PENDEKAR BELENGGU NIRWANA

PENDEKAR BELENGGU NIRWANA
PENJAGA BENANG MERAH


__ADS_3

"Jadi begitu rupanya," ujar Yi Zhang setelah dia mendengarkan cerita dari Huang Chao.


"Lihat! sudah kubilang, aku datang untuk menagih janjinya," celetuk roh serigala.


"Lalu, bagaimana dengan saudara seperguruan yang terluka? apa lukanya baik-baik saja?" tanya Huang Chao kepada Yi Zhang.


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan mereka. Mereka hanya tergores sedikit saja. Selain itu, mereka baik-baik saja," sahut Chang Sheng menjelaskan.


***


"Apakah di samudera ini kita harus mendapatkan benang pertama?" tanya Wuxian kepada Qiaofeng yang berdiri di sampingnya.


Wuxian dan Qiaofeng telah sampai di Samudera pertama. Samudera bagian Timur Laut, tempat mereka harus mendapatkan benang sitar pelangi yang pertama, yakni benang berwarna merah. Ombak samudera bagian Timur Laut memanglah sangat dahsyat. Semilir anginnya pun bertiup kencang hingga dinginnya menusuk sampai ke tulang belulang. Semua penampakan samudera terlihat di atas batu karang tempat Wuxian dan Qiaofeng singgah.


"Benang merah sitar pelangi. Apa kau yakin bisa mendapatkannya?" Qiaofeng menguji keberanian Wuxian.


"Tentu saja aku berani. Jika tidak, kenapa kita bisa sampai ke tempat ini? sedangkan bisa atau tidaknya, siapa yang tahu jika tidak mencobanya," kata Wuxian penuh dengan kepercayaan diri.


"Ada satu hal lagi yang belum kujelaskan padamu. Benang merah sitar pelangi hanya muncul ketika matahari terbenam. Pada saat itu, monster air akan muncul untuk menjaga benang itu," ungkap Qiaofeng.


"Monster air?"


Ya, monster air penjaga Samudera bagian Timur Laut. Monster air itu berwujud gurita raksasa seribu mata. Dia menjaga benang merah agar siapa pun tak berhasil mencurinya. Benang merah adalah pelindung ekosistem laut. Jika sampai benang itu menghilang, maka keadaan samudera akan tidak seimbang.


Hal itu cukup beresiko terhadap keselamatan penduduk yang hidup di jarak yang berdekatan dengan samudera. Sebelumnya, Wuxian pun telah mengatahui perihal tersebut. Ia sempat ragu jika mengambil benang di tujuh samudera karena taruhannya adalah nyawa manusia dan ketenangan dunia.


Kemudian, Qiaofeng meyakinkannya dengan mengatakan bahwa tujuh samudera tetap akan stabil jika ketujuh benang bersatu menjadi sitar yang disebut sitar pelangi. Oleh sebab itu, jika satu benang berhasil didapatkan, maka benang yang lain harus segera didapatkan agar tak menimbulkan ancaman bahaya besar bagi dunia manusia.


"Sebelumnya, kau telah melihat monster-monster iblis ciptaan klan iblis. Anggap saja, kali ini kau harus berhadapan dengan monster lagi. Namun, jangan salahkan aku jika kau tidak berhasil mengalahkannya," tutur Qiaofeng.

__ADS_1


"Bukankah hanya monster? apa yang sulit untuk dikalahkan," ujar Wuxian meremehkan.


"Hekh!" Qiaofeng menyeringai ketika mendengar perkataan Wuxian. "Jangan meremehkannya. Kau pikir, monster air penjaga samudera, sama dengan monster iblis yang kau kalahkan, apa? Tentu saja kali ini kau harus membutuhkan waktu jika ingin mengalahkannya. Kau pasti terkejut ketika melihatnya dengan matamu. Ingat, jangan sekali-kali meremehkan musuh," ujar Qiaofeng.


"Lihat saja nanti!" tantang Wuxian tanpa rada takut sedikit pun.


Setelah lama menunggu, matahari pun akhirnya terbenam di ufuk barat. Ketika matahari mulai terbenam, cahaya yang terpantul ke air laut pun berubah menjadi berwarna merah cerah. Pada detik itu, terlihat benang panjang yang terbentang melintang di permukaan laut. Itulah yang dinamakan benang merah sitar pelangi.


Wuxian tidak bisa menunda waktu lebih lama lagi. Benang merah hanya akan muncul ketika matahari terbenam, dan jika langit telah gelap, maka benang itu akan menghilang.


