PENDEKAR BELENGGU NIRWANA

PENDEKAR BELENGGU NIRWANA
PEMBELAAN DIRI


__ADS_3

Ketika keadaan mulai kembali lebih tenang, Mahaguru Tianji pun bangkit dari tempat duduknya dan menanayi muridnya secara pribadi. Murid itu tak lain adalah Huo Yi yang tengah bersaksi.


“Huo Yi, apa semua yang kau katakan itu benar? Guru tidak akan mengampunimu jika kau mengatakan kebohongan-kebohongan yang tidak masuk akal. Apa kau berani bersumpah atas perkataanmu barusan? Jika sampai Guru tahu kau berbohong, Guru tidak akan segan-segan memutus hubungan dan mengeluarkanmu dari sekte!” cetus Mahaguru Tianji. Akhirnya, ia angkat bicara dan menanyai Huo Yi muridnya secara langsung.


Tanpa mengulur waktu, Huo Yi pun segera menjawab pertanyaan dari Mahaguru Tianji, “Guru, aku benar-benar tidak berbohong. Aku berani bersumpah jika aku melihat asap hitam tebal keluar dari anak itu, juga pedang yang memiliki aura jahat itu menyerangku. Jika aku berbohong, Guru bisa menghukumku, bahkan Guru bisa mengambil nyawaku dan menebarkan jiwaku agar tidak bisa terlahir kembali. Aku akui, aku bersalah karena bertindak tanpa perintah. Namun jika dia benar-benar iblis yang dikirimkan sekte iblis untuk memata-matai sekte kita, aku harap tidak ada seorang pun yang segan untuk memberinya ampunan!” cetus Huo Yi dengan lantangnya.


“Baik, Guru memegang perkataanmu,” kata Mahaguru Tianji. “Xiandu, sesuai dengan yang dikatakan oleh muridku, muridku melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa anak itu mengeluarkan asap hitam dari dalam tubuhnya. Berdasarkan kesaksiannya, asap hitam yang keluar dari tubuh seseorang sudah pasti bukanlah aura yang baik. Selanjutnya, kita harus mengambil tindakan atas hal ini.” Mahaguru Tianji menyampaikan pendapatnya terhadap Run Yu.

__ADS_1


“Baik, kalau begitu … .” Belum sempat Run Yi menyelesaikan perkataannya, Wuxian segera memotongnya. Pada akhirnya, Wuxian memberanikan diri untuk angkat bicara tatkala menyadari bahwa nasibnya telah berada di ujung tanduk.


“Ketua sekte, aku bukanlah mata-mata sekte iblis. Jika dia dapat bersumpah, aku juga bisa bersumpah atas diriku sendiri. Aku sudah pasti bukanlah mata-mata sekte iblis. Aku bersumpah atas hidup dan matiku. Para Mahaguru, apa kalian ingat 2 orang anak yang datang ke sekte 5 tahun lalu? Satu dari lainnya mendapat sambutan hangat karena dinilai berbakat, bahkan gurunya pun menerimanya baik-baik. Lalu satunya lagi, tak ada seorang pun guru yang ingin menerimanya karena dia dianggap tidak memiliki bakat, bahkan melatih budidaya akan mengancam nyawanya sendiri. Namun, anak itu bersikeras untuk tinggal di sekte dan melatih budidaya secara pribadi, karena tak ada seorang pun yang bersedia mengangkatnya sebagai murid. Para Mahaguru pun tidak bisa melarangnya untuk pergi karena dia telah ditakdirkan menjadi murid sekte Qing Long. Apakah kalian ingat? Anak itu adalah aku, satu-satunya murid yang tidak pernah menerima ajaran dari seorang pun guru. Aku hanyalah murid buangan yang tidak berbakat, bahkan tak bisa menerima budidaya meskipun memaksa dan berlatih terus-menerus. 5 tahun telah berlalu, hingga saat ini aku tidak mendapat kemajuan. Aku hanyalah orang yang tidak berguna. Bagaimana mungkin sekte iblis mengirimkan orang cacat sepertiku untuk memata-matai sekte? Kalian terlalu memandang tinggi nilaiku,” ujar Wuxian panjang kali lebar. Setelah semua yang terjadi, Wuxian tidak perduli hal lai, selain nyawanya sendiri yang juga sudah di ujung tanduk.


