
"Apa benar, namamu Huang Chao?" tanya Run Yu, sekadar ingin memastikan.
"Benar, Huang Chao," cetus Huang Chao dengan tegas.
"Kau sepertinya anak yang cukup berbakat," ujar Run Yu. "Jin Xun," panggil Run Yu.
"Ya, wakil sekte," jawab Jin Xun yang tak lain salah seorang guru dari sekte Ling Long.
"Sepertinya, kau harus mengambil Huang Chao sebagai muridmu. Mungkin, dia akan menjadi murid paling berbakat di kediamanmu nantinya," perintah Run Yu.
"Baik, Wakil sekte." Tanpa banyak alasan dan bantahan, Jin Xun menerima perintah dari wakil sekte yang tak lain adalah Run Yu.
Huang Chao pun mengucapkan terimakasih kepada Wakil sekte karena telah bersedia menerimanya, dan memilihkan seorang guru untuknya.
Jin Xun bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan menghampiri Huang Chao yang masih dalam posisi berlutut di hadapan seluruh guru sekte Qing Long.
"Huang Chao, kau akan menjadi muridku yang ke 55," ucap Jin Xun di hadapan Huang Chao.
Huang Chao mendongakkan kepalanya, menatap sosok Jin Xun yang nantinya akan menjadi guru pembimbingnya.
"Kau boleh memanggilku Guru," lanjut Jin Xun.
__ADS_1
"Guru, terimakasih karena telah menerimaku," ucap Huang Chao dengan penuh rasa hormat.
"Lalu, bagaimana dengan Wuxian? Apakah salah satu di antara kalian ada yang ingin menerimanya menjadi murid?" tanya Run Yu kepada para guru yang lain.
Para guru terhening kala mendapat pertanyaan dari Run Yu. Satu pun dari mereka tak ada yang angkat berbicara. Beberapa saling berbisik, beberapa tak perduli dan hanya terhening dalam diamnya.
"Anak ini, dia terlihat bodoh. Dia terlihat tak memiliki bakat apa pun dalam hal kultivasi."
"Benar. Jika dia menjadi muridku, pasti butuh waktu lama hanya untuk mencapai tingkat pertama. Aku sama sekali tak tertarik mengambilnya menjadi muridku. Di kediamanku, semua muridku tak ada yang bodoh. Jika dia ditempatkan di kediamanku, dia hanya akan mempersulitku saja."
"Siapa juga yang ingin mengambilnya? Dilihat sekilas saja sudah bisa ditebak. Dia tidak akan pernah menjadi kultivaotor hebat. Hanya beban."
Para guru yang saling berbisik itu dengan tanpa ragu merendahkan Wuxian yang dinilai tak memiliki bakat, hanya dengan sekilas pandangan saja. Bisikan mereka bukan terkesan seperti bisikan, karena suaranya yang cukup keras dapat terdengar jelas, hingga sampai ke telinga Wuxian. Pembicaraan mereka seakan dengan sengaja terkhususkan didengar oleh Wuxian.
Wuxian mengepalkan telapak tangannya, menahan sakit hati yang begitu luar biasa tatkala harga dirinya direndahkan oleh para guru sekte Qing Long itu.
Tiba-tiba Wuxian merasakan seseorang yang tengah menyentuh pundaknya. Tidak perlu ditebak lagi, jika yang menyentuh bahu Wuxian kala itu pastilah Huang Chao yang masih berposisi berlutut di sampingnya.
Wuxian menoleh ke arah samping, menatap Huang Chao yang seakan berbicara dalam hatinya agar Wuxian tetap percaya kepada dirinya. Namun, semua itu sama sekali tak berpengaruh kepada Wuxian.
Wuxian sama sekali tak mampu membangkitkan kepercayaan dirinya lagi, di kala dirinya direndahkan, dihina, dan merasa terhinakan.
__ADS_1
Run Yu hanya terdiam, sembari mendengarkan para guru sekte Qing Long yang terang-terangan memandang remeh Wuxian. Tak perlu ditebak lagi, para guru sekte Qing Long pasti akan menganggap Wuxian sedemikian rupa.
Run Yu cukup kesal tatkala para guru sekte Qing Long saat ini sudah mulai merasa sombong atas diri mereka, karena memiliki murid-murid berbakat yang terkenal di dunia Jianghu, sehingga mereka enggan menerima seorang murid dari kalangan biasa seperti Wuxian.
