PENDEKAR BELENGGU NIRWANA

PENDEKAR BELENGGU NIRWANA
BISIKAN PENGHASUT


__ADS_3

“Aku bukan iblis! Bukti apa yang kau punya jika aku adalah mata-mata sekte iblis?” cetus Wuxian dengan nada bicara tegas. Dia mencoba untuk mengelak tuduhan Huo Yi yang diarahkan kepadanya.


“Baik! Kalau begitu, bukti apa yang kau punya jika kau bukanlah mata-mata sekte iblis?” balas Huo Yi. Ia tak ingin kalah dari Wuxian, dengan liciknya memutarbalikkan fakta agar Wuxian tak bisa lolos dari tuduhannya.


“Kau! Aku … yang pasti bukan aku. Semua orang tahu jika aku hanyalah murid buangan. Jangankan menjadi mata-mata sekte iblis, aku bahkan tidak bisa melindungi diriku sendiri.” Wuxian hanya ingin membela dirinya karena yakin atas ketidakbersalahannya.


“Hanya berdasarkan hal itu? Bisa jadi selama ini kau pura-pura lemah agar bisa menipu kami semua. Jika kau bisa menipu semua orang, jangan harap aku juga tertipu olehmu!” balas Huo Yi.


“Cukup! Tidak ada gunanya kita memperdebatkan masalah ini. Wuxian, dan kau … Senior Huo Yi, daripada kalian beradu mulut, lebih baik kalian fokus memulihkan kesehatan. Di mana sopan santun kalian? Kalian membuat kediaman Guru Jiang menjadi berantakan seperti ini. Kelihatannya, kalian tidak bisa disatukan di ruangan yang sama,” kata Huang Chao. “Guru Jiang, bolehkah kami meminjam ruangan yang lain?” Huang Chao meminta ketersediaan dari Jiang Ruyi.


Jiang Ruyi pun menjawab, “Kediaman kami sangat sederhana. Kami hanya memiliki satu ruangan untuk pemulihan. Dan ruangan lain adalah ruang tempat penyimpanan obat-obatan,” jawab Jiang Ruyi.


“Bagus! Kalian berdua, pergilah ke ruang penyimpanan obat. Menyadari bahwa aku berada di ruangan yang sama dengan kalian membuatku sangat muak,” kata Huang Chao dengan angkuhnya. Kalian berdua yang dia maksud adalah Liu Wei dan Wuxian.


“Kau! Baik, siapa juga yang ingin disatukan di ruangan yang sama dengan orang berengsek sepertimu!” balas Liu Wei ketus.


“Liu Wei, sudahlah… ayo kita pergi,” himbau Wuxian.


Mereka terpaksa menyudahi masalah, meskipun dalam hati Huo Yi terdapat ketidakpuasan karena ia tidak berhasil membunuh Wuxian dengan tangannya sendiri. Berhubung mereka bertiga telah sadar, maka selanjutnya para Mahaguru sekte Qing Long akan meminta kesaksian mereka pada saat kondisi mereka telah pulih.

__ADS_1


Jiang Ruyi mempersilakan Liu Wei dan Wuxian untuk beristirahat di ruang penyimpanan obat-obatan. Sementara Huang Chao hanya bisa mengantarkan mereka hingga ke tempat untuk mengawasi jikalau terjadi masalah lainnya.


Setelah memastikan Liu Wei dan Wuxian aman, ia pun bergegas pergi untuk melaporkan kejadian kali ini kepada Biro Kedisiplinan sembari memberi laporan bahwa saksi murid yang berada di tempat kejadian telah sadarkan diri. Tampaknya, masalah yang terjadi kali ini bukanlah masalah sepele. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penanganan lebih lanjut secara hati-hati agar tidak terjadi kesalahan.


“Sangat disayangkan. Aku tidak bisa membunuhnya dengan tanganku sendiri,” gumam Huo Yi. Dia terus menggerutu karena tak berhasil melampiaskan kemarahannya terhadap Wuxian, terlebih dia harus menahan emosinya di hadapan banyak orang. “Huang Chao … berani sekali kau mempermalukanku. Awas saja, suatu saat nanti, aku pasti akan membalas perbuatanmu!” cetus Huo Yi.


