PENDEKAR BELENGGU NIRWANA

PENDEKAR BELENGGU NIRWANA
JALAN BERLAWANAN


__ADS_3

"Huang Chao, apa yang kau lakukan padaku?!" protes Wuxian saat pertama kali dia tersadar dan mendapati bahwa tubuhnya terikat oleh tali spiritual. Ia mencoba memberontak semua tenaga agar dapat melepaskan tali yang mengikat tubuhnya. Namun sayangnya, usahanya hanyalah sia-sia belaka, karena sebelumnya Huang Chao telah menekan titik akupuntur kekuatan spiritual Wuxian. Perlu waktu sekitar 24 jam untuk Wuxian memulihkan kekuatan dengan sendirinya.


"Wuxian, akhirnya kau sadar juga," balas Huang Chao seraya menampilkan kegembiraan yang terlukis di wajahnya.


"Tutup mulutmu! Huang Chao, apa yang kau lakukan?! kenapa kau mengikatku seperti ini?!" Wuxian langsung memarahi Huang Chao, bahkan saat ia pertama kali tersadar.


"Kau yang seharusnya menutup mulutmu!" sahut suara lain yang tak lain adalah Chang Sheng. Dia datang dan menengahi keduanya yang tengah bertengkar, tetapi lebih tepatnya Wuxian-lah yang tak bisa mengontrol emosinya. "Racun dalam tubuhmu baru saja dinetralisirkan. Jika kau banyak bergerak, obat yang kuberikan akan membunuhmu!" Chang Sheng sengaja menakut-nakuti Wuxian.


"Benarkah? kenapa kau tidak bilang jika obat yang kau berikan padanya memiliki reaksi semacam itu?"


Chang Sheng salah sasaran, karena bukan Wuxian yang ketakutan, melainkan Huang Chao yang terlihat khawatir kepada kondisi Wuxian.


"Huang Chao, kau terlalu serius menanggapi perkataannya. Dia berbohong padamu. Aku baik-baik saja. Jadi, bisakah kau melepaskan tali ini?" Wuxian tak sabar agar ia bisa terlepas dari tali pengekang yang mengikat erat tubuhnya.


"Tidak bisa! Jika aku melepaskannya, lalu kau mau apa? sudah pasti kau akan kabur. Aku telah susah payah menangkapmu, kali ini aku tidak akan membiarkanmu melarikan diri lagi," cetus Huang Chao menegaskan kepada Wuxian.


"Eih, Huang Chao, apa yang kau rencanakan? maka sudah kubilang sebelumnya, kita tidak lagi memiliki hubungan. Aku adalah iblis, dan kau adalah pendekar aliran lurus. Kita sudah berjalan di jalan yang berlawanan. Tidak ada gunanya kau mengkhawatirkanku. Aku juga tidak butuh kau untuk ikut campur," cetus Wuxian.

__ADS_1


Huang Chao merundukkan kepalanya sembari menghela nafasnya. Kemudian, ia menghampiri Wuxian yang duduk tersandari di dinding gua. Huang Chao menurunkan tubuhnya, lalu duduk menyandar di samping Wuxian.


"Wuxian, bukankah dulu kita pernah berjanji untuk saling melindungi? aku masih mengingat janji itu. Wuxian, aku akan melindungimu apa pun yang akan terjadi," ujar Huang Chao.


Wuxian merasa sedih ketika mendengar perkataan dari Huang Chao, hati nuraninya sedikit tergerak. Akan tetapi, Wuxian lebih terpaku pada kenyataan dibandingkan harapan yang mustahil.


"Aku tidak tahu. Sudah 5 tahun kita tidak pernah berhubungan. Aku sudah lama melupakannya," balas Wuxian dengan sikap ketusnya.


"Wuxian, kau tidak pernah berubah. Sampai saat ini, kau masih saja bersikap kekanakan. Kau masih tidak tahu caranya berbohong. Wuxian, berhenti melawan kehendak hatimu. Tanyakan pada dirimu sendiri, apakah kau menginginkan semua ini? jika kau tidak memberitahuku, bagaimana caraku mrmbantumu?" kata Huang Chao.


"Memangnya kenapa jika aku menginginkannya, dan juga kenapa jika aku tidak menginginkannya? apa pun itu, semua yang terjadi tidak akan pernah berubah. Aku adalah iblis, dan kau adalah manusia. Manusia dan iblis tidak akan pernah berdiri di jalan yang sama. Aku pikir, pernyataan ini lebih dari cukup untuk membuatmu berhenti mencampuri urusanku," cetus Wuxian.


