PENDEKAR BELENGGU NIRWANA

PENDEKAR BELENGGU NIRWANA
NERAKA BARU


__ADS_3

“Hahahaha … Hahahah!” Gu Xiang tertawa terbahak-bahak tatkala mendapat ancaman dari Wuxian.


“Berhenti tertawa, atau aku akan membungkam mulutmu dengan pedangku!” ancam Wuxian.


Ia semakin mencondongkan pedangnya ke depan wajah Gu Xiang, hingga ujung tajamnya sedikit menggores kening Gu Xiang dan membuat keningnya mengucurkan darah segar. Namun Gu Xiang terlihat tenang, tak goyah sedikit pun saat Wuxian melukai keningnya. Namun sebaliknya, ketika Wuxian melukai Gu Xiang, syaraf jantungnya seakan tercabik-cabik, layaknya tersayat oleh ribuan belati yang tajam.


“Aaarrgh!” Wuxian mengerang kesakitan. Ia tak kuasa menahan rasa sakit yang dideritanya saat ini. Dia tak dapat menjaga keseimbangan tubuhnya, dan akhirnya berlutut di hadapan Gu Xiang dengan pedang di tangan sebagai penyangga tubuhnya. Ia meremas jantungnya sembari mendongakkan kepalanya, menatap Gu Xiang dengan tatapan penuh kebencian. Kemudian, ia pun berkata, “Kenapa tidak membunuhku saja?!” sentak Wuxian.


“Hahahahaha.” Lagi-lagi Gu Xiang tertawa tatkala mendengar perkataan Wuxian yang terdengar tak berdaya, memohon agar Gu Xiang membunuhnya. “Lihatlah dirimu yang sekarang! Kau bahkan tidak bisa membunuhku, ataupun membunuh dirimu sendiri. Kau tidak akan bisa melakukannya. Jika kau melukaiku, kau akan merasakan penderitaan berkali lipat. Bahkan kau tidak bisa mengakhiri hidupmu sendiri. Aku memegang penuh kendali atas dirimu. Lebih baik kau terima saja takdirmu dan menjadi budakku. Jika kau menuruti semua perintahku, aku jamin hidupmu akan selalu stabil. Kau adalah budakku, maka kau telah menjadi bagian dari klanku. Aku tidak akan ikut campur urusan pribadimu jika kau bersikap baik.” Gu Xiang memberikan penawaran terhadap Wuxian.


“Dalam mimpimu!” tolak Wuxian mentah-mentah.


PROK! PROK! PROK! Gu Xiang bertepuk tangan ketika mendengar ucapan Wuxian yang sangat berani.


“Bagus! Aku semakin menyukaimu. Beginilah bawahan yang sangat kuinginkan! Tidak sia-sia aku membawamu kemari!” ujar Gu Xiang. Ia terlihat semakin girang melihat kebencian Wuxian terhadapnya. “Dengar, sejak aku menyelamatkanmu dari sektemu, hidupmu bukan lagi milikmu. Aku bahkan menyambungkan hidupmu dengan hidupku. Anggap saja hal itu adalah jaminan yang kuberikan padamu. Namun, karena aku adalah tuan pengendali, kau tidak bisa melawan segala sesuatu yang tidak kuperintahkan. Sampai kapan pun, kau tidak akan bisa melakukannya! Hahahah!” ucap Gu Xiang sebelum ia berlalu meninggalkan Wuxian begitu saja.

__ADS_1


Gu Xiang berpaling dari Wuxian yang menderita akibat dari tingkah cerobohnya. Tidak menyangka, bukan kematian yang menjemputnya, tetapi ia telah masuk ke dalam neraka penyiksaan yang lebih kejam. Meskipun telah mendapatkan kekuatan besar, kekuatan itu tetap bukan miliknya sendiri.


“Jika tahu akan seperti ini, lebih baik aku mati!” cetus Wuxian. Sorot matanya lurus, menatap ke depan.


“Hidup dan mati bukanlah pilihanmu.” Tiba-tiba terdengar suara lain yang menyahut perkataan Wuxian. Dia adalah Guili, Iblis pemantra boneka yang juga pelayan setia Raja Iblis Gu Xiang.


Guili berjalan selangkah demi selangkah menghampiri Wuxian, lalu berhenti tepat di hadapan Wuxian. Wuxian mendongakkan kepalanya, menatap sosok bertopeng hitam itu dengan tatapan setajam elang.


“Siapa kau?” tanya Wuxian dengan nada tegasnya.


“Aaarrggh!” Wuxian mengerang kesakitan tatkala pil elixir yang diberikan oleh Guili telah bereaksi terhadap tubuhnya. “Apa yang kau berikan padaku? Lebih baik kalian membunuhku!” cetus Wuxian.


