
Sekejap saja setelah Run Yu menyelesaikan perkataannya, para pendekar yang hadir di acara itu saling berbisik dan membuat aula pertemuan terdengar gaduh, hingga salah satu dari mereka angkat bicara dan membuat mereka berhenti berbisik.
“Xiandu.” Dia memberi hormat kepada Run Yu. “Sebenarnya, selain mengganti kepemimpinan, ada hal apa lagi yang perlu dibahas? Tampaknya, ada masalah serius yang belum kami semua ketahui. Mohon jelaskan kepada kami agar kami tidak penasaran,” ujarnya. Dia adalah Pimpin sekte Lan Ling Jing yang bernama Zhu Lian. Sekte Lan Ling Jing adalah salah satu sekte aliran lurus yang bertempat di Gunung Seribu Kaki.
Run Yu pun segera menjawab setelah Zhu Lian mengajukan pertanyaan, “Sepertinya, masalah pergantian pemimpin bisa kita kesampingkan terlebih dahulu, tapi tenang saja, kita pasti akan membahasnya setelah kita membahas satu masalah yang lebih serius kali ini,” kata Run Yu. “Semua pendekar terhormat, beberapa waktu ini, sepertinya kalian juga mengetahui bahwa sekte iblis mulai melakukan pergerakan secara sembunyi-sembunyi, maupun terang-terangan. Mereka telah berani menunjukkan taring mereka untuk menakut-nakuti dunia. Namun, saya yakin bahwa pendekar hebat sekalian pasti tidak takut terhadap sekte iblis. Sekte iblis mulai memporak-porandakan dunia, merusak, bahkan membunuh orang-orang tidakbersalah. Bahkan, beberapa waktu lalu kami mendengar kabar tentang hilangnya penduduk Kota secara misterius. Entah apa yang mereka rencanakan kali ini, kita tetap harus mewaspadainya,” ujar Run Yu panjang kali lebar.
“Mereka hanyalah iblis-iblis rendahan. Kenapa orang seperti kita harus takut kepada iblis seperti mereka? Teknik magis kita tidak kalah hebat dari mereka, apalagi jika kita semua bersatu melawan mereka. Sehari saja, aku pasti akan meratakan istana mereka!” cetus salah seorang pendekar dengan angkuhnya.
“Benar, mereka tidak patut ditakuti. Mereka hanyalah pengecut yang suka berbuat onar.”
“Benar!”
__ADS_1
“Semua, masalah ini tidak sesederhana kelihatannya. Menurut kalian, kenapa selama ini mereka selalu tenang tanpa melakukan pergerakan sedikit pun? Kita semua tahu ambisi jahat dan mengerikan yang ada di hati mereka semua. Kami menebak, selama ini mereka diam-diam bersembunyi untuk menyusun rencana yang lebih besar. Jika selama ini mereka tak melakukan apa pun dan sudah mulai beraksi, itu artinya … mereka selama ini telah menunggu waktu yang pas. Kita tidak boleh lengah dan membiarkan mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Selain itu … .” Run Yu sengaja menggantung perkataan terakhirnya dan membuat semua pendekar yang ada di ruangan itu menunggu-nunggu Run Yu untuk melanjutkan perkataannya.
“Selain itu? Apa ada hal lain yang tidak bisa dikatakan, Xiandu?” tanya salah seorang pendekar.
“Begini … beberapa hari ini, sekte kami menemukan sebuah pedang yang memancarkan aura jahat yang sangat kuat. Kemunculan pedang itu secara tiba-tiba dan membuat beberapa murid sekte kami terluka parah dan harus dirawat karenanya. Untuk sementara ini, kami hanya bisa menyegel pedang misterius itu di aula leluhur dan melarang siapa pun untuk mendekatinya. Masalah ini, awalnya kami hanya ingin mengurusnya secara pribadi. Namun karena sepertinya masalah ini adalah masalah serius yang menyangkut keamanan dunia, akhirnya kami memutuskan untuk mengungkapkannya kepada para pendekar hebat sekalian dengan maksud tertentu,” jelas Run Yu. “Berhubung kita membahas hal itu, kami membawakan murid-murid yang berada di tempat kejadian. Mereka akan menjelaskan dan bersaksi tentang kekuatan yang dimiliki pedang itu,” sambung Run Yu. Kemudian, ia pun mempersilakan mereka untuk buka suara dan angkat bicara.
