
SLERTTTT ... JEDARRR!!!
Seorang pendekar lain muncul tiba-tiba muncul dan langsung menyerang monster laba-laba raksasa. Kultivasinya terlihat hebat, sepertinya dia telah mencapai tingkat ke tujuh. Ia mengerahkan seluruh kemampuannya, menyerangnya secara membabi buta tanpa memberi celah sedikit pun.
Namun, monster laba-laba pun tak kalah kuat darinya. Serangan yang dia dapat, dengan mudahnya ia menangkisnya. Keistimewaan lain yang dimiliki monster buatan klan iblis itu yakni dapat menelan kekuatan spiritual lawannya. Ketika kekuatan spiritual menyerangnya, monster laba-laba melahap essensi-essensi spiritual yang menyerangnya. Setelah menyerapnya, monster pun bertambah menjadi lebih kuat.
"Berhenti menyerangnya!" perintah salah seorang pendekar yang menyaksikan pertarungan.
"Apa maksudmu? Kita harus memusnahkannya!" cetusnya.
"Jangan serang lagi! dia bisa menyerap kekuatan ... ." Belum selesai dia berbicara, monster laba-laba yang menjadi lebih kuat itu meledakkan sekitar tempat dan membuat para pendekar yang berada di sana terhempas, dan beberapa melindungi dirinya dengan perisai formasi.
"Gawat! sesuai dugaanku, monster iblis itu dapat menyerap kekuatan."
"Apa yang harus kita lakukan?"
"Formasi iblis telah berhasil melemahkannya, tetapi karena orang ceroboh itu, monster iblis malah menjadi lebih kuat."
ROARRMMM! Erangan Monster iblis terdengar sangat nyaring.
BAM!
BAM!
DUARRR!!!
Monster iblis mengamuk, memporak-porandakan sekitar tempat itu. Rumah-rumah banyak yang dirusak dan penduduk sekitar yang menyelamatkan diri pun tak bisa lari lagi. Beberapa dari mereka menjadi santapan monster iblis yang tak memiliki rasa kenyang.
"Sekelompok orang bodoh. Mereka hanya menyelamatkan diri mereka sendiri di saat orang yang lebih lemah meminta pertolongan. Mereka tidak pantas disebut pendekar! Sekelompok egois," kata Wuxian tatkala ia sampai ke tempat dan menyaksikan banyak penduduk yang terluka, sementara para pendekar di sana hanya mengurung diri dalam formasi semata untuk menyelamatkan diri mereka sendiri.
__ADS_1
CRINGG!!!
SREK!
SREK!
SREK!
Wuxian menebas monster itu dalam beberapa kali tebasan. Tanpa ragu sedikit pun, ia maju menyerang dengan Pedang Samsara di tangannya.
ROAARRMMM!!! Kali ini sang monster iblis mengerang kesakitan tatkala menerima serangan dari Wuxian.
Essensi dari pedang samsara berbeda dengan milik sekte abadi ataupun milik klan iblis. Kekuatan Asura memang berbeda. Oleh karena itu, ia dapat dengan mudah menyerangnya tanpa khawatir jika monster iblis bertambah kuat.
Wuxian terus menebas satu persatu kaki monster iblis sebagai kelemahannya. Hingga pada akhirnya, monster iblis melepas dan inti rohnya hancur melebur. Wuxian telah berubah pikiran. Ia tak menjalankan tugas sesuai yang diperintahkan kepadanya, tetapi ia malah melenyapkan monster itu.
"Dia pelindung klan iblis, tapi kenapa ... dia membantu kami?"
Para pendekar itu saling berbincang di belakang Wuxian tatkala menyaksikan sendiri ketika Wuxian melenyapkan monster iblis yang berwujud laba-laba raksasa.
"Jangan salah paham. Aku bukan menolong kalian, tapi orang-orang yang seharusnya wajib kalian lindungi. Bagaimana mungkin kalian menyebut diri kalian seorang pendekar jika kalian sepengecut itu? Sumpah seorang pendekar, mengutamakan keselamatan orang lain meski harus mati. Meskipun mati, tetap akan mati dengan cara terhormat. Aku rasa, aku tidak perlu membantu kalian untuk mengejanya," ucap Wuxian. Kemudian, ia menghilang begitu saja dari hadapan mereka semua.
"Berani sekali iblis sepertinya meremehkan kita."
"Tapi bagaimana pun juga, semua yang dikatakannya itu benar. Dia bahkan menyelamatkan kita semua."