“Tenang saja. Aku tidak akan melukaimu, apalagi membunuhmu. Aku adalah pelayan setia Raja Iblis, demi Raja Iblis, sudah pasti aku tidak akan membunuhmu. Pil elixir membantu menyesuaikan spiritualitas dan aura jahat dalam tubuhmu. Kau baru saja membentuk tubuh baru yang lebih kuat dari sebelumnya. Tubuh setengah fana milikmu perlu beradaptasi ketika menampung kekuatan yang berada jauh di atas standar kemampuanmu. Karena kau baru mendapatkan tubuh baru, kau hanya perlu memulihkan diri. Raja Iblis terlalu baik terhadapmu. Sepertinya dia menganggapmu sangat istimewa. Ayo! Aku akan mengantarmu ke suatu tempat.” Setelah Guili menjelaskan kepada Wuxian, ia membawa Wuxian ke sebuah ruangan dalam sekejap mata.


Guili membawa Wuxian ke ruangan yang akan menjadi kediamannya di Alam Iblis kelak. Ruangan itu sangat luas layaknya istana. Setengah sadar tatkala menahan rasa sakitnya, ia tiba-tiba mendapati dirinya tengah terbaring di atas ranjang. Dengan pandangannya yang buram, dia menatap Guili yang tengah berdiri di samping ranjang menatap tubuhnya yang terbaring di sana.

__ADS_1


“Sepertinya pil elixir bekerja dengan baik. Setelah ini, kau hanya perlu memulihkan diri dengan tenang. Selamat, mulai saat ini kau adalah pelindung Alam Iblis, Iblis Yu,” ucap Guili.


Dengan segenap tenaga, Wuxian berusaha bengkit dari tempatnya dan berkata, “Aku tidak perlu kau menyelamatiku. Menjadi iblis bukanlah suatu hal yang perlu dibanggakan,” sanggah Wuxian.


“Karena kau adalah tamu istimewa kami, sudah sepatutnya tuan rumah menyambutmu. Selamat datang dan selamat bergabung di Alam Iblis. Kini, kau adalah salah satu dari kami. Kau tidak akan pernah bisa lari, meskipun kau berusaha mengelaknya. Kau hanya perlu mengabdikan seluruh hidupmu terhadap Alam Iblis, terutama Raja Iblis. Ah, benar juga … perlu kau ketahui, mulai saat ini tak ada lagi tempat yang akan menerimamu selain Alam Iblis ini. Ini adalah takdirmu, sekali pun kau kembali, dunia manusia dan sekte abadi tidak akan pernah melepaskanmu. Ketika kau bertemu mereka kelak, jangan pernah sedikit pun segan terhadap mereka. Jika kau tidak membunuh mereka, pasti mereka yang akan membunuhmu. Dan yang terakhir, sekte abadi telah memutus hubungan denganmu. Kau telah dianggap sebagai murid pengkhianat yang harus disingkirkan. Mereka menganggapmu ancaman berbahaya bagi 3 alam,” tutur Guili panjang kali lebar.


“Lalu kenapa dengan semua itu? Kalian yang telah menjadikanku seperti ini. Setelah semuanya, aku tidak takut apa pun lagi. Kau terlalu meremehkanku. Dengan kekuatanku saat ini, tak ada seorang pun yang bisa membunuhku!” cetus Wuxian.


“Baguslah kalau kau mengerti dengan nilaimu sendiri. Namun, maksud dari perkataanku yang sebenarnya, jangan sampai perasaan mengacaukanmu. Kau telah menjadi pelindung Alam Iblis, kau hanya perlu memutus hubungan dengan siapa pun di sekte abadi, termasuk teman-teman terdekatmu. Untuk saat ini, kau hanya bisa bergantung kepada dirimu sendiri. Yang jelas, selain diri sendiri, tidak ada orang lain yang tulus kepadamu,” ujar Guili sebelum ia berlalu menghilang dari pandangan Wuxian. Begitulah cara dia mengingatkan tentang identitas Wuxian saat ini.


Wuxian yang saat ini benar-benar kehilangan dirinya. Tidak, dia bukan lagi Wuxian. Dia adalah pelindung Alam Iblis, Iblis Yu pengendali Pedang Samsara. Satu hal yang dimengerti Wuxian saat ini, dia tidak pernah bisa kembali. Cepat atau lambat, kabar tentang dirinya telah menjadi iblis pasti akan tersebar. Mereka pasti akan waspada, memburu, dan berencana membunuhnya tanpa pertimbangan sewaktu-waktu bertemu dengannya. Tak akan ada lagi kedamaian bagi dirinya, karena kekuatan besar telah mengendalikannya dan dianggap telah menjadi pedang berbahaya bagi musuh seluruh makhluk.


“Apa gunanya kekuatan besar yang kudapat? Jika berakhir seperti ini, seharusnya dari awal aku memilih untuk tetap menjadi anak biasa,” lirih Wuxian penuh penyesalan.


“Apa bagusnya menjadi anak biasa?”

__ADS_1


“Siapa kau?!”


__ADS_2