“Dia! Dia adalah mata-mata sekte iblis!” Pertama kali Huo Yi angkat bicara, ia begitu saja menuding Wuxian sebagai mata-mata sekte iblis dan menunjuk ke arah Wuxian.
Wuxian terlalu terkejut hingga tubuhnya gemetar ketakutan. Ia hanya terhening membeku di tempatnya, seraya melihat sekelilingnya yang sekan-akan turut menudingnya dengan pandangan tajam mereka.
“Hati-hati dengan yang kau katakan. Kau tahu sendiri akibat dari mengatakan kebohongan di aula yang suci ini. Apa semua yang kau katakan itu benar?” tanya Run Yu, menginterogasi Huo Yi agar ia mengungkapkan kejujurannya yang sesungguhnya.
__ADS_1
“Aku benar! Aku sama sekali tidak berbohong. Dia …! Dia sudah pasti mata-mata sekte iblis. Aku melihat tubuhnya mengeluarkan asap hitam tebal. Kekuatan magis kita tidak mungkin seperti itu. Melihatnya berubah seperti itu, sekilas aja aku dapat menebak bahwa dia adalah iblis yang dikirimkan oleh sekte iblis untuk memata-matai sekte. Pada saat itu, demi jalan kebenaran, aku ingin melenyapkannya. Tapi tiba-tiba saja sebuah pedang menghadangku dan menyerangku. Pedang itu tak membiarkanku lolos, sekan-akan dengan sengaja melindunginya agar aku tidak bisa membunuhnya. Tidak diragukan lagi, pedang itu pasti miliknya. Dia telah menipu kita selama ini!” cetus Huo Yi dengan lantang. Pernyataannya membuat Wuxian benar-benar berada di jalan buntu. Ia menyerang Wuxian dengan perkataannya tanpa meloloskannya secelah pun.
“Omong kosong! Mohon Mahaguru bersikap adil dan jangan hanya mendengarkan perkataan sepihak darinya saja. Selain dia, aku juga ada di sana. Kau … kau orang yang membuat kami terluka parah. Kau tahu jika kami hanyalah murid lemah yang tidak bisa melawan. Kau memanfaatkan kelemahan kami dan menindas kami dengan kekuatanmu. Benar juga, kau telah melanggar aturan sekte. Bukan hanya menggunakan kekuatanmu semena-mena, tapi kau merundung kami yang lemah, bahkan saudara seperguruan sendiri. Kau melanggar tiga aturan sekaligus!” balas Liu Wei. Ia turut menyuarakan pernyataannya dan membeberkan perilaku tidak bermoral yang dilakukan oleh Huo Yi sebagai perlawanan.
“Diam kau! Jangan mengatakan omong kosong di tempat ini,” sahut Huo Yi karena tidak terima tatkala Liu Wei memberi pernyataan yang menyalahkannya. ‘Sialan! Berani sekali dia mengatakan semua itu. Memang cari mati!’ batin Huo Yi geram.
“Kau yang seharusnya diam! Jika semua yang kukatakan adalah omong kosong, bagaimana denganmu? Tidak menutup kemungkinan bahwa semua yang kau katakan juga hanyalah omong kosong!” balas Liu Wei. Ia tak ingin kalah berargumen dengan Huo Yi.
“Kalian semua, tenang!!! Di mana sopan santun kalian?! Di hadapan para pendekar hebat ini, berani-beraninya kalian berdebat. Apa kalian berdua tidak menganggap keberadaan kami semua?!” Run Yu menegur Huo Yi dan Liu Wei yang tengah berdebat dengan nada bicara tegasnya.
Teguran dari Run Yu membuat Huo Yi dan Liu Wei terpaksa harus membungkam mulutnya rapat-rapat. Mereka terpaksa harus menahan emosi yang tersimpan di dalam diri mereka karena belum sempat mengeluarkan segala uneg-uneg nya.
__ADS_1
“Huo Yi, apa semua yang kau katakan itu benar?”