PENDEKAR BELENGGU NIRWANA

PENDEKAR BELENGGU NIRWANA
TERLAHIR KEMBALI


__ADS_3

“Di mana aku? Kenapa aku … .” Wuxian akhirnya tersadar dan mendapati keberadaan dirinya di tempat asing. Kaki dan tangannya terikat dan tubuhnya tak bisa digerakkan.


“Kau akhirnya sadar juga,” ucap seseorang yang perlahan berjalan menghampiri Wuxian. Orang itu mengenakan pakaian jubah serba hitam, wajahnya terlihat tampan, matanya bercelak hitam, dan cara dia berjalan terlihat sangat berwibawa. Dia tak lain adalah Gu Xiang sang raja iblis.


“Siapa kau?” tanya Wuxian. Ia terlihat waspada tatkala Gu Xiang menghampirinya.


“Siapa aku tidaklah penting. Yang terpenting adalah siapa dirimu,” balas Gu Xiang.


“Aku? Aku Yu Wuxian,” jawab Wuxian dengan polosnya.


“Namamu memang Wuxian, tapi kau bukan hanya Wuxian. Apa kau tahu siapa sebenarnya identitasmu sesungguhnya?” Gu Xiang sengaja melontarkan pertanyaan untuk membuat Wuxian berpikir.


“Apa maksudmu?” tanya Wuxian karena tak mengerti.


“Akhir-akhir ini, apa kau merasakan keanehan yang terjadi pada dirimu? Asal kau tahu, semua yang kau alami adalah pertanda baik untukmu. Sebentar lagi, kau akan menjadi pendekar terkuat di dunia Jianghu,” cetus Gu Xiang.


Wu Xian semakin tak mengerti dengan segala hal yang dikatakan oleh Gu Xiang terhadapnya. Ia akui, akhir-akhir ini dia memang mengalami hal-hal aneh yang mengganggunya. Namun untuk menjadi pendekar hebat dunia Jianghu, dia sadar dengan kondisinya saat ini. Semua itu takkan pernah terjadi.


“Jangan omong kosong! Kenapa kau menculikku? Apa tujuanmu?” tanya Wuxian berterus terang.


“Asal kau tahu, aku hanya ingin membantumu. Bukankah kau ingin menjadi pendekar hebat? Lalu tentang membalaskan dendam keluargamu … kau tidak perlu khawatir setelah kau berhasil menjadi pendekar terhebat,” kata Gu Xiang.

__ADS_1


“Aku tidak tahu apa tujuanmu membawaku kemari. Jika kau ingin membunuhku, maka lakukan dengan cepat sekarang juga! Aku tidak ingin mendengar semua omong kosong yang kau katakan,” cetus Wuxian.


“Tidak masalah jika kau tidak percaya dengan ucapanku. Kau akan percaya setelah aku membuktikannya!”


Gu Xiang mengeluarkan Pedang Samsara di genggamannya untuk memperlihatkannya kepada Wuxian. Sesaat setelah Wuxian merasakan aura jahat yang sama, tubuhnya pun mulai berekasi. Hasutan-hasutan itu mulai merajai pikirannya, membuat dirinya semakin tersiksa. Akhirnya Wuxian menyadari bahwa sumber aura jahat yang bersemayam dalam tubuhnya berasal dari Pedang Samsara yang berada di genggaman Gu Xiang saat ini.


Ketika Gu Xiang menculik Wuxian, dia mencuri darah Wuxian untuk merebut Pedang Samsara yang tersegel di Aula Leluhur sekte Qing Long. Setelah ia berhasil merebutnya, ia pun kembali ke alam iblis untuk menemui Wuxian yang dia jadikan sebagai sandera.


Entah apa yang akan direncanakan Gu Xiang kali ini, tetapi nasib Wuxian benar-benar telah berada di genggaman tangannya.


“Tuan, bergabunglah denganku. Genggam aku dan menyatulah dengan kami. Setelah itu, kau akan menjadi pendekar terkuat yang menguasai dunia.” Bisikan yang terngiang-ngiang di kepala Wuxian.


“Tidak! Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah menjadi iblis,” bantahnya. Wuxian menggila dan terlihat tersiksa, kesakitan setiap kali hasutan-hasutan itu terngiang-ngiang di kepalanya. Kekuatan spiritual di jantungnya pun turut bereaksi, seakan-akan mencabik-cabik setiap inchi tubuhnya.


“Sayangnya, saat ini bukan kau yang memutuskan menjadi iblis atau tidak. Kau tetap akan menjadi iblis meskipun kau tidak mau!” cetus Gu Xiang.


Karena Pedang Samsara telah bertemu dengan tuan sahnya, maka Gu Xiang tak perlu mengulur waktu lebih lama lagi. Ia pun menyerahkan Pedang Samsara kepada Wuxian.


Pedang Samsara itu melayang ke atas ubun-ubun Wuxian, memancarkan aura jahat yang sangat kuat. Asap hitam tebal keluar dari tubuh Wuxian, bersama dengan cahaya merah dari pedang itu. Sementara roh-roh yang terperangkap di dalam pedang itu melayang-layang ke udara, lalu menyatu ke dalam tubuh Wuxian.


“Aaaarrrggh!!!” Wuxian mengerang kesakitan tatkala jiwanya bersatu dengan roh-roh Pedang Samsara.

