
Pada saat Wuxian pergi ke dunia manusia untuk mencari artefak magis, ia secara kebetulan bertemu dengan Huang Chao. Awalnya, Wuxian pergi ke salah satu kota untuk beristirahat di sebuah penginapan.
Wuxian tidak meyangka jika penginapan yang ia singgahi adalah penginapan yang juga disinggahi oleh Huang Chao. Ketika mereka bertemu, mereka sempat berkelahi di dalam penginapan. Karena tak ingin mengganggu kenyamanan para pengunjung, mereka pun memutuskan untuk pergi ke tempat yang sepi. Mereka singgah di hutan yang letaknya tidak jauh dengan penginapan tempat mereka singgah.
"Wuxian, pikirkan kembali. Masih ada waktu untuk mengulang kembali. Percayalah padaku, aku pasti akan membantumu memurnikan tubuhmu kembali," bujuk Huang Chao.
"Huang Chao, apa sampai saat ini kau tidak juga mengerti? Aku sudah menjadi iblis, bahkan bukan hanya iblis biasa. Aku adalah penjahat di atas penjahat. Tidak ada caraku untuk kembali. Tindakanmu ini hanya akan menyinggung pendekar lain. Jangan buang waktumu untuk mengasihaniku. Lebih baik kau kembali dan berlindung di balik punggung gurumu," balas Wuxian.
"Wuxian!" sentak Huang Chao.
"Huang Chao!" balas Wuxian sembari menodongkan ujung pedangnya ke depan dada Huang Chao. "Jika kau bersikeras membawaku kembali, maka lawan aku dulu. Jika kau menang, kau bisa membawaku, tapi jika kau kalah, serahkan nyawamu," tantang Wuxian.
Huang Chao menatap ujung Pedang Samsara yang menantang di hadapannya. Ia tak mengatakan apa pun selama beberapa saat.
"Wuxian, sejak kapan hubungan kita menjadi seperti ini? Kau sudah kuanggap seperti adikku sendiri. Melihatmu seperti ini membuatku lebih baik mati. Namun, apa kau benar-benar tega membunuhku?" tanya Huang Chao.
Huang Chao memalingkan matanya ke arah lain, lalu dia menurunkan pedangnya dan berkata, "Sejak aku pergi dari sekte, hubungan kita telah berakhir. Tidak, jauh sebelum itu, saat kita datang ke sekte Qing Long, kita sudah saling memutuskan hubungan," ujar Wuxian.
"Baik! jika kau bersikeras mengakhiri hubungan kita, salah satu dari kita harus mati. Maka, semuanya akan berakhir. Jika kau ingin kau bertarung denganku, bertarunglah secara adil! anggap aku musuhku. Jangan segan sedikit pun," kata Huang Chao sembari menarik pedangnya dari dalam sarungnya.
HIAATT!!!
Huang Chao melayangkan pedangnya ke arah Wuxian, lalu Wuxian menepis serangan dari Huang Chao.
Tatapan mereka saling beradu ketika pedang mereka saling berbentrok menciptakan kekuatan spiritual kuat yang saling melawan.
DUAARR!!!
__ADS_1
Saking kuatnya kekuatan spiritual yang dihasilkan, ledakan kuat pun terjadi dan membuat keduanya terhempas dalam jarak jauh. Namun, mereka tak mudah tumbang karena menguasai kemampuan chinggong di atas rata-rata.
"Lumayan. Huang Chao, sejauh ini, hanya kau yang bisa mengimbangiku. Namun, yang tadi hanyalah pemanasan. Aku belum mengerahkan seluruh kekuatanku," kata Wuxian.
"Kita sepakat untuk bertarung secara adil. Wuxian, jangan mengasihaniku!" balas Huang Chao.
"Baik, jangan salahkan aku jika pedangku merenggut nyawamu!" cetus Wuxian.
Wuxian melukai telapak tangannya dengan bagian tajam pedangnya. Ketika darah Wuxian melumuri seluruh bagian pedangnya, matanya bola matanya berubah menjadi berwarna merah menyala. Pedang Samsara mulai mengendalikan tubuhnya sepenuhnya. Rantai belenggu yang terdapat di pegangan pedang itu menjadi lebih kokoh dan memanjang.
"Sihir darah? pengendali hidup? jangan bilang dia sudah ... ." Belum sempat Wuxian menyelesaikan perkatannya, serangan pun mendarat ke arahnya.
