
"Iblis Aroma? Meng Xie? ternyata kau ... ." Mata Wuxian akhirnya terbuka lebar ketika melihat Chang Sheng merubah wujud aslinya menjadi iblis.
Sontak saja, akhirnya Wuxian mengerti dengan segala keanehan yang dia alami selama ini. Ternyata sesuai dengan dugaannya, klan iblis telah mengatur skenario sebaik-baiknya. Jika dipikir, klan iblis memang ahli dalam mementaskan drama. Mereka mengirimkan utusan klan iblis ke sekte abadi, bahkan memilihkan identitas yang paling tepat, agar siapa pun tak dapat mencurigainya.
Anggota klan iblis yang menjadi murid dari tabib pengobatan yang menganut ajaran Tao. Siapa yang dapat mengira jika Chang Sheng murid dari Jiang Ruyi, sebenarnya adalah Meng Xie si Iblis Aroma? Tidak terduga.
"Kau terlihat sangat terkejut," ucap Meng Xie sembari menampilkan senyum liciknya yang tertutup oleh kain penutup wajah berwarna putih.
"Tidak, aku hanya tertegun. Kalian sungguh luar biasa," balas Wuxian.
"Apa kau baru saja mengakui kehebatan klan iblis kami?" tanyanya.
"Jangan percaya diri. Tidak ada yang menarik dari klan iblis. Karena kita berasal dari ... ." Belum sempat Wuxian menuntaskan perkataannya, seketika tali pengikat tubuhnya pun terlepas.
"Pergilah," perintah Meng Xie, setelah ia melepaskan tali pengikat tubuh Wuxian.
Setelah tali pengikat tubuhnya terlepas, Wuxian beranjak pergi tanpa banyak berbincang hal yang tidak diperlukan dengan Meng Xie yang juga memiliki identitas lain sebagai Chang Sheng.
"Huang Chao pasti ditipu habis-habisan olehnya. Tapi itu bukan urusanku lagi," gumam Wuxian saat ia pertama kali menginjakkan kakinya keluar dari gua.
Akhirnya ia dapat menghirup udara segar setelah merasa pengap terkurung di dalam gua selama sehari semalam. Namun, terbebas bukan berarti ia bisa bersantai, di mana ia masih mengemban banyak misi yang harus diselesaikan. Terakhir kali, Wuxian teringat jika sebelumnya ia sempat bertarung melawan monster air bersama Qiaofeng.
__ADS_1
Tunggu ... ia baru tersadar jika Qiaofeng tidak bersamanya saat ini. "Di mana dia?" gumamnya.
Udara malam hari di hutan tropis memang terasa sangat membekukan. Pakaian tipisnya membuat bulu kuduk Wuxian berdiri ketika tertiup semilir angin malam. Di samping itu, ia perlu sekitar 5 jam lagi untuk memulihkan kekuatannya. Dia yang saat ini seperti merasakan saat-saat ketika dia menjadi manusia, tidak memiliki kekuatan apa pun. Namun sepertinya, Wuxian tampak menikmati detik-detik itu.
Di kala ia tengah berjalan santai, tiba-tiba saja terdapat sesuatu yang membuatnya terpaku pada semak belukar yang bergerak. Awalnya, dia berpikir bahwa tidak ada yang perlu dicemaskan. Mungkin hanya seekor musang atau kelinci hutan, begitulah yang ia pikirkan. Akan tetapi, pemikirannya berubah ketika tiba-tiba sepasang matanya menyaksikan seorang gadis cantik yang keluar dari balik semak. Sebetulnya, bukan hanya sosoknya yang membuat Wuxian terkesima, melainkan suara tangisannya yang membuat tubuh Wuxian bergetar ketakutan. Gadis itu perlahan berjalan menghampiri Wuxian, dengan tangisan dan mata sembabnya.
"H-hantu?!" gagapnya karena cukup terkejut melihat penampakan sosoknya.
Gadis cantik dari mana yang muncul di tengah hutan belantata? Jika bukan roh, sudah pasti sosok hantu penggoda. Wuxian memang tidak takut apa pun, tetapi dia sangat takut ketika berhadapan dengan sosok mistis seperti hantu, mengingat dirinya waktu kecil pernah diganggu makhluk semacam itu.
Wuxian semakin terkejut ketika sosok gadis cantik itu tiba-tiba berlari ke arahnya dan memeluk tubuh Wuxian erat-erat. Pada detik itu, jantung Wuxian berdebar sangat kencang, layaknya bertemu dengan cinta pertamanya. Namun ia sangat yakin jika cinta pertamanya tidak mungkin sesosok hantu.
