
"Aku ingin! beritahu aku bagaimana caranya?" Wuxian mulai bergelora tatkala melihat secercah harapan untuknya.
"Itu ... semuanya terletak bagaimana usahamu. Kekuatan Asura dalam dirimu akan bangkit sepenuhnya ketika kau berhasil mengumpulkan 4 artefak magis, segel bintang, Sitar Pelangi, Airmata duyung, dan yang terakhir Cermin penangkap roh."
***
"Aku sudah membawakan Rumput Kelereng Lahar. Apa kau sudah bisa membantuku mengolahnya?" ujar Huang Chao saat kali pertama dia kembali ke gubug di hutan.
"Ternyata kau berhasil. Namun, aku lihat sepertinya kita belum bisa mengolahnya. Khasiat Rumput Kelereng Lahar akan bekerja ketika rumput itu memuntahkan kelereng merah dari pangkal daunnya. Saat ini, kau harus menjaganya dengan kekuatan spiritual agar bisa mempercepat prosesnya," jelas kakek itu.
"Lalu, bagaimana dengan keadaannya? apa masih sempat menunggu lebih lama lagi?" Huang Chao melirik Chang Sheng yang terbaring tak sadarkan diri.
"Lebih cepat lebih baik. Jika ingin mempercepat, kau harus memberikan kekuatan spiritual lebih banyak," kata kakek itu.
"Aku bisa membantumu," ujar roh serigala.
Keberadaannya sempat dilupakan sejenak setelah Huang Chao kembali. Kemudian, Huang Chao baru teringat ketika roh sergala itu memasuki gubug.
Sontak kakek itu terkejut ketika melihat bangsa siluman lain yang memasuki tubuhnya, apalagi siluman itu adalah roh serigala.
"Kau ... kau membawa siluman lagi?" gagapnya sembari menunjuk roh serigala.
"Maaf, Kakek. Situasinya sangat mendesak. Tenang saja, aku jamin dia tidak akan mengacaukanmu. Sekarang yang terpenting adalah menyelamatkan temanku," ujar Huang Chao.
Roh serigala melirik Chang Sheng yang tengah berbaring di ranjang dan berkata, "Apakah dia temanmu? ternyata dia benar-benar siluman. Tapi dia hanyalah golongan lemah dari klan tumbuhan darat," kata roh serigala.
"Bantu aku menyelamatkannya," pinta Huang Chao.
Roh serigala melirik wajah Huang Chao untuk membaca mimik wajahnya. Sekilas saja dia dapat melihat makna dari tatapan matanya terhadap Chang Sheng. Sesama lelaki mudah sekali memahami. Kepedulian Huang Chao terhadap Chang Sheng bukan hanya kepedulian antar teman, tetapi ada makna lain yang terlihat sangat jelas dari tatapan matanya.
"Baiklah. Aku akan membantumu memuntahkan kelereng dari dalam rumput itu." Jawaban yang sangat ingin didengar oleh Huang Chao.
__ADS_1
Huang Chao dan roh serigala pun mulai menggunakan kelereng spiritual untuk menjaga Rumput Kelereng Lahar. Mereka memberinya makan kekuatan spiritual hingga rumput itu memuntahkan kelereng berwarna merah mennyala seperti api dari pangkal daunnya.
"Akhirnya, kita berhasil!" Huang Chao terlihat girang ketika ia berhasil mengeluarkan kelereng lahar dari rumput itu. "Kakek, apa sekarang kau bisa meramunya?" tanya Huang Chao.
"Baiklah. Tunggu sebentar."
Setelah Chang Sheng mengonsumsi obatnya, inti silumannya pun berhasil dicairkan. Kemudian, beberapa jam kemudian pun ia terbangun.
"Di mana aku?" gumam Chang Sheng sembari melirik ke sekelilingnya.
"Kau sudah bangun rupanya," kata Huang Chao sembari berjalan menghampiri Chang Sheng.
Chang Sheng reflek mengernyitkan kedua alisnya ketika pertama kali melihat kehadiran Huang Chao.
"Kau? bagaimana kau bisa ada di sini? apa yang sebenarnya terjadi? di mana tempat ini?" Chang Sheng mencecar Huang Chao dengan beberapa pertanyaan.
"Seharusnya aku yang bertanya padamu. Apa yang terjadi padamu? kenapa kau terluka begitu parah?" tanyanya.
