PENDEKAR BELENGGU NIRWANA

PENDEKAR BELENGGU NIRWANA
MEMBERESKAN KEKACAUAN


__ADS_3

“Gawat! Ada sesuatu yang terjadi di aula leluhur,” ujar sang Mahaguru Tianji tatkala menyadari ada yang tidak beres dari batu pengintai.


Batu pengintai adalah batu yang dibuat khusus untuk mengawasi kekokohan formasi. Sementara formasi yang terhubung dengan batu pengintai adalah formasi Titik Air yang menyegel Pedang Samsara. Formasi Titik Air adalah fomasi yang dapat menahan aura jahat yang terkandung dalam benda-benda magis, termasuk roh pedang sakali pun. Sayangnya, formasi Titik Air adalah formasi yang lemah karena hanya dapat menahan kekuatan dari satu sisi atau sisi dalamnya saja.


Sedangkan sisi luarnya dapat dihancurkan dengan mudah oleh kekuatan suci yang berlawanan dengan formasi air. Hal itu tentu saja diketahui oleh Meng Xie saat menghancurkan formasi Titik Air yang menyegel Pedang Samsara. Dia menggunakan darah Wuxian yang mengalir aura jahat untuk menghancurkan formasi Titik Air untuk membebaskan Pedang Samsara.


“Guru, ada apa?” tanya Huang Chao tatkala dia melihat Mahaguru Tianji yang terlihat terburu-buru keluar dari Museum Artefak. Kebetulan Huang Chao bertemu dengan gurunya ketika ia dalam perjalanan pulang dari Biro Kedisiplinan.


“Segel pedang di Aula Leluhur telah dirusak oleh seseorang. Ada sesuatu yang tidak beres. Huang Chao, cepat kumpulkan beberapa murid untuk menyusul ke Aula Lelhur,” perintah Mahaguru Tianji kepada Huang Chao.


“Guru, bagaimana denganmu? Aku akan ikut denganmu,” ujar Huang Chao.


“Tidak sempat lagi. Guru akan menghadapi mereka seorang diri. Lebih baik kau kumpulkan bala bantuan jika sewaktu-waktu ada hal lain yang tidak diinginkan,” ujarnya.


Meskipun berat hati karena harus membiarkan gurunya menghadapi musuh seorang diri, Huang Chao pun harus memikirkan tujuan yang lebih besar. Dia percaya bahwa gurunya dapat menghadapi musuh seorang diri karena kekuatan magisnya di atas rata-rata.


“Guru, jaga dirimu,” ucap Huang Chao pada saat Mahaguru Tianji menghilang dari hadapannya begitu saja karena harus bergegas mendatangi Aula Leluhur.

__ADS_1


Setelah Mahaguru Tianji berlalu pergi, Huang Chao pun segera melancarkan tugas yang dibebankan kepada dirinya untuk mengumpulkan beberapa murid yang akan menyusul ke Aula Leluhur.


***


“Jika kau bisa melakukannya sendiri, kenapa harus repot-repot menyuruh pengkhianat sepertiku untuk melakukannya? Kau tahu sendiri jika aku adalah seorang pengkhianat. Misi yang kau berikan ternyata hanya ingin menjadikanku bahan tertawaan dari kesenanganmu saja,” celetuk Meng Xie.


“Jangan asal menyimpulkannya. Aku menyuruhmu melakukan misi ini adalah untuk … .”


HIAATTT!!! Belum sempat Gu Xiang menuntaskan perkataannya, seseorang secepat kilat masuk dari pintu Aula Leluhur yang terbuka lebar, lalu mengarahkan serangannya terhadap Meng Xie dan Gu Xiang yang berada di sana.


Siapa lagi orang yang menyerang mereka jika bukan Mahaguru Tianji? Benar, Mahaguru Tianji melancarkannya terhadap Meng Xie dan Gu Xiang. Akan tetapi, keduanya dengan cepat menyadari serangan yang terarah kepada mereka. Dengan sigap, Meng Xie dan Gu Xiang membelah jarak atau menghindari serangan dari Mahaguru Tianji.


Serangan Mahaguru Tianji yang meleset itu membelah Tugu Leluhur, tempat di mana Pedang Samsara disegel sebelumnya. Mahaguru Tianji tidak menyerang secara acak dan memperhitungkan segalanya jikalau gagal. Untung saja, Tugu Leluhur itu bukanlah monumen berharga atau hanya sekadar hiasan. Sementara papan-papan nissan milik leluhur sekte Qing Long atau papan nama milik para Mahaguru terdahulu yang telah gugur berada di balik pintu yang lebih aman.