"Semuanya, omong kosong apa yang kalian bicarakan?!" Sentakan Run Yu, sontak membuat para guru sekte Qing Long terdiam seketika. "Apa kalian lupa, sekte Qing Long adalah sekte terbuka bagi siapa pun yang ditakdirkan dan dipilih langsung oleh pimpinan sekte. Tapi kalian, dengan terang-terangan merendahkan pilihan Pimpinan sekte. Apa kalian meragukan pilihan Pimpinan!? Secara tidak langsung, kalian meremehkan pimpinan sekte. Kalian sudah berani rupanya." Run Yu berusaha mengingatkan para guru sekte Qing Long, atas pedoman yang mereka terapkan selama ini.
"Wakil sekte, bukannya kami ingin meremehkan pilihan pimpinan sekte. Kami semua telah memiliki banyak murid. Di antara semuanya, sangat berbakat dan terkenal di dunia Jianghu. Lalu, untuk apa kami menambah murid lagi, dan harus mengajarinya dari tahapan awal?" ucap salah satu guru yang dengan berani angkat bicara untuk mengusulkan pendapatnya.
"Tidak meragukan? Apa menurutmu, ucapanmu itu tidak terkesan meragukan? Semua yang dipilih langsung oleh Pimpinan sekte, berarti kita semua harus terbuka dan menerimanya sebagai murid. Logikanya, apa semua murid yang kalian latih selama ini langsung menjadi ahli? Apa kalian tak mengajarinya dari tingkat awal? Tugas seorang guru adalah mengajarkan ilmunya kepada murid-murid yang ingin menangkap ilmu yang diajarkan. Tindakan kalian ini ... Sepertinya tidak pantas jika kalian ini disebut sebagai guru," balas Run Yu.
"Kau!" salah satu guru yang tidak terima, angkat bicara. Akan tetapi, ia langsung menghentikan perkataannya. Ia menahannya karena tak ingin menimbulkan masalah yang berkelanjutan.
"Kenapa? Apa semua yang kukatakan ini ada yang salah? Tanyakan kepada diri kalian sendiri. Apa kalian pantas disebut sebagai guru, jika tak ingin lagi mengajar dan hanya ingin bersantai ria karena telah memiliki murid-murid yang kalian anggap luar biasa? Di samping itu, tentang peristiwa yang terjadi belakangan ini, keputusan pimpinan sekte sangat tepat dalam memilih murid baru untuk sekte Qing Long. Kita harus memiliki banyak murid jika sewaktu-waktu akan berperang dengan sekte iblis," cetus Run Yu.
"Berperang dengan sekte iblis? Apa maksudmu?" Perkataan Run Yu membuat para guru sekte Qing Long yang belum mendapat informasi tentang kejadian yang terjadi belakangan ini, membuat mereka semua semua histeris dan tak mengerti dengan apa yang Run Yu maksudkan.
"Ya, jika kalian masih perduli dengan urusan dunia, pasti kalian akan menebak hal yang sama. Tentang segala sesuatu yang terjadi belakangan ini, murid-muridku telah menyelidiknya ketika melakukan peburuan malam. Dapat dipastikan, sekelompok asing yang menyelinap dan membuat terjadinya huru-hara adalah kelompok asing yang berasal dari suku iblis," ungkap Run Yu.
"Jika benar seperti yang kau katakan, itu artinya, sekte iblis telah menunjukkan taringnya. Mungkin, sebentar lagi mereka akan menunjukkan tanduk, hingga membentangkan sayap-sayapnya. Jika demikian, kita tidak boleh membiarkan rencana mereka berhasil. Kita harus mencegah mereka untuk menjaga kediaman mereka. Sekte iblis yang sangat ambisius itu pasti tidak akan pernah membuat dunia ini damai sehari pun jika mereka berhasil melangsungkan rencananya," ucap salah satu guru sekte Qing Long.
"Itulah mengapa, sebelum ini, aku meminta kalian berkumpul di sini. Tujuan utamaku adalah membahas masalah serius ini. Sedangkan untuk kedatangan kedua tamu ini, itu terjadi secara kebetulan," ungkap Run Yu.
__ADS_1