__ADS_1


Selang beberapa waktu, tubuh iblis Wuxian pun terbentuk. Tubuhnya yang lemah dan rentan itu seketika berubah menjadi bugar dan ateletis. Tatapan mata Wuxian yang awalnya dipenuhi dengan kelembutan hatinya, kini telah menghilang entah ke mana kelembutan itu. Tatapannya tajam, angkuh dan terkesan arogan, kilatan penuh hasrat terpancar dari tatapannya.


Penampilannya berubah drastis, berbanding jauh dengan Wuxian sebelumnya. Bagian terpenting, kekuatan Asura yang kental dari Pedang Samsara telah menyatu dengan tubuhnya. Gu Xiang sengaja membuat Wuxian menjadi seperti itu. Karena jiwa primodialnya telah menyatu bersama dengan Pedang Samsara, maka Wuxian saat ini bukan lagi manusia, melainkan bagian dari suku Asura yang telah punah berabad-abad lalu.


CRINGG!!! Kilatan cahaya pedang itu terbentang kala Wuxian menggenggam Pedang Samsara dengan tangan kekarnya. Rantai-rantai pengikat yang mengekang tubuhnya pun dapat dia hancurkan dengan mudahnya. Wuxian pun akhirnya terbebas dengan menggenggam Pedang Samsara yang kokoh di tangan kekarnya. Pada saat itu, ia berjalan menghampiri Gu Xiang dengan rencana membunuhnya.


HIAAATT!!! Wuxian berteriak dengan lantang seraya mengacungkan pedangnya ke arah Gu Xiang. Akan tetapi, Wuxian menahan serangannya pada saat ujung pedang yang tajam itu mengarah tepat di depan wajah Gu Xiang. Melihat pemandangan itu, Gu Xiang hanya tersenyum licik tanpa khawatir sedikit pun.


“Kau tidak akan bisa membunuhku,” ucap Gu Xiang dengan percaya diri.


“Kau telah menjadikanku seperti ini. Seharusnya kau berpikir apa yang akan kulakukan terhadapmu setelah aku mendapatkan kekuatanku!” cetus Wuxian. Ia dipenuhi dengan emosi dan kemarahan yang mendidih hingga ke syaraf otaknya. Setelah dia mendapatkan tubuh Asura, ia tak bisa lagi mengendalikan emosi seperti yang dia lakukan biasanya, seakan-akan dia telah dilahirkan kembali dengan sifat emosinonal yang tinggi.


“Kau … tidak akan pernah bisa.” Gu Xiang mengeja satu persatu kata yang dia ucapkan kepada Wuxian. “Kau tidak bisa membunuhku meskipun kau sangat ingin membunuhku, karena membunuhku akan membuatmu mati!” cetus Gu Xiang.


Sebelum itu, pada saat Wuxian tak sadarkan diri, Gu Xiang telah mempersiapkan segalanya. Gu Xiang tidaklah bodoh. Tidak mungkin dia membiarkan Wuxian mendapatkan kekuatan besar dengan sia-sia. Dia sudah merencanakannya matang-matang. Jika tak bisa memiliki kekuatan besar Pedang Samsara, maka dia hanya bisa memanfaatkan orang lain untuk mengendalikannya.


Gu Xiang merapalkan mantra penyampung garis kehidupan terhadap Wuxian. Hidup dan mati Wuxian telah tersambung dengan Gu Xiang. Jika Gu Xiang hidup, maka Wuxian akan hidup. Namun jika Gu Xiang mati, maka Wuxian akan mati. Setelah mendapatkan kekuatan besar, pada akhirnya Wuxian hanya akan menjadi pelindung keselamatan Gu Xiang. Gu Xiang memanfaatkan Wuxian untuk menjadi boneka yang mengendalikan hidupnya.


“Kalau begitu, lebih baik mati bersama!” cetus Wuxian.


___

__ADS_1


*Assalamualaikum, halo semua. Terimakasih karena telah membaca karya receh ini. Saya masih pemula dan kurang banyak pengalaman. Dan tentu saja masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. Author masih perlu belajar, belajar, dan belajar demi mengasah keterampilan.


Saya hanya menuangkan ide menurut pandangan saya sendiri ke cerita ini. Andaikata ada beberapa hal yang kurang pas, kalian bisa mengkritiknya. Tapi perlu digarisbawahi, author hanya menerima kritikan, bukan hujatan. Jika mengenai hujatan, saya hanya akan menutup mata dan menganggap tidak melihat apa-apa. Saya yakin kalian juga tahu cara mengkritik yang baik dan benar karena sudah diajarkan dari belia. Hampir semua orang bisa membaca, tapi tidak dengan menulis dan segala tantangannya. Menulis itu butuh waktu, imajinasi, dan juga menguras tenaga. Saya bukan author yang suka memanjakan pembaca, karena saya menulis untuk melampiaskan stress untuk diri sendiri, bukan untuk mencari sensasi. Terimakasih banyak untuk yang setia mengikuti cerita ini. Saya maklumi, manusia memang selalu ada pro dan kontra, bahkan penulis terkenal pun tak luput dari kesalahan, karena tak ada karya manusia yang benar-benar sempurna*.


__ADS_2