"Kenapa?" Wuxian pun menoleh ke samping, ia membalas tatapan Huang Chao dengan tatapan setajam mata elang. "Huang Chao, apa hidupmu sebosan itu ... sampai-sampai kau harus mengganggu hidupku? dengar baik-baik, aku tidak butuh semua perhatianmu. Aku ingin kau berhenti mencampuri urusanku. Tidak ada yang bisa kau lakukan untukku. Jadi, jangan menambah bebanku. Lepaskan aku sekarang juga!" perintah Wuxian dengan nada bicara tegasnya.


Sementara Huang Chao dengan sengaja mengacuhkan perkataan Wuxian. Ia bangkit dari posisinya, lalu berjalan keluar gua. Dia meninggalkan Wuxian begitu saja, kala tubuhnya masih terikat dengan tali spiritual.


Tatkala di pintu gua, Huang Chao sempat berpapasan dengan Chang Sheng yang baru datang dari memetik tumbuhan obat.

__ADS_1


"Mau ke mana kau?" tanya Chang Sheng kepada Huang Chao. Namun, Huang Chao dengan sengaja berpura-pura tak mendengar pertanyaan dari Chang Sheng. Huang Chao begitu saja melewatinya, seakan-akan ia tak bertemu dengannya. "Sikap macam apa itu? apa dia sengaja mengacuhkanku?" Chang Sheng sempat merasa kesal karena diacuhkan oleh Huang Chao dengan sengaja, seakan-akan tak menganggapnya ada.


Chang Sheng hanya bisa mengangkat kedua bahunya sekilas. Kemudian, ia pun berjalan kembali memasuki gua. Masih sama seperti sebelumnya, dia menyaksikan Wuxian yang terikat menyedihkan.


"Yo, apa semua ini lelucon? sejak kapan anggota klan Asura sempat diperlakukan sepertimu saat ini? Seingatku, klan Asura adalah klan gagah perkasa, klan terkuat di antara enam klan. Kau benar-benar merusak sejarah mereka," ujar Chang Sheng dengan sengaja meremehkan Wuxian.


"Hei, tutup mulutmu! hanya karena kau wanita, bukan berarti aku akan mengasihanimu," balas Wuxian.


"Hahaha." Chang Sheng merasa geli ketika mendengar ucapan dari Wuxian. "Mengasihaniku? Kau? yang benar saja. Aku rasa, yang seharusnya dikasihani adalah dirimu. Bagaimana rasanya menjadi anjing yang dikendalikan? apa kau mulai terbiasa?" Ucapan Chang Sheng sepontan membuat Wuxian membulatkan netranya.


Wuxian terkejut ketika merasa bahwa Chang Sheng mengetahui sesuatu tentangnya. "Kau ... bagaimana kau tahu kalau aku ... ." Wuxian sengaja menggantung perkataannya karena terlalu ragu apa dia harus mengungkapkan atau tidaknya.


"Hmmm, coba kau pikirkan. Menurutmu, bagaimana aku bisa mengetahuinya?" Chang Sheng sengaja membuat Wuxian berpikir keras untuk menebaknya. Dia sengaja membuat Wuxian kebingungan karenanya.


"Hei, omong kosong apa yang kau bicarakan? berhenti membuat tebak-tebakan dan katakan saja. Katakan! kenapa kau bisa mengetahui tentangku? siapa identitasmu sebenarnya?" desak Wuxian.


Chang Sheng menyeringai licik ketika mendengar ucapan dari Wuxian. "Weh, sebenarnya kau ini pura-pura bodoh atau memang bodoh, sih? Kau sangat payah. Sudah mendapatkan kekuatan besar, masih saja tidak bisa membedakan aura tubuh. Atau jangan-jangan ... kau tidak bisa merasakannya?" tebak Chang Sheng. Sesaat dia terdiam menunggu reaksi dari Wuxian. Namun, Wuxian hanya membisu, sekilas saja Chang Sheng semakin yakin dengan tebakannya. "Woah, ternyata memang benar seperti itu. Kau memang tidak bisa merasakan aura tubuh setiap makhluk? kau tidak bisa membedakannya. Benar-benar payah!" Chang Sheng merendahkan Wuxian tanpa ragu.

__ADS_1


Wuxian mengeratkan rahangnya ketika merasa bahwa perlakuan Chang Sheng sudah keterlaluan. Salah satu sifat Wuxian yang tidak berubah sampai saat ini yaitu, dia sangat benci dipandang rendah dan direndahkan oleh orang lain, apalagi secara terang-terangan.


"Hei, jaga bicaramu! percaya atau tidak, aku pasti akan merobek mulutmu yang kotor itu!" ancam Wuxian.


__ADS_2