Bahkan setelah semua yang ia alami, di saat seperti ini, ia harus menanggung semua bukti yang mengarah kepadanya. Hidupnya tidak lama lagi. Dalam hatinya, sedikit saja … ia hanya menginginkan keadilan yang tidak pernah sekali pun berpihak kepadanya. Ia tidak berharap orang lain bersimpati terhadapnya, karena tujuannya hanyalah memperoleh keadilan, bukan belas kasihan. Namun sayangnya, sekali lagi di mata orang lain, apa yang ia lakukan tetaplah salah.


Sekali salah di mata orang lain, kebenaran sudah tidak penting lagi. Perkataan Wuxian membuat para Mahaguru tersinggung karena Wuxian mengatakan semua itu di hadapan para pendekar yang hadir di ruangan itu. Perkataan Wuxian dinilai menghina para Mahaguru dan kedaulatan yang telah ditetapkan oleh sekte. Mengenai murid buangan, memang sekte Qing Long merahasiakan tentang hal ini terhadap para pendekar dunia Jianghu dan para kultivator sekte-sekte besar. Dengan Wuxian berkata demikian, maka reputasi sekte Qing Long akan ternodai di mata pendekar lainnya karena dianggap sebagai bentuk diskriminasi. Perihal itulah yang membuat mereka saling berbisik menggosipkan pernyataan yang diungkapkan oleh Wuxian.

__ADS_1


“Apa yang dia katakan salah? Aku pikir, semua yang dikatakannya masuk akal. Dia hanya ingin membela dirinya sendiri. Tentang sekte membeda-bedakan muridnya, apa kalian semua tidak pernah mendengarnya? Ah, aku tahu... sepertinya, selama ini sekte merahasiakannya dari orang luar karena sengaja agar para murid buangan bisa bekerja sebagai pembantu sekte. Apa aku benar?” timpal Liu Wei dengan beraninya. Ia pun sudah tidak tahan lagi, hingga akhirnya ia bisa mengungkapkan segala hal yang ia pendam selama ini ke hadapan dunia.


“Kau!”


“Kenapa? Aku kenapa? Apa yang kukatakan salah? Bukan hanya dia saja yang menjadi murid buangan, aku juga, dan semua murid buangan lainnya dapat bersaksi atas perkataan kami. Semakin kalian mengelaknya, maka semakin membenarkan perkataan yang kami katakan,” celetuk Liu Wei.


“Xiandu, apa semua yang murid kalian katakan itu benar? Jika semua itu memang benar, itu artinya kalian sudah melakukan tindakan tidak bermoral karena membeda-bedakan murid kalian sendiri.” Ran Qing, ketua sekte Xuanyuan angkat bicara karena ingin mengkonfirmasi kebenaran yang telah terungkap.

__ADS_1


Tak ada seorang pun yang berani angkat bicara untuk menjawab pertanyaan dari Ran Qing. Hingga akhirnya, Run Yu sendirilah yang harus menjawab pertanyaannya, “Ini semua hanyalah kesalahpahaman. Sepertinya, kalian telah salah paham Sebenarnya, sekte kami tidak pernah membeda-bedakan murid. Hanya saja, ada beberapa murid yang terlahir dengan merdian yang lemah. Jika mereka memaksa untuk melatih budidaya untuk mendapatkan tulang dewa, maka nyawa mereka akan terancam. Kami tidak pernah membeda-bedakan mereka, kami hanya mengkelompokkan latihan mereka dengan cara yang berbeda. Untuk anak-anak seperti itu, melakukan pekerjaan berat adalah salah satu cara yang bagus untuk memperkuat tulang dan memperbaiki merdian mereka yang lemah. Jika mereka memaksa untuk berlatih seperti murid-murid lainnya, takutnya … budidaya yang mereka akan merusak tubuh mereka, dan kemungkinan terburuknya akan merenggut nyawa. Itulah mengapa, kami membedakan cara latihan mereka, bukan membeda-bedakan kasta. Bagi kami, semua murid sekte itu sama, hanya cara berlatih mereka saja yang berbeda. Aku harap, penjelasanku dapat menjawab keraguan kalian semua,” jelas Run Yu panjang kali lebar.


“Benarkah? Aku lihat tidak seperti itu. Kalian hanya tidak ingin anak yang tidak berbakat itu menjadi beban. Semua itu hanyalah alasan karena setiap sekte hanya menerima murid-murid yang lolos ujian. Namun berbeda dengan sekte Qing Long. Tanpa ujian, kalian menerima para murid hanya karena mereka telah ditakdrikan. Jika tidak berniat menampung murid tidak berbakat, kenapa harus menerimanya?”


__ADS_2