"Terluka? aku?" Chang Sheng terlihat ling lung karena ia baru saja tersadar.
Setelah kakek itu, selanjutnya yang muncul dari balik daun pintu adalah roh serigala. Dia menaikkan sebelah alisnya tatkala melihat Chang Sheng telah sadarkan diri.
"Jarang sekali aku bertemu dengan roh bangsa tumbuhan darat. Sepertinya bertemu denganmu menambahkan wawasanku," ujar roh serigala.
"Omong kosong! siapa yang kau sebut roh tumbuhan? jangan banyak bicara atau akan kurobek mulutmu," timpal Chang Sheng dengan sikap ketusnya.
"Eh, kau tidak perlu menyembunyikannya lagi. Kita semua sudah tahu jika kau bukanlah manusia. Sekilas saja aku dapat menebak bahwa kau adalah roh tumbuhan darat," celetuknya.
Chang Sheng tak bisa berkata-kata. Ia menatap Huang Chao dengan tatapan yang dipenuhi banyak dengan pertanyaan.
"Apa kau juga sudah mengetahuinya?" tanya Chang Sheng kepada Huang Chao.
__ADS_1
Huang Chao hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dengan isyarat jika ia telah mengetahui semuanya. Sementara Chang Sheng pun hanya bisa menghela nafasnya.
"Jika kau sudah tahu, apa yang perlu disembunyikan lagi. Tapi, apa bisa merahasiakannya dari sekte? lupakan saja. Aku akan kembali kepada guruku dan memberikan penjelasan. Setelah itu, aku akan pergi dari sekte." Sejenak saja Chang Sheng berubah pikiran.
"Aku tidak akan memberitahunya kepada siapa pun. Terlahir sebagai siluman bukanlah kesalahan mu. Kita memang tidak bisa memilih bagaimana kita terlahir. Tenang saja, aku akan menjaga rahasiamu," balas Huang Chao.
"Benarkah?" tanya Chang Sheng karena ragu.
"Hei, lebih baik kau fokus memulihkan kondisimu. Temanmu ini akan kuculik untuk memenuhi janjinya padaku," cetus roh serigala.
"Janji? apa yang kau janjikan padanya. Jangan bilang kau ... ."
"Jangan khawatir. Tidak seperti yang kau pikirkan. Aku hanya akan membantunya mempelajari teknik penyambung tubuh," jelas Huang Chao.
"Ayo! aku tidak ingin menunggu lebih lama lagi. Aku ingin cepat-cepat mendapatkan ekorku kembali," desak roh serigala.
Kemudian, Huang Chao bersama roh serigala pun keluar dari gubug itu. Sementara kakek tua itu tetap menetap di sana.
"Ternyata kau. Penyamaranmu memang tidak pernah gagal. Aku sungguh takjub," puji Chang Sheng, meskipun ia tak berniat untuk memujinya sedikit pun.
Selang ketika di dalam gubug itu tinggal Chang Sheng dan kakek tua, kakek tua itu pun merubah kembali wujud aslinya. Dia menjadi pria yang lebih gagah dan tegap dari sebelumnya.
"Ceroboh sekali. Kau masih saja lemah seperti pertama kali kau datang." Ia meremehkan Chang Sheng.
"Lemah? Aki dikepung mereka dan tak ada bantuan yang datang. Berani sekali kalian memanfaatkanku. Kalian pasti berniat menyingkirkanku. Terlalu mudah ditebak," kata Chang Sheng.
"Lemah tetaplah lemah. Tidak perlu mengelaknya dengan pembelaan," balasnya.
"Hekh! Ironis sekali. Katakan! kenapa kau menyamar menjadi kakek tua dan menyelamatkanku? bukankah kalian ingin menyingkirkanku?" kata Chang Sheng.
"Kau sepertinya salah paham. Aku datang bukan untuk menyelamatkanmu, tapi untuk memastikan apakah kau masih berguna atau tidak. Awalnya, kau tidak ada harapan dan kami berencana membuangmu. Namun, berterimakasihlah kepada temanmu itu. Dialah yang menyelamatkan hidupmu," ujarnya.
__ADS_1
"Apa kau juga yang memberi tahunya tentang identitasku?!" sentak Chang Sheng.
"Tepat sekali. Aku pikir setelah memberitahunya, dia akan meninggalkanmu. Tapi aku meremehkannya. Dia sangat menghargai hubungan kalian."