“Iblis! Berani sekali kau mengacau di tempat ini!” Mahaguru Tao Zi Qi muncul dari luar pintu Aula Leluhur untuk membantu Mahaguru Tianji mengalahkan raja iblis Gu Xiang dan Meng Xi. Sesaat setelah Mahaguru menyerang musuh, 2 orang Mahaguru lainnya datang membantu Mahaguru Tianji.


Sebelumnya, pada saat Huang Chao mengumpulkan murid-murid di kediamannya, salah seorang Mahaguru menanyai perihal yang tengah terjadi. Setelah Huang Chao menjelaskannya secara singkat, Mahaguru itu pun membawa temannya untuk membantu Mahaguru Tianji mengalahkan musuh. Sedangkan murid-murid lainnya ditugaskan untuk memperketat keamanan sekte jikalau sewaktu-waktu terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

__ADS_1


“Sudah kubilang, aku menyuruhmu melakukan misi ini bukan tanpa alasan. Kau bereskan mereka semua. Aku harus melakukan hal lain yang lebih penting,” ucap Gu Xiang. Kemudian, Gu Xiang menghilang begitu saja dan meninggalkan Meng Xie untuk membebankannya tugas membereskan masalah yang telah ditimbulkan.


Gu Xiang mengeluarkan artefak teleportasi untuk membantunya melarikan diri. Artefak teleportasi itu adalah Giok Yin miliknya, lalu giok Yin itu membentuk sebuah lubang pusaran berwarna hitam dan membawa Gu Xiang berteleportasi, menghilang dari tempat dan pergi entah ke mana.


“Hah! Dia pergi begitu saja? Kurang ajar! Berani sekali dia memanfaatkanku hanya untuk membereskan masalah sialan ini,” gerutu Meng Xie saat mendapati dirinya telah berada di lingkarang tak berujung tanpa celah.


Meng Xie saat ini berada di tengah-tengah lingkaran itu, karena tak ada jalan keluar selain menghapus garis lingkaran untuk membuatnya terbebas. Garis itu adalah para Mahaguru sekte Qing Long yang memiliki kultivasi yang tidak bisa diremehkan begitu saja.


Meskipun Meng Xie menjadi lebih kuat setelah mendapat tubuh iblisnya, tetapi dalam hal menghadapi ketiga Mahaguru sekte Qing Long yang telah menjadi setengah dewa, tentu saja bukanlah hal yang mudah.


“Iblis! Berani sekali dia melarikan diri. Memang makhluk pengecut!” Ucapan yang diarahkan terhadap Gu Xiang yang melarikan diri begitu saja.


Ketika melihat penampilan Meng Xie, berdasarkan ciri-ciri yang diromarkan, sekilas saja mereka dapat mengenali penampilannya. Meng Xie, murid pengkhianat dari sekte Lembah Tabib Mujarab yang terkenal pada masanya. Dan pada masa ini, adalah kembalinya dia dari persembunyian lamanya. Tidak ada yang menyangka, setelah mengkhianati sektenya dan masuk sekte iblis, kini dia benar-benar menjadi iblis dari klan iblis di dunia lain.


Meng Xie, penampilannya dapat dikenali mudah, terlebih karena dia adalah seorang wanita. Namun bukan hal itu yang membuat orang lain mudah mengenalinya, melainkan aroma dupa gaharu yang menyerbak dari tubuhnya. Sementara wajahnya sengaja ditutupi oleh kain hitam dan pakaian serba hitam milik klan iblis.


“Iblis Aroma? Dia adalah Meng Xie, murid pengkhinat dari sekte Lembah Tabib Mujarab!” cetus Mahaguru Tao Zi Qi yang mengungkapkan identitasnya tatkala mengenalinya dalam sekilas saja.

__ADS_1


“Meng Xie? Tidak pernah mendengar kabarmu lagi setelah masuk ke sekte iblis, ternyata setelah mengkhianati sektemu sendiri, kau tetap tidak layak … hanya menjadi pion dari sekte iblis,” kata Mahaguru Tianji yang sengaja merendahkan Meng Xie.


“Benar, aku memang Meng Xie sang Iblis Aroma. Aku pikir, aku tidak perlu memperkenalkan diriku kepada kalian karena kalian sudah pasti mengenalku. Namun, aku harus meluruskan perkataan kalian. Aku memang masuk ke sekte iblis, tapi sekte iblis itu telah kuhancurkan. Saat ini, aku adalah Iblis Aroma dari Dunia Iblis!” cetusnya.


__ADS_2