"Cepat, raih benang itu! waktumu tidak banyak!" perintah Qiaofeng sembari menunjuk benang merah yang bersinar di permukaan samudera.


Tanpa mengatakan apa pun, Wuxian pun beranjak dari tempatnya. Dia melayang di atas samudera yang berombak, guna mengangkat benang merah yang terlihat kala itu. Namun, sebelum rencananya berhasil, monster air tentu saja tidak akan mewujudkannya.


Tepat ketika Wuxian menyentuh benang merah, monster air muncul sembari menghempaskan tubuh Wuxian. Wuxian pun digagalkan ketika dia hampir berhasil mengangkat benang merah yang terbentang sepanjang samudera.


Wuxian yang terhempas jauh karena serangan dari monster air, bergegas untuk menyeimbangkan posisinya. Ia pun kembali ke batu karang tempat ia berpijak sebelumnya.


"Tidak apa ... apa itu?" Wuxian sontak terkesima ketika melihat penampakan wujud monster air yang ukurannya jauh melebihi monster raksasa yang pernah dia taklukkan sebelumnya.


Monster air berwujud gurita itu benar-benar memiliki seribu mata yang berkumpul di depan wajahnya. Ukurannya sangat besar, sedang panjang setiap kakinya melebihi 1 KM.


"Dia monster air yang kumaksud? Bagaimana? apa kau takut?" tantang Qiaofeng.


"Takut? tetu saja tidak!" bantah Wuxian dengan tegas.


"Ingat, kelemahannya ada di matanya. Kau harus melukai satu persatu matanya hingga kekuatannya melemah. Monster itu memang kuat, tapi dia cukup pengecut ketika merasa terancam bahaya. Matahari sudah hampir terbenam sempurna. Cepat! Waktumu tidak banyak lagi. Jangan sampai benang merah menghilang," desak Qiaofeng.


"Berisik sekali!" balas Wuxian. Tanpa banyak bicara, Wuxian pun bergegas menghadapi monster air untuk yang kedua kalinya.

__ADS_1


"Dasar berandal kurang ajar! Masih baik aku beritahu kelemahan monser itu. Tidak tahu Terimakasih! seharusnya kubiarkan saja kau kalah melawannya," gerutu Qiaofeng sendirian karena ia cukup kesal dengan respon yang ditunjukkan Wuxian terhadapnya.


"HIAATT!!!"


CRING!


SREK!


SREK!


SREK!


SREK!


BYURRR!!!


Wuxian berduel dengan monster air tanpa menunjukan rasa takutnya sedikit pun. Dia berkali-kali terjatuh ke dalam air ketika kaki-kaki gurita membanting tubuhnya. Akan tetapi, Wuxian tidak akan menyerah begitu saja.


Berkali-kali Wuxian jatuh dan tenggelam, juga berkali-kali Wuxian berenang ke permukaan untuk berjuang mengalahkan monster itu. Tampaknya, monster air dapat menebak jika Wuxian sengaja menyerang seribu matanya. Oleh karenanya, monster itu pun berusaha melindungi matanya dengan kaki-kaki raksasa miliknya yang berjumlah delapan. Beberapa kakinya dia gunakan untuk menyerang Wuxian, sementara kaki yang lain dia gunakan untuk melindungi kelemahannya yang tak lain adalah matanya.


BRUSH!!!


SREKK!!!


JLEB!


Wuxian akhirnya berhasil menusuk salah salah satu mata gurita itu. Pedangnya menancap dalam mata gurita itu. Sayangnya ketika Wuxian berusaha mencabutnya, kaki gurita berhasil menyerang Wuxian dan membantingnya hingga tenggelam ke dalam air.


Melihat kejadian itu, Qiaofeng pun tidak tinggal diam. Sebagai roh pedang, ia pun kembali ke dalam Pedang Samsara, guna memperkuat energi spiritual pedang. Ketika jiwa Qiaofeng kembali ke dalam Pedang Samsara, pedang pun tercabut dengan sendirinya. Pedang Samsara yang memiliki energi yang lebih besar karena kehadiran roh pedang pun menyerang monster air dan berhasil menusuk beberapa matanya. Sementara Qiaofeng berhasil melemahkan monster air, di samping itu dia menunggu Wuxian yang tak kunjung muncul.

__ADS_1


"Kenapa dia tidak juga muncul? apa ada masalah dengannya?" batin Qiaofeng.


__ADS_2