakan misi ini sepenuhnya padamu. Jangan pernah lupa dengan janji yang kau ikrarkan saat memasuki klan iblis. Selain itu, aku paling mengerti karaktermu dan identitas asalmu. Kau adalah seorang pengkhianat. Mengkhianati atasanmu pasti bukanlah sesuatu yang asing lagi bagimu,” kata Gu Xiang.


“Sial! Ternyata dia sengaja mengujiku,” desis Meng Xie dengan perkataan berbisik. “Baiklah. Jika kau dapat memperhitungkannya, aku tidak perlu menyanjung betapa konyolnya kau mempermainkanku. Jika kau bisa merebutnya dengan tanganmu sendiri, kenapa juga kau harus meminta pengkhianat sepertiku untuk merebutnya?” balas Meng Xie.


__ADS_2