Rantai-rantai belenggu mengitari tubuh Huang Chao, takkan membiarkan Huang Chao lolos. Rantai itu bercabang menjadi lima. Setiap cabang rantai itu menyerang Huang Chao tanpa melonggarkan kewaspadaan.
Huang Chao berkali-kali menepis serangan dari rantai itu. Akan tetapi, serangannya hanyalah bentuk perlindungan dirinya. Ia tidak sempat membalas serangan Wuxian yang bertubi-tubi. Rantai pedang terlalu kokoh untuk dipatahkan oleh pedang Huang Chao.
Hati nurani Wuxian saat ini tak berfungsi karena telah dikendalikan oleh energi Pedang Samsara. Lebih tepatnya, ia tampak seperti monster yang membunuh tanpa ampun. Sementara Huang Chao yang hanya bisa menghindari serangan dari Wuxian pun kewalahan karena kelelahan melawannya selama lebih dari satu jam.
BRUUAK!
Rantai belenggu berhasil memukul tubuh Huang Chao dengan keras. Pukulan itu membuat Huang Chao terbanting ke tanah. Tubuhnya terpelanting sekitar 15 meter. Organ dalamnya terluka parah, hingga Huang Chao memuntahkan banyak darah yang menodai rerumputan di hutan itu.
Huang Chao mengangkat wajahnya, dia menatap Wuxian yang perlahan berjalan menghampirinya. Huang Chao telah gagal mengenali Wuxian. Wuxian yang saat ini bukanlah Wuxian yang dia kenal.
"Wuxian, aku Huang Chao. Aku kakakmu, dan kau selamanya akan menjadi adikku. Wuxian, meskipun hari ini aku mati, aku tidak akan menyesal karena mati di tanganmu," ucap Huang Chao.
Wuxian tak merespon apa pun karena kesadarannya telah dikendalikan. Yang dia pikirkan hanya menargetkan musuh utamanya, yakni Huang Chao. Sementara Huang Chao telah memasrahkan hidupnya saat ini. Dia telah terluka parah dan tak sanggup untuk mengangkat pedangnya lagi.
__ADS_1
"Tuan, Kau tidak boleh terus seperti ini, atau energi pedang akan melahapmu!" Yixiao Qiaofeng akhirnya muncul untuk menyadarkan Wuxian.
Dia adalah roh Pedang Samsara, tentu saja dia sangat memahami dampak yang akan terjadi kepada orang yang telah menyatu dengan pedang pengorbanan. Sebenarnya, tidak masalah jika Wuxian membunuh siapa pun. Namun karena tubuh Asuranya belum lama dibentuk, energi dari tubuh manusianya sangat mempengaruhi kondisinya.
Dengan kata lain, energi tubuh manusia dapat membuat Wuxian terlahap oleh Pedang Samsara. Qiaofeng mencari cara untuk menyadarkan Wuxian kembali. Ketika melihat sungai di sekitarnya, ia pun berubah menjadi roh pedang sepenuhnya. Dia membawa bentuk selestialnya, menenggelamkan tubuhnya ke dalam sungai di sekitar.
Ketika darah Wuxian yang melumuri pedang tersebut telah dilunturkan oleh air sungai, manik mata Wuxian pun kembali menghitam. Setelah itu, dia terjatuh tak sadarkan diri.
Di sisi lain, Huang Chao yang menyadari tak ada sesuatu apa pun yang terjadi padanya, akhirnya membuka matanya kembali. Ia merasa heran tatkala melihat Wuxian yang tergeletak di tanah.
"Apa yang terjadi? kenapa dia tidak membunuhku?" Huang Chao bertanya-tanya.
Senior!
Senior!
Kau di mana?
Suara saudara seperguruan Huang Chao yang mencari keberadaannya. Huang Chao sengaja tak membalas karena tak ingin mereka melihat Wuxian di sana. Namun, yang terjadi tetaplah terjadi. Saudara seperguruan Huang Chao berhasil menemukan mereka.
"Iblis ini!"
"Senior, akhirnya kami menemukanmu. Kau terluka sangat parah."
"Senior, ternyata kau berhasil mengalahkan iblis ini. Kita harus segera membawanya ke sekte agar mereka melenyapkannya!"
"Maaf, tapi dia akan pergi bersamaku!" Qiaofeng muncul dalam wujud manusia dan membawa Wuxian pergi dari sana.
__ADS_1