Setelah semuanya kembali damai, kedua saudara seperguruan Huo Yi yang datang pun kembali menghampiri Huo Yi. Karena penasaran dengan masalah yang tengah terjadi, salah satu dari mereka pun memberanikan diri untuk bertanya, guna menghalau rasa penasarannya, “Saudara, apa yang kau katakan tadi itu benar?” tanyanya.


“Yang mana?!” sentak Huo Yi ketus karena emosinya belum benar-benar mereda.


“S-saudara, kau sangat sensitif sekali hari ini. Begini … apa benar jika anak itu adalah m mata-mata sekte iblis? Apa dia bisa merapalkan sihir iblis? Dan juga, apa pedang misterius yang ditemukan berhubungan dengannya?” Dia mencecar dengan beberapa pertanyaan.


"Jadi, semua itu benar?" tanyanya.


"Tidak perlu diragukan lagi!" cetus Huo Yi.


Kedua temannya antusias mendengarkan cerita yang disampaikan oleh Huo Yi. Berdasarkan pengamatan mereka, jika mereka berada di posisi Huo Yi, mereka pasti akan melakukan hal yang sama. Namun, mereka pun tidak bisa mempercayai pernyataan sepihak dari Huo Yi.


Sebagai teman seperguruan, mereka hanya bisa pura-pura percaya dengan cerita yang disampaikan oleh Huo Yi. Selebihnya, biarlah sekte yang mengurus kasus ini tanpa campur tangan murid yang tidak bersangkutan.

__ADS_1


***


“Arrgghh!” Wuxian mengerang kesakitan seraya meremas jantungnya yang berdenyut kencang.


“Wuxian, apa kau baik-baik saja? Di mana bagian yang terluka?” tanya Liu Wei, khawatir dan panik tatkala melihat Wuxian menderita kesakitan.


Liu Wei berusaha berpikir lebih terbuka, lalu memanggil tabib di Biro Kesehatan. Akan tetapi, ia tak menemukan Jiang Ruyi. Ia hanya bertemu dengan Chang Sheng yang tengah sibuk memilah-milah obat herbal kering. Tatkala Liu Wei meminta bantuan Chang Sheng, ia pun segera beranjak untuk memeriksa kondisi Wuxian.


Chang seng bergegas meraih pergelangan tangan Wuxian untuk memeriksa merdian tubuhnya yang berkontraksi. “Apa yang salah dengan jantungnya?” gumam Chang Sheng.


“Aaarrgghhh! Pergi!!!” usir Wuxian terhadap Chang Sheng. Ia melepaskan cekalan pergelangan tangan Chang Sheng dan mendorongnya begitu saja. Hampir saja Chang Sheng terjatuh andai saja Liu Wei tak menahan punggungnya. “Terima Kasih,” ucap Chang Sheng.


“Tidak masalah,” jawab Liu Wei. “Wuxian, ada apa denganmu?” Liu Wei semakin khawatir tatkala menyaksikan keadaan Wuxian yang semakin memprihatinkankan.


Wuxian seperti menggila karena menahan rasa sakit yang mencabik-cabik jantungnya. Dalam otaknya, terdengar bisikan-bisikan yang pernah ia dengar dalam mimpi. “Wuxian, datanglah padaku! Sebentar lagi, jantungmu akan meledak karena tak bisa menahan kekuatan budidaya abadi. Jika kau bersatu dengan kami, kami akan membantumu memperbaiki jantungmu. Sihir kami berbeda dengan sihir aliran lurus. Begitu kau bergabung dengan kami, kau tidak akan merasakan sakit lagi.” Bisikan-bisikan semacam itu terngiang-ngiang di kepala Wuxian. Namun, Wuxian bersikeras untuk menolak bisikan-bisikan tersebut.


“Pergi! Aku tidak akan pernah bergabung dengan kalian. Meskipun harus mati, aku tidak akan menjadi iblis!” cetus Wuxian. Ia meracau sendirian, membuat Liu Wei dan Chang Sheng yang menyaksikannya bertanya-tanya.


Mereka berdua saling pandang dan berbicara, “Ada apa dengannya?” ucap mereka serempak.

__ADS_1


__ADS_2