"Ya, dia pasti sudah mencapai tingkat akhir ketika masuk ke klan iblis. Pertumbuhannya sangat cepat. Dia bahkan bisa berteleportasi."
***
__ADS_1
"Aaarrggghh!!!" Wuxian mengerang kesakitan tatkala mantra penyambung hidup menyiksanya. Sudah pasti semua itu adalah ulah dari Raja Iblis Gu Xiang.
"Aku memerintahkanmu untuk membawa monster iblis kembali, bukan melenyapkannya. Dia adalah yang terbaik dari yang lainnya. Berani sekali kau menentang perintahku!" Meski Wuxian tak melihat wujud raja iblis secara langsung, ia dapat mendengar bahwa Gu Xiang tengah berbicara kepadanya lewat jalur mantra.
"Aku membunuhnya karena dia pantas mati! monster sepertinya tidak pantas ada di dunia ini. Bukan hanya dia, tapi semua monster yang berada di tanah derita. Aku pasti akan melenyapkannya! Kau pikir aku takut padamu? Tidak! Bagaimana pun caramu menyiksaku, salah tetaplah salah! aku tidak akan berjalan di jalur yang salah," cetus Wuxian meski ia memaksa menjawabnya dengan suara terbata-bata karena menahan rasa sakit yang menyiksa setiap merdian tubuhnya.
"Baik! Aku akan membuatmu sadar dan membuka matamu lebar-lebar. Dengar, semakin kau melindungi mereka, bawahanku akan menangkap lebih banyak manusia di bumi. Itu adalah hukumanmu karena melawan titahku!" cetus Gu Xiang.
"Jangan! Ini kesalahanku. Mereka sama sekali tidak bersalah. Mohon pertimbangkan lagi. Aku berjanji, setelah ini aku akan menurut semua perintah darimu," pinta Wuxian.
"Baik, sudah seharusnya kau menjadi anjing penurut. Namun, aku akan ke mempertimbangkan permintaanmu setelah kau menjalani hukumanmu. Aku tahu kau tidak takut dengan siksaan, karena itu aku akan menjadikan orang lain menggantikan hukumanmu. Ingatlah, mereka semua mati karenamu," cetus Gu Xiang.
Gu Xiang menampakkan gambaran peristiwa di hadapan Wuxian. Gambaran peristiwa itu tentang para manusia yang digiring ke Tanah Derita secara paksa. Satu persatu dari mereka dilemparkan ke dalam kandang monster iblis untuk dijadikan santapan.
"Jangan!!! Berhenti! Berhenti melemparkannya!" Wuxian benar-benar putus asa karena tak bisa melakukan apa pun untuk menyelamatkan mereka.
Sekitar 1000 manusia telah dimasukkan ke dalam kandang monster iblis dan telah menjadi santapannya. Sementara Wuxian hanya bisa meratapinya lewat cermin yang menampakkan peristiwa itu di hadapannya.
"Bagaimana? apa kau sudah jera? ini hukuman pertamamu karena melanggar titah yang kuperintahkan. Selanjutnya, jika kau berani melawanku, orang-orang itulah yang akan menanggung kesalahanmu. Termasuk orang-orang yang kau sayangi." Gu Xiang memberi peringatan keras terhadap Wuxian.
Wuxian benar-benar tak berdaya. Ia hanya termenung meratapi kesalahan yang telah dia lakukan. Ketidakberdayaaannya membuat orang lain harus membuat orang lain menanggung kesalahannya.
"Ini salahku. Mereka mati karenaku." Wuxian merintih kesakitan karena menahan sakitnya hati yang menyayatnya.
"Bodoh! semua bukan kesalahanmu. Sudah jelas Gu Xiang yang melakukannya. Berhenti menjadi pria lemah dan bangkitlah! tidak ada gunanya kau meratapi semua yang sudah terjadi." Yixiao Qiaofeng menjelma menjadi manusia ketika melihat tuannya bersikap seperti itu. "Hei, sampai kapan kau akan hidup seperti ini? Sudah kubilang, kau harus menjadi lebih kuat agar bisa melindungi orang yang kau pedulikan!"
"Bukankah aku sudah menjadi yang terkuat? tapi tetap saja, aku tidak bisa melindungi orang-orang itu," balas Wuxian.
"Hei, kau pikir kekuatan klan Asura hanya segitu? Kekuatanmu belum bangkit sepenuhnya. Kau harus berlatih lebih giat lagi untuk mewujudkannya. Dengan begitu, mantra apa pun tidak akan pernah bisa membatasimu."
__ADS_1