"Pergi! pergi kau! jangan ganggu aku!" usir Wuxian sembari berusaha melepaskan pelukan erat dari gadis itu. Namun semakin Wuxian berusaha melepaskannya, gadis itu semakin mengeratkan pelukannya terhadap Wuxian.
Setelah dipikir-pikir, sepertinya Wuxian berpikir terlalu berlebihan. Gadis itu terlalu nyata untuk disebut sebagai hantu. Wuxian dapat merasakannya, apalagi bagian dadanya yang terasa ketika bersentuhan memeluk Wuxian. Baru pertama kali Wuxian mendapati momen semacam ini, membuat tubuhnya menjadi kaku dan tegang.
'Ah, apa yang kupikirkan? pasti karena sudah tengah malam dan udara di sini terasa sangat dingin sampai-sampai aku berpikiran yang tidak-tidak. Aku ini pria terhormat! kurang ajar, pikiran cabul harus kubantai dari otakku!' batinnya, Wuxian berusaha menyadarkan dirinya yang hampir terpedaya oleh syahwat.
Namun jika dipikir-pikir, akhirnya Wuxian pun menyadari betapa menyedihkan hidupnya selama ini. Jangankan hidup tenang, menyentuh seorang gadis saja dia belum pernah melakukannya. Hanya Qiaofeng, tetapi Wuxian sama sekali tak menganggapnya sebagai gadis, melainkan hanya sebatas roh pedang yang banyak bicara dan sangat menyebalkan baginya.
"N-Nona, aku tidak tahu apa yang terjadi padamu ... tapi bisakah kau melepaskanku? pria dan wanita tidak boleh saling bersentuhan," ujar Wuxian.
__ADS_1
Reflek gadis itu melepaskan pelukannya terhadap Wuxian. Dia melangkah mundur untuk menjaga jarak aman. Kemudian, ia pun angkat bicara, "Ah, maaf, Tuan ... karena sudah bersikap lancang," balasnya dengan tutur kata yang sopan.
Wuxian semakin terkesima dengan sosok gadis itu. Bukan hanya berparas jelita, tetapi tutur katanya pun sopan dan suaranya terdengar begitu indah. Sempat-sempatnya Wuxian memandangi wajahnya yang bersinar ketika terpantul oleh cahaya rembulan malam itu. Sejenak kesadaran Wuxian kosong memikirkan gadis itu, tetapi ia pun berusaha untuk tersadar dan bersikap biasa saja.
"Tidak, tidak masalah. Nona, malam-malam seperti ini, apa yang kau lakukan di tengah hutan bentara? apa kau tidak takut dengan hewan buas?" tanya Wuxian.
"Aku takut ... tapi aku juga tidak tahu kenapa aku bisa datang ke hutan ini," jawabnya.
Sejenak Wuxian merasa heran ketika mendengar jawaban dari gadis itu. Memang terdengar aneh jika ia tidak tahu sebab dan kejadian yang sebenarnya telah terjadi kepadanya.
Di sisi lain saat Wuxian keluar dari gua yang dipasang formasi oleh Huang Chao, Qiaofeng pun akhirnya mulai bisa merasakan kehadiran dari keberadaan Wuxian. Sesaat setelah ia memastikan keberadaan Wuxian, Qiaofeng pun segera berteleportasi ke tempat tujuannya.
"Nona, apa yang terjadi? kenapa kau bisa ... ."
"Hei, berandal!"
Qiaofeng berteriak dari kejauhan, membuat gadis itu dan Wuxian reflek menoleh ke arah sumber suara.
"Ke mana saja kau, bodoh?! aku mencarimu ke mana-mana, tahu!" protes Qiaofeng seraya menghampiri Wuxian dan melayangkan pukulan ke arahnya.
Pada pukulan pertama, Wuxian sempat berhasil menghindarinya. Namun untuk yang kedua kalinya, Qiaofeng berhasil memukul kepala Wuxian dengan keras, hingga membuat pertahanan Wuxian sedikit tumbang. Wuxian detik ini hanyalah manusia biasa karena kekuatan spiritualnya masih terkunci beberapa jam lagi, tentu saja dia tidak bisa bertahan ketika mendapat serangan tenaga dalam dari Qiaofeng.
__ADS_1
"Berhenti! berhenti memukulinya!"